Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Takut Masa Lalu Kembali


__ADS_3

Sakti nampak terkejut ketika secara mengejutkan Sintia mencium bibirnya dan tentu saja setelah Sakti sadar apa yang dilakukan oleh Sintia ini maka Sakti langsung mendorong tubuh Sintia menjauh darinya. Sakti bertanya kenapa Sintia melakukan hal ini dan Sintia mengatakan bahwa ia menyukai Sakti.


“Apa maksudmu mengatakan itu?”


“Kamu jelas tahu apa yang aku bicarakan ini, Sakti.”


Sakti menggelengkan kepalanya, ia menolak apa yang dikatakan oleh Sintia dan ketika wanita itu hendak kembali menciumnya, Sakti menghindar dan langsung pergi dari Sintia. Sakti mengabaikan namanya yang dipanggil oleh Sintia karena ia benar-benar merasa telah mengkhianati Ambar, ia tidak seharusnya membiarkan Sintia mencium dirinya padahal sebelumnya ia sudah berjanji pada Ambar.


“Apa yang baru saja aku lakukan? Aku baru saja mengkhianati Ambar.”


Sakti merasa bersalah, ia tidak seharusnya membiarkan Sintia mencium bibirnya dan kini ia bingung apa yang harus dikatakan olehnya pada Ambar. Ketika tiba di rumah nampak Ambar telah menantinya dan Sakti langsung memalingkan wajahnya dari Ambar, Sakti tidak sanggup untuk bertatapan mata dengan Ambar setelah apa yang dilakukan olehnya tadi dengan Sintia.


“Sakti, kamu kenapa?”


Sakti yang mendengar pertanyaan dari Ambar nampak menggelengkan kepalanya dan langsung menghindar, tentu saja Ambar sangat heran dengan tingkah Sakti yang tidak biasa ini. Ambar tahu bahwa ada sesuatu hal yang terjadi pada Sakti namun Sakti tidak mau memberitahukannya apa yang sebenarnya terjadi.


“Dia itu sebenarnya kenapa, ya?”


Hingga keesokan paginya pun Sakti masih tidak mau membicarakan apa yang sebenarnya mengganggu pikirannya padahal Ambar sudah meminta Sakti untuk bicara secara terus terang saja padanya saat ini namun Sakti menolak dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Sakti langsung pergi bekerja dan Ambar pun bingung sebenarnya apa yang terjadi pada Sakti saat ini.


“Dia itu kenapa, ya?” tanya Warsinih pada putrinya.


“Aku juga tidak tahu, Bu. Sikapnya sejak semalam sangat aneh, dia tidak mau memberitahu apa masalahnya padaku.”


****


Sintia datang ke toko di mana Ambar bekerja, karena saat ini pelanggan sedang tidak ada di sini maka Ambar bisa berkeluh kesah pada Sintia mengenai apa yang terjadi pada Sakti sejak semalam. Sintia diam dan menyimak cerita Ambar itu dan kemudian Sintia mengatakan bahwa bisa saja Sakti tengah bermain api dengan wanita lain.


“Apa maksudmu mengatakan itu?”

__ADS_1


“Aku minta maaf kalau ucapanku barusan membuatmu tidak nyaman atau marah, tapi coba kamu pikirkan lagi kejadian dulu saat mas Regan berselingkuh.”


Ambar teringat kejadian dulu ketika tiba-tiba saja sikap Regan berubah saat ia diam-diam dekat dengan Sintia namun Ambar menggelengkan kepalanya, Regan dan Sakti adalah dua orang yang berbeda dan ia tidak mau begitu saja membiarkan Sintia meracuni pikirannya dengan berburuk sangka pada sang suami.


“Tidak, bisa saja saat kemarin dia sedang ada pikiran dan kerjaan oleh sebab itu lelah.”


“Ambar, kenapa kamu masih saja menolak pikiran itu? Aku tahu bahwa sebenarnya kamu pasti tengah memikirkan hal yang tidak-tidak kan? Kamu takut kalau suamimu berselingkuh kan?”


Ambar terdiam mendengar ucapan Sintia barusan, semua yang Sintia katakan itu memang benar namun Ambar tidak mau begitu saja menuduh Sakti selingkuh tanpa adanya bukti.


“Aku akan membantumu untuk mencari tahu apakah Sakti selingkuh atau tidak.”


****


Ambar sudah selesai menutup toko dan kemudian ia pulang ke rumah namun di tengah perjalanan pulang, ia dicegat oleh seseorang yang tidak lain adalah Regan. Regan mengatakan bahwa ia ingin mengatakan sesuatu pada Ambar namun Ambar tidak mau mendengarkan Regan, ia meminta pria ini untuk melepaskannya namun Regan mengatakan bahwa ia tidak ingin melepaskan Ambar sebelum wanita ini setuju untuk bicara dengannya.


“Ambar, tolong kamu dengarkan dulu ucapanku, setelah kamu mendengarkan ucapanku maka setelah itu kamu bebas untuk pergi.”


“Kamu boleh percaya atau tidak dengan ucapanku barusan namun aku mengatakan yang sesungguhnya tanpa ada niat apa pun, aku mengatakan ini supaya kamu paham bahwa Sakti tidak seperti apa yang kamu pikirkan.”


Setelah mengatakan itu Regan pun kembali masuk ke dalam mobilnya dan melajukan kendaraannya meninggalkan Ambar, di sana Ambar masih berdiri memporses apa yang baru saja dikatakan oleh Regan barusan.


****


Sakti tiba di rumah dan Ambar sudah menantinya, Ambar menahan diri untuk tidak bertanya pada Sakti namun Sakti tahu bahwaa Ambar tengah menahan sesuatu. Sakti tentu saja penasaran dengan apa yang sebenarnya tengah dipikirkan oleh Ambar dan oleh sebab itu Sakti meminta Ambar untuk mengatakan saja padanya ada apa.


“Sakti, bolehkah aku menanyakan ini padamu?”


“Memangnya apa yang ingin kamu tanyakan padaku?”

__ADS_1


“Apakah kamu dan Sintia sebenarnya bersekongkol untuk merencanakan pernikahan ini?”


Sakti nampak terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Ambar barusan, Sakti mengatakan tidak tahu menahu soal apa yang dikatakan oleh Ambar barusan namun Ambar dapat melihat adanya ekspresi janggal di wajah Sakti yang mana tentu saja membuat Ambar yakin bahwa sebenarnya Sakti tengah berdusta.


“Baiklah, kalau memang kamu tidak mau jujur padaku. Akan tetapi aku menanti kejujuranmu mengenai apa yang sebenarnya kamu rencanakan padaku.”


Setelah mengatakan itu, Ambar pergi meninggalkan Sakti dan Sakti tentu saja tidak dapat membiarkan Ambar pergi begitu saja setelah apa yang ia sembunyikan sepertinya sudah diketahui oleh Ambar.


“Ambar tunggu dulu.”


“Apakah kamu ingin mengatakan yang sejujurnya padaku?”


“Kenapa kamu menanyakan hal itu padaku? Aku mencintaimu.”


“Kalau kamu tidak mau mengatakan yang sejujurnya padaku, lebih baik jangan bicara dulu.”


****


Sakti tidak habis pikir, kenapa Ambar bisa sepertinya tahu rahasia mengenai apa yang ia dan Sintia rencanakan untuk menarik Ambar dalam pernikahan ini. Sakti tidak bisa tinggal diam saja, ia langsung menghubungi Sintia karena ia yakin bahwa wanita itu yang sudah memberitahu Ambar semuanya padahal sebelumnya Sintia sudah berjanji tidak akan pernah menceritakan ini pada Ambar namun kenapa wanita itu justru malah mengkhianatinya seperti ini?


“Halo Sakti.”


“Valdo? Kenapa kamu yang menjawab telepon Sintia? Aku butuh bicara dengan Sintia sekarang juga.”


“Aku ingin bertemu denganmu, aku ingin mengatakan sesuatu secara langsung.”


“Memangnya ada apa?”


“Datang saja ke alamat yang akan aku kirimkan padamu.”

__ADS_1


TUT


__ADS_2