
Sintia akhirnya membawa Daisy menemui Ambar di rumah kontrakan Ambar dan keluarganya tentu saja kedatangan Sintia dan Daisy disambut hangat oleh Ambar. Ia berterima kasih pada Sintia karena telah membawa Daisy menemuinya dan di sana Warsinih nampak tidak suka ketika Sintia datang namun Ambar mengatakan bahwa ibunya tidak boleh bersikap seperti itu karena Sintia sudah membawa Daisy menemuinya.
“Untung saja kamu kali ini datang membawa cucuku, kalau tidak maka aku tidak akan membiarkanmu ada di sini.”
Sintia hanya tersenyum menanggapi ucapan Warsinih barusan, Daisy begitu bahagia menghabiskan waktu dengan mamanya namun hari sudah sore dan Sintia mengajak anak itu untuk kembali ke rumah namun Daisy menolaknya.
“Aku masih mau di sini bersama mama, Tante.”
“Baiklah kalau begitu, Tante pulang dulu.”
Sintia pun kemudian segera pergi dari rumah itu dan melajukan mobilnya pergi meninggalkan rumah keluarga Ambar. Ketika ia dalam perjalanan menuju apartemen, Regan menelponnya karena ketika ia kembali ke rumah
tidak menemukan Daisy.
“Tadi kata asisten rumah tangga kamu datang dan mengajak Daisy pergi.”
“Aku tadi memang datang dan mengajak Daisy.”
“Lantas di mana kalian? Kenapa belum kembali juga ke rumah?”
“Aku mengajak Daisy ke rumah Ambar karena Daisy ingin bertemu mamanya.”
“Apa katamu? Kamu membawa Daisy ke rumah Ambar?”
“Kenapa memangnya? Ambar kan ibunya.”
Regan marah besar pada Sintia yang telah membawa Daisy ke rumah Ambar dan Regan meminta alamat di mana Ambar tinggal saat ini. Sintia tentu saja langsung memberikan alamat itu pada Regan yang mana sambungan
telepon langsung terputus dan Sintia nampak menyeringai puas karena rencananya berjalan dengan baik.
“Kamu rasakan Ambar bagaimana mas Regan akan marah padamu karena ingin membawa Daisy,” seringai Sintia yang pada akhirnya ia sampai juga ke apartemennya namun baru saja ia tiba nampak Sakti yang sudah menunggunya di lobi.
“Sakti? Apa yang kamu lakukan di sini?”
“Aku ingin bicara denganmu.”
“Apa yang ingin kamu bicarakan?”
__ADS_1
****
Ambar terkejut ketika menemukan Regan berdiri di depan pintu rumahnya, tanpa basa-basi Regan langsung menarik Daisy untuk pulang bersamanya dan tentu saja tindakan kasar Regan itu membuat Daisy menangis.
“Mas tolong jangan bertindak kasar begitu pada Daisy.”
“Kamu sengaja menyuruh Sintia untuk membawa Daisy ke sini kan?”
“Tidak Mas, semua ini karena keinginan Daisy.”
“Kamu pikir aku ini bodoh Ambar? Sampai kapan pun Daisy harus tinggal denganku kalau kamu memilih bercerai denganku, bukankah sebelumnya kamu sudah sepakat akan hal itu? Kenapa sekarang justru kamu malah
melanggarnya?”
Ambar menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk menjelaskan semuanya pada Regan namun Regan sama sekali tidak mau mendengarkan apa yang menjadi penjelasan Ambar, ia masih saja menyalahkan Ambar atas apa
yang telah dilakukan oleh wanita ini.
“Ada apa ini?” tanya Warsinih yang muncul saat mendengar keributan dari luar rumah.
Hati Ambar begitu sakit saat ia harus dipisahkan kembali secara paksa dengan anaknya oleh Regan, ia tidak dapat melakukan apa pun kecuali melihat anaknya dibawa pergi oleh Regan ke dalam mobilnya.
“Regan sudah sangat keterlaluan sekali,” ujar Warsinih.
****
Alasan Sakti menemui Sintia adalah ia ingin tahu lebih jelas apa yang terjadi antara Sintia dan Valdo di masa lalu. Sintia malas harus mengungkit soal masa lalunya dengan Valdo namun Sakti meminta Sintia untuk mengatakan semuanya dan akhirnya Sintia pun mengatakan semuanya pada Sakti bahwa selama ini ia dan Valdo memang menjalin hubungan namun ia tidak pernah sekalipun mencintai pria itu.
“Kamu tahu kan bahwa satu-satunya pria yang aku cintai itu mas Regan.”
“Selama ini kamu hanya menipunya?”
“Aku terpaksa melakukan itu supaya Ambar tidak curiga padaku kalau selama ini aku menyukai mas Regan namun sekarang aku tidak risau lagi karena Ambar sudah tahu yang sebenarnya.”
Sakti merasa marah saat Sintia mengatakan hal itu, Sakti mengatakan bahwa Sintia tidak seharusnya melakukan hal ini pada Ambar. Sakti pun mengungkit soal kebaikan keluarga Ambar pada Sintia selama ini karena telah merawat Sintia layaknya anak sendiri namun Sintia justru malah mengkhianati mereka seperti ini.
“Apakah aku meminta pada mereka untuk merawatku dulu?”
__ADS_1
“Bagaimana bisa kamu mengatakan hal itu? Mereka semua tulus menyayangimu seperti keluarga sendiri namun kamu justru malah melakukan hal seperti ini.”
“Sudahlah Sakti kalau memang sudah tidak ada hal lain lagi yang ingin kamu bicarakan denganku maka lebih baik aku kembali ke unit apartemenku.”
****
Sintia menemui Regan keesokan harinya di rumah pria itu namun Regan nampak marah pada Sintia hingga ia sengaja mengabaikan wanita itu namun tentu saja Sintia memiliki seribu satu cara untuk membujuk Regan supaya pria ini tidak lagi marah padanya. Regan pun bertanya kenapa Sintia membawa Daisy kepada Ambar dan Sintia pun mengatakan bahwa Ambar yang memintanya untuk membawa Daisy ke sana.
“Tapi Daisy bilang itu keinginannya sendiri.”
“Daisy diminta oleh Ambar mengatakan itu ketika dia membujukku untuk membawanya ke sana.”
Regan nampak termakan ucapan Sintia barusan dan ia seperti makin membenci Ambar dan tentu saja hal inilah yang diinginkan oleh Sintia, ia tidak boleh membiarkan kalau Ambar dan Regan kembali bersama lagi yang mana hal tersebut dapat saja mengancam posisinya sebagai calon istri Regan.
“Dari pada kita memikirkan soal Ambar yang sudah berusaha mencuri Daisy, bagaimana kalau kita memikirkan soal pernikahan kita saja, Mas.”
“Aku dan Ambar saja belum resmi bercerai kenapa harus membicarakan soal pernikahan?”
Ucapan Regan barusan membuat Sintia kesal bukan main, Sintia mengatakan harusnya Regan begitu antusias saat ia ingin membahas soal pernikahan namun Regan justru nampak tidak antusias bahkan malah cenderung
malas yang membuat Sintia curiga.
“Jangan-jangan Mas masih mencintai Ambar, ya?”
“Bisakah kamu jangan bicara hal omong kosong begitu padaku?”
****
Helga datang ke rumah Regan untuk melihat keadaan anak serta cucunya namun justru ketika ia datang ke rumah ini dirinya dibuat terkejut dengan yang dilakukan oleh Regan dan Sintia yang mana keduanya sedang bermesraan di ruang tengah. Kedatangan Helga yang tidak terduga itu membuat keduanya gelagapan dan berusaha untuk memperbaiki posisi namun tentu saja semua sudah terlamnbat karena Helga telah melihat semuanya barusan.
“Apa yang kalian berdua lakukan barusan?”
“Kenapa Mama datang ke sini?” tanya Regan.
Helga tak menjawab pertanyaan dari Regan namun justru tatapannya tajam mengarah pada Sintia, Helga mengatakan pada Sintia bahwa jangan berharap kalau ia akan menerima Sintia sebagai menantu di keluarga ini.
“Sekalipun Regan dan Ambar bercerai namun jangan harap Regan akan menikah denganmu!”
__ADS_1