
Helga tentu saja bungkam saat mendapatkan banyak pertanyaan dari wartawan mengenai kasus yang menjeratnya dan apakah benar ia melakukan penghindaran dari hukum karena memiliki kekuatan dan uang. Pengacara Helga bicara pada media dan mengatakan semua tudingan itu tidaklah benar dan oleh sebab itu pengacara Helga meminta pada wartawan untuk berhenti memberitakan hal buruk mengenai Helga.
“Saya mohon kepada teman-teman sekalian untuk tidak menyebarkan berita bohong mengenai klien saya karena semua itu tidaklah benar.”
Namun setelah pernyataan yang dilakukan oleh pengacaranya itu justru pemberitaan malah semakin tak terkendali, Helga sudah berusaha untuk mengendalikan pemberitaan yang menyebar namun karena terlalu masif maka Helga pun juga jadi kewalahan hingga akhirnya perbincangan mengenai dirinya viral di media sosial. Di media sosial ramai aksi menuntut penegak hukum untuk menangkap dan mengadili Helga.
“Bagaimana ini? Katanya setelah kamu melakukan konfrensi pers maka wartawan akan berhenti memberitakan ini? Nyatanya sampai sekarang mereka masih saja membuat berita tentang diriku.”
“Sabarkan diri anda Nyonya, tim kami sedang mencari cara untuk menghentikan pemberitaan yang sudah masif ini dan kami akan menjamin bahwa nama anda akan segera bersih dan tidak ada orang lain lagi yang akan mencoba menggunjing anda.”
“Aku harapkan apa yang anda katakan itu bukan hanya sekedar ucapan menyejukan hati.”
“Tentu saja tim kami akan melakukan sebaik mungkin supaya nama anda tidak buruk, Nyonya.”
Helga menghela napasnya panjang, ia pun kemudian memercayakan kasus ini pada tim pengacaranya dan biarkan mereka yang mengatur semuanya, pokoknya Helga tak mau kalau sampai namanya menjadi buruk dan kemudian ia akan ditangkap oleh polisi hanya karena tekanan dari masyarakat lewat media sosial.
“Kalian pikir dapat melakukan hal yang buruk ini padaku? Kalian salah besar karena aku tak akan hancur dengan mudah, aku memiliki seribu satu cara untuk melepaskan diri dari jerat hukum.”
Helga kemudian tiba di rumah dan langsung disambut oleh suaminya yang menanyakan dari mana saja dia namun Helga tak mau menjawabnya.
****
Helga tentu saja menaruh curiga yang berlebih pada suaminya bahwa Fadi adalah dalang di balik kejadian buruk yang menimpanya hari ini namun Helga tak mau mengatakannya. Fadi sendiri kemudian bertanya kenapa Helga menatapnya tak suka begitu.
“Kalau memang ada sesuatu yang mengganjal pikranmu, maka bukankah kamu harusnya bicara?”
“Baiklah, kalau memang kamu ingin aku bicara karena sejujurnya aku ingin bicara padamu.”
__ADS_1
“Katakan apa yang hendak kamu bicarakan padaku.”
“Apakah kamu dalang di balik semua in?”
“Aku tak mengerti apa maksudmu ini.”
Helga mengatakan bahwa ia menaruh curiga pada suaminya karena pemberitaan di media justru semakin masif walaupun tim pengacaranya sudah berusaha mengendalikan pemberitaan namun tetap saja media memberitakan itu bahkan di media sosial pun juga ramai sekali netizen yang memberikan komentar pedas bahkan mendesak penegak hukum untuk menangkap dan memproses hukum Helga.
“Kenapa kamu hanya diam saja? Apakah yang barusan aku katakan itu memang benar?”
“Aku memang melakukannya supaya kamu mendapatkan balasan atas apa yang sudah kamu lakukan, Helga.”
Jawaban dari suaminya barusan tentu saja membuat Helga tak percaya, Helga memukul suaminya dan mengatakan bahwa tidak seharusnya suaminya melakukan hal yang buruk seperti ini padanya.
“Aku terpaksa harus melakukan semua ini, Helga. Apa yang kamu lakukan sudah sangat keterlaluan.”
****
“Ambar, apa yang sedang kamu lihat?” tanya Sakti.
Ambar tidak menjawab pertanyaan Sakti namun ia tetap menonton berita di televisi yang membuat Sakti juga ikut menonton, Sakti terkejut dengan berita soal Helga yang diduga telah melakukan kejahatan dengan menghilangkan nyawa seseorang dan juga wanita itu juga diduga menghindari proses hukum yang berlaku dengan memberikan sejumlah uang pada pejabat kepolisian.
“Kalau memang dia bersalah, berarti mamamu mengatakan hal yang benar kan, Sakti?”
“Tidak begitu, Ambar. Bisa saja mamanya Regan melakukan hal buruk lain dan bukan mencelakai ibumu.”
Namun Ambar menggelengkan kepalanya, ia yakin bahwa Helga yang telah melakukan kejahatan pada sang ibu, entah kenapa ia yakin sekali dengan hal itu. Sakti mengatakan bahwa Ambar tidak boleh langsung memercayai apa yang diberitakan oleh televisi dan media karena bisa saja semua itu tidak benar.
__ADS_1
****
Ariyani datang ke rumah Ambar dan Sakti tinggal, wanita itu mengatakan bahwa ia datang untuk mengatakan pada Sakti ia tak bersalah sama sekali dalam kasus meninggalnya Warsinih bahkan Ariyani meminta Sakti untuk melihat pemberitaan media mengenai Helga namun Sakti tetap saja tak dapat memercayai apa yang diberitakan oleh media begitu saja.
“Aku tetap tidak dapat memercayainya begitu saja, Ma.”
“Ada apa denganmu, Sakti? Mama sudah mengatakan padamu bahwa sebenci apa pun Mama pada Ambar tidak akan mungkin Mama sampai tega melakukan hal tersebut.”
“Aku akan tetap mencari bukti mengenai keterlibatan Mama dalam meninggalnya ibunya Ambar.”
Ariyani nampak menghela napasnya tak habis pikir dengan pemikiran Sakti yang masih saja menuduhnya yang bukan-bukan padahal Ariyani sudah mengatakan bahwa ia tak bersalah dalam kasus ini.
“Baiklah, Mama tak akan dapat memaksamu untuk memercayai apa yang Mama katakan namun suatu hari nanti kamu pasti akan mendapatkan kebenarannya, Nak.”
“Aku harap begitu, aku harap dapat segera menemukan kebenaran supaya aku dapat menyerahkan bukti itu pada polisi dan Mama akan segera dipenjara.”
Ariyani nampak tak percaya dengan ucapan Sakti barusan yang ingin sekali supaya dirinya dipenjara, Ambar pun menghentikan Sakti dan meminta Sakti jangan mengatakan hal seperti itu pada ibu kandungnya.
“Tapi memang dia bersalah, Ambar.”
****
Posisi Helga semakin terdesak saat ini dan oleh sebab itu ia meminta tim pengacaranya untuk segera bertindak, tim pengacara Helga sendiri sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuat kasus ini berhenti namun karena tekanan dari masyarakat umum yang meminta polisi membuka kasus ini pada publik apalagi sampai anggota parlemen dan menteri ikut bicara maka tentu saja polisi tidak dapat lagi berbuat banyak.
“Nyonya, kami minta maaf namun kami sudah berusaha semaksimal mungkin supaya hal ini tak terjadi namun….”
“Apakah ini yang kalian janjikan padaku untuk tenang saja, hm? Sekarang posisiku sudah berada di ujung tanduk dan kalian hanya meminta maaf saja?!”
__ADS_1
“Anda jangan khawatir Nyonya, walau kami tak berhasil membuat kasus ini ditutup namun anda tak akan dipenjara.”