
Ambar akhirnya pergi menemui Valdo di sebuah tempat yang sudah mereka sepakati untuk bertemu, Ambar sendiri tidak mengerti kenapa Valdo ingin bicara dengannya dan sejujurnya ia agak takut kalau apa yang akan dibicarakan oleh Valdo ini akan membuatnya sakit dan terluka.
“Jadi kenapa kamu mau bicara denganku, Valdo?”
“Baiklah, aku tidak akan basa-basi lagi, antara suamimu dan istriku mereka memiliki hubungan khusus.”
Ambar nampak terkejut dengan ucapan Valdo barusan, Ambar menggelengkan kepalanya dan mengatakan kalau Valdo sudah salah paham namun Valdo mengatakan bahwa ia tidak salah paham karena ia sendiri sudah memiliki bukti bahwa Sakti dan Sintia memang berselingkuh. Valdo pun menyodorkan semua bukti yang dimilikinya pada Ambar namun yang paling menyakitkan adalah video ketika Sintia dan Sakti berhubungan. Hati Ambar begitu hancur saat itu juga, ia tidak menyangka kalau Sintia dan Sakti hubungannya sudah sangat terlalu jauh dari bayangannya dan seketika semua kepercayaannya pada Sakti runtuh seketika. Saat itulah sosok Sakti muncul dan ingin bicara dengan Ambar namun Ambar tidak mau bicara dengan Sakti.
“Ambar, tolong kamu harus mendengarkan aku dulu, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan.”
“Kamu masih bisa mengelak setelah bukti yang aku tunjukan ini membongkar tabiat asli kalian berdua?!” seru Valdo berang.
Sakti meminta Valdo untuk tidak mudah percaya dengan semua itu, Sakti mengatakan bahwa Sintia yang berusaha menggodanya dan bahkan sampai mereka seperti itu karena ulah Sintia namun Valdo mengatakan bahwa ia benci pada Sakti bahkan ia sudah tidak mau mengenal Sakti saking jijiknya dengan perilaku temannya ini.
“Kamu bukan lagi temanku, kamu orang yang menjijikan, Sakti.”
Setelah mengatakan itu Valdo langsung pergi meninggalkan mereka, ia menulikan telinganya walaupun Sakti berusaha memanggilnya. Ambar sendiri masih berdiri di tempatnya dengan berderai air mata, ia benar-benar hancur dan terluka dengan kenyataan yang harus ia hadapi ini.
“Ambar, tolong kamu harus mau mendengarkanku.”
****
Ambar menggelengkan kepalanya, hatinya terlalu sakit untuk mendengarkn semua ini, ia pikir setelah beberapa hari mereka berpisah untuk sementara dengan harapan bisa saling menenangkan diri dan membuat Ambar lega serta ingin kembali pada Sakti dengan kepala dingin namun setelah kebohongan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh Sakti, rasanya Ambar tidak dapat untuk memercayai Sakti untuk saat ini walaupun Sakti memohon untuk percaya padanya.
“Aku tidak dapat mendengarkan apa pun yang keluar dari mulutmu, Sakti.”
__ADS_1
“Ambar, tolong kamu jangan bersikap seperti ini, aku mohon kamu harus mendengarkanku.”
Ambar menggelengkan kepalanya, ia meminta maaf pada Sakti namun saat ini dirinya tidak bisa melakukan itu karena hatinya sudah sangat sakit dan ia tidak sanggup berdiri berlama-lama berhadapan dengan Sakti setelah fakta menyakitkan ini terkuak.
“Ambar, tolong jangan seperti ini.”
Namun Ambar tidak memedulikan Sakti dan terus saja berlari meninggalkan Sakti, Sakti sendiri tidak dapat membiarkan Ambar pergi begitu saja darinya dan karena saking fokusnya pada Ambar justru Sakti tidak menyadari kalau sebuah mobil melintas tepat menghadapnya ketika ia sedang menyebrang jalan dan kemudian tubuh pria itu pun terpental membentur aspal jalanan yang membuat Ambar terkejut dengan apa yang baru saja ia saksikan ini.
“Sakti.”
Mobil yang menabrak Sakti langsung pergi melarikan diri sementara Ambar terkejut dan berlari menghampiri Sakti yang tergeletak tak sadarkan diri dan bersimbah darah akibat benturan keras yang ia alami tadi.
****
Keluarga Ambar datang ke rumah sakit setelah mendapatkan telepon dari Ambar mengenai Sakti yang mengalami kecelakaan. Ambar nampak begitu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri karena ia membiarkan kecelakaan ini terjadi pada Sakti. Warsinih langsung memeluk putrinya dan berusaha untuk menenangkannya karena percuma saja kalau Warsinih bertanya apa yang terjadi pada Ambar karena kondisi Ambar saat ini sedang kalut.
“Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Nak. Lebih baik kita berdoa semoga saja Sakti baik-baik saja.”
Tidak lama kemudian Sintia datang untuk menjenguk Sakti karena ia mendengar kabar bahwa Sakti kecelakaan namun melihat wajah Sintia membuat Ambar menangis, ia teringat apa yang sudah dilakukan oleh wanita itu dengan suaminya,
“Ambar, kamu kenapa menangis histeris begini?” tanya Danu bingung.
Namun Ambar tidak mengatakan apa pun, Warsinih mengatakan pada Sintia untuk pergi saja dari rumah sakit ini karena sepertinya Ambar menangis akibat kedatangan Sintia. Sintia menolak untuk pergi karena ia datang ke sini khawatir pada Ambar, Ambar sendiri menolak ketika Sintia berusaha mendekatinya.
“Jangan pernah mencoba mendekatiku lagi, Sintia!”
__ADS_1
“Ambar, apa yang sebenarnya terjadi padamu?”
“Kamu pikir aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan dengan suamiku, hah?”
****
Ucapan Ambar barusan membuat semua orang terkejut, Warsinih menanyakan apa maksud Ambar mengatakan itu pada Sintia dan Ambar pun menceritakan apa yang sudah Sintia lakukan dengan Sakti. Semua keluarga Ambar terkejut dengan ucapan Ambar barusan dan tentu saja mereka merasa marah dengan Sintia yang lagi-lagi menghancurkan kehidupan Ambar.
“Kenapa kamu melakukan semua ini, Sintia? Apakah tidak puas kamu sudah merebut mas Regan dariku?” isak Ambar.
“Aku memang tidak akan pernah puas, Ambar. Kamu bodoh sekali karena sudah percaya padaku,” ujar Sintia yang menunjukan wajah aslinya.
Warsinih nampak geram dengan tindakan Sintia yang telah mempermainkan putrinya, ia tidak terima kalau Ambar kembali dihancurkan oleh Sintia dan ingin membuat perhitungan dengan Sintia namun Danu menahan Warsinih untuk tidak melakukan sesuatu hal yang buruk pada Sintia.
“Jaga sikapmu, kita sekarang di rumah sakit.”
“Kalau sekarang kita ada di rumah sakit memangnya kenapa? Aku ingin sekali memberikan pelajaran pada wanita tidak tahu diri ini, berani sekali dia menghancurkan hati putriku untuk kedua kalinya!”
“Kamu terlalu bodoh untuk dapat percaya padaku Ambar, sekarang rasakan akibatnya,” seringai Sintia yang kemudian pergi meninggalkan rumah sakit walaupun Warsinih memarahinya dan mengatakan akan memberikan pembalasan pada wanita itu.
****
Hati Ariyani hancur saat mendengar kabar putranya masuk rumah sakit akibat menjadi korban tabrak lari oleh orang tak bertanggung jawab. Ariyani langsung datang ke rumah sakit untuk melihat bagaimana kondisi anaknya dan di sana ia bertemu dengan Ambar serta keluarganya. Ariyani nampak tidak dapat menahan dirinya dan langsung menampar wajah Ambar dengan keras yang membuat Ambar jatuh ke lantai dengan berderai air mata.
“Sudah aku katakan bahwa anakku akan memiliki nasib yang sial ketika dia memilih menikah denganku! Sekarang apa yang aku khawatirkan terjadi juga! Kamu memang pembawa sial, Ambar!” jerit Ariyani.
__ADS_1
Warsinih tidak terima dengan apa yang Ariyani katakan pada putrinya, Warsinih mengatakan bahwa ia yang harusnya marah karena Sakti telah bermain api dengan Sintia dan membuat hati Ambar hancur.
“Apa maksudmu mengatakan itu?”