
Ariyani kali ini tidak mau mendengarkan apa yang Sakti inginkan, ia bersikukuh bahwa Sakti tidak boleh menjalin cinta atau jatuh cinta lagi pada Ambar dan keputusan wanita itu sudah sangat bulat. Ariyani mengatakan bahwa ia akan menjodohkan Sakti dengan wanita pilihannya dan sontak saja Sakti menolak. Sakti mengatakan walau apa pun yang terjadi ia akan tetap memilih Amnbar sebagai wanita pilihannya.
“Mama melakukan semua ini supaya kamu tidak menderita seperti yang dulu suami Ambar alami.”
“Aku tidak peduli akan hal itu, Ma. Aku hanya akan menikah dengan wanita yang aku cintai.”
Ariyani nampak geram dengan ucapan Sakti barusan, ia pun kemudian pergi dari apartemen Sakti ini dan Sakti dapat menghela napasnya lega karena sang mama sudah pergi akan tetapi sejujurnya saat ini Sakti tidak dapat tenang karena sikap mamanya langsung berubah saat tahu apa yang selama ini dilakukan oleh Warsinih pada Regan.
“Pokoknya apa pun yang terjadi, aku akan berakhir dengan Ambar.”
Sakti tidak akan memedulikan apa yang mamanya katakan, ia akan memperjuangkan cintanya pada Ambar apa pun yang terjadi. Keesokan harinya Sakti kembali datang ke rumah sakit tempat di mana Warsinih dirawat dan ia ditemui oleh Ambar di depan ruangan inap ibunya dan raut wajah Ambar nampak begitu sedih sekali saat ini ketika ia datang.
“Ambar, apa yang kamu lakukan di sini?”
Ambar nampak terkejut dengan kedatangan Sakti, Ambar menoleh ke arah pria itu dan mengatakan bahwa ia tidak kenapa-kenapa, Ambar meminta Sakti untuk jangan lagi datang ke sini atau menemuinya dilain waktu. Tentu saja Sakti yang mendengar permintaan Ambar itu terkejut sekaligus heran, apa yang sebenarnya terjadi pada Ambar sampai-sampai ia mengusirnya seperti yang dilakukannya saat ini.
“Ambar, sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa bersikap seperti ini?”
“Aku baik-baik saja, hanya saja tolong kamu jangan temui aku lagi.”
Sakti menggelengkan kepalanya, ia tahu bahwa sesuatu sudah terjadi hingga Ambar dapat bersikap seperti ini padanya.
****
Sebelumnya Ariyani datang ke rumah sakit dan bicara dengan Ambar, Ariyani mengatakan bahwa Ambar jangan dekat-dekat dengan Sakti lagi karena Ariyani tidak setuju akan hal itu. Ambar tentu saja tahu kenapa sikap mamanya Sakti ini jadi berubah, Ambar sama sekali tidak membantah apa yang wanita itu katakan, Ambar mengatakan bahwa ia akan melakukan semua yang Ariyani katakan padanya ini.
__ADS_1
“Baguslah kalau kamu paham, pokoknya awas saja kalau kamu masih berani dekat-dekat dengan anakku, aku tidak akan segan untuk bertindak.”
Setelah mengatakan itu Ariyani langsung pergi dari rumah sakit itu dan Ambar sendiri sejujurnya masih terkejut dengan perubahan sikap Ariyani yang sebelumnya ramah menjadi wanita yang angkuh. Ambar bercerita pada sang ibu mengenai apa yang ia dan Ariyani bicarakan tadi, Warsinih tentu saja terkejut ketika tahu putrinya diperlakukan dengan tidak baik oleh wanita itu akan tetapi Warsinih juga merasa bersalah pada Ambar karena telah membuat Ambar melalui semua ini.
“Ibu minta maaf, Nak.”
“Ibu tidak perlu minta maaf.”
Ambar kemudian pergi keluar ruangan inap ibunya untuk menenangkan diri dan saat itulah Sakti datang, Ambar teringat apa yang Ariyani katakan padanya dan tentu saja karena ia sudah terlanjur berjanji pada Ariyani maka Ambar harus melakukan janjinya.
****
Regan merasa kesal dengan apa yang Sandrina lakukan yaitu mengadukan masalah rumah tangganya pada Helga yang mana sekarang Helga jadi suka ikut campur dalam masalah rumah tangga mereka. Sandrina mengatakan bahwa ia melakukan semua ini karena sekarang Regan sudah menjadi suaminya, Regan sendiri nampak tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sandrina ini.
“Sejak kapan kamu jadi bersikap seperti ini? Bukankah sebelumnya kamu mengiyakan saja ketika aku mengatakan bahwa masih mencintai Ambar?”
Regan nampak tertawa mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Sandrina ini, Regan mengatakan pada wanita ini untuk jangan mengharapkan bahwa dirinya akan dapat mencintai Sandrina seperti ia layaknya mencintai Ambar.
“Sampai kapan pun, cintaku hanya untuk Ambar.”
“Kalau memang kamu hanya mencintai Ambar maka tidak seharusnya kamu tergoda oleh Sintia yang mana pada akhirnya kamu jadi bercerai dengan Ambar.”
Ucapan dari Sandrina barusan membuat Regan terdiam beberapa saat dan kemudian ia mengatakan pada Sandrina untuk jangan pernah mencoba mengungkit masalah itu namun Sandrina mengatakan bahwa ia mengatakan itu untuk mengingatkan saja bahwa Regan adalah pria yang tidak setia.
****
__ADS_1
Sakti mengatakan apa pun yang terjadi, ia tetap akan mencintai Ambar dan ia akan memperjuangkan cintanya ini pada Ambar. Ambar tidak mau Sakti harus melawan mamanya kalau Sakti nekat untuk melakukan ini namun Sakti sama sekali tidak memedulikannya. Sakti mengtakan bahwa ia hanya akan menikah dengan wanita yang ia cintai dan wanita itu adalah Ambar.
“Kalau memang aku tidak dapat menikah dengan wanita yang aku cintai, maka akan lebih baik saja kalau aku tidak menikah seumur hidup.”
“Sakti, jangan pernah bicara seperti itu.”
“Kenapa memangnya? Aku serius Ambar, kalau aku tidak berakhir denganmu maka aku tidak mau menikah dengan orang lain, aku tetap akan sendiri seumur hidup.”
Ambar nampak dapat merasakan keseriusan dalam raut wajah dan ucapan Sakti barusan yang mana tentu saja Ambar menjadi dilema, ia sejujurnya tidak memiliki rasa pada Sakti namun melihat keseriusan Sakti membuat Ambar menjadi terenyuh namun di sisi lain, Ambar tidak mau membuat Sakti menjadi anak yang durhaka pada kedua orang tuanya.
“Bagaimanapun juga kamu harus mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang tuamu, Sakti.”
“Aku tidak mau diatur oleh kedua orang tuaku, Ambar. Tolong kamu pahami akan hal itu, aku juga sudah mengatakannya pada mamaku bahwa jika aku tidak berakhir denganmu maka aku memilih untuk sendiri seumur hidupku.”
****
Sintia datang ke rumah sakit untuk menjenguk Warsinih dan kedatangan Sintia ke rumah sakit ini tidak disukai oleh Ambar dan Warsinih serta kebetulan Sakti juga masih ada di sana, Sakti bertanya kenapa Sintia datang ke sini dan tentu saja Sintia mengatakan ia datang ke sini untuk menjenguk Warsinih.
“Semoga anda bisa segera pulih dan dapat untuk keluar dari rumah sakit ini, ya.”
“Bukankah kamu senang kalau aku ada di sini?” tanya Warsinih.
“Anda ini bicara apa, sih? Tentu saja aku sedih kalau anda ada di sini, Ambar kan sahabat baikku dan tidak mungkin kalau aku bisa menari-nari di atas kesedihan orang lain.”
Sakti meminta Sintia untuk pergi sekarang karena kedatangan wanita itu membuat suasana tidak baik dan sebelum pergi Sintia ingin mengatakan sesuatu pada Sakti.
__ADS_1
“Apa itu?”
“Ikuti aku.”