Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Jangan Batalkan Rencana Mama


__ADS_3

Sintia mendapatkan tamu kunjungan hari ini, Sintia benar-benar penasaran siapa gerangan yang datang untuk menemuinya dan ia begitu terkejut karena rupanya orang yang datang berkunjung saat ini adalah Sakti.


Sintia tentu saja bahagia karena Sakti datang dan ia memohon bantuan Sakti untuk membebaskannya dari penjara ini namun Sakti tentu saja menolaknya, alasan dia datang ke sini adalah untuk memastikan kalau memang Sintia dipenjara.


“Apa maksudmu?”


“Asal kamu tahu saja, aku yang membuat laporan pada polisi untuk membuatmu masuk penjara akibat perbuatanmu yang sudah merusak toko tempat di mana Ambar bekerja.”


“Kenapa kamu melakukan semua itu, Sakti? Ambar sama sekali tidak mencintaimu, kamu hanya menyakiti dirimu sendiri!”


“Siapa yang mengatakan kalau Ambar tidak mencintaiku? Kamu jangan asal bicara.”


Sintia nampak tertawa mendengar ucapan Sakti barusan, Sintia mengatakan pada Sakti bahwa sebaiknya Sakti tidak perlu berharap lebih pada Ambar karena itu hanya akan menyakiti hati Sakti. Sintia mengatakan bahwa Ambar hanya mencintai Regan dan tidak akan pernah membuka hatinya untuk orang lain. Mendengar jawaban dari Sintia barusan membuat Sakti kesal bukan main, ia langsung pergi dari tempat itu dan mengabaikan Sintia yang berteriak meminta tolong untuk Sakti mencabut laporannya dan ia dapat bebas dari tempat ini.


“Sakti, mau ke mana kamu?! Urusan kita belum selesai, tolong lepaskan aku dari tempat ini!”


Namun tentu saja Sakti sama sekali tidak memedulikan ucapan Sintia dan terus berjalan menuju mobilnya, ucapan Sintia barusan yang mengatakan bahwa hanya Regan yang dicintai oleh Ambar selalu terngiang di dalam kepalanya dan ia pun jadi menyangkutkan soal alasan kenapa Ambar menolaknya waktu itu.


“Tidak, semua itu tidak mungkin, dia mengatakan itu supaya ingin menjauhkanku dengan Ambar namun rencananya itu tidak akan pernah berhasil.”


Sakti melajukan mobilnya pergi dari penjara dan menuju tempat di mana Ambar bekerja, ketika ia datang nampak Ambar tengah melayani pembeli yang datang ke toko ini.


****


Ambar nampak terkejut karena Sakti datang lagi ke toko ini, Ambar bertanya Sakti mau membeli apa namun Sakti mengatakan bahwa ia datang bukan untuk membeli sesuatu namun untuk membicarakan sesuatu dengan


Ambar.


“Bukankah rasanya tidak ada hal lagi yang perlu kita bicarakan.’


“Ada, tentu saja ada yang perlu kita bicarakan, aku ingin kamu jujur padaku, Ambar.”


“Jujur? Jujur soal apa?”

__ADS_1


Sakti kemudian bertanya mengenai perasaan Ambar pada Regan yang tentu saja membuat Ambar terkejut karena dirinya tidak menyangka kalau Sakti akan menanyakan hal itu padanya. Sakti meminta Ambar untuk jujur


apakah Ambar hanya mencintai Regan saja dan tidak akan membuka hatinya untuk orang lain.


“Sakti, aku tidak mau membahas mengenai hal itu, tolong kamu mengerti.”


Perkataan Ambar barusan membuat hati Sakti sedih, ia merasa bahwa apa yang Sintia ucapkan padanya memanglah benar, ia yang terlalu percaya diri kalau Ambar akan mau membuka hatinya untuk orang lain. Sakti pun


kemudian memilih untuk pergi dari sana dan tentu saja membuat Ambar merasa tidak enak setelah apa yang selama ini Sakti lakukan padanya.


“Maafkan aku Sakti, aku tidak bermaksud untuk melukai perasaanmu, hanya saja aku benar-benar tidak ingin membicarakan hal itu dulu.”


Ambar memutuskan untuk kembali fokus pada pekerjaannya dan melupakan masalahnya dengan Sakti barusan.


****


Regan kembali mendatangi Ambar di toko dan tentu saja membuat Ambar merasa tidak nyaman akan hal itu, Regan mengatakan ingin mengajak Ambar untuk makan malam bersama namun Ambar menolaknya dengan alasan ia tidak mengabari orang tuanya bahwa ia akan pergi sampai malam. Regan mengatakan bahwa ia akan meminta izin pada kedua orang tua Ambar namun Ambar sekali lagi menolaknya, ia meminta maaf pada Regan karena tidak dapat pergi dengan Regan saat ini namun Regan agaknya memaksa supaya Ambar mau pergi dengannya malam ini.


“Mas, aku minta maaf namun aku benar-benar tidak dapat untuk melakukannya, aku harus pulang saat ini.”


“Kalau begitu, izinkan aku untuk mengantarkanmu pulang.”


“Tidak perlu, aku dapat pulang sendiri.”


Namun Regan tetap saja berkeras ingin mengantarkan Ambar pulang, pada akhirnya tentu saja Ambar tidak dapat menolak apa yang Regan katakan dan membiarkan mantan suaminya ini untuk mengantarkannya pulang ke


rumah. Sesampainya di depan rumah, Ambar berterima kasih pada Regan yang telah mengantarkannya pulang, akan tetapi sebelum Ambar membuka pintu mobil, Regan menahan tangan Ambar supaya wanita ini jangan turun dulu dari mobil.


“Ambar, apakah kamu tidak ingin kita dapat kembali seperti dulu lagi?”


****


Warsinih memerhatikan sikap Ambar yang belakangan ini agak aneh, ia pun bertanya pada Ambar mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Ambar namun Ambar masih tidak mau mengatakan apa pun pada Warsinih.

__ADS_1


“Ibu khawatir kalau sesuatu hal yang buruk terjadi padamu.”


“Tidak kok, Bu. Ibu tenang saja.”


Warsinih kemudian menceritakan bahwa malam itu ia melihat Ambar diantarkan pulang oleh Regan dan tentu saja Ambar terkejut karena baru kali ini ibunya itu mengatakan ini, selama ini Ambar berpikir bahwa ibunya tidak tahu soal hari di mana ia diantarkan pulang oleh Regan karena menurut Ambar saat itu ibunya sudah tidur namun rupanya ia salah dalam memerkirakan.


“Apa yang dilakukan oleh pria itu padamu? Apakah dia menyakitimu lagi, Nak?”


“Tidak Bu, mas Regan tidak melakukan itu padaku.”


“Lantas apa yang sudah ia lakukan padamu? Kenapa kalian dapat pulang bersama malam itu, Nak?”


Ambar bingung bagaimana harus menjelaskan semuanya pada sang ibu, maka pada akhirnya Ambar pun memilih untuk mengutarakan semuanya. Bagaimana sikap Regan yang belakangan ini seperti meminta kesempatan


kedua untuk mereka kembali bersama lagi seperti dulu, Warsinih tentu saja tidak menyetujui akan hal tersebut.


“Apakah kamu sudah lupa apa yang pernah ia lakukan padamu dulu, Nak?”


“Tentu saja aku tidak akan pernah melupakannya, Bu.”


****


Hari pernikahan antara Sandrina dan Regan sudah semakin dekat, Helga memohon Sandrina untuk tidak membatalkan pernikahannya dengan Regan dan wanita itu sama sekali tidak membatalkan pernikahannya dengan


Regan walaupun Regan sudah mengatakan yang sejujurnya bahwa rasa cintanya hanya untuk Ambar saja. Helga mendatangi Regan untuk memberikan peringatan pada anaknya itu untuk jangan mengacau karena sebentar lagi ia akan menikah dengan Sandrina.


“Ma, apakah menurut Mama pernikahan ini tidaklah terlalu cepat? Aku bahkan tidak mengenal dengan baik Sandrina.”


“Sandrina adalah wanita yang baik dan kamu pun menyukainya, bukan? Sudahlah Regan, jangan mencari alasan supaya pernikahan ini batal, Mama tidak akan pernah setuju kalau kamu kembali pada Ambar apalagi kalau sampai kamu memilih Sintia, Mama tidak akan pernah mengampunimu.”


“Tapi Ma ….”


“Mama melakukan semua ini untuk kebaikanmu, Regan!”

__ADS_1


__ADS_2