Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Berbaikan Dengan Sahabat


__ADS_3

Setelah rapat selesai dan waktunya pulang kantor, Regan tanpa membuang waktu langsung menuju tempat tinggal Ambar dan keluarganya untuk menjemput Daisy pulang. Regan tidak bisa fokus bekerja karena khawatir Sandrina melakukan hal yang tidak baik pada putrinya namun tentu saja semua kekhawatiran yang Regan alami itu tidak beralasan karena nyatanya ketika ia tiba di rumah Ambar nampak Daisy sedang bermain riang gembira dengan Ambar yang membuat Regan dapat menghela napasnya lega.


“Syukurlah kalau Daisy baik-baik saja.”


“Memangnya kenapa Daisy harus tidak baik-baik saja? Apakah kamu meragukanku?”


“Bukan begitu Ambar hanya saja aku khawatir Sandrina tidak mengantarkan Daisy ke sini.”


Regan menceritakan hubungan rumah tangganya yang tidak baik pada Ambar, Ambar sama sekali tidak mau terlalu ikut campur dengan masalah rumah tangga mantan suaminya. Regan pun kemudian mengambil Daisy dari sini untuk diajaknya pulang, tentu saja Daisy mau diajak pulang oleh Regan karena sudah puas menghabiskan waktu dengan Ambar selama seharian ini. Selepas Regan dan Daisy pulang kini Ambar masuk ke dalam rumah dan Warsinih menanyakan apakah barusan terjadi sesuatu antara Ambar dan Regan.


“Tidak ada sesuatu, Bu.”


Saat Ambar tengah beristirahat di dalam kamarnya, Danu datang ke kamar dan mengatakan kalau ada seseorang yang hendak bertemu dengan Ambar saat ini namun Danu tidak memberitahukan siapa gerangan orang itu dan akhirnya Ambar pun pergi ke depan untuk menemui orang itu dan ternyata tamunya itu adalah Sintia.


“Ambar, syukurlah kamu mau menemuiku.”


“Mau apalagi kamu datang ke sini, Sintia?”


“Aku datang ke sini untuk bicara sesuatu hal yang penting denganmu, tolong jangan menghindariku.”


Ambar tidak mau mendengarkan Sintia, ia berbalik badan namun Sintia menahan tangannya dan memohon Ambar untuk tidak melakukan ini, pada akhirnya Ambar pun akhirnya luluh dan mengizinkan mereka untuk bicara.


“Baiklah, aku akan mendengarkanmu namun tidak dalam waktu yang lama karena aku harus istirahat.”


“Baiklah ini tidak akan lama.”


****


Warsinih terkejut saat suaminya mengatakan kalau saat ini Ambar tengah bicara dengan Sintia di depan, Warsinih hendak menemui mereka namun Danu melarangnya dan mengatakan bahwa Warsinih jangan ikut campur dalam hal ini namun tentu saja Warsinih tidak dapat tinggal diam, ia tidak mau kalau Sintia melakukan hal yang buruk pada Ambar. Baru saja wanita itu hendak keluar justru Ambar malah masuk ke dalam yang mana membuat Warsinih dan Danu tentu saja terkejut.


“Ambar, kamu sudah selesai bicara dengan Sintia?”

__ADS_1


“Iya Bu, aku sudah selesai bicara dengannya.”


“Apa yang dia katakan padamu, Nak? Apakah dia datang untuk mengancammu?”


Ambar menggelengkan kepalanya dan mengatakan pada ibunya bahwa Warsinih terlalu berlebihan namun Warsinih mengatakan kalau ia tidak akan melupakan apa yang pernah wanita itu lakukan pada Ambar sebelumnya yang membuatnya trauma.


“Dia sama sekali tidak datang untuk mengancamku, dia mengatakan sesuatu padaku namun aku tidak mau membahas soal itu dengan Ibu, tolong mengertilah.”


Selepas mengatakan itu Ambar langsung pergi masuk ke dalam kamarnya, sikap Ambar yang seperti ini tentu saja membuat Warsinih bertanya-tanya, sebenarnya apa yang dibicarakan oleh Ambar dan Sintia gerangan barusan. Kenapa ia merasa kalau ada sesuatu yang mengganjal Ambar saat ini, Warsinih hendak menyusul Ambar namun Danu melarangnya, Danu mengatakan bahwa Ambar membutuhkan waktu sendiri saat ini.


****


Sakti menelpon Sintia untuk memastikan kalau wanita itu tidak main-main dengannya dan Sintia menjamin bahwa ia tidak akan berani main-main dengan Sakti. Sintia meminta Sakti memercayakan hal ini padanya dan Sakti akhirnya mau tidak mau harus percaya dengan apa yang Sintia katakan padanya.


“Ngomong-ngomong Sakti, kemarin mamamu datang ke rumah Ambar dan mengancamnya.”


“Apa katamu? Mamaku datang ke rumah Ambar dan mengancamnya? Apakah dia melakukan hal lain selain mengancam?”


“Tidak, Ambar mengatakan kalau dia hanya datang untuk memperingatkan Ambar supaya jangan dekat-dekat denganmu lagi atau dia akan melakukan hal yang buruk.”


“Kalau kamu tdiak percaya dengan informasi ini, silakan kamu tanyakan sendiri pada Ambar.”


“Baiklah aku percaya padamu.”


“Tenang saja Sakti, aku akan membuat Ambar luluh dan akhirnya dia pasti mau menerimamu.”


“Terserah sajalah, pokoknya aku baru akan percaya jika kamu membuktikan semua ucapanmu.”


“Tentu saja aku akan membuktikannya, kamu tenang saja.”


Selepas pembicaraan singkat dengan Sintia itu kini Sakti jadi gelisah mendengar cerita barusan, Sakti ingin memastikan secara langsung pada Ambar apakah benar cerita Sintia itu namun baru saja ia hendak pergi dari apartemennya muncul Ariyani di depannya yang membuatnya tidak dapat pergi.

__ADS_1


“Mau ke mana kamu?”


****


Helga menemui Regan di kantornya dan memberikan ceramah panjang lebar mengenai rumah tangganya dengan Sandrina, Helga meminta Regan untuk menghormati Sandrina sebagai istrinya sekarang dan jangan lagi berhubungan dengan Ambar yang sudah menjadi mantan namun Regan sama sekali tidak mendengarkan apa yang Helga ucapkan barusan yang mana tentu saja membuat Helga kesal bukan main dengan sikap Regan ini.


“Regan, apakah kamu mendengarkan Mama?”


“Tentu saja aku mendengarkan apa yang Mama katakan, memangnya kenapa Mama marah begini?”


“Astaga Regan, tentu saja Mama seperti ini karena kamu, kenapa kamu tidak mau mendengarkan Mama?”


“Ma, aku bahkan sudah bosan mengatakan ini pada Mama namun karena Mama masih memaksa maka aku akan tegaskan sekali lagi bahwa aku hanya mencintai Ambar, titik.”


Pertengkaran antara Regan dan Helga baru terhenti ketika Fadi muncul di ruangan kerja Regan, ia nampak heran dengan istrinya yang muncul di ruangan kerja Regan, Fadi meminta Helga untuk jangan mengganggu pekerjaan Regan dan Helga pun segera berbalik badan pergi dari ruangan kerja putranya namun ketika Helga hendak masuk ke dalam lift, Fadi menahan tangan istrinya itu.


“Apa yang kamu lakukan di sini, Helga?”


“Bukankah kamu tidak mau tahu apa urusanku? Kenapa tiba-tiba kamu peduli begini padaku?”


“Jangan memancing amarahku, Helga.”


“Siapa yang memancing amarah?”


****


Sintia kembali datang ke rumah Ambar untuk mencoba menjalin komunikasi yang baik dengan mantan sahabatnya itu, sikap Sintia yang baik dan juga Ambar melihat ketulusan Sintia meminta maaf akhirnya membuat Ambar menjadi luluh juga. Ambar akhirnya mau berbaikan dengan Sintia dan tentu saja Sintia senang bukan main karena akhirnya rencananya berhasil. Sintia memberikan informasi pada Ambar bahwa saat ini Sakti menderita sekali akibat penolakan Ambar bahkan Sakti nyaris gila dan berakhir di rumah sakit jiwa yang membuat Ambar merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan pada pria sebaik Sakti itu.


“Aku tidak menyangka kalau akan berdampak seperti itu.”


“Kamu tidak tahu betapa hancur dan terlukanya dia akibat penolakanmu, aku saja sedih mendengar ceritanya.”

__ADS_1


Ketika Ambar dan Sintia tengah berbincang, tiba-tiba saja seseorang datang dan menginterupsi obrolan mereka dan orang tersebut langsung melabrak Ambar.


“Aku sudah muak denganmu, kamu harus mati sekarang juga!”


__ADS_2