
Regan tentu saja tidak mau memberitahukan di mana keberadaannya pada sang mama karena ia khawatir kalau memberitahu Helga maka sang mama akan datang ke sini dan menghancurkan semua rencananya. Regan memilih
untuk berbohong dan tidak mengatakan yang sebenarnya dan ia melakukan semua ini karena ia ingin menghabiskan waktu dengan Ambar dan juga Daisy. Selepas menerima telepon dari mamanya itu, Regan berbalik badan dan mendapati Warsinih tengah menatapnya tajam.
“Kenapa Ibu menatapku begitu?”
“Apa maksudmu membawa Daisy ke sini? Bukankah sebelumnya kamu begitu menginginkan supaya Daisy tidak bertemu dengan Ambar lagi?”
“Siapa yang mengatakan itu? Aku tidak pernah mengatakan itu, aku mengatakan bahwa Daisy harus ada dalam pengasuhanku bukan artinya aku tidak memberikan akses Ambar untuk bertemu dengan Daisy.”
Warsinih nampak tidak puas dengan jawaban Regan barusan, ia sangat yakin sekali kalau Regan datang ke sini untuk sebuah alasan dan Warsinih harus mengetahui alasan tersebut.
“Lebih baik kamu katakan saja apa alasanmu datang ke sini, Regan karena aku tahu bahwa kamu membawa Daisy ke sini menginginkan sesuatu.”
“Aku datang ke sini karena Daisy ingin bertemu dengan ibunya.”
Perdebatan mereka terhenti ketika Daisy dan Ambar muncul, Daisy begitu bahagia karena bertemu lagi dengan mamanya dan Ambar pun juga senang karena dapat melepas rindu dengan anaknya. Ia berterima kasih pada Regan yang telah mengizinkan Daisy dan dirinya bertemu, Regan mengatakan bahwa semua itu bukanlah masalah, setelah itu Regan mengajak Daisy untuk pulang ke rumah karena besok Daisy harus pergi ke sekolah. Selepas Regan dan Daisy pergi, Warsinih mengatakan pada Ambar bahwa ia curiga dengan maksud dan tujuan Regan datang dengan membawa Daisy ke sini namun Ambar meminta ibunya itu untuk tidak berpikiran buruk pada Regan.
“Sudahlah Bu, jangan terlalu berburuk sangka pada mas Regan begitu.”
Warsinih nampak tak puas dengan respon Ambar yang sangat membela mantan suaminya itu dan sepertinya Ambar sama sekali tidak menaruh curiga berlebih dengan maksud dan tujuan Regan datang dan membawa Daisy
ke sini.
****
Rupanya ketika Regan dan Daisy pulang, Helga menunggu di rumah dan tentu saja Regan terkejut. Helga langsung bertanya pada Daisy mengenai mereka berdua dari mana dan tentu saja Daisy menjawab dengan polosnya
bahwa ia dan Regan habis menemui Ambar. Sontak saja Helga terkejut, Regan meminta asisten rumah tangga mengantarkan anaknya masuk ke dalam kamar karena ia tak mau Daisy mendengar omelan Helga yang telah ia prediksi sebelumnya.
“Jadi dugaan Mama benar kalau kamu membawa cucu Mama ke rumah wanita itu.”
“Ma, tolong jangan berteriak seperti ini, aku tak mau kalau Daisy mendengar Mama berteriak seperti barusan.”
“Di mana otakmu, Regan? Kenapa kamu malah membawa anak itu pada Ambar?”
“Seperti yang telah aku katakan, Ambar adalah ibunya dan aku tidak dapat memisahkan mereka.”
__ADS_1
“Katakan pada Mama yang sebenarnya, kamu menggunakan Daisy untuk kembali pada Ambar kan?”
“Mama jangan bicara yang bukan-bukan.”
“Sudahlah Regan, kamu jangan mengelak lagi, Mama sudah tahu semuanya.”
“Mama tidak tahu namun Mama hanya sok tahu.”
Helga terkejut dan marah dengan ucapan Regan barusan namun Regan mengatakan pada Helga untuk jangan terlalu mencampuri urusan pribadinya, Helga tentu saja tidak terima dan mengatakan bahwa tidak lama lagi
Regan akan menikah dengan Sandrina.
****
Sandrina datang ke rumah Regan atas permintaan Regan sendiri, ia ingin bicara empat mata dengan wanita itu dan Sandrina sama sekali tidak keberatan akan hal tersebut. Sandrina datang dan langsung diajak Regan bicara di ruangan kerjanya.
“Jadi kenapa kamu memanggilku datang ke sini?”
“Bukankah kamu sudah tahu alasan kenapa aku memanggilmu datang ke sini?”
“Aku bukan cenayang yang dapat mengetahui apa yang kamu pikirkan Regan.”
“Oh soal itu, lantas kenapa memanggilku ke sini?”
“Sebab aku ingin mendengar pendapatmu mengenai apa yang aku katakan padamu tempo hari itu.”
Sandrina terdiam beberapa saat sebelum Regan mendesak wanita itu mengatakan apa yang sebenarnya Sandrina pikirkan mengenai Regan yang masih mencintai mantan istrinya namun kali ini Regan meminta wanita ini untuk
mengatakan yang sejujurnya padanya.
“Namun kali ini aku minta tolong padamu untuk jujur, apakah kamu merasa terganggu dengan semua ini? Kalau memang kamu merasa terganggu maka kita dapat membatalkan pernikahan ini.”
Sandrina nampak menatap Regan lama dan tentu saja Regan tidak paham dengan maksud Sandrina ini, wanita itu mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Regan hingga mereka sudah tidak berjarak lagi, degup jantung Regan
berdegup lebih cepat ketika tangan wanita itu menyentuh bibirnya.
****
__ADS_1
Helga mengunjungi Sintia dipenjara dan tentu saja Sintia bahagia bukan main karena Helga mau menemuinya di sini, Helga menatap Sintia dengan tatapan dingin dan sama sekali tidak terpengaruh dengan permintaan Sintia yang menginginkan supaya dirinya dibebaskan dari tempat ini.
“Kamu berbohong soal mengandung anaknya Regan.”
“Apa?”
“Kamu pikir aku bodoh? Aku sudah melakukan sedemikian banyak penyelidikan padamu dan hasilnya mengatakan bahwa kamu tidak hamil.”
“Apa maksud Tante? Aku memang hamil.”
“Namun pemeriksaan petugas mengatakan bahwa kamu sama sekali tidak hamil.”
Sintia terdiam dan tak dapat mengelak lagi, Helga semakin senang karena ia dapat membuat Sintia terkena pasal berlapis yang pastinya akan membuat Sintia akan semakin lama mendekam di tempat ini.
“Tante baiklah aku mengakui kesalahanku namun tolong lepaskan aku dari sini.”
“Melepaskanmu? Apakah kamu sudah tidak waras? Tentu saja aku tidak akan pernah melepaskanmu, asal kamu tahu saja aku justru akan semakin senang karena dapat menuntut dirimu dengan pasal berlapis yang mana pasti kamu akan semakin lama mendekam di penjara ini.”
Sintia menggelengkan kepalanya dan memohon pada Helga untuk mengeluarkannya dari sini namun tentu saja Helga tidak mengabulkan semua itu, wanita itu malah pergi begitu saja dan membuat Sintia berteriak histeris
memanggil Helga dan Sintia pun digiring kembali ke dalam sel tahanannya.
****
Sakti mendpatkan telepon dari Valdo yang mana temannya itu mengajak untuk bertemu di sebuah tempat, Sakti tentu saja tidak menolak permintaan dari temannya itu dan ketika Sakti datang ke sebuah café yang
menjadi tempat mereka janjian bertemu, Valdo sudah duduk menunggunya di salah satu sudut tempat ini.
“Jadi kenapa kamu mengajakku bertemu di sini?”
“Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu dan ini menyangkut soal Sintia.”
“Sintia? Kenapa dengan wanita itu?”
Valdo menceritakan bahwa ia mendapatkan kabar bahwa Sintia tengah dipenjara atas kejahatan yang sudah ia lakukan yaitu merusak toko di mana tempat Ambar bekerja, Valdo juga sudah sempat mengunjungi Sintia di
penjara dan wanita itu nampak memohon padanya untuk membantunya.
__ADS_1
“Apa yang harus aku lakukan?”