Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Cobaan Sebelum Menikah


__ADS_3

Sintia datang ke rumah Ambar untuk mencari tahu bagaimana kelanjutan hubungan antara Ambar dan Sakti justru Sintia datang di saat yang tepat karena ia dapat mencuri dengar obrolan antara Ambar dan Warsinih dari luar rumah yang mana tentu saja hal tersebut membuat Sintia bahagia. Sintia tidak jadi mengetuk pintu rumah dan bergegas pergi dari sana, ketika sudah ada di dalam mobil Sintia menelpon Regan untuk memberitahukan hal ini. Regan tidak menjawab panggilan Sintia untuk beberapa saat hingga akhirnya Regan pun menjawab panggilan dari wanita ini.


“Mau apa lagi kamu menelponku?”


“Mas Regan pasti belum mendengar berita ini kan?”


“Apa maksudmu?”


“Ambar dan Sakti akan segera menikah.”


“Apakah kamu pikir aku akan memercayai semua yang kamu katakan ini, Sintia?”


“Silakan saja kalau Mas tidak percaya, aku hanya mengatakan yang sebenarnya.”


Setelah itu Sintia menutup sambungan teleponnya dengan Regan, Sintia yakin tidak lama lagi Regan pasti akan menelpon Ambar untuk mengonfirmasi apa yang baru saja Sintia katakan. Sintia melajukan mobilnya dengan riang gembira menuju apartemennya dan rupanya ada seseorang yang sejak tadi menunggunya dia apartemennya ini yaitu Helga, wanita itu menatap tajam Sintia dan langsung bertanya kenapa Sintia lama sekali datang ke sini.


“Maafkan aku Tante, aku datang terlambat karena tadi mendengar berita yang baik.”


“Apa maksudmu?”


“Ambar dan Sakti akan segera menikah.”


“Apa maksudmu itu berita baik? Tentu saja itu adalah berita buruk dan harus segera kita batalkan!”


Namun Sintia menggelengkan kepalanya, Sintia berbisik pada Helga mengenai rencana yang ia miliki dan Helga nampak mengerutkan keningnya seperti ragu dengan rencana yang sudah Sintia susun saat ini.


“Apakah menurutmu rencana ini akan berhasil?”


“Tentu saja Tante, percayalah padaku.”


“Tapi awas saja kalau kamu tidak berhasil untuk mengerjakan tugasmu ini dan satu hal lagi jangan dekat-dekat dengan anakku karena dia sudah menikah.”


“Bukan salahku mendekatinya justru mas Regan sendiri yang memintaku datang dan melakukan itu.”

__ADS_1


****


Regan datang ke rumah Ambar secara langsung untuk menanyakan kebenaran apa yang Sintia katakan padanya lewat telepon barusan, Ambar terkejut saat Regan tahu mengenai hal tersebut dan Ambar pun akhirnya menjawab dengan jujur bahwa apa yang dikatakan oleh Sintia itu memang benar adanya.


“Bagaimana bisa kamu memilih menikah dengan Sakti, Ambar?”


“Aku minta maaf Mas, akan tetapi tolong hargai keputusanku.”


“Tidak, aku tidak bisa membiarkan kamu menikah dengan orang lain, kalau pun kamu harus menikah harusnya denganku lagi, Ambar.”


Ambar menggelengkan kepalanya, ia meminta mantan suaminya ini mengerti dengan keputusan yang sudah ia ambil. Ambar kemudian menutup pintu rumahnya walaupun Regan masih ingin bicara dengannya namun Ambar menolaknya.


“Ambar, aku masih ingin bicara denganmu, bagaimana bisa kamu melakukan hal ini padaku?”


Namun Ambar tetap tidak bergeming, ia tetap tidak mau bicara dengan Regan dan memilih untuk pergi ke kamarnya, Warsinih sendiri hanya diam memerhatikan putrinya yang tidak mau bicara dengan Regan.


“Semoga saja ini menjadi awal yang baik untuk Ambar, dia tidak boleh menderita lagi kali ini.”


****


Sakti bicara pada kedua orang tuanya mengenai keputusannya menikah dengan Ambar, tentu saja kedua orang tua Sakti tidak setuju dengan apa yang Sakti lakukan ini. Ariyani mengatakan bahwa Sakti tidak boleh menikah dengan Ambar karena ia sudah menjodohkan Sakti dengan wanita pilihannya namun Sakti menolak, Sakti mengatakan bahwa ia tetap akan menikahi Ambar apa pun kondisinya.


“Apakah kamu lupa apa yang sudah pernah kita bicarakan sebelumnya? Kalau kamu memilih untuk menikah dengan Ambar maka kamu tidak akan dianggap lagi bagian dari keluarga ini?”


“Aku tahu dan masih ingat soal itu, Pa.”


“Dan kamu tetap akan melakukannya, Sakti?”


“Iya Ma, aku tetap akan menikah dengan Ambar apa pun yang terjadi.”


Ariyani begitu sedih dan terpukul dengan keputusan Sakti yang tetap ingin menikah dengan Ambar, Ariyani tidak dapat melanjutkan perbincangannya dengan Sakti karena ia terlalu sedih dan kemudian Ariyani pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri. Sang papa sendiri meminta Sakti untuk pergi dari sini dan mengembalikan semua yang pernah diberikan olehnya dan Sakti menyetujui hal tersebut.


“Aku akan melakukan seperti apa yang Papa inginkan.”

__ADS_1


Maka Sakti pun kemudian pergi dari rumah kedua orang tuanya dengan langkah yang yakin, Sakti tidak akan mundur kali ini karena kesempatan sudah terbuka di depan mata.


****


Ambar menceritakan mengenai rencananya dan Sakti untuk menikah pada Sintia dan Sintia berpura-pura terkejut sekaligus bahagia mengenai cerita Ambar itu karena sebelumnya tentu saja Sintia sudah tahu. Sintia mengatakan bahwa Ambar mengambil langkah yang tepat dan ia berharap bahwa setelah menikah nanti Ambar dan Sakti dapat hidup bahagia walaupun sebenarnya Ambar masih agak ragu dengan keputusannya menerima lamaran Sakti.


“Sepertinya ada sesuatu hal yang mengganggumu, ya?” tanya Sintia yang membuat Ambar terkejut.


“Tidak kok, aku baik-baik saja.”


Namun Sintia tahu bahwa ada sesuatu hal yang tengah dipikirkan oleh Ambar saat ini, Sintia meminta Ambar untuk bicara sejujurnya padanya dan Ambar pun mengatakan bahwa saat ini ia tengah bimbang apakah keputusannya menerima lamaran Sakti sudah benar atau tidak, ia takut akan membuat Sakti kecewa karena menikahinya.


“Kamu jangan berpikiran seperti itu, Ambar. Sakti tentu saja tidak akan kecewa menikah dengan wanita yang baik sepertimu.”


“Tapi aku tidak sebaik itu, Sintia.”


Sintia memeluk Ambar untuk menenangkan Ambar, Ambar membalas pelukan Sintia ini dan mereka tetap berpelukan untuk beberapa saat hingga akhirnya Ambar melerai pelukan mereka.


“Terima kasih karena sudah membuatku agak sedikit tenang saat ini.”


“Tidak masalah, ingat Ambar keputusan ini adalah sesuatu hal yang jangan pernah kamu sesali, kamu sudah melakukan hal yang tepat.”


****


Sakti datang ke rumah Ambar untuk memberitahu kondisinya saat ini, ia tidak mau membuat Ambar kecewa nantinya kalau tahu belakangan menjelang hari pernikahan mereka. Ketika Sakti datang ke rumah Ambar rupanya Sintia masih ada di sana dan Ambar terkejut ketika melihat Sakti datang tidak menggunakan mobilnya.


“Sakti, kenapa kamu datang ke sini tidak dengan mobilmu? Apakah mobilmu dibawa ke bengkel?”


“Anu sebenarnya aku datang ke sini untuk membicarakan kejujuran padamu, Ambar dan aku harap setelah kamu mendengar kejujuran ini maka kamu tidak akan berubah pikiran untuk mau menikah denganku.”


“Sebenarnya ada apa, Sakti?” tanya Sintia penasaran.


“Sebenarnya… aku ….”

__ADS_1


__ADS_2