Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Permintaan Calon Besan


__ADS_3

Ariyani datang ke rumah Warsinih tentu saja bukan tanpa alasan, ia datang ke sini untuk sebuah misi yang penting yaitu membuat Warsinih mau memengaruhi Ambar supaya menerima cinta dari Sakti. Ariyani tahu betul seberapa besar cinta Sakti pada Ambar dan tentu saja ia ingin anaknya itu bahagia, Ariyani sudah bicara dengan suaminya bahwa Ambar adalah wanita yang dicintai oleh Sakti dan ia meminta suaminya untuk jangan mencoba menjodohkan Sakti dengan wanita lain untuk urusan bisnis karena ia tidak dapat menoleransi akan hal tersebut.


“Jadi begini aku datang ke sini untuk membicarakan soal Ambar.”


“Ambar? Memangnya ada apa dengan anakku itu?”


Ariyani secara berterus terang mengatakan semuanya pada Warsinih bahwa putranya menyukai Ambar hanya saja Ambar seperti masih belum pulih dari trauma yang ia alami akibat perceraiannya dengan Regan. Ariyani meminta Warsinih untuk bekerja sama dengannya membuat kedua anak mereka dapat bersatu.


“Aku tahu bahwa ini terlalu cepat untuk Ambar membuka hatinya untuk pria lain setelah apa yang terjadi di masa lalunya, akan tetapi bukankah jauh lebih baik kalau Ambar mulai membuka hatinya dan memulai kehidupan yang baru dengan Sakti?”


Warsinih mengatakan bahwa ia sama sekali tidak keberatan dengan apa yang menjadi keinginan dari Ariyani hanya saja Warsinih mengatakan tidak dapat mencampuri urusan pribadi Ambar karena walau bagaimanapun juga Ambar adalah yang menjalani kehidupan ini dan Warsinih tidak berhak untuk campur tangan.


“Walaupun aku tidak memiliki keberatan sedikit pun ketika Ambar dan Sakti menjalin hubungan namun kalau memang Ambar tidak memiliki keinginan, maka aku bisa apa?”


“Justrru itu aku datang ke sini untuk meminta bantuanmu, tolong kamu bicara baik-baik dengan Ambar dan pikirkan untuk menerima Sakti sebagai suaminya, Sakti adalah pria yang baik dan tidak mungkin dia melakukan hal yang sama seperti yang telah mantan suaminya lakukan.”


Warsinih menganggukan kepalanya namun ia tidak dapat menjanjikan bahwa akan berhasil, Ariyani berterima kasih pada Warsinih dan wanita itu pun kemudian pergi dari rumah ini.


****


Valdo kembali mengunjungi Sintia di penjara, Sintia nampak bahagia dengan kedatangan Valdo ke penjara dan ia yakin bahwa Valdo datang ke sini untuk membawa berita baik yang selama ini ia nantikan.


“Kamu datang ke sini untuk memberitahukan bahwa kamu akan membebaskanku kan?”


“Maaf Sintia namun aku datang ke sini bukan untuk hal itu, aku datang ke sini untuk melihat bagaimana keadaanmu saja.”


Sontak saja senyum lebar yang sebelumnya diberikan Sintia luntur begitu saja setelah jawaban yang diberikan oleh Valdo barusan, Sintia nampak marah dengan ucapan Valdo dan menyalahkan Valdo yang tidak melakukan seperti apa yang ia perintahkan.


“Kenapa kamu tidak melakukan seperti yang aku perintahkan? Apakah begitu sulit untukmu dapat melakukan semua ini, Valdo?”

__ADS_1


“Bukannya aku tidak dapat melakukannya, Sintia namun aku sudah bicara dengan Sakti untuk meminta pendapatnya dan akhirnya aku memilih untuk mendengarkan pendapatnya bahwa kamu harus belajar sesuatu dari


semua yang telah kamu lakukan.”


Sintia nampak tak percaya dengan apa yang barusan didengar olehnya, Sintia sontak saja marah pada Valdo dan menyalahkan pria itu yang lebih memilih mendengar saran dari Sakti dari pada mendengar keinginannya.


“Bagaimana bisa kamu melakukan semua ini padaku, Valdo? Apakah kamu tidak kasihan padaku?”


****


Warsinih memikirkan apa yang Ariyani bicarakan padanya beberapa waktu yang lalu mengenai perasaan Sakti pada Ambar, tentu saja Warsinih sama sekali tidak keberatan kalau memang Sakti menyukai putrinya, ia


justru senang karena Sakti menyukai Ambar karena ia yakin Sakti adalah pria yang baik dan tidak mungkin melakukan seperti yang pernah Regan lakukan pada Ambar sebelumnya. Ambar hari ini sudah kembali bekerja di toko seperti biasa dan ketika Ambar pulang ke rumah, Warsinih langsung menahan Ambar dan mengatakan


bahwa ada sesuatu hal yang ingin ia bicarakan dengan putrinya ini.


Warsinih mengajak Ambar untuk bicara di dalam kamar Ambar, di sana Warsinih menceritakan semuanya pada Ambar mengenai Ariyani yang datang ke rumah dan mengatakan bahwa Sakti menyukai Ambar dan wanita itu ingin


supaya Warsinih membantunya dalam menjodohkan Ambar dan Sakti.


“Ibu tidak memaksamu supaya menerima Sakti seperti apa yang nyonya Ariyani katakan, hanya saja Ibu ingin kamu bahagia dengan orang yang tepat.”


“Bu, untuk saat ini aku tidak mau membicarakan soal hal ini, bisakah Ibu mengerti?”


“Tentu saja Ibu mengerti, hanya saja kalau Ibu boleh memberikan saran, alangkah lebih baiknya kamu mulai membuka hatimu untuk orang lain karena Ibu tidak mau kamu terlalu larut dalam kesedihan akibat Regan.”


Setelah mengatakan itu Warsinih segera pergi dari kamar Ambar dan membuat Ambar terdiam memikirkan apa yang baru saja mereka berdua bicarakan.


****

__ADS_1


Nyatanya setelah menikah dengan Sandrina pun, Regan masih saja mengunjungi Ambar di toko yang mana tentu saja membuat Ambar menjadi tidak nyaman. Ambar meminta Regan untuk jangan lagi menemuinya karena ia tidak


nyaman dengan apa yang Regan lakukan ini.


“Tolong Mas jangan pernah temui aku lagi.”


“Kenapa kamu mengatakan hal itu, Ambar?”


“Kenapa? Tentu saja karena Mas sudah menikah, aku tidak mau kalau akan ada berita miring mengenai kita kalau Mas secara terus menerus masih saja ingin datang menemuiku di sini.”


“Kamu jangan memikirkan hal itu Ambar, aku datang menemuimu karena aku ingin memastikan bahwa kamu baik-baik saja, kamu tahu kan setelah mamaku melakukan hal yang buruk padamu, aku jadi khawatir kalau beliau


akan melakukan hal yang buruk terus padamu.”


“Terima kasih karena Mas Regan sudah peduli padaku namun sepertinya Mas Regan tidak perlu terlalu sering menemuiku, kalau Mas Regan seperti ini maka mama Mas Regan akan tahu dan akhirnya dia akan melakukan


hal buruk lagi padaku dan keluarga, aku sama sekali tidak mau kalau hal itu terjadi.”


“Kamu tak perlu khawatir Ambar, semua itu tidak akan pernah terjadi, percayalah padaku.”


****


Ariyani datang ke apartemen Sakti untuk bicara dengan putranya, ketika tiba di apartemennya Sakti merasa terkejut ketika mendapati sang mama di sana, Sakti sontak saja bertanya kenapa mamanya ada di sana dan Ariyani pun kemudian mengatakan sesuatu pada Sakti.


“Mama sudah bicara dengan ibunya Ambar mengenai apa yang kamu rasakan pada Ambar.”


Sontak saja Sakti terkejur dengan apa yang mamanya katakan, Sakti nampak keberatan kalau mamanya membocorkan perasaannya pada Ambar kepada Warsinih namun Ariyani mengatakan bahwa dengan cara seperti itu Warsinih bisa membantunya meyakinkan Ambar untuk mau menerima Sakti.


“Mama melakukan semua ini untukmu, Nak. Mama ingin melihatmu bahagia menikah dengan wanita yang kamu cinta,” ujar Ariyani seraya mengusap wajah putranya dengan kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2