
Ambar sama sekali tidak menyangka bawa dirinya akan bertemu dengan mantan mertuanya di tempat ini yang tentu saja sangat jauh dari kota tempat mereka tinggal sebelumnya. Ia bertanya pada Fadi mengenai apa maksud dan tujuan datang menemuinya. Fadi pun mengatakan bahwa ia datang untuk menawarkan bantuan.
"Apa yang dapat aku bantu untukmu, Ambar?"
"Tidak ada yang perlu aku minta bantuan dari anda Tuan."
"Kalau begitu bisakah kamu jujur padaku kenapa kamu dan keluarga dapat berada di tempat ini?"
Ambar terdiam untuk beberapa saat setelah Fadi menanyakan pertanyaan tersebut, sejujurnya Ambar pun sudah menduga bahwa pertanyaan itulah yang akan Fadi tanyakan padanya namun Ambar bertekad untuk tidak mau merepotkan Fadi atas penderitaan yang tengah ia alami ini.
"Saya datang ke sini karena berpikir kalau lebih baik tinggal di sini dibandingkan di kota."
Fadi yang mendengar jawaban dari Ambar barusan tentu saja tidak percaya dan memilih untuk diam. Ambar sendiri nampak tidak berani menatap Fadi dan memilih untuk menundukan kepalanya hingga Fadi meraih bahu Ambar dan meminta Ambar untuk menghubunginya jika kelak ada masalah.
"Tolong kamu jangan segan untuk memberitahuku kalau memang kamu butuh bantuan."
Setelah mengatakan itu Fadi langsung berbalik badan menuju mobilnya dan Ambar dapat menghela napasnya lega karena mantan mertuanya sudah pergi namun sebelum pergi ada seseorang yang memanggil namanya dan tentu saja Ambar mengenali suara itu.
****
Regan adalah orang yang memanggil Ambar tadi, Regan melakukan ini karena barusan ia diam-diam mengikuti papanya dan rupanya dugaan Regan benar bahwa ia akan menemui Ambar di sini. Ambar nampak tak nyaman dengan kedatangan Regan di sini dan ia meminta Regan untuk segera pergi namun Regan menolaknya dan justru malah memberikan pertanyaan pada Ambar mengenai kenapa Ambar bisa ada di sin. Regan ingin meyakinkan bahwa mamanya ada di balik kejadian ini.
"Kamu melakukan semua ini karena mamaku kan? Katakan saja yang sejujurnya Ambar."
"Sama sekali tidak, Mas."
"Kamu tak perlu sungkan untuk mengatakan semuanya padaku, Ambar."
Namun Ambar tetep berpegang pada kata-katanya barusan bahwa ia pindah ke sini bukan karena salah Helga, ketika Regan bertanya balik pada Ambar mengenai apa yang sebenarnya terjadi namun Ambar memilih untuk diam. Regan tahu bahwa saat ini Ambar tengah menghadapi sebuah masalah yang pelik dan Regan meminta Ambar untuk mengatakan apa yang ia perlukan karena Regan ingin membantunya.
__ADS_1
Tidak, Mas. Aku baik-baik saja di sini. Alangkah baiknya kamu pulang saja sekarang."
"Apakah suamimu ada di sini?"
Ambar lagi-lagi diam untuk sesaat sebelum akhirnya ia memilih untuk berbhong pada Regan bahwa Sakti di sini dan oleh sebab itu ia meminta Regan untuk segera pergi namun alih-alih pergi justru ia memilih ingin bertemu Sakti.
"Aku ingin mendengar secara langsung darinya, kenapa kalian bisa ada di sini dan apa yang sebenarnya terjadi."
"Aku sudah mengatakannya tidak perlu."
****
Posisi Ambar kian terdesak karena Regan ingin menemui Sakti dan Regan sendiri tahu bahwa Ambar sedang tidak jujur padanya. Ambar pun pada akhirnya memilih untuk jujur pada Regan dengan banyaknya drama yang telah terjadi dalam hidupnya belakangan ini. Ia tidak menyangka bahwa ketika dirinya pergi keluar negeri justru banyak drama dan kisah pilu yang menimpa Ambar. Regan merasa bersalah dan meminta maaf akan itu namun Ambar mengatakan bahwa Regan tak perlu untuk meminta maaf karena sama sekali tidak salah. Regan tetap menawarkan bantuan pada Ambar namun Ambar tetap menolaknya.
"Namun aku tetap risau walau bagaimanapun kamu kan mamanya Daisy."
"Mas aku ...."
"Mas tak perlu untuk melakukan semua ini "
"Aku tak melakukannya untukmu. Aku melakukannya untuk Daisy karena dia anak kita."
Ambar terdiam mendengar apa yang Regan katakan barusan. Regan meminta supaya Ambar jangan pernah sungkan untuk meminta bantuannya dan Ambar sangat berterima kasih dengan yang Regan lakukan ini. Ambar pun mengatakan sebuah permintaan pada sang mantan suami.
"Mas bolehkah aku meminta bantuanmu?"
"Tentu saja, katakan apa itu."
"Kalau kamu kembali ke kota dan bertemu dengan Sakti maka tolong jangan beritahu aku ada di sini."
__ADS_1
Regan menganggukan kepalanya tanda ia mengerti dan meminta Ambar untuk percaya padanya bahwa ia tak akan pernah memberitahu Sakti hal ini.
****
Regan baru saja tiba di rumah dan Helga sudah menantinya sejak tadi. Helga sangat penasaran dengan dari mana saja Regan sejak tadi namun Regan tak mau memberitahu mamanya dia dari mana. Helga terus saja mendesak Regab memberitahunya dari mana saja dia dan Regan beralasan dia baru saja menemui seorang teman. Helga agaknya tak dapat percaya dengan apa yang Regan katakan barusan.
"Kamu pasti pergi ke suatu tempat kan? Kenapa kamu tak mau jujur pada Mama?"
Regan nampak menghela napasnya saat mendengar mamanya mengatakan seperti itu dan akhirnya ia memilih untuk mengatakan yang sejujurnya namun ia tak memberitahu Helga secara spesifik tempat apa yang baru ia kunjungi hingga membuat Helga sangat penasaran setengah mati.
"Kenapa kamu tak memberitahu Mama?"
"Karena kalau aku memberitahukannya maka Mama akan menghancurkannya."
Setelah mengatakan hal itu nampak Regan langsung pergi meninggalkan mamanya dan Helga nampak sedang memikirkan apa maksud ucapan Regan barusan dan entah kenapa pikirannya tertuju pada sosok Ambar.
"Jangan-jangan memang itu dia! Dia menemui wanita sialan itu!"
Helga buru-buru berlari menuju kamar Regan dan mengetuk pintu kamar anaknya dan tak lama kemudian Regan membukakan pintu dan bertanya kenapa datang mengetuk pintu kamarnya.
"Apakah kamu baru saja menemui Ambar?"
"Mama tak perlu tahu itu."
****
Sakti nyatanya tak menyerah untuk dapat menemukan Ambar dan satu tempat yang belum ia kunjungi yaitu kantor mantan suaminya Ambar. Ia yakin sekali bahwa mantan suaminya Ambar tahu sesuatu di mana istrinya itu berada. Sakti segera menuju kantor Regan namun belum sempat ia masuk ke dalam justru ia dihentikan oleh satpam yang menganggap bahwa Sakti tak memiliki urusan di kantor ini. Sakti sudah memohon agar satpam memberikannya izin namun tetep saja satpam tidak mengizinkannya masuk. Sebuah mobil baru saja berhenti di depan lobi dan seseorang turun dari dalam mobil yang mana orang itu adalah Fadi dan ia mengenali Sakti.
"Bukannya kamu adalah suaminya Ambar?"
__ADS_1
"Iya saya suaminya Ambar dan saya datang untuk bertemu anda."