Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Cemas Akan Masa Depan


__ADS_3

Fadi nampak terkejut ketika datang ke rumah sakit ini untuk menjenguk Ambar justru dirinya malah melihat keributan yang terjadi antara Sintia dan Warsinih, Sintia terkejut dengan kedatangan Fadi dan ia langsung menjaga sikapnya di depan calon mertuanya itu. Fadi bertanya apa yang terjadi saat ini dan Warsinih menjelaskan semuanya pada Fadi bahwa Sintia yang membuat keributan di sini. Sintia tentu saja terkejut dan langsung menolak


tuduhan itu, ia berusaha membela diri namun Fadi nampak tak mau mendengarkannya, Fadi meminta Sintia untuk pergi sekarang juga dari rumah sakit ini.


“Awas saja kalian.”


Sintia pun pergi meninggalkan rumah sakit ini dengan hati yang kesal, bagaimana tidak karena ia diusir begitu saja oleh Warsinih yang merasa memiliki kekuatan lebih saat ada Fadi di sana. Sintia bertemu secara tak sengaja dengan Sakti di lobi depan rumah sakit dan Sintia langsung menahan Sakti sebelum pria itu pergi menemui Ambar di ruangan inapnya.


“Apa yang kamu lakukan?”


“Apa yang membuatmu datang ke sini?”


“Tentu saja aku ingin menjenguk Ambar, memangnya apalagi yang aku lakukan di sini?”


“Kenapa kamu harus menjenguk Ambar? Apakah kamu mencintainya?”


“Sudah aku katakan berulang kali bahwa itu tidak masuk akal, sekarang juga berhenti menggangguku.”


Sakti pergi begitu saja meninggalkan Sintia dengan raut wajah kesal, ia berjalan menuju ruangan di mana Ambar dirawat namun ketika ia tiba di sana nampak Fadi masih menjenguk Ambar dan Sakti pun secara tak sengaja menguping pembicaraan mereka.


“Apakah kamu benar-benar ingin berpisah dengan anakku, Ambar?”


“Maaf Pa, aku ….”


“Aku harap sebenarnya kamu tidak berpisah dengan anakku.”


Sakti begitu sakit mendengar ucapan Fadi hingga ia langsung balik badan untuk pergi dari ruangan itu karena ia tidak sanggup lebih lama berdiri di sana sementara di dalam ruangan inapnya Ambar mengatakan bahwa ia tidak akan kembali lagi pada Regan sampai kapan pun.


****


Raut wajah Sakti begitu murung saat setelah mendengar percakapan antara Fadi dan Ambar, ia khawatir kalau Fadi meminta Ambar untuk kembali pada putranya dan tidak melakukan perceraian dan hal tersebut begitu membuat Sakti tidak rela.


“Kenapa juga aku harus merasa tidak rela, ya?”


Sakti menghela napasnya panjang dan kemudian lagi-lagi Sintia muncul di depannya dan bertanya apa yang terjadi padanya. Sakti tidak mau membahas hal ini dengan Sintia dan memilih untuk pergi namun Sintia menahan tangan Sakti supaya pria ini jangan pergi dulu sebelum menjawab pertanyaan darinya.


“Sakti, kenapa kamu memilih pergi? kamu bahkan belum menjawab pertanyaanku barusan.”

__ADS_1


“Karena aku tidak mau membahasnya, apakah hal itu tidak cukup jelas bagimu, Sintia?”


“Apakah Ambar sudah melukai hatimu?”


“Itu sama sekali bukan urusanmu.”


Sakti bergegas pergi meninggalkan Sintia yang masih diliputi tanda tanya, ia yakin sekali kalau sesuatu baru saja terjadi pada Sakti dan itu ada kaitannya dengan Ambar yang mana tentu saja hal tersebut makin membuat Sintia menjadi sangat penasaran.


“Sepertinya aku harus segera mencari tahu mengenai hal ini siapa tahu dengan hal ini maka aku bisa mendapatkan sekutu kan?”


Sintia hendak pergi masuk ke dalam rumah sakit lagi untuk menemui Ambar namun ia justru berpapasan dengan Fadi yang mana Fadi langsung murka melihat Sintia yang masih saja berkeliaran di sekitar rumah sakit ini.


****


Ambar merasa heran karena Sakti tidak menjenguknya lagi setelah ini karena Sakti biasanya menjenguknya setiap hari namun sudah dua hari ini pria itu tidak datang menjenguknya dan hari ini adalah hari di mana ia diizinkan pulang namun belum juga ada tanda-tanda di mana Sakti berada.


“Kamu sedang memikirkan apa, Nak?”


“Bukan apa-apa, Bu.”


“Benarkah?”


Ambar tidak mau terlalu larut dalam hal ini, ia memutuskan untuk tidak memikirkan Sakti dan lebih fokus pada kepulangannya dari rumah sakit ini namun justru saat ia pulang dari rumah sakit Sintia muncul yang membuat orang tua Ambar kesal dengan kehadiran wanita ini.


“Mau apalagi kamu datang ke sini, Sintia?”


“Aku datang ke sini karena Ambar.”


“Jangan ganggu anakku, Sintia!”


“Kamu pasti bertanya-tanya kenapa Sakti tidak datang kan? Asal kamu tahu saja Ambar, sekarang Sakti membencimu dan selamanya dia akan membencimu jadi jangan harap kamu akan bahagia dengannya!”


Satpam ingin mengamankan Sintia namun wanita itu menolaknya dan mengatakan bahwa satpam tidak perlu menariknya keluar karena ia dapat melakukannya sendiri.


“Kamu tidak akan pernah bahagia Ambar, tidak akan pernah!”


Sintia kemudian berbalik badan dan pergi meninggalkan Ambar dan keluarganya yang tidak habis pikir dengan kelakuan ajaib wanita itu.

__ADS_1


****


Helga pergi ke apartemen untuk menemui Sintia, ia ingin bicara dengan wanita itu dan ketika ia tiba di apartemen itu justru dirinya tidak menemukan keberadaan Sintia. Helga nampak kesal dan harus menanti sampai wanita itu pulang, ia sudah menunggu lama namun belum juga ada tanda-tanda Sintia akan kembali, saat ia hendak balik badan dan pulang justru ia malah bertemu dengan Sintia.


“Tante?”


“Akhirnya kamu datang juga.”


Sintia segera pergi membukakan pintu untuk Helga dan mempersilakan Helga masuk ke dalam apartemennya, Helga langsung duduk di sofa sementara Sintia basa-basi menawarkan Helga minum namun Helga menolak dan


mengatakan bahwa ia tidak akan berlama-lama di tempat ini.


“Jadi kenapa Tante datang ke sini?”


“Kamu bertanya kenapa aku datang ke sini? Tentu saja aku datang ke sini untuk bicara denganmu.”


“Memangnya kenapa Tante ingin bicara denganku?”


“Apakah kamu pikir setelah Ambar dan Regan bercerai maka kamu dapat bisa segera menikah dengan anakku?”


“Kenapa Tante menanyakan itu?”


“Asal kamu tahu saja Sintia, walaupun Regan dan Ambar akan segera bercerai namun bukan berarti aku akan menerimamu secara langsung sebagai menantuku karena aku tidak sudi memiliki menantu sepertimu.”


“Kenapa Tante membenciku? Bukankah Tante hanya membenci Ambar?”


“Iya, aku memang membenci Ambar namun aku juga membencimu karena kamu itu dekat dengannya dan lebih lagi kamu sengaja menggoda anakku!”


****


Regan baru saja tiba di rumah dan ia dibuat terkejut dengan Sintia yang sudah muncul di rumahnya dan tengah bermain dengan Daisy. Sintia yang menyadari kalau Regan telah kembali pun segera menyambut pria itu namun Regan langsung mengajak Daisy ke kamarnya karena ia tahu kalau Sintia hendak membicarakan sesuatu dengannya. Sintia menunggu sampai Regan selesai mengantarkan anaknya ke kamar dan setelahnya Regan kembali untuk bicara dengan Sintia.


“Apa yang ingin kamu bicarakan denganku? Aku lelah sekali sekarang.”


“Mas, kamu akan menikahiku setelah kamu dan Ambar bercerai kan?”


“Kenapa kamu menanyakan hal itu?”

__ADS_1


“Tolong katakan padaku kalau kamu akan menikahiku setelah kamu dan Ambar bercerai, aku mohon padamu, Mas.”


__ADS_2