Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Bertahan Demi Kamu


__ADS_3

Pria tua genit yang merupakan bos besar di desa ini tentu saja tidak ingin Ambar pergi begitu saja apalagi ia sangat ingin Ambar menjadi istrinya. Pria itu melakukan segala cara untuk mendapatkan Ambar dan kali ini ia tidak akan segan bertindak kasar untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


“Aku tidak akan membiarkan kamu pergi ke mana pun karena kamu adalah calon istriku.”


Warsinih nampak geram dengan tindakan pria tua genit ini yang sangat ingin Ambar menjadi calon istrinya padahal ia sudah memiliki banyak istri. Sebagai seorang ibu tentu saja Warsinih tidak rela jika putrinya diperlakukan tidak layak oleh pria tua genit ini apalagi saat ini Ambar dan Sakti saja belum resmi bercerai.


“Aku katakan padamu bahwa saat ini Ambar dan suaminya belum berpisah.”


Pria tua itu melirik Warsinih dan memerintahkan anak buahnya menangkap Warsinih sebagai jaminan, Warsinih memberontak dan berusaha melepaskan diri. Danu dan Farah juga berusaha membantu namun mereka justru dihalangi oleh anak buah pria ini yang lain. Ambar tak menyangka bahwa pria ini akan melakukan cara licik seperti ini untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Kini pria tua itu yakin tidak lama lagi maka Ambar akan mau menuruti semua yang ia perintahkan termasuk menikah dengannya.


“Kamu bisa memilih sekarang, kamu mau melihat ibumu ini tidak selamat atau kamu mau aku membebaskannya dan menikah denganku.”


“Jangan libatkan keluarga saya dalam masalah ini.”


“Kalau aku tidak melakukannya maka selamanya kamu tidak akan menjadi milikku, pikirkan semua ini baik-baik karena aku tidak memiliki waktu.”


Setelah mengatakan itu Warsinih dibawa oleh orang suruhan pria tua itu ke dalam mobil, Warsinih meminta Ambar tidak perlu mengkhawatirkan dirinya namun sebagai seorang anak tentu saja Ambar tidak dapat melakukannya, ia harus menyelamatkan sang ibu bagaimanapun caranya.


“Aku tidak bisa membiarkan ini semua terjadi.”


“Apa yang hendak kamu lakukan, Nak?”


****


Ambar pada akhirnya meminta tolong Regan untuk membantunya membebaskan Warsinih dan tentu saja Regan sangat senang dimintai tolong oleh Ambar, tidak membutuhkan waktu yang lama maka semua urusan yang menyangkut dengan pria tua genit yang ingin sekali membuat Ambar menjadi istrinya akhirnya dapat diselesaikan. Ambar sangat berterima kasih pada Regan karena pria itu telah membantunya dan Regan mengatakan bahwa Ambar tidak perlu berterima kasih padanya. Ketika itu rupanya Sakti memerhatikan mereka dari jauh, Sakti tidak mengerti kenapa justru Ambar malah menelpon Regan dan meminta bantuan mantan suaminya dan bukannya dirinya sebagai suaminya. Sakti turun dari dalam mobil dan menghampiri mereka, Ambar terkejut dengan kedatangan Sakti ini, Regan sendiri nampak sama sekali tidak terkejut dan justru ia senang kalau Sakti sudah tahu di mana Ambar berada.

__ADS_1


“Kenapa kamu memilih meminta bantuan padanya, Ambar? Aku ini masih suamimu!”


“Sakti, aku tidak mau berurusan lagi denganmu.”


“Apa maksudmu mengatakan itu?”


“Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, maafkan aku namun lebih baik kita berpisah saja.”


Sakti yang mendengar itu nampak terkejut, ia meminta Ambar untuk jangan mengatakan itu namun Ambar mengatakan bahwa ia melakukan semua ini demi kebaikan mereka. Sakti menggelengkan kepala karena ini semua jelas tidaklah baik untuk merekaa.


“Apa maksudmu ini demi kebaikan kita? Kamu hanya memuaskan ego mamaku saja, Ambar.”


“Namun kalau kita memaksa bersama maka kita akan tersakiti.”


****


“Kalau kelak mamaku datang maka aku akan pasang badan dan tidak akan aku biarkan dia merusak apa yang menjadi kebahagiaan kita.”


Ambar tentu saja terharu dengan ketulusan dan kesungguhan Sakti saat ini, ia dapat merasakan semua yang dikatakan oleh Sakti berasal dari hati terdalamnya. Regan sendiri nampak menahan cemburu dengan drama yang tengah berlangsung di depannya, Regan mengatakan kalau memang Ambar tidak mau melanjutkan pernikahannya dengan Sakti maka ia bisa saja menceraikan pria itu namun ucapan Regan membuat Sakti marah.


“Kamu sangat ingin aku dan Ambar berpisah supaya kamu dapat kembali padanya kan? Jangan pernah bermimpi kalau hal tersebut dapat terjadi.”


“Kita lihat saja nanti, apakah kamu bisa memertahankan rumah tanggamu dengan Ambar.”


Setelah mengatakan itu Regan pergi meninggalkan mereka dan Sakti nampak meredam emosinya akibat ucapan Regan yang begitu membuatnya kesal.

__ADS_1


****


Sakti tidak menyangka bahwa Ambar dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan yang sangat kecil dan minimalis sekali, bahkan kamarnya Ambar pun harus berbagi dengan adiknya karena hanya ada dua kamar saja di sini. Ketika Sakti bilang dia akan menginap di sini maka adik Ambar memilih untuk tidur di luar saja namun Warsinih dan Danu tidak tega hingga membiarkan Farah ikut tidur dengan mereka di kamar yang lain supaya Sakti bisa tidur dengan Ambar.


“Aku tidak percaya kalian tinggal di sini.”


“Kalau kamu tidak suka tempat ini maka kamu bisa pergi saja dari sini.”


“Jangan bicara sembarangan Ambar, aku tidak akan pernah pergi sebelum kamu ikut denganku, ingat aku ini suamimu.”


Ambar nampak menundukan kepalanya dan Sakti meraih tangan Ambar, ia meminta Ambar untuk berhenti membicarakan soal perpisahan. Sakti mengakui semua kesalahannya karena telah berdusta pada Ambar selama ini, ia meminta maaf dan berjanji tidak akan berbohong atau menipu Ambar dengan hal lain lagi.


“Tolong kamu percaya dengan apa yang aku katakan ini, Ambar.”


Ambar menganggukan kepalanya dan Sakti pun memeluk Ambar, mereka berpelukan beberapa saat hingga akhirnya Sakti melerai pelukan mereka. Sakti mengatakan bahwa Ambar tidak perlu risau akan Ariyan karena Sakti akan pasang badan untuk melindungi mereka semua.


“Kamu jangan khawatir, oke?”


****


Ariyani nampak kesal saat mendapatkan laporan dari orang suruhannya mengenai di mana Sakti berada yang mana ternyata Sakti sudah tahu Ambar tinggal dan anaknya itu pergi menemui Ambar. Ariyani tidak dapat tinggal diam begitu saja dan kemudian pergi mencari anaknya, ia harus membuat Sakti untuk pulang ke rumah sekarang juga dan memaksa Ambar untuk bercerai dengan Sakti bagaimanapun caranya. Lewat tengah malam Ariyani baru saja tiba di rumah kontrakan Ambar dan wanita itu menggedor pintu dengan keras hingga membangunkan Ambar dan Sakti yang sudah lelap tertidur.


“Siapa itu?”


“Ambar buka pintunya!”

__ADS_1


“Sepertinya itu adalah mamaku, kamu jangan ke mana-mana, di sini saja biar aku yang bicara dengannya.”


“Tapi Sakti….”


__ADS_2