
Orang yang memerhatikan kedekatan Ambar dan Regan di dalam mobil ini tentu saja adalah Sakti, pria itu nampak begitu kecewa melihat kedekatan Ambar dan sang mantan suami walaupun Ambar sudah tahu kalau Regan telah menikah dengan wanita lain. Sakti sendiri bertanya-tanya mengenai perasaan Ambar yang sebenarnya pada Regan, apakah sampai saat ini Ambar masih belum dapat melupakan mantan suaminya itu sampai-sampai Ambar mau-mau saja diantarkan pulang oleh mantan suaminya? Sakti tiba di apartemen dan memutuskan untuk tidur namun ia tidak dapat tidur karena terus memikirkan apa yang barusan ia lihat yang tentu saja membuat Sakti menjadi gelisah bahwa mungkin saja selamanya Ambar akan selalu mencintai Regan dan tidak akan pernah menjadi miliknya namun Sakti segera menepis pikiran buruk itu.
“Tidak, jangan berpikiran buruk seperti itu, aku yakin bahwa saat ini Ambar hanya membutuhkan waktu untuk melupakan mantan suaminya. Kelak cepat atau lambat dia pasti akan dapat melupakan mantan suaminya dan
mulai membuka lagi hatinya.”
Sakti berusaha untuk tidur namun ia tidak dapat tidur hingga pagi hari karena masih memikirkan apa yang terjadi semalam antara Regan dan Ambar. Kejadian tadi malam terus terngiang di dalam benaknya hingga membuat
Sakti akhirnya menemui Ambar di toko pada pagi ini, Ambar terkejut ketika melihat Sakti datang sepagi ini ke toko.
“Sakti, ada apa datang pagi-pagi begini?”
Sakti tidak langsung menjawab pertanyaan dari Ambar namun ia menatap Ambar yang membuat Ambar jadi merasa serba salah dan malu karena diperhatikan seperti itu oleh Sakti.
“Apakah ada sesuatu hal yang salah dengan diriku hari ini?”
“Semalam kamu diantarkan pulang oleh siapa?”
Ambar terkejut dengan pertanyaan yang diajukan oleh Sakti barusan, ia terdiam beberapa saat sebelum akhirnya ia mengatakan apa yang terjadi semalam pada Sakti.
“Aku diantarkan pulang oleh mas Regan, memangnya ada apa kamu menanyakan hal itu?”
“Bukan apa-apa, hanya saja apakah kamu masih mencintainya?”
****
Sintia menemui Valdo di tempat kerja pria itu yang membuat Valdo terkejut bukan main karena tidak menyangka kalau Sintia akan datang menemuinya saat istirahat jam makan siang, Sintia mengajak Valdo untuk pergi makan siang di sebuah restoran yang tidak jauh dari kantor di mana Valdo bekerja. Mereka sudah memesan menu makan siang masing-masing dan telah menempati sebuah meja, di sana Sintia begitu memerlakukan Valdo dengan baik
seperti awal-awal mereka masih berpacaran hingga Valdo sendiri sedikit terbawa perasaan dengan apa yang Sintia lakukan ini.
“Kenapa kamu ingin mengajakku makan siang di sini?”
“Memangnya aku tidak boleh mengajakmu makan siang di sini? Apakah kamu tidak lapar?”
“Bukan seperti itu, hanya saja tidak biasanya kamu seperti ini.”
Sintia hanya tersenyum menanggapi ucapan Valdo barusan, Sintia pun bertanya balik mengenai apakah Valdo bahagia ketika ia mengajaknya makan siang bersama.
__ADS_1
“Tentu saja aku bahagia namun sejujurnya aku masih agak bingung kenapa kamu melakukan semua ini.”
“Aku melakukan semua ini karena aku mau kembali padamu.”
Valdo terkejut dengan ucapan Sintia barusan, ia merasa bahwa ia barusan salah dengar dan meminta Sintia mengulang apa yang barusan ia katakan.
“Aku mengatakan bahwa aku mau kembali padamu, kamu mau menerimaku kembali kan?”
“Apakah aku tidak salah dengar? Apakah ini hanya mimpi saja?”
“Tentu saja kamu tidak salah dengar dan ini bukannya mimpi.”
****
Ambar bicara pada pemilik toko mengenai rencananya untuk mengambil cuti karena Regan mengajak Ambar untuk menghabiskan waktu dengan Daisy, sudah lama sekali Ambar tidak menghabiskan waktu dengan putrinya
itu. Untungnya saja pemilik toko mengizinkan Ambar untuk mengambil cuti dan langsung saja Ambar mengabarkan Regan bahwa ia diperbolehkan mengambil cuti oleh pemilik toko. Regan sendiri begitu bahagia dan mengatakan Ambar untuk menyiapkan dirinya akhir pekan nanti karena akan menghabiskan waktu dengan Daisy. Ambar tentu saja bahagia membayangkan ia akan menghabiskan waktu dengan anaknya, sudah lama sekali Ambar tidak menghabiskan waktu dengan Daisy karena anaknya itu berada dalam pengasuhan Regan, ia merasa beruntung karena Regan mengizinkannya pergi dengan anaknya itu.
“Sepertinya kamu bahagia sekali hendak bertemu dengan anakmu, ya?”
“Iya, tentu saja aku bahagia karena sudah lama sekali aku tidak menghabiskan waktu dengannya.”
“Terima kasih banyak.”
Ambar pun menghabiskan waktunya berjaga di toko hingga malam sebelum akhirnya pulang dengan raut wajah riang gembira, Warsinih yang menyambutnya di pintu tentu saja dibuat penasaran dengan apa yang membuat Ambar bersikap seperti ini.
“Nak, apa yang terjadi padamu?”
“Aku diizinkan untuk cuti akhir pekan ini supaya dapat menghabiskan waktu dengan Daisy, Bu.”
“Syukurlah kalau begitu.”
****
Valdo mengajak Sakti bertemu untuk membahas mengenai apa yang Sintia katakan pada Valdo tadi siang, Sakti terkejut ketika mendengar cerita Valdo yang mengatakan kalau Sintia ingin kembali pada pria itu setelah
apa yang dilakukan oleh Sintia di masa lalu.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan keputusanmu?”
“Aku sendiri masih bingung, apakah aku harus menerimanya atau tidak.”
Sakti mengatakan dengan tegas bahwa Valdo tidak boleh kembali pada Sintia mengingat apa yang telah wanita itu lakukan pada Valdo di masa lalu, sebagai teman tentu saja Sakti tidak mau kalau Valdo mengalami patah hati untuk kedua kalinya akibat dipermainkan oleh Sintia.
“Namun dia terlihat begitu tulus ketika mengatakan ingin kembali padaku, Sakti.”
“Dan kamu dapat memercayainya begitu saja setelah apa yang telah ia perbuat padamu? Kenapa kamu begitu naif, Valdo?”
Valdo terdiam mendengar ucapan Sakti barusan, Sakti mengingatkan bahwa Sintia tetaplah Sintia dan ia mengatakan ini semua untuk membuat Valdo terhindar dari rasa sakit yang sama akibat perlakuan Sintia di
masa lalu.
“Namun kalau kamu tak mau mendengarkanku pun aku sama sekali tidak mempermasalahkan itu, akan tetapi kalau sampai apa yang aku ucapkan itu memang benar adanya, jangan bilang kalau aku tidak memperingatkanmu
sebelumnya.”
****
Akhirnya akhir pekan yang dinantikan oleh Ambar tiba juga, ia sudah tidak sabar menghabiskan waktu dengan Daisy di akhir pekan ini. Ambar sudah bersiap di depan rumah menunggu sampai Regan mengantarkan Daisy ke
sini hingga akhirnya mobil Regan pun tiba di depan rumah ini, Regan dan Daisy turun dari dalam mobil dan Daisy langsung berlari menghambur memeluk Ambar.
“Aku rindu Mama.”
“Mama juga rindu padamu, Nak.”
“Ayo kita masuk ke dalam mobil.”
Ambar terkejut dengan ucapan Regan barusan, ia tidak berpikir kalau Regan akan mengantarkan mereka ke taman bermain namun pada akhirnya Ambar pun memilih untuk melakukan seperti apa yang Regan perintahkan
barusan dan mereka masuk ke dalam mobil. Ketika sudah sampai di tujuan, Ambar kembali dibuat terkejut karena Regan juga ikut turun dan masuk bersama mereka.
“Mas kok kamu ikut turun, sih?”
“Tentu saja aku ikut dengan kalian, ini permintaan Daisy.”
__ADS_1
“Apa?”