Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Penculikan Orang Tersayang


__ADS_3

Ambar baru saja keluar dari toko namun tiba-tiba saat perjalanan pulang ke rumahnya ada orang asing yang langsung membekapnya dari belakang. Ambar berusaha untuk melawan namun tentu saja usahanya itu sia-sia


saja hingga akhirnya Ambar pun dibawa pergi oleh kedua orang tersebut menuju sebuah tempat yang sangat jauh dari kota. Ketika tiba di tempat yang seperti bagunan yang telah tak terpakai itu, Ambar masih tak sadarkan diri dan Ambar baru sadarkan diri beberapa jam kemudian saat sadar, ia terkejut mendapati dirinya diikat tangan dan kakinya di sebuah kursi dan tidak lama kemudian ada dua orang yang tadi menculiknya muncul di pintu.


“Siapa kalian? Kenapa aku ada di sini?”


“Kamu tidak perlu tahu siapa kami, yang jelas kamu akan menderita di tempat ini!”


Ambar terkejut dengan ucapan orang tersebut, ia berusaha melepaskan diri namun tentu saja usaha Ambar itu sia-sia saja karena ia tidak dapat melarikan diri dari tempat ini. Ambar berusaha berteriak meminta tolong namun tentu saja percuma karena letak tempat ini sangat jauh dari permukiman warga yang sangat tidak mungkin ada orang yang akan mendengar teriakan minta tolong dari Ambar.


“Kenapa kalian menculikku ke sini? Apa salahku?!”


“Kamu tidak salah apa pun di sini, hanya saja kami diperintahkan oleh seseorang untuk membawamu ke sini dan memberikanmu pelajaran.”


Selang beberapa jam akhirnya orang yang menyuruh kedua orang ini menculik Ambar pun muncul juga, Ambar sama sekali tidak terkejut dengan kedatangan orang ini karena sebenarnya Ambar sudah menaruh curiga bahwa


memang dia adalah dalang di balik semua ini.


“Kerja yang bagus.”


“Nyonya pasti akan melakukan seperti apa yang sudah Nyonya janjikan pada kami, kan?”


“Tentu saja, aku pasti akan menepati janjiku.”


Kedua orang yang menculik Ambar nampak kegirangan namun tidak dengan Ambar, Ambar nampak berusaha melepaskan diri dari tempat ini namun usahanya sia-sia saja.


“Percuma saja kamu ingin melepaskan diri, Ambar. Tidak akan ada seorang pun yang akan menolongmu.”


****


Warsinih khawtir bukan main karena Ambar tidak juga kembali hingga pagi ini, ia berusaha mencoba menghubungi nomor Ambar terus menerus namun hasilnya tetap saja nomor Ambar tidak aktif hingga Warsinih pun ingin melaporkan kasus kehilangan Ambar jika dalam waktu 24 jam Ambar belum juga kembali ke rumah.


“Ya Allah, di mana sebenarnya Ambar saat ini?”


Sakti datang ke rumah Warsinih untuk mencari Ambar karena tadi ketika di toko, ia tidak mendapati Ambar dan Warsinih pun bercerita pada Sakti bahwa sejak semalam Ambar tidak pulang ke rumah. Sakti pun terkejut,


ia khawatir kalau sesuatu hal yang buruk terjadi pada Ambar, Sakti meminta Warsinih untuk tidak panik karena ia akan mencari di mana keberadaan Ambar saat ini.

__ADS_1


“Terima kasih Sakti, kalau kamu sudah bertemu dengan Ambar, tolong segera bawa dia pulang, ya?”


“Tentu saja Bu, aku pasti akan segera membawa Ambar pulang ke rumah setelah aku menemukannya.”


Maka Sakti pun segera masuk kembali ke dalam mobilnya untuk mencari Ambar, Warsinih nampak gelisah bukan main hingga akhirnya ia memikirkan sesuatu yang mungkin saja dia adalah orang yang bertanggung jawab atas hilangnya Ambar saat ini.


“Apakah mungkin dia pelakunya?” lirih Warsinih yang masih belum sepenuhnya yakin.


****


Kabar bahwa Ambar menghilang sampai juga ke telinga Regan, pria itu nampak khawatir dengan keadaan Ambar saat ini dan ia menduga bahwa hilangnya Ambar ada sangkut pautnya dengan sang mama mengingat sang mama


mengatakan ketidak sukaannya perihal Regan yang ingin kembali pada Ambar padahal mereka berdua sudah berpisah.


“Apakah mama dalang di balik semua ini?”


Regan mencoba menghubungi mamanya dan untungnya saja Helga langsung menjawab telepon darinya dan Regan tentu saja tak mau membuang waktu dan langsung menanyakan di mana Helga sekarang.


“Kenapa kamu ingin tahu di mana Mama sekarang?”


“Baiklah, kalau memang kamu ingin bicara dengan Mama, Mama akan memberikan alamatnya di mana.”


Tidak lama kemudian Regan mendapatkan pesan dari Helga yang mana di sana Helga bersedia bertemu dengannya, tanpa membuang waktu Regan langsung pergi menuju alamat yang ditulis oleh Helga lewat pesan singkat tersebut. Rupanya tempat janjian mereka bertemu itu adalah sebuah café dan ketika Regan tiba di tempat itu nampak sang mama telah tiba terlebih dahulu dan menanti kedatangannya di salah satu sudut café.


“Kenapa kamu meminta bertemu dengan Mama?” tanya Helga saat Regan duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


“Ma, apakah Mama sudah mendengar kabar bahwa Ambar menghilang?”


****


Helga sama sekali tidak terkejut dengan berita soal Ambar menghilang, Regan tentu saja jadi semakin curiga, ia sangat yakin kalau sebenarnya sang mama tahu sesuatu mengenai di mana Ambar saat ini berada.


“Ma, apakah Mama tidak mau jujur padaku?”


“Apa yang sedang kamu bicarakan ini, Regan?”


“Katakan padaku, Mama tahu kan di mana Ambar berada.”

__ADS_1


“Mama tidak tahu di mana Ambar berada, kenapa kamu malah menanyakan wanita itu pada Mama?”


Jawaban dari Helga sungguh tidak membuat Regan puas, Regan sangat yakin kalau mamanya pasti sangat tahu di mana Ambar berada mengingat mamanya sangat membenci Ambar dan sangat tidak setuju kalau Regan kembali pada wanita itu.


“Aku tahu kalau Mama saat ini sedang mencoba menyembunyikan sesuatu dariku, alangkah baiknya Mama segera mengatakan yang sejujurnya padaku.”


Helga nampak tertawa mendengar ucapan Regan barusan, Helga mengatakan bahwa Regan sudah salah dalam menuduh dirinya karena Helga sama sekali tidak tahu apa pun soal Ambar.


“Dari pada kamu menemui Mama dan menanyakan soal di mana Ambar, lebih baik fokus saja pada pernikahanmu dengan Sandrina, Regan.”


“Bagaimana kalau aku mengatakan menolak menikah dengan Sandrina?”


“Regan, jangan buat Mama marah saat ini.”


“Aku serius, aku akan membatalkan pernikahan dengan Sandrina kalau Mama tidak mau mengatakan yang sejujurnya padaku.”


****


Regan datang ke tempat di mana Ambar diculik, ia datang untuk menyelamatkan Ambar di sana setelah dapat membuat kesepakatan dengan sang mama yang akhirnya bersedia membebaskan Ambar selagi Regan mau


menikah dengan Sandrina. Ambar terkejut ketika dirinya dibebaskan oleh Regan dan Regan meminta maaf atas perbuatan mamanya.


“Mas, kamu ….”


“Aku sudah tahu semuanya Ambar, maafkan aku.”


Ambar mengatakan bahwa Regan tak perlu meminta maaf akan hal ini, Regan pun mengantarkan Ambar untuk pulang ke rumah dan ketika mereka tiba di rumah, Warsinih langsung marah karena menganggap bahwa Regan


yang sudah menyembunyikan Ambar semalaman.


“Apa yang sudah kamu lakukan pada putriku semalaman?!”


“Bu, jangan marahi Mas Regan, dia tidak salah soal ini.”


“Kenapa kamu masih membelanya, Nak?!”


“Karena dia memang tidak salah apa pun, Bu. Dia yang menyelamatkanku.”

__ADS_1


__ADS_2