Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Datang Tanpa Bukti


__ADS_3

Sintia nampak terkejut dengan ucapan Regan barusan yang mana Regan baru saja mengakui kalau dirinya adalah dalang di balik penculikan Sakti. Sintia pun kemudian mencoba mencari tahu yang sebenarnya kembali apakah memang Regan serius ketika mengatakan barusan bahwa dirinya memang dalang di balik penculikan Sakti dan Regan mengatakan bahwa ia memang melakukannya karena membenci Sakti.


“Aku tidak pernah rela jika ada pria lain yang mendekati Ambar, aku akan melakukan apa pun untuk menghancurkan pria yang sudah merebut Ambar dariku.”


“Apakah kamu tidak sadar dengan posisimu? Kamu dan Ambar sudah berpisah, Mas. Biarkan Ambar memilih Sakti sebagai suaminya.”


“Apa katamu? Aku disuruh untuk berbesar hati menerima kebahagiaan Ambar dengan pria lain? Kamu pasti sudah tidak waras, Sintia.”


Sintia kemudian mengatakan bahwa ia harus pergi saat ini namun Regan malah menahannya yang mana tentu saja membuat Sintia terkejut, Regan meminta Sintia untuk jangan pergi dulu namun Sintia mengatakan bahwa saat ini dirinya memiliki urusan penting yang tidak dapat ditinggalkan.


“Aku tahu kalau kamu sedang buru-buru oleh sebab itu berikan ponselmu dulu sekarang juga.”


“Untuk apa aku harus memberikan ponselku? Apa yang akan Mas lakukan pada ponselku?”


“Jangan banyak tanya, berikan saja ponselmu!”


Regan nampak merampas ponsel Sintia secra paksa yang mana tentu saja hal tersebut membuat Sintia terkejut karena rupanya Regan mengetahui rencananya untuk merekam semua pembicaraan mereka barusan dan kemudian setelah Regan menghapus semuanya maka ia memberikan kembali ponsel itu pada Sintia.


“Bagaimana bisa kamu ingin menusukku dari belakang seperti ini, Sintia? Bukankah aku sudah memberikan informasi apa yang kamu perlukan barusan.”


“Namun sekarang aku juga sudah tak memiliki bukti lagi kalau memang kamu mengaku sebagai dalang di balik penculikan Sakti.”


“Ingat Sintia, jangan sampai ada orang lain yang tahu mengenai hal ini kecuali aku dan kamu saja. Kalau kamu masih nekat buka suara maka kamu akan tahu akibatnya.”


****


Sintia langsung menemui Ambar dan mengatakan sesuatu pada wanita itu, Sintia menceritakan semua yang sudah diceritakan oleh Regan mengenai pengakuan pria itu bahwa memang dirinya adalah dalang di balik penculikan Sakti. Ambar sebenarnya sudah menduga bahwa mantan suaminya itu akan berbuat nekat namun ia tidak tahu kalau Regan akan melakukan hal ini juga, Sintia mengatakan bahwa sebaiknya Ambar jangan menemui Regan karena ia khawatir dengan keselamatan Ambar namun Ambar mengatakan ia harus menemui Regan supaya tahu di mana lokasi Sakti berada.


“Itu terlalu berbahaya Ambar, nanti kamu kenapa-kenapa.”


“Tidak bisa Sintia, aku harus pergi menemui mas Regan sekarang juga.”

__ADS_1


Ambar kemudian menelpon Regan untuk mencari tahu di mana pria itu sekarang, Regan segera menjawab telepon Ambar dan memberitahu di mana ia sekarang, Ambar pun tanpa membuang waktu lagi segera menuju lokasi di mana Regan berada.


“Kamu yakin akan pergi menemui mas Regan sekarang, Ambar?”


“Iya Sintia, aku harus menemuinya untuk tahu di mana Sakti berada.”


“Kalau begitu, aku akan ikut denganmu.”


“Tidak perlu, aku dapat pergi sendiri, kamu pulang saja.”


Ambar segera pergi meninggalkan Sintia dan kemudian setelah Ambar pergi kini Sintia mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


“Halo Tante, aku memiliki informasi penting untukmu.”


“Informasi apa yang kamu dapatkan?”


****


“Katakan di mana Mas Regan menyembunyikan Sakti.”


“Kenapa aku harus mau mengatakan itu padamu, Ambar.”


“Mas, tolong jangan seperti ini, jangan menyakiti Sakti.”


“Ucapanmu yang begitu peduli pada Sakti membuatku iri, Ambar.”


Ambar mengatakan pada Regan bahwa hubungan mereka sudah berakhir dan ia meminta Regan untuk mulai move on dan tidak memaksakan kehendaknya lagi namun ucapan Ambar barusan rupanya memancing amarah Regan. Regan sama sekali tidak terima dengan ucapan Ambar barusan dan mengatakan bahwa bagaimanapun juga harus dirinyalah yang bersanding dengan Ambar dan bukannya pria lain.


“Mas sampai kapan kamu selalu menolak ini? Kita sudah berakhir dan tolong setelah ini jangan pernah ganggu aku lagi.”


Sontak saja Regan menarik bahu Ambar dan mengatakan bahwa sampai kapan pun ia tidak akan pernah dapat menerima semua itu, Ambar harus menjadi miliknya.

__ADS_1


“Kalau aku tidak bisa mendapatkanmu maka tidak ada orang lain yang boleh mendapatkanmu!”


****


Ambar sangat takut saat ini karena Regan seperti hendak melakukan hal yang buruk padanya namun untungnya saja tidak lama kemudian sosok Helga muncul bersama orang suruhannya yang mana orang suruhan Helga langsung menarik Regan untuk menjauh darinya.


“Apa-apaan ini? Kenapa Mama datang ke sini?”


“Seharusnya Mama yang bertanya padamu kenapa kamu membuat Mama malu dengan tindakanmu ini, Regan?”


“Mama tahu dari mana apa yang aku lakukan?”


“Kamu tidak perlu tahu dari mana Mama tahu, sudah bawa dia pergi dari sini.”


“Baik Nyonya.”


Regan dibawa paksa masuk ke dalam mobil orang suruhan Helga sementara yang lain membawa mobil Regan, Helga sendiri sama sekali tidak melirik ke arah Ambar dan membiarkan Ambar yang masih shock berdiri di taman yang sepi ini. Ambar sendiri nampak berusaha meredakan shock yang ia alami akibat hal buruk yang baru saja hendak terjadi jika memang Helga tidak datang tepat waktu.


“Syukurlah kalau tadi nyonya Helga tidak datang, maka bisa-bisa mas Regan melakukan hal yang buruk padaku.”


Ambar pun kemudian memutuskan pulang ke rumahnya namun di tengah perjalanan ia mendapatkan telepon dari Sintia yang mana Sintia mengabarkan bahwa Sakti sudah ditemukan dan Sakti kini tengah dibawa ke rumah sakit akibat luka yang diderita oleh pria ini.


****


Ambar berlari di koridor rumah sakit menuju ruang inap di mana Sakti dirawat, ketika ia tiba nampak Sintia dan Valdo yang tengah menunggui pria itu yang masih belum siuman. Ambar sendiri nampak tidak dapat menahan air matanya saat ini, ia langsung menangis sambil memeluk Sakti yang masih belum siuman.


“Tadi kami mendapatkan telepon dari pihak rumah sakit bahwa tadi polisi membawa Sakti ke sini setelah ia diselamatkan dari sebuah gudang tak terpakai yang jauh dari pusat kota,” terang Valdo.


“Syukurlah, aku benar-benar khawatir dengan keadaan Sakti, terima kasih karena kalian segera datang ke sini,” ujar Ambar.


Diam-diam ada seseorang yang memerhatikan dari luar ruangan inap Sakti namun ia tidak berani masuk ke dalam, ketika Sintia menoleh buru-buru orang itu melarikan diri.

__ADS_1


__ADS_2