Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Pertanyaan Sang Suami


__ADS_3

Di tempat ini Valdo nampak melihat Sintia menemui seseorang yang tidak lain adalah Helga, tentu saja Valdo penasaran dengan siapa Helga karena sebelumnya Valdo tidak pernah melihat seperti apa sosok Helga itu. Valdo benar-benar penasaran dengan apa saja yang Helga dan Sintia bicarakan ini namun karena Valdo duduk terlalu jauh dari tempat mereka duduk maka pria itu tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang sebenarnya tengah mereka berdua bicarakan saat ini. Sementara itu di sisi lain nampak Sintia dan Helga tengah membicarakan mengenai rencana Sintia ini yang membuat Helga gemas setengah mati.


“Aku benar-benar sudah tidak dapat menahan diriku lagi, Sintia. Sampai kapan semua ini harus terjadi?”


“Tante, aku mohon tolong percayalah padaku karena sebentar lagi rencana baru akan dimulai.”


“Apakah kamu yakin kalau rencana ini akan berhasil?”


“Tentu saja Tante, aku sangat yakin sekali kalau rencana ini akan berhasil. Tolong Tante percaya padaku.”


Helga lagi-lagi menghembuskan napasnya, ia berusaha untuk sabar dan percaya dengan rencana Sintia walaupun sebenarnya Helga sudah sangat gemas dan ingin sekali langsung turun tangan dalam masalah ini.


“Baiklah, aku akan percaya padamu namun jangan buat aku kecewa.”


Setelah mengatakan itu Helga langsung pergi begitu saja dan Sintia nampak percaya diri bahwa semua rencana yang telah ia susun itu akan berjalan seperti semestinya.


“Tante tak perlu khawatir karena aku yakin semua rencanaku akan berjalan dengan baik.”


Sintia pun kemudian pergi dari tempat ini dan Valdo nampak masih mengikuti ke mana perginya Sintia saat ini yang mana rupanya Sintia pergi ke rumah keluarga Ambar untuk menemui Ambar.


“Sepertinya tidak ada yang aneh saat ini di sini, hanya saja aku harus mencari tahu sebenarnya siapa wanita yang ditemui oleh Sintia tadi.”


Valdo pun kemudian melajukan mobilnya pergi dari rumah Ambar sebelum keberadaannya diketahui oleh Sintia maupun Ambar.


****


Sementara itu Ambar sendiri nampak terkejut dengan kedatangan Sintia, ia bertanya kenapa Sintia datang dan tentu saja Sintia mengatakan kalau ia datang karena ingin bertemu dengan Ambar dan ingin memastikan bagaimana kondisi Sakti setelah ia diizinkan pulang dari rumah sakit. Ambar pun menceritakan pada Sintia mengenai bagaimana kondisi Sakti saat ini dan Ambar juga mengizinkan Sintia untuk menjenguk Sakti di dalam rumah, hubungan Sintia dan Warsinih sendiri masih belum sepenuhnya pulih karena ibunya Ambar itu belum sepenuhnya percaya bahwa Sintia berubah namun Sintia sama sekali tidak mau terlalu ambil pusing.


“Kamu hanya sendirian?” tanya Sakti saat Sintia datang.


“Iya, Valdo ada urusan maka sebab itu aku datang sendiri,” jawab Sintia.


Setelah dari rumah Ambar menjenguk Sakti, maka Sintia pun pamit pulang ke apartemen yang ia huni bersama Valdo. Ketika tiba di apartemen itu rupanya Valdo sudah pulang dan menunggunya di sofa. Sintia nampak menyapa suaminya itu dan Valdo berusaha untuk bersikap biasa saja, Valdo bertanya dari mana saja Sintia barusan/

__ADS_1


“Aku habis menemui Ambar, aku penasaran bagaimana kondisi Sakti saat ini.”


“Lalu bagaimana kondisi Sakti saat ini?”


“Kondisinya sudah membaik.”


“Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya.”


Sintia kemudian masuk ke dalam kamar untuk mandi dan berganti pakaian sementara Valdo terdiam dan ia bingung apakah ia harus menanyakan langsung pada Sintia mengenai apa yang tadi ia lihat di tempat itu atau tidak.


****


Sintia merasa kalau ada sesuatu hal yang terlihat aneh dengan Valdo, suaminya itu seperti hendak mengatakan sesuatu padanya namun ia tahan-tahan. Sintia pun kemudian mendesak Valdo untuk mengatakan yang sebenarnya apa gerangan yang membuatnya begini. Valdo tentu saja terkejut dengan ucapan Sintia barusan namun ia masih mengelak dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja.


“Kamu pasti ingin mengatakan sesuatu padaku kan?”


“Aku tidak ingin mengatakan sesuatu padamu.”


Valdo nampak terdiam dan ia tidak berani menatap wajah Sintia yang mana tentu saja Sintia makin yakin kalau sebenarnya ada sesuatu yang terjadi Valdo dan apa yang terjadi Valdo saat ini sangat membuat Sintia penasaran.


“Kalau memang ada sesuatu yang hendak kamu ceritakan maka ceritakan saja padaku.”


Valdo kemudian menghela napasnya panjang, Valdo memberanikan diri menatap Sintia yang kini tengah menatapnya dengan tatapan lembut. Valdo menghela napasnya sebelum mengatakan apa yang mengganggu pikirannya saat ini.


“Baiklah kalau begitu, aku akan jujur padamu kalau sebenarnya aku mengikutimu.”


“Apa maksudmu kalau kamu mengikutiku?”


Valdo pun kemudian menceritakan apa yang ia lakukan seharian ini dan kejujuran Valdo membuat Sintia terkejut bukan main.


“Untuk apa kamu melakukan semua itu?”


****

__ADS_1


Daisy tengah berada di rumah Helga, di sana cucunya itu merengek meminta Helga mengantarkannya menemui Ambar karena ia rindu mamanya namun tentu saja Helga tidak setuju kalau Daisy ingin pergi menemui Ambar yang mana tentu saja karena penolakan yang Helga berikan membuat Daisy sedih. Tidak lama kemudian Fadi muncul dan bertanya pada cucunya apa yang terjadi dan Daisy pun kemudian menceritakan semuanya pada Fadi dan tentu saja Helga tidak dapat mengelak lagi ketika cucunya berterus terang pada sang suami.


“Kalau nenekmu tidak mau mengantar, biar Kakek saja yang mengantar.”


“Asyik.”


Namun ucapan Fadi itu nyatanya membuat Helga keberatan, ia nampak tidak suka kalau Fadi mengantarkan cucunya menemui Ambar namun Fadi nampak tak memedulikan itu. Fadi mengatakan bahwa Helga sama sekali tidak berhak membatasi atau melarang Daisy bertemu dengan ibu kandungnya.


“Apa pun yang terjadi dia tetaplah anaknya Ambar dan kamu tidak berhak untuk memisahkan mereka, Helga.”


Ucapan suaminya barusan membuat Helga benar-benar kesal, ia sudah sangat gemas sekali karena walaupun Ambar dan Regan sudah berpisah namun wanita itu masih saja mendapatkan simpati dari Regan dan suaminya. Tentu saja Helga tidak dapat untuk tinggal diam dan membiarkan semua ini terjadi.


“Ayo sayang, Kakek akan mengantarmu ke rumah mama.”


“Asyik, ayo Kakek.”


****


Sintia nampak penasaran dengan motif Valdo kenapa mengikutinya dan Valdo mengatakan bahwa ia merasa ragu kalau Sintia terpaksa menikah dengannya dan kemudian ia akhirnya memilih berselingkuh diam-diam di belakangnya. Sintia nampak terkejut dengan pengakuan Valdo barusan dan ia bertanya dari mana sumber pemikiran seperti itu dan Valdo pun menjawab Sakti yang memberitahu semua itu.


“Sakti yang memberitahumu?”


“Iya, dia hanya memberikan saran saja.”


“Dan apakah kamu melihat aku menemui pria lain barusan?”


“Tidak, aku tidak melihatnya.”


“Kamu tahu itu, jadi tolong jangan percaya dengan ucapan orang lain di luar sana.”


Sintia kemudian memeluk Valdo dengan harapan membuat suaminya itu luluh dan kemudian tidak lama Valdo melerai pelukan mereka dan mengatakan sesuatu padanya.


“Siapa wanita yang kamu temui di café tadi?”

__ADS_1


__ADS_2