
Sakti yang menerima telepon Valdo dan pria itu mengajaknya untuk bertemu tentu saja tidaklah menolak karena Sakti sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya hendak Valdo bicarakan dengannya kini. Kalau ia mendengar dari nada bicara Valdo barusan sepertinya ada sesuatu hal yang serius hendak dibicarakan oleh temannya itu. Ketika Sakti tiba di tempat yang mana ia dan Valdo sudah sepakati untuk bertemu, Valdo sudah terlebih dahulu tiba dan tengah menantinya.
“Akhirnya kamu datang juga.”
“Apa yang sebenarnya kamu hendak katakan padaku?”
“Baiklah, aku tidak akan basa-basi lagi, apakah kamu dan Sintia sebenarnya memiliki hubungan khusus?”
Sakti terbelalak dengan pertanyaan yang Valdo tanyakan barusan, tentu saja Sakti membantah itu dan ia mencoba untuk memberitahu Valdo yang sebenarnya. Sakti mengatakan bahwa dirinya dan Sintia sama sekali tidak ada rasa dan oleh sebab itu semuanya hanya salah paham belaka. Sakti berusaha membuat Valdo memercayainya dan Valdo nampak masih belum memercayainya seratus persen walaupun sejak tadi ia tidak mengatakan apa pun.
“Kalau memang begitu kenapa kamu dan Sintia merancang rencana itu?”
“Apa maksudmu?”
Valdo pun menceritakan apa yang terjadi antara Sintia dan Sakti ketika mereka menyusun rencana untuk membuat Ambar mau menikah dengan Sakti. Sakti menjelaskan bahwa semua ini adalah rencana Sintia, dia yang mengarang cerita dan membantunya, Sakti benar-benar menyesal karena sudah menggunakan rencana tersebut.
“Kalau begitu sebenarnya kalian memang memiliki hubungan khusus kan sejak dulu kala?”
“Valdo, percayalah padaku bahwa aku dan istrimu sama sekali tidak seperti yang kamu bayangkan.”
Valdo kemudian pergi begitu saja meninggalkan Sakti walaupun Sakti sudah berusaha untuk memanggil Valdo dan menyelesaikan pembicaraan ini namun sepertinya Valdo masih belum dapat mendengarkannya dan berpikir dengan jernih hingga Valdo dapat bersikap seperti tadi.
“Tidak apa Sakti nanti kamu akan bicara dengan dia.”
Sakti kini mencoba menghubungi Sintia namun ponsel wanita itu tidaklah aktif, Sakti memutuskan untuk pulang saja ke rumah karena tidak mau membuat Ambar menunggu.
__ADS_1
****
Keesokan harinya Sakti mencoba mengatakan pada Ambar untuk mereka dapat pindah ke rumah kontrakannya namun Ambar mengatakan bahwa ia masih mau tinggal di sini bersama keluarganya. Sakti tahu bahwa ketika Ambar mengatakan hal seperti itu pasti ada sesuatu hal yang tidak beres dengannya.
“Aku tahu kalau kamu masih marah padaku, Ambar.”
“Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak marah padamu, Sakti.”
“Baiklah, aku mengakui semuanya bahwa apa yang dikatakan oleh mantan suamimu itu benar, aku dan Sintia melakukan semua itu supaya kamu mau menikah denganku, aku melakukannya karena aku mencintaimu.”
“Kalau memang seperti itu kenapa kamu harus menggunakan cara seperti itu? Kamu tahu betapa hancur dan kecewanya aku ketika tahu kamu masuk rumah sakit jiwa dan hancur secara mental setelah aku menolakmu? Bahkan Sintia mengatakan kalau kamu nyaris bunuh diri namun sekarang saat ini aku mendapatkan fakta yang sangat berbeda dari apa yang selama ini aku percayai.”
“Aku minta maaf Ambar.”
Ambar mengatakan bahwa ia butuh waktu untuk merenungkan semua ini sendiri dan isyarat yang Ambar berikan itu seperti sebuah alarm bahaya untuk rumah tangga mereka, Sakti tentu saja tidak mau rumah tangga yang bahkan belum genap satu bulan ia bina ini akan karam begitu saja.
****
Nyatanya bukan hanya Ambar yang mendengar cerita dari Sakti barusan namun kedua orang tua dan adik Ambar pun ikut mendengarnya. Warsinih begitu terkejut dan sedih dengan sandiwara yang dilakukan oleh Sakti dan Sintia, ia tidak bisa tinggal diam begitu saja dan Danu pun juga sebenarnya ingin langsung bicara dengan menantunya mengenai kejujuran yang baru saja dilakukan oleh Sakti. Sakti ketika keluar kamar langsung digiring oleh orang tua Ambar menuju ruang tengah, di sana Warsinih dan Danu bergantian untuk menanyakan apa motif Sakti menipu mereka seperti ini.
“Aku tidak bermaksud untuk menipu kalian, aku melakukan semua ini karena aku mencintai Ambar.”
“Kalau kamu memang mencintai Ambar dan Ambar tidak mau menerimamu, bukankah harusnya kamu menyerah dan bukannya malah memanipulasi perasaannya begini,” ujar Danu.
“Aku minta maaf, aku melakukan ini karena aku tidak mau Ambar kembali pada mantan suaminya,” jawab Sakti sedih.
__ADS_1
Namun Warsinih dan Danu tetap tidak dapat untuk menerima alasan yang dikemukakan oleh Sakti ini begitu pula adiknya Ambar yaitu Farah, adik Ambar itu bahkan meminta Sakti untuk meninggalkan Ambar saja namun Sakti tidak dapat melakukannya.
“Tidak, aku tidak bisa meninggalkan Ambar, aku terlalu mencintainya.”
****
Sintia datang ke rumah keluarga Ambar dan menemukan suasana yang berbeda dari biasanya, ia melihat Sakti tengah menangis dan memohon pada kedua orang tua Ambar yang mana tentu saja membuat Sintia penasaran. Warsinih dan Farah yang melihat Sintia datang langsung memanggilnya masuk, sebelumnya Sintia tidak tahu apa-apa namun akhirnya ia tahu juga apa yang sebenarnya terjadi ini.
“Semua ini salahnya, dia yang meracuni pikiranku supaya mau memainkan skenarionya,” tuduh Sakti yang mana tentu saja Sintia tidak terima dengan tuduhan Sakti.
“Kamu bahkan harusnya berterima kasih padaku karena sekarang kamu dan Ambar sudah menikah dan bukannya malah menyalahkanku begini, Sakti.”
“Namun nyatanya saat aku mengikuti skenariomu justru banyak hal buruk yang terjadi padaku.”
“Jangan salahkan aku, kalau memang sejak awal kamu tidak mau kamu dapat dengan tegas menolaknya namun justru malah sebaliknya.”
Warsinih meminta kedua orang ini untuk tidak berdebat, tidak lama kemudian Ambar keluar kamar dan mengatakan bahwa ia ingin sendirian malam ini dan ia mohon untuk Sakti jangan kembali ke sini dulu bahkan kalau memang Sakti mau tidur di rumah kontrakannya sendiri pun Ambar tidak masalah, tetapi ini menjadi masalah bagi Sakti. Sakti tidak mau kalau ia hanya pergi sendiri apalagi sepertinya Ambar sangat kecewa padanya setelah kenyataan pahit ini.
****
Akhirnya Sakti pun tidak memiliki pilihan lain, ia pergi ke rumah kontrakannya dan Sintia diam-diam mengikutinya dan tentu saja tindakan Sintia yang diam-diam mengikuti Sakti diketahui olehnya. Sakti pun marah pada Sintia karena ia menganggap bahwa semua ini adalah salahnya bahkan Sakti mengatakan pada Sintia hubungan pertemanannya dengan Valdo nyaris hancur karena temannya itu menduga di antara mereka memang ada hubungan khusus.
“Sakti, aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”
“Aku tidak sudi mendengarkanmu lagi, pergi dari sini sekarang juga.”
__ADS_1
Namun Sintia menolak dan justru malah membawa Sakti masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu sementara setelah itu Sintia mendorong Sakti hingga rebah di atas sofa dan posisi wajah mereka sangat dekat sekali.
“Apa yang hendak kamu lakukan hmpph?”