Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Awas Saja Kamu


__ADS_3

Helga tanpa mengatakan apa pun langsung menampar wajah Ambar yang tentu saja membuat Warsinih tidak dapat menerima ini, ia marah pada besannya yang langsung menampar wajah Ambar seperti apa yang barusan


dilakukannya sementara itu Helga mengatakan pada besannya itu bahwa memang Ambar pantas untuk mendapatkan semua ini.


“Putrimu ini memang pantas mendapatkannya, dia hanya menjadi benalu dalam rumah tangga anakku selama ini.”


“Berani sekali kamu mengatakan itu pada putriku, anakku bukan benalu!”


“Lalu apa kalau bukan benalu? Dia sengaja menggoda putraku untuk menikahinya kemudian setelah menikah ia ingin membuat anakku jatuh miskin karena terus menerus dipaksa bekerja namun uang hasil pekerjaannya


selama ini dibuat untuk menghidupi keluarga kalian yang miskin!”


Ucapan Helga tersebut benar-benar tidak dapat ditoleransi oleh Warsinih, ia tidak rela jika wanita ini mengatakan sesuatu hal yang sama sekali tidak benar, Warsinih mengatakan pada Helga bahwa ia tidak meminta satu sen pun pada Ambar namun Ambarlah yang selalu mengirimkan uang bulanan untuknya.


“Jangan percaya dia, Ma. Ambar apa yang Mama katakan itu semua benar, lagi pula dia yang sengaja menahanku untuk tidak bercerai supaya keluarganya bisa tetap hidup berkecukupan,” ujar Regan yang membuat Ambar dan Warsinih terkejut.


Sontak saja Ambar angkat bicara karena tidak terima kalau dirinya justru dipersalahkan oleh suaminya, Ambar mengatakan bahwa semua yang Regan katakan itu tidaklah benar namun tentu saja Helga lebih percaya pada


putranya.


“Kamu ternyata benar-benar iblis sekali, kamu menggunakan keluguanmu untuk menipu putraku namun kamu ternyata tidak lebih dari benalu menjijikan yang selama ini menggerogoti keluarga kami!”


“Ma, jangan percaya pada ucapan mas Regan, apa yang dia katakan semuanya tidaklah benar.”


“Dan apakah kamu pikir aku akan memercayai apa yang kamu katakan?! Tentu saja tidak!”


“Kalau begitu biarkan Ambar dan Regan bercerai, aku tidak mau kalau putriku terus menerus sakit hati akibat perbuatan anakmu yang menjijikan itu,” ujar Warsinih.


“Oh tentu saja, aku akan mengurus perceraian mereka berdua,” ujar Helga.


****


Regan berusaha bicara dengan mamanya untuk jangan mengurus perceraian antara dirinya dan Ambar yang mana tentu saja ucapan Regan barusan membuat Helga heran, Helga tidak habis pikir kenapa justru Regan mau memertahankan rumah tangganya dengan wanita menjijikan seperti Ambar.


“Apakah kamu sudah kehilangan akal sehatmu, Nak?”

__ADS_1


“Aku sama sekali tidak seperti itu, Ma. Akan tetapi coba pikirkan kalau aku dan Ambar mudah berpisah seperti ini maka aku yakin dia pasti ingin menuntut banyak harta dari kita dan itu dapat dijadikan alat untuknya menarik simpati orang lain dan membalikan fakta yang sebenarnya.”


“Sepertinya apa yang kamu katakan tadi ada benarnya, lantas apa rencanamu setelah ini?”


“Aku akan membuat Ambar menderita hingga ia tidak mau menuntut apa pun dariku kecuali berpisah dariku saja dengan begitu Ambar dan keluarganya tidak akan besar kepala lagi.”


“Apakah kamu yakin kalau rencanamu itu akan berhasil, Nak?”


“Tentu saja aku yakin, Ma. Aku sangat yakin sekali kalau rencana ini pasti akan sukses.”


Helga hanya dapat menghela napasnya dan berharap bahwa apa yang Regan rencanakan memang akan berjalan dengan baik dan Helga mengatakan bahwa ia percaya pada rencana putranya.


“Tapi kalau dia berbuat macam-macam jangan sungkan bicara pada Mama karena Mama akan langsung memberikan wanita itu dan keluarganya pelajaran.”


****


Warsinih membantu Ambar mengemasi pakaiannya dari dalam lemari, setelah penghinaan yang dilakukan oleh Helga dan Regan membuat Warsinih tidak dapat menoleransi lagi perbuatan ibu dan anak itu yang kompak


ingin menghancurkan citra Ambar. Ambar sendiri tidak melakukan perlawanan, ia sudah cukup muak dengan Regan dan ia tak menyangka bahwa Regan akan melakukan fitnah padanya di depan mertuanya yang membuatnya sakit hati. Regan terkejut menemukan Ambar hendak pergi dari rumah ini dengan Daisy serta Warsinih namun tentu saja Regan menghalangi mereka.


“Mau ke mana kalian?”


“Aku tidak akan membiarkan istri dan anakku pergi dari sini,” ujar Regan.


“Kamu pria tidak tahu malu Regan, bagaimana bisa kamu memfitnah istrimu sendiri dengan mengatakan yang tidak-tidak? Apakah menurutmu Ambar tidak sakit hati?”


“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya pada mamaku, bukankah begitu faktanya?”


“Tentu saja tidak seperti itu, Mas!”


Daisy nampak tidak suka dengan pertengkaran kedua orang tuanya, Regan kemudian berjalan menghampiri Daisy dan memeluk putri kecilnya itu, Warsinih meminta Regan untuk tidak menghalanginya namun Regan bermain licik dengan menggunakan Daisy sebagai tamengnya.


“Sayang, kamu mau kan tetap tinggal di sini bersama Papa?”


****

__ADS_1


Helga tiba di rumah dengan marah, ia tak menyangka bahwa keluarga besannya benar-benar licik sekali dan ia sangat mendukung andai kata Ambar dan Regan segera bercerai karena ia sendiri saja sudah muak dengan keluarga itu. Fadi nampak heran ketika melihat tingkah Helga yang marah-marah ketika tiba di rumah, ia pun bertanya pada wanita itu mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya itu.


“Apakah kamu tahu yang selama ini keluarga besan kita lakukan?”


“Memangnya apa?”


Helga kemudian menceritakan semua kebusukan keluarga Ambar pada suaminya namun Fadi nampak tak memercayai semua yang Helga katakan, sontak saja Helga marah dengan itu, Helga menganggap bahwa suaminya sudah tertipu oleh keluguan Ambar yang sangat palsu dan membuatnya muak.


“Aku yakin bahwa Ambar sama sekali tidak seperti apa yang kamu katakan itu, Helga.”


“Kamu memang sudah dibutakan oleh keluguan wanita menyebalkan itu, andai saja tadi kamu melihatnya secara langsung dengan kedua mata kepalamu sendiri, maka aku yakin bahwa kamu akan membencinya setengah mati


seperti yang tengah aku lakukan ini.”


“Lebih baik jangan bicara saat keaadaan emosi begini apalagi sampai mengambil kesimpulan.”


“Aku marah karena aku tahu kebenarannya, andai saja aku tahu belakangan sudah pasti aku sangat ingin membunuh wanita itu dan keluarganya, mereka hanya menjadi benalu dalam keluarga kita.”


****


Sakti kembali datang ke rumah Ambar untuk menemui wanita itu, ia ingin mengajak Ambar untuk pergi bersamanya menghabiskan waktu di akhir pekan namun ketika ia baru saja turun dari mobil dan hendak masuk, satpam yang berjaga di pagar rumah menahannya dan mengatakan bahwa Sakti tidak boleh masuk ke dalam rumah.


“Memangnya kenapa aku tidak boleh masuk?”


“Ini perintah tuan Regan, mohon anda mengerti.”


Dari luar nampak Sakti melihat Regan mengusir Warsinih keluar dari rumahnya bahkan Regan memanggil satpam untuk mengusir Warsinih dan membuat wanita ini tidak boleh menginjakan kakinya lagi di rumah ini. Satpam


pun kemudian mematuhi perintah Regan dengan menarik Warsinih keluar dengan kasar bahkan sampai mendorong wanita itu ke aspal jalanan yang membuat Sakti membantu Warsinih berdiri.


“Anda baik-baik saja, Bu?”


“Kamu… kamu ….”


“Iya Bu, saya Sakti temannya Ambar, Ibu ingat kan?”

__ADS_1


Sementara itu Regan dari teras rumahnya melihat Sakti dan Warsinih tengah berbincang dan kedua tangannya pun mengepal menatap pria yang ia duga selingkuhan istrinya itu.


“Awas saja kamu, akan kubuat kamu membayar atas semua ini!”


__ADS_2