Ambar Untuk Sakti

Ambar Untuk Sakti
Mantan Mertua Membuat Sengsara


__ADS_3

Ariyani masih tidak dapat menerima kalau anaknya harus masuk rumah sakit karena Ambar bahkan kali inI Sakti masuk rumah sakit lebih parah dari sebelumnya. Ariyani mengatakan bahwa Ambar adalah pembawa sial dalam kehidupan anaknya dan Warsinih tentu saja tidak terima kalau anaknya terus menerus disudutkan padahal Ariyani tidak tahu apa yang sudah Sakti lakukan pada Ambar hingga akhirnya Warsinih pun mengatakan bahwa Sakti sudah berselingkuh dengan Sintia.


“Apakah kamu tahu apa yang sudah anakmu lakukan? Anakmu berselingkuh dengan wanita murahan itu dan membuat anakku sakit hati lagi.”


Ucapan Warsinih barusan tentu saja membuat Ariyani terkejut, ia membantah apa yang dikatakan oleh Warsinih namun Warsinih mengatakan bahwa ia tidak mengarang cerita, harusnya Warsinih yang marah di sini karena putrinya harus menderita untuk kedua kalinya.


“Bu, sudahlah tidak perlu diungkit soal itu.”


“Bagaimana bisa kamu mengatakan itu, Ambar? Sebagai seorang Ibu tidak mungkin aku hanya diam saja membiarkan kamu dikatakan yang bukan-bukan oleh orang ini.”


“Kamu mengatakan ini supaya aku percaya dan kamu sedang memutar balikan fakta bukan? Sayangnya hal tersebut tidak akan pernah berhasil.”


Warsinih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ariyani barusan, Warsinih tentu saja tidak dapat menerima semua itu, Warsinih bahkan berani bersumpah bahwa ia mengatakan yang sebenarnya namun Ariyani tetap saja tidak memercayainya.


“Kalau memang anda tidak memercayai apa yang saya katakan saat ini, silakan saja namun jangan terkejut ketika anda mendengarnya secara langsung dari Sakti nanti.”


Dokter yang menangani Sakti keluar dari IGD dan memberitahukan kalau kondisi Sakti saat ini masih kritis dan ia akan dirawat di ICU dan tentu saja hal tersebut membuat Ariyani sedih bukan main. Ariyani mengatakan bahwa ia akan membawa Sakti ke rumah sakit yang jauh lebih baik dari di sini namun dokter tidak mengizinkannya dan mengatakan nanti kalau Sakti sudah stabil kondisinya barulah dia dapat dipindahkan.


****


Ariyani sudah pergi dari rumah sakit ini dan tersisa Ambar serta keluarganya saja yang menunggu, Warsinih masih tidak dapat menerima ucapan Ariyani yang menuduh Ambar yang tidak-tidak padahal tentu saja putrinya tidak seperti itu. Danu berusaha untuk menenangkan istrinya namun tetap saja sebagai seorang ibu, Warsinih tidak terima ketika putrinya dihina dan dilecehkan begitu oleh besannya.


“Aku benar-benar tidak menyangka akan mengetahui sifat aslinya.”


“Sudahlah, jangan membuat ribut ini rumah sakit.”


Warsinih menghela napasnya berat, ia benar-benar kesal dengan Ariyani namun ia juga kasihan pada Ambar yang sejak tadi tidak mengatakan apa pun dan hanya menangis saja bersama adiknya yang berusaha menenangkannya. Warsinih mengatakan bahwa Ambar sebaiknya pulang saja dan istirahat namun Ambar menolak semua itu.

__ADS_1


“Ayah, Ibu dan Farah saja yang pulang, aku akan tetap di sini.”


Warsinih tentu saja menolak ucapan Ambar barusan, ia melihat Ambar begitu sedih dan tidak baik-baik saja. Mana mungkin Warsinih tega membiarkan Ambar di sini padahal kondisinya begitu tidak baik-baik saja, Danu pun juga akhirnya ikut angkat bicara dan meminta Ambar untuk pulang saja karena memang sepertinya Ambar butuh istirahat namun Ambar menolaknya.


“Tidak, aku tetap akan di sini, aku tidak bisa membiarkan Sakti kenapa-kenapa, semua ini karena salahku.”


“Jangan pernah menyalahkan dirimu, Ambar. Tolong jangan begini.”


“Tapi memang semuanya terjadi karena aku, Bu.”


****


Valdo meminta Sintia berkata jujur mengenai apa yang sebenarnya terjadi di antara dirinya dan Sakti dan Sintia pun dengan gamblang kali ini mengatakan bahwa ia sedang menghancurkan hubungan Ambar dan Sakti. Valdo tentu saja terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Sintia barusan namun Sintia mengatakan bahwa ia hanya menjalankan rencananya dan rencana yang telah ia susun sudah berhasil.


“Sakti dan Ambar sudah berpisah dan kini aku bisa tenang,” seringai wanita itu.


“Apakah kamu mendekati Ambar lagi untuk semua ini? Kamu tidak tulus untuk menjadi teman Ambar lagi?”


“Kenapa kamu membenci mereka? Bukankah mereka memerlakukanmu dengan baik layaknya keluarga? Mereka merawatmu sejak masih kecil, kenapa ketika dewasa kamu justru menghancurkan hidup mereka?”


“Kamu tidak tahu apa pun soal kehidupan masa laluku, Valdo. Kalau kamu tidak tahu apa pun lebih baik diam dan jangan coba bicara.”


Setelah mengatakan itu Sintia pergi meninggalkan Valdo untuk menenangkan dirinya, ketika Sintia pergi itulah ponselnya berdering dan ketika ia melihat ada nama Helga yang tertera di sana.


“Halo Tante?”


“Aku suka sekali rencanamu, sepertinya semua berjalan dengan baik.”

__ADS_1


****


Helga datang ke rumah sakit dan disambut oleh raut wajah tidak suka oleh Warsinih, tentu saja ia tidak suka kalau Helga datang ke rumah sakit ini karena sudah menduga bahwa Helga akan membuat keributan di sini.


“Mau apa anda datang ke sini?”


“Aku datang ke sini untuk menjenguk Sakti namun sepertinya dia belum dapat dijenguk, ya?”


“Lebih baik anda pergi saja dari sini dan jangan membuat keributan.”


Helga nampak tertawa mendengar ucapan Warsinih barusan, Helga mengatakan bahwa ia datang ke sini tanpa ada niat membuat ribut justru malah sekarang Warsinih yang membuat keributan. Ucapan Helga barusan membuat Warsinih naik darah, ia ingin memberikan pelajaran pada Helga namun ditahan oleh Ambar dan suaminya.


“Nyonya lebih baik anda pergi dari sini,” ujar Danu.


“Kalian memang orang-orang tidak berpendidikan yang tidak memiliki etika, tidak seharusnya dulu kalian bisa menjadi besanku,” ujar Helga yang semakin membuat Warsinih geram dengan ucapan wanita ini.


“Lepaskan aku, akan aku berikan pelajaran wanita sombong ini.”


Namun kemudian perawat mengatakan pada Warsinih untuk jangan membuat keributan karena di sini adalah rumah sakit, Warsinih tidak terima ditegur oleh perawat karena dia tidak membuat keributan.


“Bukan saya yang membuat keributan akan tetapi dia yang membuat keributan.”


“Suster juga dapat melihat siapa yang membuat keributan dan siapa yang sejak tadi diam saja.”


****


Suasana semakin tidak kondusif dan tentu saja Helga semakin senang karena umpannya dimakan dengan baik oleh Warsinih yang mana dia membuat keributan di rumah sakit ini dan berujung satpam turun tangan untuk mengusir Warsinih dari rumah sakit ini. Ambar tidak kuasa menahan tangisnya saat ibunya diusir dari rumah sakit ini karena sudah membuat keributan kini hanya Ambar sendirian di depan ruang ICU dan Helga mengatakan bahwa Ambar memang pantas untuk mendapatkan semua ini.

__ADS_1


“Semua takdir buruk akan kembali pada pembawanya dan ini memang hal terbaik yang harus kamu alami, Ambar.”


Setelah mengatakan itu Helga langsung berbalik badan meninggalkan Ambar yang menangis tersedu-sedu sambil terjatuh ke lantai.


__ADS_2