
Ambar tentu saja bahagia jika memang Sakti ingin pindah dari rumah ini dan akhirnya bisa dekat lagi dengan keluarganya namun tentu saja Ambar tak dapat pergi begitu saja dari rumah ini mengingat janjinya pada Ariyani dulu.
“Tidak perlu Sakti, lebih baik kita tetap di sini saja.”
Jawaban yang Ambar katakan barusan tentu saja membuat Sakti heran, Ambar seharusnya senang kalau mereka pergi dari rumah ini karena setelah mereka pergi maka Ambar tak akan lagi tersiksa oleh kelakuan mamanya yang semena-mena pada istrinya ini.
“Apa yang menjadi alasanmu, Ambar? Kenapa kamu menolak?”
“Aku tak mau kalau kamu jauh dari mamamu.”
“Apa katamu? Apakah menurutmu aku akan memercayai alasanmu ini?”
Ambar terdiam mendengar ucapan Sakti barusan yang langsung tak percaya dengan alasan yang baru saja ia katakan, Sakti yakin bahwa Ambar bersikap seperti ini karena ada campur tangan sang mama dan oleh sebab itu Sakti harus bicara dengan mamanya mengenai keinginannya pindah dari rumah ini.
“Aku tahu bahwa semua ini ada sangkut pautnya dengan mamaku, aku akan bicara padanya dan semua akan dapat diselesaikan.”
Ambar tentu saja terkejut dengan apa yang Sakti katakan, bagaimana bisa Sakti mengetahui apa yang ada di dalam pikirannya dan kemudian Sakti langsung menemui Ariyani namun sebelum itu Ambar sudah mencoba untuk menahan Sakti supaya Sakti jangan membicarakan ini dengan Ariyani.
“Memangnya kenapa, Ambar? Bukankah kamu seharusnya bahagia kalau aku tahu bahwa sumber masalahnya ada pada mamaku?”
“Tidak Sakti, tolong jangan lakukan ini.”
Sakti berusaha meyakinkan Ambar bahwa apa yang menjadi keputusannya ini sudah bulat dan Ambar tak perlu merisaukan mengenai mamanya. Sakti pun kemudian melanjutkan langkah kakinya untuk bertemu sang mama yang mana tentu saja hal tersebut tak dapat untuk Ambar hentikan.
“Bagaimana ini? Aku tak dapat menghentikannya untuk bicara pada mamanya.”
Sakti berjalan menemui sang mama yang nampak sedang duduk di sofa ruang tengah dan sontak saja Ariyani menatap putranya.
****
Sakti mengatakan pada sang mama bahwa ia dan Ambar ingin pindah dari rumah ini, Ariyani tentu saja terkejut dengan apa yang Sakti katakan barusan, Ariyani menduga bahwa Ambar sudah memegaruhi anaknya untuk mau pindah dari rumah ini.
__ADS_1
“Kenapa memangnya kamu ingin pindah dari rumah ini, Nak?”
“Karena aku tak mau istriku menderita ketika tinggal di sini.”
“Apa maksudmu istrimu menderita selama tinggal di sini? Ia diperlakukan dengan baik selama tinggal di sini.”
Sakti menggelengkan kepalanya, Sakti mengatakan bahwa ia tahu apa yang selama ini mamanya lakukan pada Ambar dan keluarganya, selain itu juga Sakti mengatakan bahwa ia akan tetap mencari bukti bahwa mamanya adalah dalang di balik meninggalnya Warsinih.
“Apakah Ambar yang sudah mengatakan berita bohong ini padamu? Wanita itu memang harus aku berikan pelajaran.”
“Ambar sama sekali tidak mengatakan apa pun padaku namun aku tahu semuanya, Ma. Berhentilah untuk menyalahkan Ambar.”
“Sakti, bagaimana bisa Mama diam saja? Kamu sudah dipengaruhi sedemikian rupa oleh wanita itu.”
“Pokoknya Mama jangan mengkhawatirkanku, aku bisa menjaga diriku baik-baik.”
Setelah mengatakan itu Sakti langsung pergi meninggalkan mamanya, Ariyani sudah mencoba untuk memanggil Sakti namun Sakti tak menggubris dirinya.
“Ambar, wanita itu memang benar-benar membuat kesabaranku habis.”
****
“Kenapa kamu tak mau mengemasi semua pakaianmu, Ambar? Kita akan segera pergi dari rumah ini, apakah kamu tak bahagia?”
“Kalau kita pergi dari rumah ini maka sepertinya mamamu akan sedih karena ditinggalkan olehmu.”
Sakti menggelengkan kepalanya dan mengatakan bahwa ia tak mau kalau Ambar menderita lebih lama di rumah ini, Ambar mengatakan kalau ia sama sekali tidak menderita selama tinggal di sini namun Sakti tahu bahwa Ambar hanya berpura-pura saja mengatakan hal tersebut.
“Kamu tak pandai dalam menyembunyikan sesuatu, Ambar. Tidak apa untuk mengatakan hal yang sejujurnya padaku.”
Ambar terdiam mendengar ucapan Sakti barusan, Sakti mengatakan bahwa ia ingin Ambar bahagia dan oleh sebab itu maka ia memilih jalan ini.
__ADS_1
“Jangan khawatirkan soal mama, aku akan mengurus soal keluargaku.”
Ambar kemudian melakukan seperti apa yang Sakti perintahkan yaitu mengemasi pakaian mereka ke dalam koper, Ariyani masuk ke dalam kamar mereka dan meminta Sakti supaya jangan pergi dari rumah ini.
“Nak, tolong jangan tinggalkan Mama sendirian di rumah ini, Mama sangat ingin kamu tetap tinggal di sini.”
“Ma, aku sudah mengambil keputusanku sendiri, tolong Mama hargai hal tersebut.”
****
Setelah sekian lama berpisah dengan Sandrina, akhirnya Regan bertemu lagi dengan mantan istrinya itu yang rupanya baru kembali dari Amerika. Sandrina mengajak Regan untuk makan siang bersama saat ini dan Regan menyetujuinya, Sandirna menceritakan kehidupannya setelah dirinya dan Regan berpisah, Sandrina memutuskan memulai karir model internasionalnya di Amerika dan meninggalkan semua masa lalunya di sini termasuk dengan Regan. Sandrina juga mengatakan bahwa saat ini ia sedang dekat dengan seorang pria.
“Bagaimana denganmu sendiri, apakah kamu masih mengharapkan Ambar untuk dapat kembali padamu?”
“Kamu sudah tahu jawabannya, kenapa masih saja bertanya mengenai hal tersebut?”
Sandrina hanya tertawa mendengar jawaban dari Regan barusan, Sandrina mengatakan bahwa mungkin saatnya Regan untuk dapat melupakan mantan istrinya itu dan mulai mencari cinta yang lain namun Regan mengatakan bahwa selamanya ia memilih untuk menduda saja seumur hidup dan fokus dalam membesarkan Daisy.
“Terserah sajalah apa yang menjadi pilihanmu namun ingat pesanku, jangan menjadi perusak rumah tangga orang. Ambar sekarang sudah bahagia dengan pria yang ia cintai, jadi kamu jangan mencoba merusak kebahagiaannya.”
“Bagaimana bisa kamu tahu kalau sekarang Ambar bahagia dengan Sakti? Aku yakin bahwa ia pasti tidak bahagia dengan Sakti.”
“Terserah sajalah,” ujar Sandrina menggelengkan kepalanya dengan tingkah Regan yang masih saja berkeras soal mantan istrinya itu.
****
Sakti mengatakan pada mamanya bahwa keputusannya dan Ambar untuk pindah dari rumah ini sudah bulat dan Sakti meminta pada sang mama untuk jangan pernah mencoba untuk menahannya tetap tinggal di sini. Ariyani masih berusaha menahan Sakti agar tetap berada di sini karena ia sangat menginginkan Sakti kembali tinggal bersamanya.
“Kalau aku tetap tinggal di sini maka Ambar akan tersiksa dengan perlakuan Mama.”
“Mama tak pernah melakukan hal yang buruk padanya, kamu tanya saja padanya.”
__ADS_1
Ambar diam saja mendengar petengkaran antara Sakti dan mamanya, ia bingung apa yang harus dikatakan saat ini hingga akhirnya Sakti menarik tangan Ambar dan koper mereka berdua untuk pergi dari rumah ini.
“Sakti!”