
Valdo pun tanpa basa-basi langsung bertanya pada Sintia mengenai siapa sosok wanita yang ditemui oleh Sintia di waktu itu. Sintia nampak terkejut dengan pertanyaan yang Valdo berikan barusan namun tentu saja Sintia berusaha untuk tenang dan mengatakan bahwa ia dan wanita itu adalah teman. Valdo tahu bahwa Sintia menyembunyikan sesuatu dan kemudian Valdo tidak menungkit itu lagi. Sintia dapat bernapas lega untuk sementara waktu namun tentu saja ia tidak bisa membiarkan semua ini terbongkar sebelum waktunya. Setelah pagi tiba dan Valdo pergi ke kantor nampak Sintia menelpon seseorang dan mengatakan bahwa ia akan memulai rencananya sekarang. Sintia pergi ke rumah keluarga Ambar dan kemudian ia menemui Sakti yang tengah olahraga di depan rumah itu.
“Halo Sakti.”
“Sintia, kamu mau bertemu dengan Ambar?”
“Iya, apakah Ambar ada?”
“Sayangnya Ambar sudah pergi ke toko.”
“Oh begitu, sebenarnya aku mau berbicara denganmu.”
“Aku?”
“Iya, sebenarnya ada sesuatu yang mau aku katakan padamu.”
“Kalau begitu, apa yang hendak mau katakan padaku?”
Sintia mengatakan bahwa sebaiknya mereka tidak bicara di depan rumah ini karena tidak enak kalau didengar oleh keluarga Ambar dan anehnya Sakti mau saja mengikuti apa yang Sintia katakan dan wanita itu membawa Sakti menuju taman dekat rumah yang mana barulah di sana Sintia meluapkan semuanya pada Sakti.
“Valdo tidak memercayaiku, Sakti.”
“Apa maksudmu kalau Valdo tidak memercayaimu?”
Sintia menceritakan semua yang dilakukan oleh Valdo padanya hingga membuat Sakti menjadi iba, Sakti tahu bahwa sikap Valdo belakangan ini jadi berubah pada Sintia karena dirinya dan oleh sebab itu Sakti merasa tidak enak pada Sintia.
“Apakah kamu tahu kenapa Valdo bersikap begitu, Sakti? Kamu kan dekat dengan dia dan kamu pasti tahu alasan kenapa dia berubah begini.”
“Sintia sebelumnya aku minta maaf namun sepertinya Valdo berubah begitu karena ia mendengarkanku.”
“Memangnya apa yang sudah kamu katakan pada Valdo hingga membuatnya begitu?”
****
__ADS_1
Sakti pun akhirnyaa memberitahu Sintia yang sebenarnya apa saja yang pernah ia katakan pada Valdo yang tentu saja Sintia merasa terkejut dan marah dengan semua tuduhan Sakti itu. Sakti meminta maaf atas perilakunya dan ia berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan Valdo.
“Kamu tenang saja, aku akan mencoba bicara dengan Valdo, Sintia.”
“Iya Sakti, terima kasih banyak.”
Sintia kemudian pergi meninggalkan Sakti dan Sakti pun kemudian kembali ke rumah dan setelah menunjukan jam makan siang, Sakti mengirimkan pesan pada Valdo dan mengajak pria itu untuk bertemu. Ia benar-benar merasa bertanggung jawab pada Sintia karena telah membuat hubungan rumah tangga Valdo dan Sintia menjadi tidak enak akibat ucapannya barusan. Untungnya saja Valdo bersedia untuk bertemu dengannya dan kemudian Valdo mengirimkan lokasi tempat di mana mereka janjian untuk bertemu. Sakti langsung pergi menuju lokasi Valdo berada yang mana ketika Sakti tiba di sana nampak Valdo sudah menantinya di sebuah meja.
“Apa yang sebenarnya ingin kamu bicarakan denganku?” tanya Valdo saat Sakti sudah duduk di kursi yang berhadapan dengannya.
“Aku ingin minta maaf padamu karena sepertinya aku membawa keretakan dalam rumah tanggamu dan Sintia,” jawab Sakti.
“Apa maksudmu mengatakan itu?”
Sakti pun menjelaskan semuanya bahwa tadi Sintia datang padanya dan menyalahkannya akibat apa yang pernah ia ucapkan pada Valdo.
****
Ariyani datang ke toko tempat Ambar bekerja, kedatangan mamanya Sakti itu membuat Ambar terkejut bukan main. Ariyani nampak memandang Ambar dengan tatapan yang tidak bisa Ambar artikan namun kemudian Ambar pun menghampiri Ariyani dan berusaha bersikap ramah pada mertuanya ini.
“Kamu bekerja di tempat ini?”
“Iya, saya bekerja di sini.”
“Kenapa kamu malah bekerja di sini setelah menikah dan bukannya mengurus rumah?”
Ambar menjelaskan bahwa ia bekerja di sini sudah mendapatkan izin dari Sakti, ia melakukan semua ini supaya kehidupan sehari-hari keluarga mereka dapat terpenuhi namun Ariyani nampak sangat tidak puas dengan jawaban yang Ambar berikan barusan.
“Kamu tahu kan bahwa tugas utama seorang istri adalah melayani suaminya dan mengurus rumah tangga? Kenapa kamu tetap berkeras untuk bekerja dengan dalih untuk membantu ekonomi keluarga? Apakah semua ini karena desakan keluargamu?”
“Tidak Nyonya, keluarga saya sama sekali tidak terlibat dalam urusan ini, saya berani menjaminnya.”
Sintia datang tepat waktu untuk menyelamatkan Ambar dari Ariyani yang terus saja memberondong Ambar dengan pertanyaan yang sangat menyudutkan wanita itu dan tentu saja membuat Ambar secara pribadi sangat sedih mendengarnya. Sintia berhasil membuat Ariyani pergi dan Ariyani mengatakan bahwa urusan di antara mereka belum selesai.
__ADS_1
“Kamu baik-baik saja?”
“Iya, aku baik-baik saja.”
****
Helga bahagia karena Regan akhirnya mau melakukan pengobatan tanpa harus adanya drama berkelanjutan, anaknya itu perlahan mulai membaik kondisi kejiwaannya dan hal tersebut membuat Helga akhirnya memberikan Regan izin untuk keluar sendirian namun tentu saja ia tidak bisa sepenuhnya melepas Regan karena takut kalau sesuatu hal tidak diinginkan akan terjadi kemudian. Helga masih diam-diam mengikuti ke mana Regan akan pergi dan rupanya tujuan anaknya itu adalah ke rumah keluarga Ambar.
“Ya ampun, kenapa dia datang lagi ke sini?”
Namun Helga tahu bahwa Regan tidak sendirian datang ke sini melainkan bersama dengan Daisy yang baru saja ia jemput dari sekolah. Warsinih menyambut mereka dan mempersilakan mereka masuk ke dalam. Warsinih rindu sekali dengan sang cucu dan Daisy nampak penasaran di mana Ambar berada.
“Saat ini mamamu sedang bekerja di toko, sayang.”
“Mama bekerja di toko?”
“Iya Mama bekerja di toko sekarang.”
“Kalau begitu aku mau bertemu mama di toko, Nenek tolong antarkan aku ke sana.”
Warsinih tentu saja dengan senang hati mengantarkan cucunya menuju toko di mana Ambar bekerja sementara Regan menunggu di rumah sampai anaknya nanti kembali dan saat itulah Sakti muncul dan ia terkejut menemukan Regan di rumah ini.
****
Sintia meninggalkan toko di mana Ambar bekerja karena Daisy dan Warsinih datang ke sana sementara itu Helga tengah berada di dekat rumah Ambar di dalam mobilnya tengah mengawasi dari kejauhan, Sintia mengetahui itu dan langsung menanyakan pada Helga kenapa dia ada di sini.
“Anakku sedang di sini, aku tidak mau kalau dia kenapa-kenapa.”
“Kebetulan anda di sini, aku ingin anda melihat apa yang akan aku lakukan untuk merusak hubungan Ambar dan suaminya.”
“Apa yang akan kamu lakukan memangnya?”
“Sudahlah nanti anda juga akan tahu.”
__ADS_1
Sintia pergi meninggalkan Helga dan kemudian secara kebetulan Sakti muncul yang mana Sintia secara sengaja membuat dirinya jatuh ke pelukan Sakti dan jarak wajah mereka sangat dekat sekali saat ini hingga Helga dapat memfoto itu dan menyeringai.
“Akhirnya rencana dia dimulai juga.”