Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_memperkenalkan ...


__ADS_3

"sudah, kau bisa membunuhnya, sudah suruh mereka kembali berjaga saja," kata Darwin.


David melepaskan kedua pengawal itu, keduanya pun kembali berjaga, dan kedua orang itu tak menyangka jika David bisa semarah itu.


benar saja, tak lama ada Adelia yang datang, tapi kedua pengawal itu sudah menahan Adelia.


"minggir atau kalian terluka," kata Adelia mengancam kedua pengawal itu.


"maaf nyonya besar, tuan muda Darwin dan tuan muda David tak mengizinkan siapapun masuk termasuk itu anda maupun tuan besar," jawab salah satu pengawal.


"David ... Darwin ... keluar!" teriak Adelia.


tapi tak ada jawaban, karena kedua pria itu sedang memainkan musik yang cukup keras, apalagi ruangan itu juga kedap suara.


Adelia pun kesal sendiri melihat ulah kedua putranya, apalagi setelah Viktoria menangis karena ulah keduanya.


sedang Darwin tak peduli, karena dua tak menyukai gadis itu, terlebih dari cara gadis itu memandang dirinya.


Adelia pun kembali turun dan ternyata dia melihat Viktoria sedang di tenangkan oleh orang tuanya.


"maaf ya nak, aku tak bisa membuat dua putraku meminta maaf, karena keduanya sedang tuli karena musik, ya Tuhan, Joshua kenapa kamu membuat ruangan itu," kesal Adelia.


"tenanglah sayang, kamu juga tau bagaimana ulah kedua putra mu itu, maaf ya Viktoria om minta maaf atas nama kedua nama putraku, maafkan ya, kamu kan gadis cantik," puji Joshua.


"iya om, aku hanya kaget tadi, karena aku yang lancang masuk," kata Viktoria sudah tenang.


"lihat gadis ini sangat baik, jadi jangan khawatir seperti itu," kata Joshua pada Adelia.


Dylan dan Viktor sudah ingin berangkat balapan mobil malam ini, karena Darwin ingin memperlihatkan suasana kota Surabaya.


sedang David dan Darwin juga siap untuk pergi, bahkan keduanya sudah siap dengan semua perlengkapan motor.


"pak Kim, tolong minta siapkan motor kami!" teriak David.


keduanya turun melalui tangga, dan berpamitan pada Joshua dan Adelia.


"tunggu, sebelum pergi, apa kalian tak ingin minta maaf," tahan Adelia pada Darwin.


"maaf ma, aku tak suka orang yang masuk ke ruang pribadiku tanpa izin," jawab Darwin mencium pipi Adelia.


"dan kamu nak," kata Joshua pada David


"papa ingat, aku bahkan pernah membunuh kucing Dylan saat masuk ke kamarku,jadi itu sudah jelas bukan," jawab David lebih dingin.


Joshua dan Adelia di buat tak percaya oleh kedua anak mereka, yang begitu dingin dan kejam.


keduanya sudah pergi dengan motor sports miliknya, sedang Adelia dan Joshua pun tak bisa berkata-kata lagi.


bukan marah, Viktoria malah makin terpesona dan ingin sekali memiliki Darwin untuk menjadi miliknya.


Darwin dan David sampai di tempat balapan motor, disana juga ternyata ada Dylan dan Viktor, serta Davin dan Sabrina.


mereka datang mengunakan motor juga, "aku ingin menantang kamu kak David, jika aku kalah aku akan menjadi pembantu mu seminggu, jika kamu kalah, kamu harus jadi kekasihku, berani?" tantang Sabrina.


"berarti kamu harus siap menjadi pembantuku seminggu ya," kata David tersenyum menyeringai.


keduanya mulai bersiap di garis start, bahkan Sabrina begitu terlihat garang.


sedang Davin sedikit was-was karena Sabrina belum terlalu bisa mengendarai motor besar itu.


tak lama keduanya tarik gas, terlihat sepeda motor Sabrina bahkan sampai terbang ban depannya.


"worst ... tolong lihat dengan drone milikmu!" teriak Davin takut jika adiknya itu terluka.

__ADS_1


sedang David tak mengira jika gadis itu, bisa membahayakan hidupnya hanya ingin bersama dengan dirinya.


keduanya saling berkejaran dan motor Sabrina melesat begitu cepat, bahkan tak sampai itu, beberapa kali Sabrina hampir jatuh tapi dia bisa menguasai motornya.


tapi tak terduga David sedikit menarik tuas rem nya saat akan mencapai finis, jadi motor Sabrina yang masuk finis terlebih dahulu.


sabrina turun dan langsung membuka helm dan terlihat sangat marah, sedang semua bertepuk tangan melihat keberhasilan Sabrina.


tapi gadis itu langsung menghampiri David dengan wajah marah, "sekarang kamu adalah kekasih ku," kata David.


sebuah helm memukul wajah David dengan keras, "aku tak butuh kemenangan dari belas kasihan darimu!" teriak Sabrina marah.


semua orang kaget, begitupun Darwin dan Davin, "aku lebih baik jadi pembantu mu, bukan jadi orang di samping mu karena kasihan," tambah Sabrina marah.


"tapi aku harus bagaimana, bagaimana bisa aku membuat gadis yang aku sukai jadi pembantu!" teriak David di depan semua orang.


Davin, Dylan dan Darwin kaget, pasalnya pria itu terus menyembunyikan perasaannya.


"apa ..."


David kaget dan menutup mulutnya, dan tak di duga Dylan langsung memukul wajah saudara kembarnya itu.


"kau selama ini membohongiku!" teriak Dylan murka.


"hentikan Dylan, jangan memukulnya lagi," kata Sabrina.


"tapi maaf, itu dulu saat kakakmu belum menganggu ku, tapi sekarang aku tak menyukai gadis seperti mu lagi, terutama tomboi dan urakan seperti ini," hina David tertawa.


Sabrina pun di permalukan setelah merasa bahagia, sedang Davin tak mengira akan melihat semua ini.


"berarti perjanjian ini batal, aku tak suka dengan sikap mu itu David!" ucap Davin yang tak terima.


Davin langsung membawa adiknya itu pergi, sedang Sabrina memberikan sebuah hadiah sebelum pergi.


David meremas hadiah itu, dia harus kembali melihat air mata dari Sabrina karena saudaranya.


ingin sekali David memeluk gadis itu dan membawanya lari, karena hanya Sabrina yang selama ini dia cintai.


tapi di sisi lain ada Dylan yang juga mencintai gadis itu, sedang Darwin tak tau harus bilang apa, karena kedua adiknya menyukai gadis yang sama.


semua orang pun mulai kembali balapan, Dylan juga mulai ikut balapan, sedang David memilih untuk duduk dan melihat hadiah pemberian dari Sabrina.


Darwin pun menepuk bahu adiknya, setelah itu tak lama keduanya kembali memulai balapan.


pagi ini adalah hari libur, semua sedang berolahraga bersama, tapi Darwin sudah hilang.


pria itu sedang pergi untuk menjemput gadis tercintanya yaitu Bunga.


bahkan pagi itu, Darwin sedang duduk berhadapan dengan Sabrina yang tak bisa membuka mata.


"dek, kamu sedang apa?" tanya Darwin penasaran.


"diam kak, aku sedang mengompres mataku, dan ini karena ulah adikmu, sudah bikin kesal saja, kakak sarapannya sudah siap, memang kau masak batu!" teriak gadis itu.


" bagaimana dia bisa suka padamu, suara mu saja begitu keras menggelegar begini," kata Darwin.


"sudah kak, jangan menggoda gadis itu terus, sekarang ayo sarapan dulu," kata bunga.


"istirahat kak, kamu sedang hamil, jadi biar aku yang membantu bunda menyelesaikan ini semua," kata Davin


"baiklah, terima kasih adik tampan ku Davin, dan Sabrina sudah, atau matamu akan merah jika masih terus mengompresnya seperti itu," kata Bunga.


dan saat melepas kompres itu, Darwin malah tertawa karena mata bengkak dan merah itu.

__ADS_1


Bunga mencubit pinggang Darwin, "hentikan kau akan membuatnya menangis jika kamu seperti itu," bisik Bunga.


"tidak sayang, lihatlah ... dia saja sedang sibuk dengan piring dan sendoknya," bisik Darwin yang menolehkan wajah Bunga.


benar saja gadis itu sudah sibuk di suapi oleh Bu Nova, Bunga bahkan tersenyum bersama Darwin


dan dengan usil Darwin merekamnya dan memberikannya pada adiknya David.


mereka pun sarapan bersama, setelah sarapan Bunga membawa kue untuk keluarga Darwin.


dia juga hanya mengenakan baju sederhana dan juga sepatu flatshoes, tapi Darwin begitu senang melihat gadisnya begitu cantik dalam kesederhanaan.


"aku siap," kata Bunga.


"baiklah, ayo berangkat, mungkin orang tuaku akan kaget saat melihat mu," kata Darwin mencium tangan Bunga.


keduanya pun menuju rumah mewah keluarga Gusman, dan saat sampai Darwin kaget melihat begitu banyak mobil di rumah itu.


dia langsung masuk mengandeng tangan Bunga, tapi saat masuk ternyata ada keluarga Hafsah dan juga sosok Viktoria dan Viktor yang juga main ke sana.


"itu Darwin datang," kata Vina.


Bunga melepaskan tangan Darwin, karena dia merasa tidak terlihat oleh keluarga itu.


tapi tak terduga Joshua yang berdiri pertama menyambut gadis itu, "selamat datang calon menantuku, dan pria busuk ini sudah terlalu lama menyembunyikan mu," kata Joshua langsung meneluk Bunga.


"papa tolong jangan peluk kekasihku, aku tak suka melihatnya," kesal Darwin.


"ayolah Darwin, Bunga saja tak protes, benarkan sayang," kata Joshua pada istrinya.


Adelia pun mengangguk dan memeluk Bunga, "kamu cantik sekali, mama tak mengira gadis cantik ini akan menjadi pujaan hati pria angkuh ini," kata Adelia memukul Darwin.


"ya Tuhan, kalian berdua begitu menyebalkan di depan Bunga, aku ini putra kalian atau bukan sih," kesal Darwin.


"tentu saja, tapi putra seperti mu ini,kenapa bisa menyembunyikan gadis secantik ini dari kami, dasar kamu itu," kata mama Laura yang datang bersama papa Federico.


"halo cucu menantu Oma, lihat siapa yang datang bunga, opa tampan dan yang menyebalkan ini," kata mama Laura menunjuk papa Federico.


Viktoria tak suka itu, dia merasa gadis itu sangat biasa begitupun wajahnya.


tapi dia bisa merebut semua perhatian dan kasih sayang keluarga Gusman


Vina juga tak suka, karena gadis itu dia harus kehilangan Sasha yang sudah di besarkan selama ini.


Hafsah pun menyambut bunga dengan hangat, sedang Vina sedikit ketus, dan Darwin menyadari hal itu.


"jangan perhatikan Oma Vina, dia memang orangnya seperti itu," bisik Darwin.


"hentikan," jawab Bunga.


tak lama dia pria itu datang dan langsung memeluk Bunga bersamaan, "kalian berdua tolong hentikan, atau kalian bisa melukai Bunga," kaget pria itu.


"dasar kakak pelit," jawab Keduanya.


Bunga menyentuh pipi Keduanya, "kalian ini tetap saja nakal ya," kata Bunga menjewer telinga keduanya.


"maafkan kami kak ..." kata David dan Dylan.


keluarga itu pun berbincang bersama, tak lama pak kim datang dengan jus nanas jeruk untuk semuanya.


tapi mama Laura yang sudah tau tak mengizinkan itu, "pak tolong buatkan jus delima saja untuk Bunga ya," kata mama Laura.


"ayolah Laura, kenapa harus di beda-bedakan,"protes Vina tak suka.

__ADS_1


"karena Bunga tak suka, dengan buah nanas," jawab Darwin membungkam neneknya itu.


__ADS_2