
"baik kak, aku pergi dulu ya, jika perlu sesuatu tolong panggil supir mu ini,"bisik Dylan.
Bunga pun memberikan jempol pada adiknya itu, sedang semua orang yang dapat kue merasa jika traktiran Bunga itu mahal.
tak hanya teman satu riangan saja, Bunga juga memberikan kopi dan kue pada Edo.
tak lupa Aldo yang baru datang juga dapat, dan memintanya untuk memberikannya nanti pada Darwin.
bunga pun mulai mengerjakan semua pekerjaan miliknya, tapi tanpa di duga dia juga mendapatkan telpon dari Samuel.
tapi beruntung bukan untuk merevisi desainnya hanya mengucapkan terima kasih atas kerja keras gadis itu.
sedang Darwin di kantor heran dengan Aldo yang membawa cupcake dan cookies tak lupa kopi kesukaannya.
"ada acara apa kamu memberiku kue seperti ini?" tanya Darwin.
"lah kok gitu, bukannya ini dari ku bos, ini dari nyonya Darwin yang bagiin, aku kira bos tau?" tanya Aldo.
"pantas dia sibuk dari pad
go, ternyata ini yang dia kerjakan, ya sudah kembali ke mejamu," perintah Darwin tersenyum.
Darwin mencicipi kue buatan istrinya itu dan terasa begitu enak, "pasti ini ulah dari anak-anak yang minta traktiran," gumam Darwin.
pada jam istirahat siang, Bunga tak bisa ke kantin karena terlalu sibuk, lagi pula dia masih kenyang.
semua sudah pergi ke kantin, dan bahkan lantai itu sudah sangat sepi, Darwin pun menghampiri Bunga yang masih sibuk.
"jangan terlalu di paksakan, kamu harus istirahat juga, ingat ada dedek baby di sini," kata Darwin mengusap perut Bunga.
"ah maaf, aku memang selalu seperti ini saat sudah bekerja, aku ingin cepat selesai," jawab Bunga tertawa.
"kamu ini, ayo kita ke kantin dulu, mumpung masih jam makan siang," aku Darwin.
Bunga pun ikut bangun dan menuju ke kantin bersama suaminya, dan semua orang tertuju pada wanita itu yang bisa berjalan dengan Darwin.
bahkan Bunga bisa tertawa bersama Darwin, dan tak terduga Dylan datang membawa kotak makan.
"kak! ada titipan dari mana, pokoknya haris habis," kata pria itu menghampiri Darwin.
"dasar bocah ini, bisakah kamu tidak usah berteriak, toh aku tak budeg," kesal Darwin.
"maaf ... oh ya Bu minta menu set hari ini ya," kata Dylan.
mereka menuju ruangan khusus, dan tenyata Dio dan Dico sudah ada di ruangan itu terlebih dahulu.
Bunga ikut bergabung, dan mengirimkan pesan pada mertuanya yang sudah repot.
Bunga pun menikmati makanan yang di bawakan oleh Dylan, sedang Dylan memilih makan jatah dari kakak iparnya.
"mas mau?" tawar bunga.
"boleh, aku minta tempuran itu, sepertinya begitu enak," bisik Darwin.
__ADS_1
Anna meremas sendok yang di pegangnya, pasalnya dia tak tau hubungan bunga dan Darwin itu apa.
tapi dia sangat tidak menyukai hal itu, terlebih pria itu nampak begitu sangat bahagia saat ini.
begitupun Dylan yang begitu menghormati Bunga, bahkan Aldo juga.
setelah makan siang, Bunga memilih mencari angin di rooftop perusahaan, dia duduk sambil membawa asam Jawa yang tadi juga di belikan oleh Dylan.
"ah tidak terasa ya nak, tinggal empat Bulan lagi kita akan bertemu, terlebih papa mu dan keluarganya sangat menantikan mu," kata Bunga mengusap perutnya yang sedikit membuncit itu.
"eh dasar wanita sok kecentilan, kamu itu siapa sih sebenarnya, kenapa kamu begitu sok dekat dengan keluarga Gusman, terlebih kamu berani dekat-dekat dengan bos Darwin, asal kamu tau ya dia itu milik ku," kata Anna tak suka.
"apa kamu tak tau jika dia sudah menikah, kami hanya kenalan lama," jawab Bunga tak ingin mencari masalah.
"he-he-he siapa ini berani mengaku kalau kak Darwin milik mu, kamu saja yang kepedean, terlebih kak Darwin itu tak pernah menyukai mu," kata Dylan.
"kenapa sih kamu begitu membelanya, dia itu hanya pegawai dari perusahaan sebrang yang tak jelas," kata Anna tak suka.
"apa tak jelas, kamu buta atau bodoh sih, perusahaan Carter internasional Corp dan SCA grup tak tau, dasar bodoh, ya Tuhan... sejak kapan penilaian dari perusahaan ini menurun seperti ini," kesal Dylan.
Anna pun pergi karena malu, pasalnya dia yang kini tak bisa berkutik di depan Dylan.
terlebih dia tak ingin makin terlihat bodoh di depan teman-temannya, dia pun memutuskan untuk pergi dan tak ingin berurusan dengan pria seperti Dylan dan orang itu.
tanpa di duga, Dio dan Dico hari ini akan di mutasi ke Austria sesuai permintaan dari David.
dan Samuel pun tak keberatan karena ini demi perusahaan yang sudah di ambang kehancuran.
Darwin pun mengadakan acara untuk melepaskan perpisahan mereka berdua, dan ketua tim devisi khusus akan di tempati oleh orang yang juga kompeten.
para karyawan pilihan dan kepala devisi menikmati jamuan itu, setelah itu mereka bahkan minum bersama.
Darwin ingin mengajak Bunga pulang, tapi dia di tahan oleh Anna yang sudah mabuk dan mulai menggodanya.
"bos tampan mau kemana, tetaplah di sini, kami akan melakukan pertunjukkan besar," kata Anna yang sudah mabuk berat.
"lebih baik lepaskan tangan mu, atau aku akan memotongnya, karena berani menyentuh ku," ancam Darwin.
"kau itu tak perlu munafik tuan, aku tau jika kamu setiap malam akan senang berkeliaran di bar, jadi aku bisa mrnuaskan mu, jika kau tak percaya kau boleh mencobanya," kata Anna yang makin berani.
Darwin mendorong wanita itu, Aldo ingin menyingkirkan Wanita itu, tapi Bunga memberinya isyarat untuk diam.
begitupun dengan Edo dan Virgoun yang juga tak boleh berkutik dan ingin membantu Darwin.
Bunga melepaskan tangannya dari genggaman Darwin, "selesaikan wanita itu, atau aku akan marah padamu," bisik Bunga.
Darwin pun tak mengira akan mendengar itu dari istrinya, Anna sudah tak punya malu dia berani menggoda Darwin di depan semua karyawan.
belum juga Darwin bertindak, Bunga langsung menampar pipi dari Anna dengan cukup keras.
kemudian dia mengambil minuman di meja dan menyiramkannya pada Anna.
"kau sudah sadar dan ingat, apa perlu aku minta air pel lantai untuk menguyur mu," kata Bunga dengan datar.
__ADS_1
"brengsek, dasar wanita ******, kau bahkan hanya seorang simpanan dari Samuel Graham bukan, karena kamu malu dan sekarang kau berencana ingin menggoda bos Darwin, kau itu ******!" teriak Anna lepas kendali.
"HEI!!!" teriak semua orang yang mengenal Bunga.
Dylan, Aldo, Virgoun dan Edo berdiri melindungi bunga, "asal kau tau, dia seharusnya bisa saja dengan mudah membunuh mu jika dia ingin, jadi tutup mulutmu," maki Dylan.
"cukup Dylan, biar aku yang menyelesaikan ini, Wanita yang berani menggoda suamiku, wanita yang berani menghinaku, aku ingin lihat sampai mana keberanian mu itu," kata Bunga datar.
Darwin pun duduk dan menikmati kelahiran dari istrinya yang saat ini, wanita itu begitu hebat dengan semua keberaniannya.
"apa kamu istri bos Darwin, kau bermimpi ha-ha-ha," tawa Anna mengejek.
tiba-tiba di grup perusahaan semua orang menerima pemberitahuan tentang pernikahan Darwin dan siapa istrinya.
Anna kaget melihat reaksi semua orang yang tiba-tiba berubah, dia pun yang mulai sadar memeriksa ponselnya.
benar saja, dia terkejut bukan main saat melihat berita itu, bahkan wanita yang sudah hampir dua hari ini selalu dia ganggu.
adalah istri dari penerus Gusman grup yang utama, bahkan tubuhnya tiba-tiba melemah seketika.
dia pun terduduk saat menyadari itu, "aku merahasiakan pernikahan ku, karena ingin bekerja dengan baik di perusahaan ini tanpa embel-embel nama suamiku, tapi ternyata aku salah mengira, seharusnya aku menunjukkan jika aku adalah istri Presdir agar kalian bisa hormat dan tak merendahkan ku, dan tak memandang segalanya dari fisik, aku sampai heran pada kalian yang melihat semua dari kecantikan dan juga barang mewah, bukan dari kepintaran dan juga kemampuan mereka dalam bekerja, itu mengecewakan," kata Bunga.
"besok kita akan melakukan evaluasi besar-besaran, dan semua karyawan yang terbukti melakukan kesalahan akan di pecat secara tak terhormat," kata Darwin menambahkan.
"kau menyebalkan mas, kenapa diam saja saat di goda," kesal Bunga di depan semua karyawan.
"karena aku ingin melihat bagaimana istriku bereaksi," jawab Darwin yang berdiri memeluk Bunga dari belakang dan menciumnya.
acara pun sudah kacau, terlebih Darwin tak melepaskan siapapun dari acara itu karena ini hanya acara yang tersembunyi dari acara yang sesungguhnya.
Darwin sudah mengajak Bunga pulang untuk beristirahat karena wanita itu sudah terlalu sibuk dengan segalanya.
tapi tak di sangka saat di jalan, mereka menabrak seseorang yang berlari ketengah jalan.
kondisi wanita itu luka parah, Darwin pun memerintahkan Aldo membantu wanuea itu dan mengantarkannya kerumah sakit.
sesampainya di rumah sakit beruntung karena wanita itu tak mati dan masih bisa tertolong.
"Aldo tolong tunggu wanita itu, dan cari tau siapa keluarganya, dan jangan ada yang terlewat, aku tak ingin ada masalah di kemudian g
hari," kata Darwin mengingatkan asistennya itu.
"siap bos, aku mengerti dan akan menyelesaikan semuanya," jawab Aldo.
Darwin mengajak istrinya pulang, terlebih Bunga terlihat begitu lelah, dan besok Bunga tak perlu datang dan bisa bekerja dari rumah.
sesampainya di rumah Gusman, Darwin langsung mengendong istrinya yang sudah terlelap karena lelah.
"apa perlu di panggilkan dokter Rivan tuan?" tawar pak Kim.
"tidak perlu, tapi mulai besok tolong awasi dia karena dia tak akan pergi ke kantor setelah semua yang terjadi hari ini?"
"baik tuan, saya akan memastikannya besok," jawab pak Kim.
__ADS_1
sedang Aldo merasa tak asing dengan wajah gadis itu, tapi dia seperti pernah melihat dimana ya.
dia mencoba menginggatnya tapi tetap tak bisa ingat apapun, dia pun mengirimkan wajah gadis itu yang sedang tidur pada Virgoun untuk di selidiki, karena Aldi yakin jika gadis itu bukan gadis biasa.