Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
maafkan aku..


__ADS_3

Darwin menghubungi mama Laura yang masih berada penjara untuk berbicara pada Yusrin.


"Iya sayang Oma, ada apa?" tanya mama Laura.


"Oma, cepat pulang, papa sedang sakit, mama kesulitan, cepat pulang dan jangan lupa beli kue untuk Darwin ya," kata bocah kecil itu.


"Baiklah Oma akan datang, sekarang jaga papa dan Mama ya," kata mama Laura mematikan telpon nya.


Joshua tertawa melihat Darwin yang menghubungi mamanya dan mengatakan yang tidak-tidak.


pasalnya dia juga sudah merasa baikan, apalagi Adelia begitu menjaganya.


Adelia datang sambil membawa cemilan untuk kedua pria tercintanya itu.


"Darwin kamu sedang apa sayang?" tanya Adelia melihat putranya itu bermain dengan laptop milik Joshua.


"Aku sedang bermain saham ma, lumayan untuk beli makanan," kata Darwin.


"memang uang papa tidak cukup ya sayang, kenapa sampai kaku cari sendiri?" kata Joshua.


"bukan seperti itu pa, aku hanya mencari uang untuk membantu orang yang kekurangan, seperti ajaran mama," jawab Darwin.


"putra pintar mama," kata Adelia tersenyum.


"terima kasih sudah memiliki dan mengajari putra kita dengan begitu sopan santun, dan juga memiliki budi yang luhur," kata Joshua memeluk Adelia.


"Sama-sama sayang, ih manjanya," kata Adelia tertawa.


setelah merasa berhasil Darwin pun menunjukkan pada Adelia dan Joshua.


keduanya juga bangga melihat putranya itu, "baiklah mama mau turun dulu, kalian di sini ya," kata Adelia.


"siap ma," jawab Darwin memakan pastel buatan mamanya itu.


adeloa turun tapi dia tak memperhatikan jalan karena sibuk membalas chat dari anak buah butiknya.


tak sengaja kaki Adelia tersandung kakinya sendiri hingga akhirnya jatuh dari tangga.


tubuh Adelia berguling turun dari tangga dan tak ada yang mengetahui hal itu.


brug... tubuh Adelia terjatuh di lantai bawah, kepalanya terluka dan juga ada darah yang mengalir dari sela kaki Adelia.


"nyonya muda!" teriak pak Yun melihat tubuh Adelia sudah tergeletak di lantai.


mendengar teriakan itu, Joshua pun keluar dan kaget melihat Adelia sudah bersimbah darah.


"sayang!" teriak Joshua turun dengan buru-buru.

__ADS_1


"telpon ambulan pak Yun," perintah Joshua.


Joshua tak sabar langsung mengendong Adelia untuk membawanya ke rumah sakit.


Darwin pun menangis melihat kondisi sang mama, para pengawal mengantar Joshua ke rumah sakit.


Saat sampai di rumah sakit Joshua pun menaruh di bangkar dan Adelia di bawa ke UGD.


Darwin memeluk Joshua, Joshua pun memeluk Darwin dan memenangkan putranya itu.


Joshua sedang takut kehilangan lagi, dulu dia tak bisa menyelamatkan seseorang.


dan sekarang tidak lagi, Darwin pun memeluk Joshua erat, tak lama rombongan mama Laura, mama Vena dan Hafsah pun datang.


"Joshua apa yang terjadi?" tanya mama Laura menghampiri mereka berdua.


"dia jatuh dari tangga ma, aku sedang bersama Darwin di dalam kamar, dan aku tak bisa menjaganya," kata Joshua.


"tenang Joshua, dia pasti baik-baik saja," kata Hafsah menenangkan Joshua.


tak lama Revan keluar dari ruangan UGD, Joshua langsung menghampiri Rivan dengan khawatir.


"bagaimana keadaannya Rivan?" tanya Joshua tak sabar.


"kami sudah berusaha dengan baik, tapi maaf, bayi kalian tidak bisa di pertahankan, maaf kakak ipar keguguran," kata Rivan sedih.


Joshua terduduk lemah, mama Laura memeluk putranya itu, Darwin menangis di pangkuan mama Vena.


"ma, aku bahkan tak tau dia ada, tapi dia sudah di ambil tuhan ma," tangis Joshua.


"sabar sayang, mungkin belum rezeki kalian berdua, Tuhan lebih sayang dia," jawab mama Laura.


"tapi bagaimana keadaan Adelia dokter?" tanya Hafsah.


"kakak ipar baik-baik saja tuan, mungkin hanya butuh istirahat untuk memulihkan kondisi tubuh setelah dilakukannya kuret," jawab Rivan.


"bisakah kami melihatnya?" tanya mama Vena.


"silakan nyonya, kakak ipar sudah di bawa keruang rawat VVIP, kalau begitu saya tinggal, dan Joshua ayo ikut aku untuk berganti pakaian," ajak Rivan.


karena dia harus mengutarakan sesuatu pada Joshua secara pribadi pada Joshua.


ketiga orang itu menuju ke tempat rawat Adelia bersama Darwin, sedang Joshua merasa jika masih ada yang di sembunyikan oleh Rivan.


saat sampai di ruang kerja Rivan, Joshua diberikan baju bari oleh Rivan.


"ganti baju dulu, aku merasa kamu begitu buruk saat ini," kata Rivan.

__ADS_1


"baiklah," Jawab Joshua.


setelah ganti baju Joshua menghampiri Rivan yang sudah membuatkan teh untuknya.


"ada hal penting apa?" tanya Joshua.


"sebenarnya ini mengenai kakak ipar, sebelumnya aku ingin mengatakan jika ini masih prediksi," kata Rivan binggung.


"katakan saja, jangan membuatku marah," kata Joshua mulsi kehilangan kesabarannya.


"aku ingin bilang, kemungkinan kakak ipar akan sulit hamil, karena kondisi tubuhnya," jawab Rivan.


"aku tak mempermasalahkan itu, karena kami sudah memiliki Darwin," jawab Joshua.


"baguslah, aku takut kamu marah karena hal itu, takutnya jika di paksakan hamil, bisa-bisa nyawa kakak ipar yang terancam," jawab Rivan.


"baiklah, aku tahu itu,aku pergi ingin menghibur istriku saat ini," kata Joshua pamit.


mereka pun berpisah, Joshua langsung menuju ke ruangan istrinya di rawat.


saat sampai terdengar tangisan dari Adelia, Joshua pun bergegas masuk dan menenangkan istrinya itu.


Adelia terus berontak di pelukan Hafsah, saat Joshua datang Adelia langsung memeluknya.


"sayang tenanglah, aku disini, kita semua bersama mu, jadi tenang oke," kata Joshua.


"maafkan aku, aku tak tau jika aku sedang hamil, aku minta maaf, kota jadi kehilangan bayi kita," kata Adelia menangis.


"tidak apa-apa sayang, kita bisa memilikinya lagi nanti, sekarang tenangkan dirimu, aku disini, Darwin kemari sayang," kata Joshua.


Darwin pun mendekat dan Joshua mengendong putranya itu, kemudian memeluknya bersamaan.


"maafkan mama," kata Adelia pada semua orang.


"tidak... ini kecelakaan jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri," kata Joshua.


akhirnya Adelia lun tenang dan mulai bisa menerima keadaan, dia pun kini terus memeluk Darwin di sisinya.


sedang Joshua juga menemaninya dan mengusap lembut kepala Adelia.


papa Federico datang membawa baju ganti dan juga makan malam untuk semuanya.


Joshua memilih berganti pakaian dan juga memandikan Darwin. setelah itu dia pun bergabung bersama yang lain.


Adelia pun sedikit merasa baik setelah Joshua terus bersamanya.


papa Federico memberikan apa yang di minta oleh Hafsah kemarin lusa.

__ADS_1


Hafsah pun memeriksa semua dokumen itu dan akan membawanya ke notaris kemudian ke pengacara keluarga Amadea.



__ADS_2