Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
bertemu keluarga besar 2


__ADS_3

Tuan Frenky dan tuan Georgio pun berjalan bersama ke ruang rapat, saat sampai mereka terkejut melihat Darwin duduk di kursi sebelah Joshua, sedang Hans duduk di sudut sambil mengerjakan sesuatu.


Mereka pun duduk menempati kursi milik mereka, dan rapat akan seger di mulai.


"Baiklah rapat akan di mulai, dan perwakilan dari kami akan di wakili oleh Joshua selaku pewaris keluarga Gusman," kata tuan Frengky.


"Baiklah tuan Frengky," jawab Joshua.


Joshua berdiri dan Darwin juga mulai mengaktifkan layar dibelakang sang ayah.


"pertama kami ingin memotong orang dan karyawan yang tak bekerja sesuai dengan misi perusahaan, dan inilah daftar nama itu dan juga kesalahan yang di perbuat," kata Joshua.


Darwin pun tersenyum menyeringai di depan tuan Georgio, Joshua juga menunjukkan video sebagi bukti.


"Hans bereskan, dan kita akan melanjutkan rapat, dan ingat kami bukan orang yang bisa kalian tipu, benar tidak tuan muda Darwin," kata Joshua.


"Tentu tuan," jawab Darwin.


Mereka pun mulai rapat untuk mengatasi krisis, dan Darwin malah bermain sambil mendengarkan sang papa.


"Papa hebat, sebentar lagi akan ada rombongan dari perusahaan besar yang datang, mereka akan membawa kontrak besar untuk kita, tenang opa buyut," kata Darwin melempar rubik nya dengan santai.


"Hei anak kecil, jangan bercanda saat sedang rapat, lebih baik kamu keluar dari ruangan ini," kata tuan Georgio.


"Hei tuan tua, jangan menghinaku, aku bisa saja menghancurkan perusahaan mu, tapi sayangnya kita masih keluarga, jadi aku tak mau melihat orang tua keluarga ku di jalanan," kata Darwin berdiri di kursinya.


"Hei kalian berdua tenanglah, Georgio hentikan, kenapa kamu malah bertengkar dengan anak kecil," kata tuan Frenky melerai.


"Diam!" kata Darwin dan tuan Georgio bersamaan.


Benar saja, seorang pengusaha asal timur tengah datang dengan tim pengacaranya.


"Maaf jika aku menganggu rapat kalian, saya kemari karena permintaan tuan Darwin Alexander, untuk memenuhi janji kerjasama yang di tawarkan," kata Hanan Aksara Al-Waleed.


"Hallo om, aku disini bersama papa ku," tunjuk Darwin pada Joshua.


"Selamat pagi tuan Darwin dan tuan Joshua, senang bekerja sama dengan kalian berdua," kata Hanan.


"Baiklah tugasku selesai, aku mau bermain, bye bye papa, opa buyut dan tuan tua tukang marah," kata Darwin turun dan berlari keluar.


"Kalian berdua tolong jaga bocah itu, sebelum dia membuat kekacauan di perusahaan," perintah Joshua pada asisten sang kakek.

__ADS_1


Joshua dan yang lain melanjutkan rapat, sedang Darwin berjalan-jalan.


Dia melihat semua pegawai memakai rok yang begitu pendek dan baju yang ketat.


"Mereka itu mau bekerja atau mencari pria, perusahaan apa ini, besok aku akan membuatkan mereka seragam seprai lebih bagus," gumam Darwin sambil memegangi dagunya.


Darwin tiba tiba berlari dan melihat ke luar gedung, dia bisa melihat pemandangan kota Austria.


"Apa itu salju?" tunjuk Darwin melihat hamparan putih.


"Iya tuan muda, itu gunung innsbruck saat musim dingin," jawab para asisten itu.


"Boleh aku kesana, aku ingin main disana, di sini seperti tempat prostitusi," lirih Darwin.


"Kenapa tuan muda mengatakan itu?" tanya Hans yang tak sengaja me dengar ucapan Darwin.


"Lihat saja pekerjanya, mereka itu bekerja atau mau pamer tubuh, jika mama di sini bisa di acak-acak pasti," kata Darwin kesal


"Baiklah, biar nanti setelah selesai kita jalan-jalan," jawab Hans membujuk Darwin agar tak marah.


"Kalau begitu ayo kita beli kue di samping perusahaan, disana kuenya sangat enak," bujuk Hans.


"Baiklah, dan kaloan berdua bisa kembali dan katakan jika tuan muda kecil bersama ku," kata Hans


Darwin pun melihat macaron berbagai jenis makanan dessert manis yang ada di etalase.


"Aku mau macaron dan juga," tunjuk Darwin.


"Kue itu namanya Linzer torte," kata Hans.


"Aku hanya melihat bentuknya seperti pie," jawab Darwin.


Hans pun memesan permintaan dari Darwin, setelah semua tersedia di meja.


Darwin pun mulai memakannya, Hans juga menemani pria kecil itu, bahkan pria itu yang terkenal kejam.


Saat ini mulai menyukai makanan manis karena tertular Darwin yang selalu meminta kue manis.


Tak lama Joshua menghampiri mereka yang sedang santai, Darwin pun membagi kue miliknya.


"Papa bisakah mengajakku ke gunung salju, aku ingin bermain salju dan belajar meluncur," kata Darwin memohon.

__ADS_1


"Baiklah besok kita kesana, lagi pula pekerjaan sudah selesai," jawab Joshua.


Mereka akan menikmati keindahan kota itu sebelum acara pernikahan dari keluarga Joshua, dan seminggu lagi adalah acara ulang tahun pernikahan dari orang tua Hafsah.


Malam hari tuan Georgio pulang dan melihat istrinya sudah menyambut kedatangannya.


"Bagaimana hari mu sayang?" tanya nyonya Arsya.


"Semuanya baik, dan hei ini aku bertemu seorang bocah menyebalkan, dan yang membuatku makin terkejut, dia adalah cucu buyut kita, namanya Darwin," kata tuan Georgio.


Tiba-tiba langkah nyonya Arsya terhenti dan melihat kearah suaminya.


"Apa dia kecil dan tampan, dan mempunyai mulut seperti mu?" tanya nyonya Arsya.


"Bagiamana kamu tau, tapi sepertinya dia lebih kejam dari ku, apalagi di usianya dia bisa mengenal orang-orang hebat," kata tuan Georgio.


"Maukah kamu membawamu menemuinya sayang, aku ingin melihatnya langsung," kata nyonya Arsya memohon.


"Baiklah, biar aku mandi dan kita kita bisa menemui mereka di keluarga Gusman," kata tuan Georgio.


Nyonya Arsya begitu senang krena dia akan bertemu dengan bocah yang selalu di ceritakan oleh Hafsah.


Apalagi mereka juga tak bisa hadir saat pernikahan Joshua dan Adelia, dan itu membuat nyonya Arsya merasa tak enak.


Sedang seorang pria sedang mabuk-mabukan di sebuah apartemen.


Dia adalah paman kecil dari Joshua, dia bernama Felix Aliandra Gusman.


Pria itu akan menikah tapi dia tak menyukai calon pengantin wanita yang terlihat cupu meski cantik.


Pria itu memiliki jiwa bebas dan itulah yang membuatnya belum menikah di usianya yang sudah matang.


Pria itu meminum wiski miliknya, bahkan apartemen itu sudah seperti tempat sampah.


"Tuan Felix berhentilah, atau tuan Joshua bisa saja datang dan menyeret mu seperti dulu, ingat waktu itu tuan," kata asistennya.


"Cukup pergilah, dan pastikan keponakan busuk itu tak bisa masuk ke apartemen milikku ini," perintah Felix.


"Baiklah tuan aku mengerti," jawab asistennya.


Dia sedang melihat foto seorang gadis dengan pakaian kebaya, dia memotret gadis itu waktu di Bali.

__ADS_1


Tapi sayangnya dia tak bisa menemukan gadis itu yang tiba-tiba hilang bak di telan bumi.



__ADS_2