Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
gadis imut


__ADS_3

Saat ini Adelia sudah diijinkan pulang setelah melewati masa pemulihan.


"Mas aku tak apa-apa, lagi pula aku berada di rumah papi Hafsah dan mama, kamu bisa pergi dengan tenang," kata Adelia menyentuh pipi Joshua.


"Tapi aku tak ingin meninggalkan mu," kata Joshua memeluk Adelia.


"Ya Tuhan pria ini, segeralah pergi karena pesawat kalian sudah menunggu," usir Hafsah kesal.


"Tunggu dulu om, aku belum mendapatkan ciuman dari istriku," kata Joshua melepaskan tangan Hafsah dari lengannya.


Joshua pun bergegas mencium bibir Adelia, kemudian melambaikan tangan sebelum pergi.


Joshua dan Darwin pun berangkat menuju bandara karena pesawat pribadi sudah menunggu.


Joshua dan Darwin berangkat untuk menghadiri acara pernikahan dari keluarga papa Federico.


Mereka akan sekitar dua Minggu disana, sedang Hafsah akan menyusul bersama Adelia dan mama Vena.


Mama Vena sedang melakukan terapi untuk belajar berjalan kembali, dan peningkatan juga terlihat cukup besar.


Adelia sedang menemani mama Vena sambil memeriksa laporan butik miliknya.


"Sayang, bisakah kamu membuatkan desain untuk perhiasan untuk keluaran produk baru perusahaan kita," tanya Hafsah.


"Tentu papi, aku akan membuatkan desain yang indah, memang biasanya kita mengeluarkan produk apa saja?" tambah Adelia.


"Terserah, biasanya selain perhiasan juga jam tangan," jawab Hafsah sambil duduk di samping keponakannya itu.


"Siap om," jawab Adelia.


Pak Kim datang dengan membawa minuman untuk semua orang, "tunggu, itu minuman untuk Adelia jus apa?" tanya mama Vena.


"Ini jus melon nyonya," jawab pak Kim.


"Memang kenapa ma?" binggung Adelia melihat kekhawatiran sang mama.


"Tolong buatkan kunyit asam saja untuknya, terus kalau pagi buatkan jus buah delima," perintah mama Vena.


"Baik nyonya," jawab pak Kim yang membawa lagi jus itu.


"Yah.. kok di bawa sih pak Kim, aku lagi butuh asupan vitamin," kata Adelia yang melihat pak Kim pergi.


Hafsah memberikan jus mangga miliknya tapi Adelia tak mau, sedang mama Vena tersenyum melihat keduanya.


"Sudahlah, pak Kim tolong berikan nona muda ini susu," pinta mama Vena.


Tak lama pak Kim datang dengan es susu, Adelia langsung menghabiskan minuman itu.

__ADS_1


"Papi, mau belanja dong, boleh keluar ya?" tanya Adelia.


"Bawa pengawal dan pak Kim," kata Hafsah yang masih fokus dengan laptopnya.


"Baiklah, kebetulan aku mau belanja untuk membuat sesuatu, nanti papi dan mama harus cicipin ya," kata Adelia bangun dari sofa.


"Tunggu, belanja pakai kartu ini," kata Hafsah memberikan kartu ATM miliknya.


"Aku punya sendiri papi, lagi pula ada kartu kredit tanpa limit dari suamiku," jawab Adelia tersenyum.


"Ya sudah, pak Kim tolong ikuti Adelia dan jaga dia, bawa dua pengawal bersama kalian," perintah Hafsah.


"Baik tuan besar," kata pak Kim.


Adelia pun masuk ke mobil Alphard hitam milik Hafsah, bahkan mobil itu sudah di modifikasi hingga begitu nyaman.


Adelia hanya membawa dompet, sedang pak Kim terlihat tenang duduk di samping Adelia.


"Pak Kim, sudah berapa lama ikut papi? apa pak Kim tau bagaimana papi muda?" katanya penasaran.


"Kebetulan saya ikut tuan dan nyonya masih remaja, dan saya bisa melihat bagaimana tuan begitu menyayangi nyonya, tapi semua berubah saat keduanya mulai tumbuh dewasa," kata pak Kim.


"Ada apa pak?" tanya Adelia makin penasaran.


"Itu kisah lama nona, tuan jatuh cinta pada nyonya muda, hingga mereka di pisahkan, dan nyonya menikah dengan pemuda miskin bernama Yusrin Sukoco, dan itu menghancurkan tuan," jawab pak Kim.


"Mereka hanya saudara jauh yang di rawat bersama karena orang tua nyonya meninggal dalam kecelakaan," jawab pak Kim.


Adelia terdiam, dia tak pernah tau kisah itu, dan selama ini dia juga mengenal Hafsah sebagai kakak dari sang mama.


"Sudah nona jangan terlalu dipikirkan, lusa anda akan tau dan bisa melihat bagaimana keluarga Amadea sesungguhnya, dan kenapa bisa keduanya di pisahkan," tambah pak Kim.


"Baiklah pak, sekarang ayo temani aku belanja," ajak Adelia saat mobil berhenti di mall yang cukup besar.


Dia pun turun bersama pak Kim dan dua pengawal, mereka pun menuju ke supermarket.


Adelia pun di bantu pak Kim mengambil beberapa belanjaan, kemudian mereka pun pulang.


Tapi saat di sebuah taman Adelia melihat sosok gadis kecil yang pernah dilihatnya.


"Tolong hentikan mobil di taman itu," kata Adelia.


Para pengawal pun menghentikan mobilnya, Adelia turun dan menghampiri bocah kecil itu.


Pak Kim mengikuti Adelia dan melihatnya dari jauh, "hallo satang, masih inget kakak gak?" tanya Adelia duduk di samping bocah itu.


"Iya kakak cantik," jawab gadis itu.

__ADS_1


"Kamu lagi apa sayang? kok kelihatannya lelah banget?" tanya Adelia.


"Salsha lagi jualan donat," jawab gadis kecil itu menunjuk dagangannya.


"Memangnya uang yang kemarin tidak cukup buat usaha ya nak, kok kamu masih kesulitan," tanya Adelia.


"Sebenarnya uang itu sudah di buat usaha sama ibu, tapi aku harus mencari uang untuk beli buku," jawab Salsha.


"Baiklah, biar kakak beli semua donatnya, jadi berapa sayang?" tanya Adelia.


"Terima kasih kakak," kata Salsha senang dan memeluk Adelia.


Adelia pun membalas pelukan gadis itu, dan memanggil pak Kim dan dua bodyguard.


Setelah itu, dia memerintahkan kepada ketiganya untuk membagikan donat itu pada semua orang.


Setelah habis Adelia memberikan uang satu juta untuk Salsha. dan gadis kecil itu begitu senang.


"Terima kasih kakak cantik," kata Salsha.


"Iya sayang, mau kakak antar, kakak juga ingin tau kamu tinggal dimana?" ajak Adelia.


"Boleh kak, ayo baik angkot," ajak Salsha.


"Bagaimana kalau naik mobil kakak di sana, ayo," ajak Adelia mengandeng tangan mungil itu.


Gadis itu terkejut melihat mobil mewah itu, Adelia pun memerintahkan kedua bodyguard itu menuju ke rumah Salsha.


Saat sampai di alamat yang dimaksud, sayangnya mobil Adelia tak bisa masuk.


Adelia pun turun bersama pak Kim untuk melihat rumah yang di tempati Salsha.


Mereka masuk ke sebuah gang padat penduduk, dan begitu rapat. pak Kim beberapa kali melindungi adelia dari orang yang lewat.


Salsha pun mengajak Adelia mampir ke rumahnya, ibu Salsha kaget melihat Adelia datang.


"Nona yang waktu itu, ada apa ya," tanya ibu itu takut.


"Tidak ada, saya hanya ingin mengantar Salsha pulang karena ingin melihat dan berkenalan dengan keluarga ibu," kata Adelia.


"Maaf ya nona, rumah saya kumuh dan kecil, dan saya berterima kasih atas yang yang lalu, sekarang saya susah berjualan kecil-kecilan di depan gang," kata ibu Salsha.


"Iya Bu, oh ya ini ada sedikit rezeki untuk Salsha dan keluarga, tolong di terima ya," kata Adelia lagi.


"Baik nona, saya akan menerimanya, dan saya sekeluarga berterima kasih," kata sang ibu.


Adelia pun tersenyum dan kemudian pamit karena harus segera pulang.

__ADS_1



__ADS_2