Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
kejadian tak terduga.


__ADS_3

Pagi ini Adelia sudah mengantarkan kedua orang terkasihnya itu untuk pergi.


Pertama Darwin yang berangkat terlebih dahulu dengan Devina dan beberapa orang pengawal.


Sedang Adelia dan Joshua masih di ruang tunggu, karena pesawat pribadi Joshua belum siap.


"Ya Tuhan di Hans kenapa lama sekali, tak seperti biasanya dia seperti ini, padahal aku ingin segera menyelesaikan pekerjaan dan masalah, agar cepat kembali," gerutu Joshua.


"Apa seburuk itu, hingga kamu tak ingin aku menemani mu sayang, hingga kamu sepertinya ingin segera meninggalkan ku," kata Adelia melihat Joshua dengan sedih.


"Bukan begitu sayang, maksudku adalah aku ingin segera pergi, karena aku ingin pekerjaan itu segera selesai dan segera kembali padamu."


"Benarkah?"


"Iya sayang ku," kata Joshua mencium kening Adelia.


Tak lama Hans datang dan mengajak Joshua pergi, Adelia pun mengantar hingga ke gerbang keberangkatan.


Joshua melihat istrinya itu dengan tatapan cinta dan seolah tak ingin pergi meninggalkan Adelia.


Joshua pun berlari kembali ke arah Adelia lagi dan memeluk erat istrinya itu, Joshua juga mengecup bibir Adelia di depan semua orang.


"Tunggu aku kembali ya sayang, aku tak lama," kata Joshua.


"Iya sayang ku, dan jika kamu lama disana, aku jamin kamu tak akan melihat ku lagi," kata Adelia tersenyum.


"Jangan mengatakan itu sayang, aku akan sedih kalau kamu tak ingin melihat ku, jadi tunggu aku pulang ya, setelah itu aku akan mencurahkan waktuku untuk mu," kata Joshua.


"Baiklah, segera pergi, dan cari uang yang banyak untuk kami ya, bye bye papa," kata Adelia melambaikan tangannya.


Setelah itu Adelia pun pulang, dia pun pergi menuju ke rumah tuan Georgio, saat sampai ternyata nyonya Arsya sedang menyiram tanaman.


"Hallo Oma, wah bunganya sudah bermekaran dan terlihat cantik sekali," kata Adelia tersenyum.


"Kamu boleh potong kok kalau mau menaruhnya di vas," kata nyonya Arsya.


"Benarkah, Bu Anne tolong ambilkan gunting itu, ah perutku makin membesar dan menyulitkan," lirih Adelia.


"Pamali ngomong begitu sayang, tahan ya tiga bulan lagi mereka release kok," kata nyonya Arsya tertawa sambil mengusap perut Adelia.


"Memang lagu ya Oma, kok pakek release segala," jawab Adelia menerima gunting dari Bu Anne.


Mereka pun tertawa bersama, dan tak lama tuan Georgio datang dengan sepeda.


"Cucu Cantik opa, sudah datang dan kalian mau merangkai bunga ya."

__ADS_1


"Iya opa, mumpung Oma berbaik hati Adelia potong bunganya," kata Adelia tersenyum.


"Opa boleh ikut ya," kata tuan Georgio ingin memetik bunga mawar.


"Jangan berani-berani menyentuh bunga milikku bapak tua, atau burung kesayangan mu ku potong," kata nyonya Arsya.


"Aist.... kamu ternyata pelit ya, dasar wanita tua," kata tuan Georgio kesal dan mengamati Adelia.


"Cucu opa, bukankah kamu begitu menyukai lili, persis mama mu," kata tuan Georgio.


"Aku menyukai semua bunga, bahkan aku ingin menamai kedua anakku dengan nama bunga, tapi sayangnya dokter mengatakan mereka pria," jawab Adelia.


"Apa? mereka pria lagi, wah beruntung banget Joshua bisa memiliki tiga anak laki-laki."


"Tapi membutuhkan penanganan dan perawatan ekstra untuk kedua bayi kembar laki-laki, tapi Oma bisa bantu, pasti bayi itu akan tampan seperti Darwin," kata nyonya Arsya senang.


Mereka pun menikmati waktu pagi, setelah itu mereka masuk, Bu Anne menyiapkan buah potong untuk Adelia dan yang lain.


Mereka menikmati waktu senggang bersama, sedang Joshua baru mendarat di bandara Changi Singapura.


Anak buahnya sudah menjemputnya dan langsung menuju perusahaan, hari ini Joshua akan membuat semua karyawannya lembur karena kesalahan yang terjadi.


Joshua benar-benar menghukum semua karyawan, dia sedang tak bisa di bantah saat ini.


Sedang Darwin menikmati perjalanannya panjangnya, pasalnya pesawat saat ini sedang transit.


Adelia pun tersenyum melihat putranya itu bisa berpergian bersama asistennya sendiri.


Darwin benar-benar menjadi pria mandiri di usianya, Adelia pun membuat beberapa makanan baru.


Adelia melihat resep itu dan mencari beberapa bahan yang ada di kulkas, tapi dua binggung karena hanya ada daging steak.


"Oma tak punya daging cincang?" tanya Adelia.


"Tidak ada sayang, Oma belum belanja, mending gunakan daging yang ada saja," kata nyonya Arsya.


"Masak buat bakso dari daging Wagyu A lima," gumam Adelia.


Terpaksa dia mencari resep yang lain, tapi dia tiba-tiba ingin makan empal gepuk.


Jadilah daging steak itu berubah jadi empal gepuk, dan juga mengunakan kacang tanah dan kacang Mede untuk membuat bumbu sambal pecel.


Akhirnya masakan pun jadi, dan Bu Anne menyiapkan semua di meja makan saat Adelia mandi.


"Ini apa Bu Anne, aku belum pernah melihatnya," kata nyonya Arsya.

__ADS_1


"Ini itu namanya pecel mewah, ya kalo pecel pakai bahan-bahan premium gini, dasar Adelia," kata tuan Georgio.


"Habis di kulkas Oma cuma ada bahan bahan itu, jadi aku pakai yang ada aja, Bu Anne tolong sotonya di bawa," kata Adelia yang datang dengan begitu santai.


"Iya nyonya," jawab Bu Anne.


"Ya... padahal opa pingin makan rawon," kata tuan Georgio.


"Tapi Adelia gak boleh makan rawon opa, jadi nanti malam saja ya, karena nanti Adelia mau pergi belanja beli makanan laut," kata Adelia duduk di samping tuan Georgio.


"Baiklah, tapi kami tak bisa mengantarmu sayang, karena opa dan Oma nanti sore ada jadwal cek up kesehatan," kata tuan Georgio.


"Tak masalah opa, Adelia akan pergi dengan Bu Anne dan dua pengawal saja."


"Baiklah, sekarang opa mau makan dan menikmati masakan cucu tersayang ku ini, karena terlihat begitu enak."


Mereka pun makan bersama dengan hangat, benar saja nyonya Arsya begitu menyukai masakan tradisional yang di buat Adelia.


Sore harinya, Adelia pun bersiap berangkat mengunakan mobil mewah tuan Georgio.


Sedang tuan Georgio mengunakan mobil Jeep kesayangan, Adelia dan Bu Anne sudah sampai di pusat perbelanjaan.


Mereka mulai memilih beberapa sayuran, makanan laut, dan juga beberapa cemilan.


Setelah itu mereka tak lupa membeli buah, mereka pun pulang karena tak ada lagi yang ingin di beli lagi.


Tapi mereka tak sadar jika mobil yang mereka tumpangi di ikuti dari belakang, saat jalanan cukup sepi dan lenggang.


Sebuah tembakan di lepaskan kearah mobil Adelia, beruntung mobil itu anti peluru, jadi tembakan itu tak melukai penumpang mobil.


Tapi sayangnya mobil yang mengejar mereka itu nekat menabrak bagian belakang mobil dengan keras.


Supir pun kehilangan kendali, akhirnya mobil Adelia pun masuk jalur berlawanan.


"Nyonya!" teriak Bu Anne memeluk Adelia demi melindungi wanita itu.


Sedang Adelia melihat sebuah truk menerjang mobil yang dia tumpangi dengan kecepatan tinggi.


Farid juga langsung melindungi keduanya dengan tubuhnya, jadi mereka saling melindungi Adelia.


mobil Adelia ringsek, tapi tubuh Farid yang terluka parah karena pecahan kaca.


Adelia masih bisa melihat Bu Anne yang melindunginya, "Nyonya, tolong tetap hidup dan bahagia bersama tuan," kata Bu Anne sebelum pingsan.


Adelia pun akhirnya tak bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan, Adelia mengusap perutnya sebelum pingsan.

__ADS_1



__ADS_2