Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
putra kebanggaan


__ADS_3

Sinar matahari masuk dari sela sela kaca jendela kamar pasangan yang sedang berpelukan di balik selimut.


Joshua terbangun terlebih dahulu dan melihat istrinya masih terlelap, dia pun bangun dan langsung menuju ke kamar mandi.


Adelia berbalik dan tak merasakan kehadiran suaminya, ia juga bangun dan bergegas ke kamar mandi.


Adelia pun mencuci wajahnya dan menggosok gigi, sedang Joshua sedang mandi di bawah guyuran shower.


dia pun masuk dan ikut mandi bersama Joshua, keduanya pun saling membantu membersihkan tubuh masing-masing.


Setelah mandi Adelia memilih baju yang cukup nyaman untuk dirinya, seperti kaos yang kebesaran.


Dia juga memilihkan setelan jas untuk suaminya itu, dia juga membantu Joshua bersiap untuk ke kantor.


Dan hari ini dia juga harus ke butik karena ada klien yang ingin konsultasi masalah gaun pernikahan.


Dia pun masih terlihat cantik meski hanya mengunakan make up tipis, keduanya pun turun ke bawah.


Ternyata Bu Anne sudah menyiapkan sarapan untuk keduanya, "Bu Anne, hari ini ajak Nanda untuk menemani istriku ke butik, dan pastikan dia tak kelelahan saat bekerja," perintah Joshua.


"Baik tuan, apa ada lagi?" tanya Bu Anne.


"Oh ya dan pastikan dia tak kelaparan, dua jam sekali beri jus buah tanpa gula atau buah potong ya," tambah Joshua.


"Sayang, kamu ingin menjadikan aku sapi, kenapa terus menyuruh Bu Anne memberikan makanan seperti itu," protes Adelia.


"Karena aku tak ingin kamu kelaparan sayang, apalagi kata dokter Arkam dan Lena, jika kamu harus memenuhi gizi untuk dua bayi kita, jadi mau ya sayang .... please," bujuk Joshua pada Adelia.


"Baiklah, baiklah, tapi awas jika kamu melirik wanita lain yang lebih cantik, maka aku akan mogok makan, biarkan saja aku dan dua anak mu ini kelaparan," ancam Adelia dengan mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah, aku mengerti, dan bagiku hanya kamu wanita tercantik di mataku," kata Joshua yang baru selesai makan.


Adelia mengantar Joshua ke luar, sedang bu Anne sudah siap membawa semua keperluan Adelia.


Nanda juga sudah membawa persediaan itu ke mobil, karena buah dan yang lain berada di cool box.


Kini Adelia pun berangkat bersama Bu Anne dan Nanda yang akan menjadi pengawal mereka kali ini.


Saat sampai di butik, para pegawai Adelia langsung menyambut bos mereka itu.


Pasalnya sudah lama dari terakhir kali Adelia ke butik, "wah... perut mbak Adelia udah besar, jadi gak sabar mau lihat mereka lahir," kata Dara.

__ADS_1


"Tunggu tiga bulan lagi aunty," jawab Adelia tertawa.


Adelia pun masuk ke ruangan miliknya yang sudah di pindahkan ke bawah.


Benar saja, tak lama ada pasangan pengantin yang sudah membuat janji dengan Adelia.


Mereka merancang gaun dan jas pengantin impian, bahkan gaun itu akan bertahtakan berlian.


dia akan meminta Darwin untuk menyiapkan berlian yang di butuhkan untuk gaun dan perhiasan pengantin.


Setelah itu, dia juga bertemu dengan beberapa orang klien khusus, hingga tak terasa waktu makan siang datang.


Bu Anne menuju ke dapur kecil di belakang, dia menyiapkan oatmeal dan buah untuk Adelia.


Karena Adelia akan makan di luar sambil berbelanja, Adelia pun makan cemilan bersama anak buahnya.


Sedang di kantor, Joshua membuka email dari Darwin tentang sekolah dari sahabatnya.


Joshua tak mengira jika di sekolah itu memiliki kasus bullying yang di tutupi dan seakan di biarkan.


Apalagi pihak sekolah juga menutup mata, dan alasan yang klise, antata si kaya dan miskin, akhirnya Joshua melaporkan semua temuan itu.


"Halo Darwin, kamu pulang jam berapa? papa akan menjemput mu?" tanya Joshua.


"Karena sebentar lagi papa kesana, karena pekerjaan sudah selesai, dan jam tiga ada rapat dengan klien di luar, kamu sekalian bisa ikut," kata Joshua.


"Siap papa," jawab Darwin sebelum mematikan telpon.


Joshua dan Hans sudah berangkat ke sekolah Darwin, tapi saat mobil baru memasuki kawasan sekolah.


Terdengar suara perkelahian, Joshua pun bergegas menghampiri karena terlihat sahabatnya juga ada di sana.


"Ada apa Mike!" panggil Joshua.


"Ya Tuhan Joshua tolong aku, putra mu lepas kendali," kata Mike melerai beberapa siswa yang berkelahi.


Joshua langsung memeluk putranya itu, pasalnya Darwin sudah menghajar lima orang siswa yang bertubuh lebih besar darinya.


"Aku bilang tarik kata-kata mu, atau aku akan merobek mulutmu itu!" teriak Darwin masih berusaha berontak.


"Tapi yang aku katakan benar, kamu itu anak tidak sah, orang tua ku bilang jika kamu di bawa masuk ke dalam keluarga Gusman oleh ibumu, cih... cuma anak haram bertingkah," hina bocah itu.

__ADS_1


Mendengar itu, Joshua melepaskan Darwin, merasa tidak di tahan lagi, Darwin langsung mencekik bocah itu.


"Tarik kata-kata mu atau aku akan mengirimmu dan semua keluargamu ke neraka," bentak Darwin marah.


"Ya Tuhan, Joshua putra mu bisa membunuh anak itu, tolong bantu aku," kata Mike panik.


"Coba lerai sendiri kalau bisa, Darwin bukan bocah yang bisa kalian tindas, dan bodoh berani mengusik Darwin," kata Joshua menyeringai.


Mike tak bisa melerai keduanya, bahkan tiga satpam juga lumpuh karena tendangan dari Darwin.


Joshua pun memberi isyarat pada Hans untuk membantu, Hans pun langsung melihatkan layar ponselnya.


Darwin pun melepaskan tangannya dari leher bocah yang sudah hampir mati itu.


"Hallo mama, mama sedang apa?" tanya Darwin yang mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat.


"Hallo sayang, mama sedang berada di butik," jawab Adelia yang tersenyum di layar ponsel.


Hans mengajak Darwin menjauh dari kerumunan, Joshua pun menghampiri Mike dan siswa itu.


"Inilah yang kau dapat jika tak bisa menahan mulut mu, siapa yang mengatakan jika Darwin itu putra yang tak sah, dia adalah putra kandung ku, dan siapa kamu bocah kecil yang berani mengusik putra seorang Joshua Alejandra Gusman," kata Joshua dingin.


"Orang tua ku bisa membuatmu bangkrut saat ini, karena orang tuaku adalah pengacara hebat," kata bocah tengil itu.


Mike yang panik langsung membungkam mulut siswanya, Joshua pun memancarkan aura membunuh yang begitu kuat.


Mike tau jika dia dan Darwin membantunya, tapi kini sekolah milik keluarganya juga ikut terancam karena ulah siswanya.


"Katakan, siapa nama orang tua mu," kata Joshua dingin.


"Aku orang tuanya, siapa kamu berani menyakiti putra tunggal ku," kata seorang pria yang datang bersama kepala sekolah dan tak melihat sosok Joshua.


Pria itu langsung memeluk putranya yang sudah menangis dan melihat semua luka yang di sebabkan oleh Darwin.


"Mike, sepertinya aku salah menyuruh putra ku membantumu, jika berakhir seperti ini, lebih baik bubarkan saja sekolah bobrok mu ini," kata Joshua dingin.


"Siapa yang berani menyentuh putra pengacara hebat keluarga Nasution, aku akan membuatnya membayarnya," kata pria itu berbalik dan melihat Joshua.


Pria itu gemetar ketakutan, pasalnya Joshua adalah orang yang paling di hindari, "kenapa kamu tak bisa mengajari mulut putramu, hingga berani menghina putraku, atau kamu sudah bosan hidup hingga berani mengusik keluargaku," suara Joshua terdengar marah.


"Maaf tuan besar Joshua Gusman," kata pria itu langsung berlutut.

__ADS_1



__ADS_2