
Semua orang terkejut melihat itu, pasalnya mereka tau jika keluarga pengacara Nasution itu sukses, terkenal dan memiliki kekayaan yang berlimpah.
"Tuan Nasution, kenapa seperti ini, dia hanya membohongimu," kata kepala sekolah.
Mendengar itu Mike marah, bahkan kepala sekolah itu terlalu bodoh hingga tak mengenali Joshua yang seorang pengusaha sukses.
"Tutup mulut mu atau aku akan membuatmu mendekam di penjara selama-lamanya," ancam Mike.
"Kau tau apa yang sudah di lakukan oleh putramu, dan kamu tau benar jika keluarga ku tak suka di usik," suara Joshua terdengar dingin.
"Iya tuan, saya tau, dia memang terlalu di manjakan oleh ibunya," kata orang itu.
Darwin datang dengan membawa tas dan juga semua perlengkapannya, "sudahlah papa, kita pergi saja, buat apa membuang waktu dengan mereka, aku akan membuatnya merasakan apa yang pantas keluarganya dapat dengan berani menganggu dan mengusik ku," kata Darwin tersenyum menyeringai.
"Baiklah, kau adalah tuan muda di keluarga Gusman dan Amadea, dan kamu bisa melenyapkan sebuah firma hukum kecil," kata Joshua.
"Tentu, kalian tunggu saja," kata Darwin berjalan terlebih dahulu ke mobil.
"Mike, kamu harus melakukan perombakan besar-besaran dengan semua bukti yang sudah di tangan, dan aku ingin lihat progres itu," kata Joshua.
"Baik Jo, aku akan melakukan semua sesuai arahan dari Darwin, terima kasih atas bantuannya," kata Mike.
Joshua dan Darwin pun pergi dari sekolah itu, tuan Nasution pun langsung memukuli putranya yang bodoh.
Dia saja begitu menghindari berkonflik dengan Joshua, tapi putra bodohnya malah salah memilih lawan.
Keduanya pun menuju ke restoran hotel untuk melakukan rapat bersama klien luar negeri.
Sebenarnya Joshua bisa pergi hanya dengan Hans, tapi karena klien kali ini perempuan.
Dia pun mengajak Darwin untuk menjadi penjaga dan juga membantu dirinya.
Mereka sampai di restoran hotel mewah, Darwin pun sudah menganti pakaiannya.
Darwin pun mencari informasi mengenai calon klien dari Joshua.
Tapi Darwin merasa jika akan ada masalah menunggu Joshua, pasalnya klien kali ini adalah kenalan dari Selly.
"Papa sebaiknya kamu hati-hati, karena klien kali ini akan memberi kejutan besar untuk kita," kata Darwin.
"Maksudmu?" tanya Joshua.
Darwin akan menjelaskan tapi tak sempat karena dua wanita itu sudah datang dengan pengawalan ketat.
__ADS_1
Joshua pun melihat Darwin yang tersenyum, karena dia tau maksud Darwin dari kejutan besar dan paling menyebalkan untuknya.
Selly tersenyum melihat Joshua, tapi senyumnya hilang saat melihat bocah kecil di samping Joshua.
"Selamat sore nona Casandra Lee," sapa Joshua.
"Selamat sore juga tuan Joshua Gusman, wah saya tak mengira jika anda mengajak serta keponakan yang tampan ini," kata Casandra mencubit pipi Darwin.
"Maaf menyela ya Tante, saya bukan keponakannya, tapi saya adalah putra dari tuan Joshua Gusman, dan sebentar lagi saya juga akan memiliki adik," kata Darwin tersenyum palsu.
"Benarkah, berarti hot Daddy ya, meski sudah memiliki anak tapi tetap begitu tampan," puji Casandra lagi.
"khem.. khem.. kita mau bahas pekerjaan loh," kata Selly sedikit kesal karena Casandra tertarik pada Joshua.
Mereka pun duduk bersama, Darwin memberitahu alamatnya saat ini pada Adelia yang sedang berbelanja di mall sebrang hotel.
Joshua pun menahan rasa risih dengan tatapan kedua wanita itu.
Sedang Darwin ingin sekali mencongkel mata kedua wanita itu yang terus menatap genit ke arah Joshua.
Hans selesai menjelaskan dan Casandra langsung menyetujui kerjasama itu.
"Ngomong-ngomong bisakah kita makan malam sebagai tanda kesepakatan ini," ajak Casandra.
"Aku jadi penasaran, bagaimana istri anda, sepertinya anda begitu mencintainya," kata Casandra tersenyum sambil menggoda Joshua dengan kakinya.
Darwin yang sadar trik itu pun menendang meja dari bawah, dan itu membuat semua orang kaget.
"Joshua kamu masih memiliki janji dengan ku, dan aku ingin memintanya," kata Selly dengan tak tau malu.
"Aku tak pernah berjanji apapun padamu, lagi pula kamu memiliki Adjie, lebih baik minta suamimu itu saja," kata Joshua.
"Aku Sudah berpisah dengannya, dan itulah mengapa aku sekarang bekerja sama dengan Casandra," jawab Selly tersenyum menggoda.
"Maaf, saya harus pergi karena urusan kita sudah selesai dan selanjutnya, akan ada orang kepercayaan saya yang akan menemui anda untuk membahas pekerjaan," kata Joshua.
"Baiklah saya pamit,karena masih banyak pekerjaan, permisi," kata Joshua.
Darwin dan Hans juga berdiri, "oh ya Tante-tante yamg cantik, ingat ya kata-kata ku, jika sekali anda berani menggoda dan mencelakai papa atau keluarga ku, maka-" kata Darwin sambil memberi ancaman dengan memotong leher yang artinya kematian.
Selly dan Casandra tersenyum, pasalnya mereka tak menganggap serius ancaman dari Darwin.
Tapi dari jauh Darwin tersenyum menyeringai, pasalnya dia sudah membuat jebakan pada keduanya.
__ADS_1
Casandra dan Selly merasa tiba-tiba lemah, dan perut mereka begitu sakit tiba-tiba.
Devina keluar dari hotel sambil menyelinap dan tak ada seseorang yang menyadari hal itu.
Saat Joshua akan pergi, dia melihat Adelia yang baru masuk ke lobi, "sayang kamu disini?" tanya Joshua.
"Ya, aku ingin menghampiri dirimu dan Darwin, tapi ternyata rapat sudah selesai?" kata Adelia tersenyum.
"Yap, sekarang kita pulang saja, dan Hans tolong minta seseorang mengirimkan semua pekerjaan ke rumah ya."
"Baik Bos," jawab Hans.
"Sebelum pulang, lebih baik kita makan dulu saja, tapi om Hans dan papa lepas jas mahal kalian," kata Darwin.
"Kenapa?" tanya Hans binggung
"Karena kita akan makan di warung kaki lima tempat kesukaan mama dulu," kata Darwin
"Tapi bukankah mereka sudah tutup," tanya Adelia binggung.
"Hari ini khusus buka, demi mama dan calon adik-adik ku yang rindu sate pak Hasan," kata Darwin.
Adelia pun begitu senang, dan mereka pun berangkat menuju ke warung yang di maksud Darwin.
Tapi mereka malah di ajak ke sebuah gang sempit, jadilah mereka harus berjalan kaki lumayan jauh.
Darwin langsung masuk dan menyapa pak Hasan yang sudah sepuh.
"Wah nak Darwin, ayo masuk, bapak sudah siapkan pesanan nya," kata pak Hasan.
"Wah... mantap itu, mama, papa dan om Hans ayo duduk sini," kata Darwin.
Mereka pun duduk lesehan, ternyata pak Hasan sudah tak bisa menyewa bangunan warung lagi.
Joshua dan Adelia pun memutuskan untuk membantu mereka, sedang di tempat lain.
Keluarga pengacara itu benar-benar hancur, semua kasus yang di sembunyikan rapat-rapat kini terbongkar.
Bahkan kasus penyuapan, pelecehan dan juga kekerasan pada ART juga terungkap.
Keluarga itu benar-benar hancur di tangan Darwin dan Joshua.
__ADS_1