Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_ di gagalkan


__ADS_3

"tunggu dulu nak ..." kata mama Laura yang memergoki Sabrina dan Leo.


"lah Oma ... kenapa disini, oma biar kami pergi ya," mohon Sabrina.


"masuk ke mobilku, atau aku melaporkan ini semua pada orang tua mu, dan Leo kamu tau bagaimana aku bukan," kata mama Laura dingin.


"nurut aja lah kak, aku lebih serem musuh Oma di banding kakak Samuel," kata Sabrina ketakutan.


Leo pun terpaksa menidurkan tubuh Bunga di samping Sabrina, kemudian mama Laura masuk, begitupun Leo.


mereka pun menuju ke rumah lama keluarga Gusman, mama laura terus menatap diam pada Sabrina.


"Oma, jangan jadi seram gitu dong, aku jadi merasa bersalah nih," kata Sabrina ketakutan.


"karena kalian berani mau memisahkan mereka, memang salah apa Darwin?" tanya mama Laura.


"Darwin tidak salah Oma, tapi orang yang menyukai kak Darwin dan menentang pernikahan ini yang salah karena tak menyukai kak bunga, Bu nova di culik, dan ini saja yang kak bunga bisa, agar bisa pergi menjauh dari kak Darwin, karena dia tak mau kehilangan orang terdekatnya lagi," jawab Leo


"iya Oma," tambah Sabrina.


"kamu bisanya cuma jawab, iya iya doang," kesal mama Laura.


"Oma ..." kata Sabrina yang merengek.


akhirnya mobil yang membawa mereka sampai di rumah lama itu, terlihat tuan Federico juga ada di sana.


"Oma ... aku gak mau turun ya, takut sama opa Rico, lihat kumisnya saja sudah menakuti ku," kata Sabrina.


"turun, atau aku akan menyuruhnya mengendong mu masuk," kata mama Laura tanpa bisa di bantah.


akhirnya Sabrina turun, dan merangkul mama Laura, sedang Leo menggendong Bunga yang masih pingsan.


"bawa masuk, dan Rivan akan memeriksa kondisinya, dan kamu gadis nakal, bisa-bisanya kamu mengikuti kakak-kakak sesat mu, dan lagi kenapa kamu begitu keras pada David," kata papa Federico menjewer kuping Sabrina.


"aduh .... sakit opa ..." rengek Sabrina yang di peluk mama Laura.


mereka pun menuju ke kamar tamu, Bunga langsung dapat infus dan obat, Rivan tak mengira jika anak-anak ini sampai melakukan hal sejauh itu.

__ADS_1


kini mama laura menatap dua orang itu, tak lama Samuel dan Darwin juga datang.


"Oma ..." gumam Samuel yang melihat adik dan orang kepercayaannya sudah tak berdaya.


"apa ini Oma?" kata Samuel yang baru saja datang.


"Sabrina masuk ke kamar temani Rivan," perintah mama Laura.


"iya Oma ..."


"hei kau yang sopan, itu Oma ku, kamu jangan lupa," kata Darwin yang sudah babak belur begitupun Samuel.


"tapi dia lebih menyayangiku, kamu lupa," kata Samuel sombong.


tanpa terduga mama Laura langsung menjewer kuping kedua pemuda itu, "kalian bisakah tenang, Rivan masih memeriksa kondisi bunga, dan kau putra David Graham begitu menyebalkan, kenapa kamu ingin memisahkan mereka berdua, kau ingin aku memukulmu sampai sekarat Hem..." kesal mama Laura.


"ampun Oma ... ampun sakit ... bukan begitu Oma, habis cucu mu terlalu menye-menye dan kurang tegas, hingga orang yang lain bisa melukai bunga dan orang di sekitarnya, dia lupa karena kejadian kematian orang tua angkatnya, Bunga memiliki trauma dan ketakutan jika orang di sekitarnya akan mati karena dirinya, itulah kenapa dia memilih meninggalkan Darwin Oma, jadi minta cucu bodoh mu itu untuk lebih tegas mengambil sikap saat ada pelakor, dan kenapa kamu tidak bisa belajar dari om Joshua sih ah," kesal Samuel.


"Samuel!!!" teriak Darwin.


"cukup berhenti!" bentak mama Laura.


"dan kamu Darwin, kamu harus mulai melindungi milikmu, kenapa kamu sekarang berbeda dengan cucu kecilku, kenapa nak, dulu kamu begitu protektif pada milikmu tapi sekarang, sampai orang yang kamu cintai terluka dan harus minta bantuan orang lain, kamu sekarang berbeda Darwin," kata mama Laura.


"aku memang berubah Oma, aku memang tak seperti dulu, rasa sakit kehilangan Bunga dan semua masalalu yang membuatku marah, terus membayangi ku Oma, bagaimana opa buyut harus mati di depan ku saat melindungi ku, dan bagaimana aku bisa memaafkan orang seperti diriku ini yang tak bisa berbuat apapun, orang yang bahkan mengutuknya tanpa tau kebenarannya, aku terpuruk Oma, aku pria buruk Oma," tangis Darwin.


"tidak nak, kamu cucu terhebat ku, dia memang melakukan itu hanya karena dengan itu kamu terbebas dari ikatan pernikahan dengan keluarga Graham," kata mama Laura.


"itu benar, opa Frenky tak membencimu, dia hanya ingin kamu bangkit dan memilih cintamu, jadi jangan terus merasa bersalah," kata Samuel.


mereka pun memberi kekuatan pada Darwin, pria itu memang sedikit lemah setelah kematian kedua opa buyutnya.


tapi pria seperti darwin, pengusaha sukses tak boleh lemah, apalagi jika Darwin ingin melindungi wanita yang di cintainya.


"tapi terlambat Oma, dia sudah menggugurkan kandungan miliknya," tangis Darwin.


"Samuel ...."

__ADS_1


"maaf ya bro, aku tadi meminta Davin membawa janin orang, sedang bunga tetap hamil, kan hanya ingin membuatmu melepaskannya saja tadi, he-he-he," tawa Samuel.


"kau pria brengsek Samuel," kata Darwin yang kesal malah sekarang kembali adu jotos dengan Samuel.


mama Laura yang kesal kembali menjewer telinga Keduanya, dan sekarang keduanya di hukum untuk mengangkat tangan sambil duduk di lantai.


"Oma ... kami sudah bukan anak-anak lagi," protes Darwin.


"siapa yang menyuruhmu untuk menurunkan tangan, tetap angkat," perintah mama Laura.


Sabrina dan Rivan tertawa saat keluar dari kamar tamu, pasalnya dua pengusaha muda tahluk di tangan wanita sepuh seperti mama Laura.


"pemandangan apa ini, kenapa dua pria ini di hukum seperti anak SD," ejek Sabrina.


"brie ... kamu mau uang jajan mu berkurang bulan ini, awas saja," kesal Samuel.


"ya jangan dong kak ... aku gak mau kalau lagi dengan dua rusuh Deda," kata Sabrina.


"Deda?" tanya mama Laura.


"Devan Davin," jawab Sabrina.


"tapi Samuel, apa kamu sudah tau siapa yang ingin menyakiti Bunga dan Bu Nova," tanya papa Federico.


"sudah dong, bahkan pria itu sudah ada di markas hitam ku, dan bunda Nova juga sudah ada di rumah sakit di jaga Devan dan Davin," jawab Samuel.


"bawa aku melihatnya, dan Darwin kamu harus tegas, buktikan jika kamu tetap putra Joshua yang dingin dan tanpa mengenal takut, jika tidak, jangan berharap opa akan membiarkan Bunga memiliki suami yang tak bisa melindunginya," kata papa Federico.


"baik opa," jawab Darwin.


mama Laura tersenyum senang, cucu pertamanya sudah kembali, dan sekarang mereka baru ingin lihat bagaimana hasil dari Darwin.


dan mama Laura harus menyelesaikan satu masalah, yaitu Vina, mama dari Adelia yang kurang menyukai Bunga.


padahal jika mau, dulu mama Laura juga bisa membuat wanita itu sadar diri, karena dia juga bukan orang kaya.


karena dia juga anak angkat keluarga Amadea, dan karena cinta yang terlalu besar dari Hafsah, wanita itu hingga melupakan diri dan masa lalunya.

__ADS_1


__ADS_2