
Rombongan ambulans berdatangan, tuan Georgio pun menarik istrinya agar tak menghalangi para petugas yang membawa korban.
Tapi Nyonya Arsya langsung menangis dan histeris, saat melihat siapa yang di dorong masuk ke UGD.
"Adelia!" teriak nyoba Arsya berlari mendekati cucu perempuannya itu.
Tuan Georgio pun ikut berlari dan terkejut melihat Adelia penuh luka dan darah di sekujur tubuhnya.
"Adelia,apa yang terjadi, Arkam selamatkan cucuku," kata tuan Georgio syok.
"Baik tuan,dan anda bisa menanyakan perihal kecelakaan pada kepolisian," jawab dokter Arkam yang mengikuti Adelia ke ruang operasi.
Tuan Georgio menyetujui semua prosedur operasi termasuk operasi sesar untuk mengeluarkan dua bayi Adelia.
Lena pun memberitahu Novan sebelum masuk ke ruang operasi untuk menolong Adelia.
"Sebenarnya apa yang terjadi, bagaimana mobil cucu kesayangan ku bisa kecelakaan?" tanya tuan Georgio.
"Sepertinya mobil cucu anda mengalami masalah, dan pada akhirnya tak terkendali hingga masuk jalur berlawanan dan kemudian di tabrak truk," jawab polisi.
"Anda yakin Kapolsek, jika anda salah dan menyembunyikan kebenarannya, anda tentu tau siapa Joshua," kata Novan datang.
Polisi itu terdiam, pasalnya hanya itu yang di laporkan dari tempat kejadian.
"Bukan hanya Joshua, aku bahkan bukan pria yang bisa sabar," kata tuan Georgio menahan amarahnya.
"Tapi laporan anak buah saya hanya itu tuan," jawab kepala polisi.
"Ini Sebuah percobaan pembunuhan, aku sudah menemukan semua buktinya," kata Novan memberikan bukti CCTV di jalan dan di sekitar jalan yang di lalui Adelia.
"Aku harus menghabisi mereka, Novan minta Joshua dan Darwin pulang," kata tuan Georgio.
"Tentu tuan sepuh, Joshua sedang menuju ke Indonesia dengan pesawat pribadi, dan Darwin juga akan kembali Sekarang," kata Novan.
Sedang nyonya Arsya menangis Sambil berdoa untuk Adelia dan juga kedua anaknya.
Di ruang operasi, dokter Arkam sedang melakukan operasi sesar, kedua bayi di angkat dengan keadaan baik dan sehat.
Setelah itu mereka berusaha menyelamatkan Adelia, karena luka Adelia terlalu banyak mengeluarkan darah.
apalagi golongan darah Adelia langka, AB+ dan rumah sakit sedang tak memiliki golongan darah itu di bank darah.
"Maaf nyonya, apa anda keluarga pasien, kami sedang membutuhkan donor darah yang sama dengan pasien, AB+," kata suster menghampiri nyonya Arsya.
"Tunggu suster, saya panggilkan suami saya," kata nyonya Arsya bergegas.
Melihat tuan Georgio akan pergi, nyonya Arsya berlari dan tak sengaja jatuh cukup keras ke lantai.
"Nyonya," panggil perawat yang lewat.
__ADS_1
"Saya tidak apa-apa, tolong panggilkan Georgio," kata nyonya Arsya berusaha untuk bangkit.
Perawat itu binggung melihat nyonya Arsya, "Georgio!" teriak nyonya Arsya berusaha bangun.
Mendengar suara itu, tuan Georgio berbalik dan melihat istrinya yang di bantu seorang perawat.
"Sayang, kamu kenapa berteriak, aku harus segera menangkap pelakunya," kata tuan Georgio menghampiri nyonya Arsya.
"Tidak, Adelia butuh golongan darah AB+ sekarang, aku mohon .... dia sedang berjuang di dalam ...."
"Baiklah, Novan tolong jemput Joshua, minta dia menangani semua ini, biar aku yang disini," perintah tuan Georgio.
"Baik tuan sepuh," jawab Novan pergi.
Tuan Georgio melakukan transfusi darah, tapi itu masih kurang, "dokter Lena, aku percaya kamu bisa menyelamatkannya, aku akan melakukan donor darah untuk Adelia, dan aku serahkan semua padamu."
"Baik dokter," jawab Lena penuh keyakinan.
Saat ini Adelia sedang berjuang di meja operasi, Joshua sudah pulang dengan pesawat pribadi malam ini.
Bahkan wajah tampan itu memancarkan kemarahan, dan aura membunuh yang begitu kuat.
Novan memberi hormat saat Joshua datang, "katakan segalanya, siapa dan sekarang mereka dimana?" kata Joshua dingin.
"Tuan Juan Imanuel Marquez dan nona Selly, kepala geng naga membantu mereka, dan sekarang berada di bar," jawab Novan.
"Apa mereka sekarang menjadi pembunuh bayaran? menjijikkan,"
"Jadi geng naga, kita selesaikan malam ini," kata Joshua.
Novan pun mengangguk dan membukakan pintu mobil.
Joshua membuka kotak di bawah kursi mobilnya, dia mengeluarkan semua senjata tajam miliknya.
Novan sudah merakit senjata api milik Joshua dan mengisinya dengan peluru.
Joshua siap untuk membunuh siapa pun yang menyakiti istri dan juga anaknya.
Joshua memakai masker lama yang sudah ia tinggalkan, tangan kematian kembali demi menuntut balas untuk Adelia.
Mobil berhenti di depan sebuah bar, terlihat begitu ramai, Joshua turun seorang diri.
Para pengawal mencegah Joshua masuk, tapi itu tak berguna karena pria itu.
Cukup dengan sebuah sayatan dalam di leher untuk membunuh setiap musuhnya.
Bahkan mata Joshua pun tak berkedip sedikitpun saat membunuh musuh-musuhnya.
Joshua berjalan masuk kedalam bar, di dalam ruangan itu, mereka semua sedang bersenang-senang, dan merayakan tentang keberhasilan mereka,
__ADS_1
Tapi mereka semua kaget melihat dua pengawal mati yang menerobos masuk ke ruangan itu.
Joshua berjalan dengan tenang, tapi membuat semua orang terkejut melihat orang yang sudah berhenti kembali.
"Wah ada apa tangan kematian datang kemari, apa kamu membutuhkan pekerjaan dari geng naga milikku," kata ketua geng naga mengejek.
Tanpa menjawab Joshua melempar kunai tepat di dua mata dan juga kepala pria itu dengan cepat.
Juan dan Selly terkejut melihat ketua geng mati begitu saja, "jika kalian tidak ingin mati, bersujud pada ku," kata Joshua datar.
Semua anak buah geng itu bersujud pada Joshua, sedang Juan yang ketakutan mulai menyerang Joshua.
Tapi dia bukan tandingan seorang pria macam Joshua, sekali pukul Juan terkapar.
Selly ketakutan melihat itu, "kenapa kalian mencelakai Adelia? jawab atau aku akan membuat mu bernasib sama dengan pria di sampingmu itu," kata Joshua dingin.
"Aku tak akan mengatakannya, aku tak takut dengan mu," kata Selly melihat Juan sadar.
"Kau yakin, aku rasa tak semenarik itu," kata Joshua yang menancapkan pisau di mata Juan yang baru sadar.
"Aaarrgg.... mataku," teriak Juan kesakitan.
Joshua menarik pisau miliknya, kemudian menancapkan lagi ke mata satunya.
Kembali teriakan dari Juan terdengar melengking, suara kesakitan itu seperti irama tersendiri bagi Joshua.
"Kau tak ingin bernasib sama bukan, katakan!" bentak Joshua.
"Kami di bantu musuh keluarga Amadea, dia mengatakan ingin menyingkirkan Adelia dan anak-anaknya, karena ini semua demi harta yang menjadi milik Adelia," kata Selly ketakutan.
"Aku butuh nama," kata Joshua yang langsung membunuh Juan di depan Selly.
Pria itu menarik Juan di depannya, dan pisau itu menggorok leher Juan tepat di depan mata Selly.
"Anastasya Indra Amadea," jawab Selly ketakutan.
Joshua pergi setelah mengantongi nama itu, Selly sedikit bernafas lega, pasalnya pria gila itu sudah pergi.
Dia pun berjalan ketakutan untuk berusaha meninggalkan tempat itu.
Tapi tak di duga, sebuah tali menjerat lehernya dan langsung di tarik hingga Selly tergantung di langit-langit.
"to- long le- pas-" kata Selly terbata.
Joshua menyeringai dan membuka topengnya, Selly melotot melihat siapa pria di balik topeng itu.
Akhirnya dia pun mati dengan cara menyakitkan, "kalian semua bereskan tempat ini, dan jika berani menghianati ku, maka hukumannya akan kalian tanggung bersama keluarga kalian seluruhnya," ancam Joshua.
"Baik bos besar," jawab semua anak buah geng naga.
__ADS_1
Joshua pun kini tinggal mencari perempuan jahanam yang berani menyentuh istrinya.