
Kedua keluarga sudah sampai di rumah keluarga Amadea untuk melakukan pesta.
Adelia memerintahkan kepada para pelayan menyiapkan tempat barbeque di taman.
Darwin pun ikut membantu membakar sosis, daging dan sayuran.
Adelia terus mengawasi putranya itu, dia tak menyangka keluarga mereka bisa bersama seperti ini.
"Mama, tolong piring, sosisnya sudah matang," panggil Darwin.
"Baiklah," jawab Adelia.
Darwin pun memilih makan di banding membantu lagi, Darwin makan dengan lahap.
Mereka juga membahas pesta yang akan di lakukan oleh keluarga Amadea sebelum pulang ke Indonesia.
Sementara itu di Surabaya, tuan Yusrin sedang sakit keras, dia tiba-tiba sakit setelah mendapatkan kunjungan seseorang.
Bahkan kondisinya saat ini belum menunjukkan perubahan yang baik.
Novan pun terus meminta anak buahnya berjaga, pasalnya dia yakin jika orang yang ingin menyingkirkan Yusrin akan datang ke rumah sakit.
Benar saja, seorang pria berpakaian dokter masuk dan memeriksa keadaan dari Yusrin.
Pria itu menyeringai di balik maskernya, "kau susah membuat putriku menjadi cacat, dan gila, sekarang aku akan mengirimmu ke neraka,"lirih pria itu.
Setelah menyuntikkan obat, pria itu bergegas pergi, Novan tak curiga karena dia berpakaian seperti dokter.
Sedang di penjara tempat Yumna menghabiskan waktunya terjadi
jadi kebakaran hebat.
Semua napi pun berlarian menyelamatkan diri, Yumna si bekap seseorang hingga pingsan.
Dia di bawa masuk ke mobil minibus, dan di bawa kesebuah rumah sakit.
Polisi pun di buat kuwalahan karena banyak napi yang kabur, akhirnya polisi melakukan pengejaran.
Novan mengirimkan email pada Joshua dan Darwin, Joshua memerintahkan Novan untuk menyebar orangnya agar segera menemukan Yumna dan Teana yang kabur.
Sedang di tempat lain, Robby bersama Adeline sedang menyusun rencana untuk menghancurkan Joshua.
Mereka pun memilih menggunakan cara kotor, tapi mereka harus bersabar untuk menunggu kepulangan dari pasangan itu.
Joshua dan Darwin menyembunyikan semuanya dari keluarga mereka, karena tak ingin menganggu kebahagiaan yang terjadi saat ini.
__ADS_1
Pesta berakhir pada malam hari, keluarga Gusman pamit pulang, begitu pun Adelia yang ikut ke kediaman keluarga Gusman.
Adelia pun sudah tidur saat Joshua membuka dan mulai memerintahkan para ank buahnya mulai mencari Yumna dan Teana.
Sedang Darwin meretas semua CCTV dan memberikan informasi kepada Novan agar segera menemukan para penjahat itu.
Tak terasa hari ini pesta ulang tahun pernikahan tuan Georgio dan nyonya Arsya.
Mereka juga mengenalkan Adelia dan Darwin sebagai anggota keluarga pada semua kolega.
Setelah pesta setengah berjalan, Joshua mendapatkan sebuah telpon dari Novan.
Berita itu mengejutkan dirinya, dia pun langsung menghampiri Adelia dan Darwin.
"Ada apa sayang? kenapa kamu begitu cemas?" tanya Adelia melihat wajah Joshua.
"Kita harus pulang sayang, papa yusron koma, dan waktunya tak lama lagi, dan dia terus memanggil namamu," kata Joshua.
"Apa? apa yang terjadi sebenarnya," kata Adelia syok.
"Nanti aku jelaskan, yang pasti kura harus pulang saat ini, dan pesawat sedang disiapkan," kata Joshua.
"Ayo kita pulang," kata Adelia panik.
Melihat Adelia, Joshua dan Darwin gelisah para orang tua menghampiri mereka.
"Maaf ma, Pi, kami harus segera kembali ke Indonesia, karena kondisi papa Yusrin memburuk dan dia mencariku," jawab Adelia.
"Baiklah, aku akan menyuruh anak buah ku mengawal kalian agar segera sampai ke bandara," kata Hafsah.
"Terima kasih papi," jawab Adelia.
Mereka bertiga pun bergegas masuk kedalam mob menuju bandara, benar saja perjalanan mereka begitu lancar karena ada pengawalan.
Setelah itu Hans mengendong Darwin dan Joshua membantu Adelia naik ke pesawat.
Perjalanan mereka cukup panjang menuju Indonesia, sedang di rumah sakit kondisi Yusrin terus menurun.
"Bagaimana? apa kamu sudah meminta mereka pulang?" tanya Rivan.
"Sudah dokter, mungkin sekarang madih di pesawat, bagaimana pun kita berbeda benua saat ini, dan akan butuh waktu untuk sampai," kata Novan.
"Aku tak habis pikir, kemarin pengobatan baik-baik saja, tapi kenapa tiba-tiba tubuhnya malah makin drop, dan menolah semua obat yang di berikan," binggung Rivan.
"Oh ya.. kalau tak salah kemarin ada seorang dokter yang mengecek keadaan tuan Yusrin, kenapa tidak tanya sebenarnya kenapa?" usul Novan.
__ADS_1
"Apa maksudmu, dokter siapa? karena jika ada kunjungan aku pasti ikut, karena aku juga berada dalam tim dokter yang menanganinya," jawab Rivan.
"Maksud dokter," kata Novan terkejut karena kecolongan.
Sebuah rekaman CCTV rumah sakit di kirim dari email Darwin, dan Novan terkejut melihat rekaman itu.
"Sepertinya aku kecolongan, dokter Rivan tolong sebisa mungkin selamatkan tuan Yusrin, karena hanya dia saksi kunci kita," mohon Novan.
"Baiklah, aku akan berusaha," jawab Rivan.
"Kalau begitu terima kasih, aku harus mengejar seseorang," pamit Novan.
Rivan pun menghampiri tim dokter yang masih berusaha untuk menyelamatkan tuan Yusrin.
Adelia juga terus berdo'a untuk kesembuhan dari ayahnya itu, bagaimana pun dia tetap ayah kandungnya.
Mereka berempat memilih tenggelam dalam pikiran masing-masing.
Setelah satu hari lebih lima jam, dan dua kali transit, akhirnya pesawat yang di tumpangi Joshua dan keluarga pun sampai di Juanda.
Novan menjemput mereka dan langsung mengantar mereka ke rumah sakit.
Saat sampai tim dokter sedang melakukan penanganan pada pasien karena tiba-tiba detak jantung berhenti berdetak.
Tapi setelah segala upaya, tuan Yusrin akhirnya meninggal dunia tanpa bisa meminta maaf pada Adelia.
Adelia pun menangis tersedu-sedu mendengar kematian dari sang ayah.
"Om Novan, apa kamu sudah menemukan pelakunya?" tanya Darwin langsung.
"Belum tuan kecil, pria itu seperti belut, sangat sulit di lacak," jawab Novan.
"Bagaimana dengan napi yang kabur, apa sudah ada kabar?" tanya Hans.
"Hanya Yumna yang tidak bisa di temukan, dan Teana juga sudah hilang tanpa jejak," jawab Novan.
"Sebenarnya apa yang kamu lakukan, hingga kita bisa kecolongan seburuk ini," kata Joshua marah.
"Maaf tuan muda," kara Novan bersujud.
"Tidak papa, ini bukan kesalahan om Novan, aku saja tak bisa menemukan mereka, dan lagi seperti nya musuh kita kaki ini tak semudah yang dipikirkan," jawab Darwin.
Joshua pun menenangkan Adelia, akhirnya Hans dan Novan mengurus jenazah tuan Yusrin.
Jenazah itu di semayamkan di rumah duka untuk tiga hari kedepan sebelum pemakaman.
__ADS_1
Adelia pun hanya bisa bersedih melihat segalanya, berbanding terbalik dengan seorang pria yang tertawa melihat hasil karyanya.