
Adelia terus berdo'a di samping peti mati sang papa, Adelia tetap menyayangi Yusrin meski perbuatannya selama ini.
Joshua juga menyambut semua pelayat yang datang, ini sudah hari kedua.
Rombongan keluarga Gusman dan Amadea akhirnya juga datang, mama Vena pun langsung memeluk Adelia yang terlihat terpuruk.
Semua orang terkejut pasalnya dua keluarga besar, yang menguasai ekonomi dan pasar Eropa datang untuk melayat.
Setelah kedatangan mereka, mama Vena pun memutuskan untuk mengkremasi jenazah Yusrin sesuai agama yang di anutnya.
Mereka semua menunggu sampai kremasi selesai, setelah itu abu itu pun di bawa ke rumah pribadi milik keluarga Sukoco.
Tapi betapa terkejutnya mereka semua saat melihat rumah itu begitu tak terurus padahal baru sebulan.
"Apa yang sebenarnya terjadi," binggung Adelia melihat rumah mewah itu.
"Rumah ini seperti rumah yang di tinggalkan begitu lama, padahal aku menyuruh orang untuk menjaganya," gumam Joshua.
Benar saja orang yang di minta Joshua baru datang dan berbisik menjelaskan sesuatu.
"Baiklah, kalian kembali berjaga dan awasi dari jauh," perintah Joshua.
"Baik tuan," jawab pengawal itu.
Mereka berlima pun masuk ke dalam rumah, dan betapa terkejutnya mereka melihat rumah sudah di acak-acakan.
Mama Vena buru-buru mencari ruang kerja milik Yusrin, dia ingat semua berkas berharga ada di sana.
Hafsah mengikuti mama Vena, ruang kerja itu bahkan sudah sangat berantakan.
Tapi mama Vena mengacak-acak semua tempat dan tak bisa menemukan brangkas milik mantan suaminya itu.
Adelia menghampiri ruang kerja bersama Joshua dan papa Federico, Adelia pun ingat saat kecil dia sedang bermain dengan Yusrin di ruang kerja itu.
Adelia kecil duduk sambil bermain rubik saat Yusrin membuka ruang rahasia.
"Adelia papa akan menunjukkan sesuatu, dan ingat ini jika terjadi sesuatu pada papa, kamu harus membukanya bersama orang yang terpercaya," pesan Yusrin pada Adelia kecil.
"Tapi papa harus baik-baik saja, dan papa harus mengantarkan Adelia ke altar dan menyerahkan Adelia," kata Adelia kecil.
"Pasti nak, papa akan melakukan itu karena Adelia Putri tercinta papa," jawab Yusrin mencium kening Adelia kecil.
__ADS_1
"Papa bisakah memegang abu milik papa Yusrin," kata Adelia pada papa Federico.
"Aku tak bisa menemukan brangkas itu," kata Hafsah.
"Aku takut Yumna menemukan semua berkas penting milik Yusrin," kata mama Vena.
"Sepertinya aku tau ma," kata Adelia berdiri di depan rak buku yang sudah acak-acakan.
Adelia menutup mata, dan mulai menginggat perkataan Yusrin padanya.
"Adelia ingat ini, dua langkah papa ke kanan, setelah itu Adelia suka bunga lili eh salah mawar putih, di sana ada tanah dan lukisan mawar coba di tekan, selesai..." kata Adelia yang sudah sampai di pot bunga yang hancur itu.
Semua terdiam pasalnya Vena sendiri tak tau jika Yusrin memberitahu Adelia rahasianya.
Adelia pun langsung membuka sebuah stop kontak ternyata ada ukiran bunga mawar di baliknya.
Adelia menyentuhnya dan rak buku itu pun terbuka, semua pun kaget melihat sebuah pintu brangkas.
"Ah... pintunya mengunakan pengenalan retina mata dan sidik jari untuk membukanya, sedang Yusrin sudah jadi abu," kata papa Federico.
Adelia pun maju dan membuka brangkas dengan scan retina mata dan sidik jarinya.
"Papa.. maafin Adelia ya..." lirih Adelia saat melihat ruangan itu.
Ternyata itu adalah ruangan yang penuh dengan foto Adelia, bahkan banyak hadiah sesuai dengan ulang tahun Adelia.
Kelima orang itu pun masuk, Adelia mengambil surat yang di tinggalkan oleh Yusrin sesuai usianya.
Mama Vena tak mengira jika Yusrin begitu mencintai putri mereka, bahkan disana tetap terpajang foto mereka bertiga.
Hafsah menemukan semua berkas penting, beberapa sertifikat dari resort-resort dan hotel mewah.
Dan semuanya atas nama Adelia, dan juga ada sebuah surat penting disana.
Hafsah membacanya dan terkejut mengetahui kebenaran yang selama ini di sembunyikan oleh Yusrin.
"Apa kalian mengenal pria ini?" tanya Hafsah menunjukkan sebuah foto lama.
Di sana ada foto lama, mama Vena menginggat semuanya, "itu foto lama kami saat berada di Belanda, itu Yumna dan di sebelahnya adalah Robert, dia dulu adalah kekasih dari Yumna, bahkan dia menjadi tour guide untuk kami, dan aku saat itu sedang hamil Adelia," kata mama Vena.
"Sepertinya aku menemukan musuh Yusrin dan Adelia, pria ini sepertinya tidak sebaik yang terlihat," kata Hafsah.
__ADS_1
"Dia itu dokter bedah di negara itu, dan dia memiliki karir yang sangat bagus," kata mama Vena.
"Tapi kenapa Yumna malah merebut papa Yusrin, dibanding kekasihnya itu?" tanya Adelia yang memeluk surat dari Yusrin.
"Karena dia adalah perusak hubungan, dia juga menjadi benalu di hubungan Robert dan istrinya, dan dia hampir di bunuh oleh istri Robert, dan akhirnya aku membantunya, tapi dia malah merebut papa dari putriku," kata mama Vena
"Sudahlah, kita keluar dari rumah ini dulu, baru memikirkan apa yang terjadi sebenarnya, dan biarkan aku mengirim orang ku untuk merenovasi rumah ini," kata Hafsah.
"Baiklah papi, kalau begitu biarkan abu papa, aku bawa dulu," kata Adelia.
Mereka berlima pun keluar, Joshua tak mengira hari ini dia melihat cinta dari Yusrin untuk Adelia.
"Aku akan merenovasi rumah itu untukmu jika mau, tak perlu merepotkan papi Hafsah," kata Joshua.
"Terima kasih, aku akan sangat berterima kasih untuk itu," jawab Adelia.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah keluarga Gusman, Darwin sudah tidur karena kelelahan.
Joshua pun meminta Adelia beristirahat di kamar, sedang Joshua berkumpul bersama yang lain.
Adelia pun duduk di ranjang sambil membuka setiap surat yang di tinggalkan Yusrin.
Dia membuka mulai dari usianya yang ke delapan, Adelia pun mendapat ucapan selamat dan ungkapan perasaan dari Yusrin.
Begitu sampai surat ke tahun tujuh belas, surat itu berwarna hitam dan di tulis dengan tinta emas.
'Happy sweet seventeen sayang, maafkan papa yang tak bisa memelukmu, maafkan papa yang hanya bisa melihatmu dari jauh, maafkan papa yang harus melakukan ini demi melindungi mu, kamu semakin mirip dengan ibumu, aku selalu mencintainya meski aku melukainya separah ini pun dia tetap istri terbaik,' isi surat itu.
Adelia mulai menangis tapi saat membuka surat ke dua puluh tahun miliknya dia tak menemukan tulisan hanya kertas kosong.
Adelia pun turun untuk mengambil nampan, Joshua langsung berlari menghadang istrinya yang sepertinya kalut.
"Sayang aku menyuruhmu istirahat," kata Joshua.
"Tidak aku harus membaca surat papa, dia memiliki terlalu banyak rahasia, aku tak bisa berdiam seperti ini," kata Adelia yang kembali ke kamarnya.
Adelia membawa nampan yang berisi air, dan mulai memasukkan kertas itu ke dalam air.
Nampak tulisan mulai muncul dan tulisan itu adalah rahasia besar yang di sembunyikan Yusrin.
__ADS_1