
pagi ini semua sudah mulai beraktivitas seperti biasa, sedang Darwin masih memiliki jatah libur selama sehari lagi.
Aldo sudah berangkat dari pagi karena harus mengantikan bosnya menghadiri rapat.
sedang sepasang pengantin baru itu masih berkutat di balik selimut, bahkan Darwin tak melepaskan Bunga sedikitpun.
"kak... tolong lepaskan, kamu menahan tubuhku, aku sangat kelaparan, jadi aku mohon ..." lirih wanita itu.
"ah Maaf, bukan maksudku, kamu ingin sarapan apa, biar aku telpon pihak hotel," kata Darwin.
"tidak, kita harus keluar karena aku ingin makan bubur ayam langganan ku," jawab Bunga yang bersiap ke kamar mandi.
Darwin pun terpaksa check out dari hotel, dia akan menuruti segala keinginan istrinya yang sepertinya ngidam.
bahkan kamar mereka begitu berantakan, sebelum pergi bunga sempat merapikan sedikit.
terlebih sambil menunggu Darwin selesai mandi, bahkan dia sempat memakan buah yang ada di meja.
dia juga memakai baju yang cukup tertutup dan lebar, apalagi perutnya juga sudah lima bulan.
"sudah siap sayang?" tanya Darwin.
"tentu dong, ayo cepat aku sudah sangat kelaparan," jawab Bunga.
keduanya pun turun tanpa membawa apapun,karena nanti akan ada orang kepercayaan yang membawakan barang-barang mereka.
mereka menuju ke daerah pasar atom Surabaya, dan mencari Langganan bubur ayam kesukaan Bunga.
sebenarnya sudah kesiangan tapi karena Bunga yang meminta, jadilah Darwin mengikuti permintaannya.
dan beruntung ternyata bubur itu masih ada, di tambah mereka tak perlu antri.
jadi Keduanya pun makan di sana dengan santai, bahkan baru kali ini Darwin makan di pinggir jalan setelah menjadi pengusaha sukses.
terlebih dengan penampilan mereka pun tak menghalangi keduanya, setelah makan bubur ayam.
Bunga mengajak suaminya berjalan-jalan di pasar tradisional itu, tak lupa mereka juga membeli berbagai jajanan di dalam pasar.
dan yang di beli adalah semua jajanan kesukaan dari keluarga besar mereka.
setelah puas dan mendapatkan semua yang di beli Darwin mengajak istrinya untuk pulang.
"tunggu, ku ke tempat penjualan daging yuk, aku mau buat su buntut dan iga bakar," jawab bunga.
Darwin pun tak bisa bilang apa-apa, dia pun hanya mengikuti semua yang istrinya inginkan.
"sayang kamu mau beli buntut sepanjang itu buat apa? kan tidak mungkin habis," protes Darwin melihat istrinya.
"berarti nanti kakak tidak boleh minta kalau protes terus, biar aku dan si kembar yang menikmati ini semuanya," jawab Bunga kesal.
"ya jangan begitu lah sayang, aku ini suamimu loh," mohon Darwin.
"habis kakak nyebelin sih," kesal Bunga.
__ADS_1
Mereka pun akan pulang, dan tukang parkir terbengong melihat uang yang di berikan sebesar seratus ribu.
pasalnya mobil yang di bawa Darwin memang bukan mobil biasa, itu adalah mobil mewah terbaru.
setelah itu mereka menuju ke kediaman Keluarga Gusman, sesampainya di sana pak Kim menyambut mereka.
"pak tolong keluarkan semua belanjaan di bagasi, dan biarkan aku mandi sebentar," kata Darwin berlari ke lantai tiga rumah.
Bunga hanya tertawa melihat tingkah suaminya itu, pasalnya Darwin tadi menabrak seseorang yang membawa sampah jadilah dia heboh sendiri.
"kalian memangnya dari mana sih?" tanya Adelia yang melihat putranya pergi dengan panik.
"dari pasar tradisional ma, aku ke dapur dulu ya ma, mau memasak buntut yang tadi di beli," pamit Bunga.
"wah hari ini masak besar dan enak nih, menantu memang sangat pengertian dengan kesukaan mertuanya," kata Joshua senang.
"dasar papa ini, ingat kolesterol jangan makan sembarangan," kata Adelia menginggatkan.
"ayolah ma, sudah normal loh, papa janji besok tidak lagi deh, mama senang, sekarang izinkan papa makan enak ya, please..." mohon Joshua.
Adelia pun hanya bisa mengangguk mengizinkan, pasalnya dia juga tak tega jika harus terus mengekang Joshua.
Bunga terlihat begitu pintar dalam mengolah semua daging yang di belinya, dan dia meminta seorang pelayan menjaga daging yang sedang di dalam panci presto itu.
"nyonya muda, tuan muda ingin anda ke kamar sekarang," kata pak Kim.
"baiklah pak, ingat tadi apa apa yang harus di lakukan, jangan sampai meleset ya, dan pak Kim tolong nanti siapkan alat barbeque saat makan malam ya," kata Bunga.
"baik Nyonya muda," jawab pak Kim.
bahkan semua kebutuhan ada di lantai itu dan hanya ada dua kamar saja yaitu kamar Darwin dan ruangan kerja dan perpustakaan.
Bunga masuk dan melihat suaminya masih bertelanjang dada, dan hanya mengenakan handuk.
"mas kenapa memanggilku, mau pamer ini Hem..." kata Bunga menghampiri suaminya itu dan menyentuh otot perut Darwin.
"bantu aku mengeringkan rambut, dan punggung ku terasa perih saat mandi, tolong lihatlah apa ada luka?"
Bunga terkejut pasalnya ada banyak bekas cakaran di punggung Darwin, dia ingat bagaimana semalam dia yang merasakan kepuasan hingga tanpa sadar mencakar punggung Darwin.
"maaf luka di punggung sepertinya akibat ulahku, aku kasih obat ya," kata Bunga yang mencari salep.
setelah itu, Bunga mengeringkan rambut Darwin dengan hairdryer, tak lama mereka pun memilih duduk bersama sambil membaca buku di ruang kerja.
tapi Darwin malah sibuk melacak dan mengawasi perusahaannya, sedang Bunga sibuk dengan buku tentang desain interior dan bisnis.
terlebih selama ini dia terus berada di bawah Samuel dalam bekerja, dia juga ingin memulai bisnisnya sendiri, tapi keadaan makin tak memungkinkan karena dia sekarang punya Keluarga.
"kak, sebaiknya menurut mu, lebih baik bagaimana, istri duduk diam di rumah merawat keluarga dan anak-anak, atau istri yang bekerja di luar mengejar karirnya," tanya Bunga penasaran.
"apapun yang ingin kamu lakukan aku mendukung mu, asal kamu bisa membagi waktunya, seperti halnya mama, kamu juga bebas berkarir di bidang mu sayang," jawab Darwin melihat istrinya.
"tapi masalahnya aku di bidang desain interior, dan aku selama ini aku bekerja di tempat Samuel, bagaimana jika aku pindah Bekerja di tempat mu?" kata Bunga mempunyai ide gila.
__ADS_1
"boleh, aku juga akan senang saat kamu bisa membantuku, dan aku akan menjadikan mu bagian khusus di perusahaan, yaitu tim yang langsung aku bimbing secara pribadi," kata Darwin.
"mau dong, tapi awas saja jika kamu main mata dengan wanita lain, aku marah dan bisa mengacak-acak perusahaan mu," kata Bunga mengancam.
"kamu bahkan bisa membunuh ku jika di perlukan, saat aku berani menduakan mu," jawab Darwin.
"baiklah, aku akan menghubungi Samuel dan memintanya untuk memberikan aku surat rekomendasi ke perusahaan mas, mengatasnamakan proyek kalian," kata Bunga bergegas mengirim email pada sahabatnya itu.
"apapun yang kau minta dan membuatmu senang sayang," jawab Darwin tertawa.
makan siang terlewat oleh Bunga yang tertidur karena lelah, bahkan gadis itu tak bangun saat Darwin membangunkannya.
tapi saat bangun, Bunga merasa lapar dan memilih membuat roti bakar dan susu saja, karena di lantai tiga rumah itu hanya ada itu.
dia mencari Darwin tapi tak melihatnya di mana pun, dia pun turun mengunakan lift.
di rumah itu cukup ramai, bahkan ada Hafsah dan mama Vina juga datang, melihat itu Bunga langsung buru-buru menutup lift lagi.
tapi Darwin dan David sempat melihat gadis itu ketakutan.
"kakak tunggu di sini sedang aku akan akan naik lewat tangga," kata David yang langsung berlari ke lantai tiga.
"ada apa Darwin?" tanya Joshua.
"kami melihat Bunga yang berlari kedalam lift dan ketakutan saat melihat oma Vina,"jawab Darwin.
tak lama lift turun saat Darwin menekan tombol, dan saat lift terbuka Bunga sudah pingsan di lantai lift.
"sayang!!!" teriak Darwin melihat istrinya yang tergeletak tak berdaya.
dia pun langsung mengendong Bunga dan di bawa ke kamar tamu sementara.
mama laura menelpon Rivan, Hafsah tak mengira jika reaksi bunga sampai separah ini saat melihat Vina.
"inilah kenapa aku tak mau Oma kemari!" bentak Darwin.
"Darwin tenangkan dirimu, temani istrimu saja, biar Oma yang menyelesaikan semuanya," kata mama Laura.
Rivan datang dan memeriksa Bunga, Ternyata Bunga hanya kelelahan dan belum makan hingga dia lemas.
sedang David menatap dingin kearah mama Vina, "jika aku jadi kak Darwin, mungkin aku bisa saja melukai Oma karena terus menerus menyebabkan masalah, dan merasa benar sendiri jadi ingat ini Oma, suatu saat jika aku menikah, dan oma tak menyukai istriku, lebih baik menjauh atau aku akan bisa melupakan semua ikatan yang kita miliki," kata David dingin.
"ucapan apa ini David, bagaimana pun aku Oma mu," kata mama Vina.
"tapi Oma adalah orang paling egois, dan aku tak suka hal itu, dan Oma Laura tau benar siapa wanita yang aku cintai bukan," kata Darwin.
"jadi bagaimana menurut mu Vina, kamu membela satu anak angkat mu, tapi kehilangan semua keluarga mu, kau begitu bodoh, kak Hafsah lebih baik ajak dia pergi agar bisa berpikir jernih," kata mama Laura.
Hafsah pun mengiyakan permintaan kaur karena itu benar, entah kenapa Hafsah juga merasa jika istrinya begitu berubah saat ini.
mama Vina tak punya pilihan lain, dia pun menurut saja saat Hafsah mengajaknya pergi atau lebih tepatnya pulang ke negaranya.
David akan menyusul mereka beberapa Minggu lagi untuk mengambil alih semuanya seperti wasiat yang di tinggalkan oleh tuan Georgio.
__ADS_1
terlebih lagi kesehatan dari Hafsah sangat menurun, dan dua putra mereka juga di bawah usia David.
meski masih berusia dua puluh tahun, David sudah begitu pintar dalam memimpin perusahaan, meski tak sehandal Darwin.