
"cukup mama, tolong hormati calon menantu kami, bagaimana pun dia itu pilihan Darwin," kata Adelia.
"tapi wanita ini yang membuat Salsha di usir, karena dia," kata mama Vina tak terima.
"cukup mama, jangan sampai aku lupa jika kita punya hubungan, hanya karena gadis itu mama membenci Bunga, apa salah gadis ini hingga harus kehilangan orangtuanya, itu semua juga karena gadis itu!" bentak Adelia hilang kesabaran.
"sayang tenanglah, disini ada tamu," kata Joshua menahan istrinya.
"lihat kalian bahkan begitu membelanya, memang apa spesialnya gadis itu," kata mama Vina tak suka.
"cukup Vina, jangan hina Bunga, aku selama ini diam karena menganggap mu, dan sekarang tidak lagi," kata mama Laura membela Bunga.
tanpa di duga karena tertekan mendengar pertengkaran itu, Bunga pun pingsan di pelukan Darwin.
"Bunga ... bangun sayang, Bunga," panik Darwin melihat kekasihnya itu.
"Darwin cepat bawa Bunga ke atas, dan papa cepat telpon Rivan," panik mama Laura.
papa Federico pun langsung memanggil dokter itu, "kenapa harus Rivan ma?" tanya Adelia khawatir.
"karena aku tak ingin kehilangan cicit ku," jawab mama Laura membungkam semuanya.
mama Laura langsung berlari menghampiri Darwin, begitupun dengan David dan Dylan.
"tunggu ma, jika kalian naik dan membuat keributan, lebih baik tetap di sini terutama Oma Vina," kata David memberikan peringatan.
"David, kami juga keluargamu," kata Hafsah tak Terima.
"bagaimana bisa jadi keluarga jika tak mendukung kami, asal kalian tau jika semua ini terjadi juga karena ulah Salsha, dan wanita yang terus kau puja itu Oma, sudah aku kirim ke alam baka menemui semua korbannya, dan ku pastikan dia akan masuk neraka," kata David.
mama Vina terduduk lemas, dia tak mengira gadis kecil yang dia besarkan sudah tiada, dan itupun di tangan cucunya sendiri.
"jadi jika ingin menyalahkan, salahkan aku saja," kata David menantang mama Vina.
dokter Rivan datang dan langsung naik ke lantai atas, "jangan terlalu menganggap keluarga kita suci Oma, karena keluarga kita pun tak sempurna, termasuk suamimu itu," kata David sebelum pergi.
mama Vina melihat suaminya, sedang Hafsah terdiam melihat pria yang di pilih oleh papa Georgio untuk menjadi pewaris itu ternyata terlalu kejam.
"apa maksudnya?" tanya mama Vina.
__ADS_1
"jangan di dengarkan, pria itu selalu mengatakan hal aneh saat marah," jawab Hafsah.
Rivan memeriksa kondisi Bunga di bawah tekanan, bukan hanya Joshua tapi bahkan Darwin yang menatapnya dengan tajam.
"bagaimana keadaan Bunga?" tanya Darwin.
"dia baik-baik saja, hanya sedikit tertekan, tapi kandungannya juga tak perlu di khawatirkan, tapi tolong untuk menjaga moodnya agar tetap baik, jika tidak itu sangat bahaya untuk kandungannya."
"terima kasih Rivan, sudah mau pulang berkat panggilan kami," kata mama Laura.
"iya Tante, tapi tolong putramu itu membuatku takut, dan selama sepuluh tahun di Afrika sudah membuatku kapok," jawab Rivan.
"itu karena ulah mu sendiri yang salah diagnosis, hingga aku kehilangan adik Darwin," kesal Joshua.
"ya Maafkan aku, bagaimana pun aku juga seorang manusia biasa, bisa salah tentunya," jawab Rivan.
Joshua pun bersalaman dengan Rivan, bagaimana pun pria itu adalah temannya.
Darwin sedang duduk dan mengenggam tangan bunga, "ini semua salahku, seandainya bisa melindunginya dan semua ini tak terjadi, dia tak harus menjadi begitu terluka," kata Darwin dengan suara sedih.
"ini bukan salah mu, kalian juga melakukannya karena kecelakaan, tapi lihatlah anugerah Tuhan pada kalian, jadi jangan seperti ini Darwin," kata mama Laura.
"tapi Oma, jika bukan karena aku yang terkena obat saat pesta, aku tak mungkin melakukan itu dan merusak Bunga," jawab Darwin.
tapi Bunga tinggal dengan semua orang yang menyayanginya, bahkan Darwin juga tak melepas gadis itu sedikitpun.
akhirnya makan siang di lakukan tanpa Darwin dan Bunga, terlihat mama Vina masih sedikit terguncang setelah mendengar penjelasan dari Adelia putrinya.
sedang Viktoria merasa jika kesempatannya makin sempit, jadi dia berusaha mencari cara agar gadis itu bisa menjauhi Darwin.
dan Viktoria butuh rencana matang untuk itu, jika tidak semua akan sia-sia, apalagi Darwin yang begitu mencintai gadis itu.
"emm ... pak Kim, siapa yang memasak ini, rasanya begitu enak dan aku tak tau jika ada pelayan yang jago masak makanan ini?" tanya mama Laura.
"ini adalah makanan yang tadi dibawa oleh nona Bunga, dan tadi nona bilang untuk menyajikan saat makan siang bersama," jawab pak Kim.
"lihat pa, calon cucu menantu kita begitu pintar memasak, dia bukan hanya lembut dan baik, bahkan sikap dan sifatnya sangat baik, dan keberuntungan kita bisa memiliki cucu menantu seperti itu," kata mama Laura.
"kamu benar ma, dia itu sempurna seperti halnya Adelia dulu," puji papa Federico.
__ADS_1
Dylan mengajak Viktor dan Viktoria main setelah makan siang, "Dylan memang kakakmu dan kekasihnya itu sudah lama berpacaran?" tanya Viktoria.
"tidak, mereka tak pernah ada kata jadian, tapi mereka terus bersama dari kecil, meski ada beberapa kali sering bertengkar tapi ujung-ujungnya mereka kembali bersama," jawab Dylan fokus pada permainannya.
"kakak jika bosan bisa pulang dari pada disini terus menganggu kami, pulang gih, aku bisa naik ojek online," perintah Viktor.
"baiklah, aku pergi, tapi jangan membuat masalah saat disini," kata Viktoria.
Viktor mengangguk, kemudian gadis itu pun berpamitan untuk pulang.
tapi saat akan pergi Viktoria melihat Darwin yang sedang repot membawa makanan untuk Bunga.
"kenapa aku merasa marah, saat melihat Darwin membawa makanan untuk gadis miskin itu, memang apa spesialnya gadis itu, jika aku bisa merebut Darwin, aku akan mengusirnya dan membuatnya menjauh nanti," gumam gadis itu pergi dari rumah mewah keluarga Gusman.
Viktoria marah dan jengkel, dia ingin menyingkirkan gadis itu secepatnya dan merebut Darwin.
dia pun pulang demi meminta bantuan dari sang ayah, karena Jonathan akan melakukan apapun untuk putrinya.
sedang Darwin membawa bubur buatannya sendiri, meski bubur itu terlihat tak meyakinkan.
tapi Bunga tetap memakannya karena rasanya cukup enak, meski penampilan bubur itu sedikit abstrak.
"bagaimana sayang, apa enak, aku membuatnya sendiri, ya meski di bantu oleh pak Kim yang membacakan resepnya," jawab Darwin.
"iya sayang, ini enak sekali kok, apalagi saat kamu yang menyuapi diriku," jawab Bunga.
Darwin pun merasa senang, sedang Adelia dan yang lain sedang membahas tentang rencana pernikahan antara Darwin dan bunga.
karena mereka tak ingin kandungan Bunga makin besar saat mereka melakukan pesta.
mereka pun memutuskan akhir bulan ini akan ada pesta pernikahan mewah, bahkan acara akan di lakukan di ballroom hotel terbesar di kota itu.
dan pesta akan di adakan di taman , dan memilih pesta santai tapi tetap mewah dengan semua sovenir yang akan di pilih Adelia.
mereka tak ingin merepotkan calon pengantin,apalagi Bunga yang masih begitu lemah.
mama Laura memberitahu Samuel tentang semua rencana mereka, dan Samuel akan datang saat pernikahan karena dia juga sangat sibuk.
setelah semua berjalan lancar, Adelia dan mama Laura menghampiri kedua orang itu dan menunjukkan hasil rapat dadakan itu.
__ADS_1
Darwin dan Bunga pun begitu senang, pasalnya ini semua pilihan orang tua, dan mereka pasti merasa akan menjadi pesta yang begitu bahagia.
Darwin tau jika ini yang terbaik sebelum perut bunga membesar, dan pesta akan sulit untuk Bunga.