Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_jujur pada Samuel


__ADS_3

Bunga membuka mata, dan melihat Samuel yang berdiri didepannya dengan wajah yang tak enak di lihat.


sedang dia melihat sekitarnya dan ternyata dia berada di sebuah rumah sakit, "kau sudah bangun nona besar, ada yang ingin kau katakan padaku?" tanya Samuel dingin.


"tidak, memangnya aku ke apa? dan kenapa aku bisa sampai disini?"tanya Bunga yang masih belum mengerti apapun.


"benarkah, wah ... kau tega membohongiku Bunga, kamu sudah tak menganggap ku ternyata, kau bahkan sekarang hamil pun tak ingin berbagi cerita dengan ku."


Bunga kaget, pasalnya dia hanya sekali melakukannya dengan Darwin, dan sekarang di perutnya ada sebuah kehidupan.


"apa kamu berbohong, itu tak lucu Samuel, bagaimana mungkin, aku hanya melakukannya sekali," kata Bunga keceplosan.


"jangan bilang saat aku membukakan sebuah kamar hotel saat pesta Keluarga Gusman," katanya sambil duduk di sebelah Bunga.


gadis itu mengangguk dengan lemah, samuel tersenyum dan mengusap kepala Bunga dengan lembut.


"kau mengenalnya? apa dia Darwin yang bersama mu menghabiskan malam?" tanya Samuel.


"iya ..." jawab Bunga lirih.


"tidak apa-apa, kamu tak perlu menangis, toh kamu mencintainya, aku hanya bertanya, tapi aku ingin mengatakan sesuatu, jika kamu ingin berdiri di samping pria itu," kata Samuel menatap dalam pada Bunga.


"apa itu Sam?"


"kau akan celaka, karena banyak orang yang ingin menyingkirkan wanita di sekeliling Darwin, kamu ingat saat ada seorang model yang mencoba naik ke ranjang Darwin, model itu akhirnya tewas dalam kecelakaan mobil," kata Samuel.


"ya aku ingat itu, dan kak Darwin bilang kalau model itu yang mendekatinya," jawab Bunga.


"karena wanita yang menyukai Darwin bukan gadis biasa, terlebih mereka juga dekat, bahkan gadis itu bisa membunuh keluarganya agar bisa bersama dan dekat dengan Darwin," jawab Samuel.


Bunga pun menginggat sebuah nama, dan dia tak percaya dengan apa yang Samuel katakan.


"kau bohong Sam,dia tidak mungkin seburuk itu," kata Bunga.


Samuel mengambil iPad miliknya dan memberikan benda itu pada Bunga, dan semua itu adalah bukti yang Samuel dapatkan.


"asal kau tau, itu adalah bukti yang sudah di hilangkan oleh pria yang kau cintai untuk menyelamatkan gadis itu, aku tak tau hubungan mereka sejauh apa, seharusnya kamu tau bagaimana mereka bersama dan dekat," kata Samuel.

__ADS_1


Bunga tak percaya dengan apa yang dia lihat, bahkan bukti kecelakaan orang tuanya juga ada.


"kenapa kamu menyembunyikannya padaku, apa aku tak berhak tau?" tanya Bunga.


"bukan tak berhak tau, kamu yang selalu memujanya, bagaimana bisa aku mengatakan semuanya, bahkan kau buta terhadap semua kesalahannya."


Bunga diam, dia pun menyadari jika selama ini dia terlalu buta dengan cintanya pada Darwin.


"laporkan pada kepolisian, dan aku ingin lihat bagaimana reaksi dari kak Darwin, dan aku akan memutuskan bagaimana semuanya," kata bunga pada Samuel.


"kau yakin, kamu bisa di benci oleh semua keluarga Amadea bahkan Gusman," kata Samuel tak ingin Bunga gegabah.


"mereka sudah lama meninggalkan ku, bahkan hanya mama mu yang memelukku saat kedua orang tua ku di makamkan," jawab Bunga yang meneteskan air mata.


sedang di Austria, Darwin sedang mengamuk, pasalnya Felix membuat kesalahan besar.


dia tak mengira jika selama ini yang melindungi Sasha adalah Felix dengan mengunakan nama baik dirinya.


"kau gila opa, kau tau Sasha sudah membunuh banyak orang, dan kamu menutupi segalanya, terlebih kau meminta anak buah ku melakukannya, sebenarnya apa yang kau inginkan!" teriak Darwin.


"dia itu putri angkatnya opa Hafsah, dan apa urusannya dengan keluarga Gusman, sudah ku katakan dari awal, jangan membelanya!" kata Darwin tak habis pikir.


ayu datang dengan beberapa bukti dan menaruhnya di meja, "itu jawaban atas pertanyaan mu Darwin, entah apa yang di lakukan wanita itu hingga bisa mempengaruhi Felix sampai bisa sejauh ini," kata ayu.


Darwin mengambil foto-foto yang bertebaran di meja, dia merasa marah melihat gambar itu.


"kau tau opa, aku paling tak suka hal munafik dan penghianatan, dan yang kau lakukan ini sangat tidak terpuji, aku kecewa padamu, dan mulai sekarang urus segala urusan mu sendiri, dan aku akan mengambil semua orang ku dari perusahaan mu," kata Darwin sebelum pergi.


pria itu sangat marah, bagaimana bisa dua orang terdekat melakukan hal men-ji-jik-kan itu.


bahkan Sasha yang sudah di anggap sebagai adiknya sendiripun, bisa dengan mudah mengabaikan semuanya.


sekarang bagaimana dia bisa menjelaskan ini pada Adelia, belum lagi dia yang masih belum bisa menemui Bunga.


setelah apa yang terjadi,dia takut jika Bunga merasa di buang olehnya, terlebih dia juga begitu sibuk di Austria.


saat di lampu merah, Darwin ingin menghubungi Vin, dia ingin mengetahui keadaan dari Bunga.

__ADS_1


tapi tak terduga sebuah truk menerobos lampu merah dan menghantam mobil dari arah berlawanan.


dan salah satunya adalah mobil Darwin yang menjadi korban, pria itu terjepit di dalam mobilnya.


Darwin berusaha keluar tapi tak bisa, dan nama yang dia ingat adalah Bunga.


"Bunga ...."


Darwin pun kehilangan kesadarannya, karena luka di sekujur tubuhnya, dari kejauhan terlihat sesosok orang tersenyum melihat itu semua.


kecelakaan itu begitu parah, truk itu menabrak lima mobil dan juga sebuah bus baru berhenti.


Darwin dan semua korban di larikan ke rumah sakit terdekat, dan Darwin langsung masuk ruang operasi.


di Indonesia, Adelia dan Joshua sedang duduk menikmati waktu mereka.


tapi Dylan buru-buru datang dengan wajah panik, Joshua menghampiri putranya itu.


Adelia baru kali ini melihat wajah Dylan yang pucat dan air mata yang jatuh, "ada apa Dylan?"


"mama ... kak Darwin kecelakaan dan sekarang koma," kata Dylan lemah.


tubuh Adelia lemas, putra kebanggaannya dan hidupnya kini sedang berjuang.


"papa kita harus menemuinya, kita pergi sekarang!" teriak Adelia histeris.


Joshua pun mengiyakan, dan asistennya menyiapkan pesawat pribadi milik Joshua.


bahkan selama dalam perjalanan menuju ke negara itu, Adelia tak bisa berhenti menangis karena dia ingin segera melihat keadaan putranya.


Hafsah sudah meminta bantuan pada semua dokter hebat yang dia kenal, bahkan termasuk Dito yang sengaja di mohon untuk membantu mereka.


Samuel kaget mendengar berita itu, dia sedang menyiapkan semua berkas untuk menyeret Sasha ke jalur hukum.


tapi dia malah mendapatkan berita buruk tentang Darwin, tapi dia tak bisa memberitahu Bunga, jika tidak gadis itu bisa berubah pikiran dan itu tak Samuel inginkan.


karena bisa merusak segala rencanannya, atau ini memang bantuan dari Tuhan untuknya mungkin.

__ADS_1


__ADS_2