Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
dia hanya ingin?


__ADS_3

Wanita itu tak bisa berbuat apa-apa, Bu Ajeng begitu kejam bahkan lebih kejam di banding pak Kim dulu.


Adelia pulang dari restoran dan terkejut melihat apa yang terjadi, "ada apa Bu Ajeng?"


"maaf nyonya, saya tak mengajari pelayan ini dengan baik, hingga dia berani menyentuh barang Nyonya muda," jawab Bu Ajeng.


"tidak nyonya sepuh, ini tidak seperti itu? aku hanya ingin mencobanya, tapi Bu Ajeng keburu masuk, dan lagi aku sudah izin pada nyonya muda," bela Nita.


"sudah Bu Ajeng kamu bisa membunuhnya, sekarang bawa dia ke kamarnya, dan Bu Ajeng ikut aku ke ruang baca," panggil Adelia pada bi Ajeng.


Nita pun tersenyum, pasalnya dia sudah memiliki pendukung besar dan begitu berkuasa, yaitu Adelia.


Adelia duduk berhadapan dengan Bu Ajeng, "selidiki foto ini," kata Adelia menunjukkan foto Bunga menggoda Joshua.


"saya punya videonya, terlebih nyonya harus melihatnya," jawab Bu Ajeng.


Adelia pun melihat keseluruhan video yang terjadi, dia pun tak percaya jika teman satu olahraga fitnesnya berani menggoda suaminya.


"brengsek! dia mau mati berani menggoda suamiku," geram wanita itu.


"kita main rapi nyonya, sekarang nyonya Bunga juga sedang bermain rapi, karena di rumah kita kemasukan penyusup yang berbahaya, terutama untuk keselamatan dari tuan muda kecil," kata Bu Ajeng.


"baiklah, aku akan ikuti permainan mereka, oh ya Bu jika Yasmin kesini bilang aku tak ada, dia juga punya maksud tertentu," perintah Adelia.


"baik Nyonya," jawab Bu Ajeng.


Nita mengobati lukanya, dia tak mengira jika Bu Ajeng begitu kejam, "brengsek, sialan, baru kepala pelayan saja sombong, lihat saja jika aku jadi istri dari tuan rumah i Bu ini, di maka dia ad adalah orang pertama yang harus aku singkirkan," gumam gadis itu.


sedang Adelia sudah pergi menuju ke tempat perusahaan Bunga, dia pun masuk karena semua orang sudah tau siapa itu.


"nyonya ... ada nyonya besar dan ingin bertemu dengan mu," kata Wilma.


"suruh mama masuk, kenapa kalian malah menahannya, dasar kalian ini ..." gerutu Bunga.


Adelia pun masuk ke ruangan menantunya itu, bunga langsung memegangi telinganya sambil tersenyum.


"dasar menantu nakal, kalian ternyata sedang bermain tanpa mama Hem..."


Adelia pun menjewer telinga menantunya itu, "tidak seperti itu koma, habis kata mas Darwin, makin sedikit yang tau, itu bagus," jawab bunga jujur


"untung tadi Bu Ajeng mengatakan semuanya, jika tidak mungkin mama akan marah padamu, karena ada orang yang ingin memfitnah mu dan papa,"


"eh kok gitu, padahal tadi aku sengaja mengajak klien rapat untuk mempromosikan bisnis papa, tapi kok malah ada yang ingin mengadu domba kita," kesal bunga.


"sepertinya Parwati yang melakukan itu?" tebak Adelia.


"sepertinya tidak, karena aku tadi tak melihat dia memegang ponsel, atau membawa supir, sepertinya ada orang lain, tapi bisakah aku melihat nomor itu, biar kak Edo yang mengurusnya," kata Bunga meminta ponsel Adelia


"tentu, aku lupa jika Edo bisa melacak Semuanya," mereka pun tertawa.


sedang di perusahaan Darwin sedang melihat para kepala devisi di sana, semua sudah ketakutan pasalnya Darwin kembali melihat ada kecurangan yang terjadi.


Darwin sedang memutar pistol di meja sambil tersenyum menyeringai, semua pegawai sudah di buat gemetar melihat ulah dari Presdir mereka.


"jelaskan ini," kata Darwin melempar semua bukti yang di milikinya.


"tuan ini laporan dari proyek pulau buatan," jawab seorang pegawai.


"aku tau, kau pikir aku bodoh hah, aku tanya kenapa pulau itu bisa mengalami keterlambatan dalam pembangunannya, padahal dana yang kita gelontorkan sangat banyak, dan aku ingin jawaban memuaskan sekarang," bentak Darwin.


"semua ternyata di luar kendali tuan, karena ada masalah teknis yang belum bisa di selesaikan, terlebih cuaca buruk yang makin tak bisa di prediksi?" jawab kepala pengembangan.


"cuaca buruk, kau pikir aku bodoh hah, aku sudah berkonsultasi dengan semua tim, bahkan BMKG dan selama sebulan ini ombak tenang, kau ingin membodohi siapa? terlebih aku tau jika kalian membuat bagi-bagi bukan, sejak kapan seorang mandor proyek seperti dirinya bisa memiliki rumah mewah tiga tingkat, mobil sports bahkan punya dua simpanan, kau ingin membodohi siapa huh," kata Darwin melempar semua bukti lagi.


"Aldo minta tim keamanan menyeret semua yang terlibat, dan sita semua aset miliknya sebagai ganti rugi uang perusahaan yang mereka tilep," perintah Darwin datar.


"baik bos," jawab Aldo.


"kau tak bisa melakukan ini Darwin, ingat orang tua kita bersahabat, dan pasti mama Adelia memarahi mu karena kau ingin menahan ku," berontak pria itu.

__ADS_1


"kau bodoh hah, aku bahkan tak seham menghajar bahkan menghabisi kedua adikku, bahkan kakekku, saat mereka melakukan kesalahan, sedang dirimu yang orang luar, kenapa memandang tinggi dirimu," kata Samuel menyeringai.


"dan untuk semuanya, kalian tidak hera, bahkan aku sudah membuat begitu banyak contoh, ayolah ... gaji yang aku berikan juga tak sekecil itu hingga kalian bisa berbuat curang padaku, atau aku perlu memenggal kepalanya dan memajangnya di luar perusahaan untuk menjadi pengingat kalian!" bentak Darwin.


"tidak bos," jawab semua orang.


"baiklah, lanjutkan pekerjaan kalian, selama kalian membuat perusahaan untung dan bekerja dengan baik, semua pasti sudah ada bonus masing-masing," kata Darwin.


"baik bos!!" jawab semua pegawai.


Darwin pun memijat keningnya karena pusing, pasalnya semua masalah terus berputar di keluarganya.


"bos ada apa? apa anda sakit?" tanya Aldo.


"ah sedikit pusing saja, apa ada pergerakan lagi dari musuh?" tanya Darwin.


"sepertinya sedikit tenang, terlebih Sekarang ibu dan om Jhon yang menjaga baby Ale," jawab Aldo.


"sepertinya mereka sangat cocok ya? apa kamu tak ingin punya ayah?" goda Darwin yang berjalan bersama menuju ke ruang kerjanya.


"tidak bos, aku sudah tua, mungkin ayah tak masalah, tapi kalau punya adik di usia ku, itu tak akan lucu," kata Aldo.


"ha-ha-ha, setidaknya kamu akan sehebat Bunga dalam bertarung, kamu tau Devan saja bahkan tak berkutik," jawab Darwin yang duduk ke kursinya.


"benarkah, Devan yang begitu bengis itu, ah bagaimana kalau bos yang melawannya?" tanya Aldo.


"kamu mau mati Al? yang pasti di tak akan berbau melakukan atau menyakiti suami yang begitu di cintai seperti ku ini," kata Darwin sombong.


"aku saja tak yakin, yang aku pasti nyonya pasti akan marah saat tuan berani membohonginya, ayau bahkan membuat tuan babak belur mungkin," kata Aldo dengan yakin.


"kau ini, mau ku buat lembur hingga tak bisa pulang," ancam Darwin.


"ya jangan atuh bos, bisa sakit aku jika kamu suruh begitu, dan lagi kamu ingin aku menjomblo selamanya," kata Aldo memohon.


"sudah sana kembali ke meja mu, dan aku minta proyek Jepang secepatnya, dan minta Edo ke ruangan ku sekarang," perintah Darwin.


"siap bos," jawab Aldo yang kemudian pergi.


Aldo pun menghela nafas, pasalnya semua berkas di mejanya begitu menumpuk.


sedang Edo memberikan laporan tentang semua hasil dari investigasi ya dia lakukan.


ternyata semua begitu mudah di dapatkan, dan Darwin tak mengira jika semua ini sudah terencana dengan sangat baik dalam hal buruk itu.


"ah ternyata wanita ini terus mencoba menyakiti istriku ternyata, oh ya tolong buat Aldi memiliki kekasih," kata Darwin.


"bos pilih kasih nih, aku juga masih jomblo, tega banget," jawab Edo sedih.


"ya tuhan kenapa kedua asisten ku bisa jomblo berjamaah gini," kata Darwin.


Bunga dan Adelia sedang berjalan di mall, mereka pun sedang berbelanja menghabiskan waktu berdua.


"mama, kita mau beli apa ini?" tanya Bunga bingung.


"entahlah, beli apa saja lah, kebetulan mama bawa kartu debit milik papa, jadi kita bisa belajar sepuasnya," kata Adelia.


"oke mama," jawab bunga.


keduanya masuk ke toko perhiasan, setelah memilih kalung dan gelang. mereka kembali melanjutkan menuju ke toko tas dan sepatu.


Keduanya adalah pelanggan VVIP jadi toko itu sampai menutup karena kedatangan Adelia dan bunga.


tak hanya itu mereka juga membeki baju dan gaun, tak lupa mereja juga membelikan setelan terbaik untuk suami masing-masing.


bahkan Adelia tak mengira jika menantunya itu memiliki selera yang begitu bagus.


"mama lelah?" tanya Bunga.


"ya ... sebaiknya kita makan dulu, oh ya tadi mama juga beli jas untuk Ale, pasti dia akan sangat tampan saat memakainya, ah jadi ingat Darwin kecil," kata Adelia begitu semangat.

__ADS_1


mereka berdua masuk kedalam sebuah restoran all you can eat, dan bunga memilih paket terlengkap.


Keduanya nampak begitu akrab, tapi mereka sedikit terganggu dengan kursi sebelah yang sedang membicarakan Joshua.


beruntung karena sandaran kursi yang tinggi, jadi mereka tak bisa melihat siapa itu.


tapi Adelia sangat kesal karena obrolan itu, pasalnya Keduanya ingin merusak hubungan pernikahan Adelia dan Bunga.


bunga pun memberikan kode untuk Adelia tenang, "tunggu mama, kita tunggu saja dan apa yang mereka katakan selanjutnya," kata bunga.


"ha-ha-ha, kamu benar sepertinya Joshua juga mulai tergoda t


dengan ku, tadi jika bukan karena menantunya yabg sok kecantikan itu pasti Joshua sudah mau dengan ku," kata Parwati.


"itu benar ma, ya Tuhan kepala pelayan itu juga kurang ajar, lihat saja saat aku masuk ke rumah itu sebagai istri Darwin, aku ingin melihat bagaimana dia berani melukai ku, aku tang akan menghajarnya sampai mati, dia tak tau saja siapa aku Cih..." kata Nita yang marah.


"pelayan busuk ini, sebaiknya tadi aku biarkan Bu Ajeng membunuhnya, karena dia berani menaksi gaun malam milik mu, dan merasa jika Darwin miliknya," kata mama Adelia.


"tenang sayang, sabar Sebentar lagi kita akan melakukan sesuatu agar kedua pria itu menceraikan mereka, karena mama sudah punya ide yang sangat cemerlang," kata Parwati.


"apa itu ma," tanya Nita.


Adelia pun bisa me dengar rencana itu, dia pun ingin sekali tertawa, pasalnya mereka begitu bodoh.


"sudah puas mama?" bisik Bunga.


"tentu, dan aku ingin lihat model pria seperti apa yang akan mereka cari demi menjebak kita, aku sangat penasaran, apa dia bisa setampan papa mertuamu, karena itu akan sangat mahal dan sangat sulit," jawab Adelia berbisik pula.


bunga pun terkejut sambil ingin tertawa lirih, keduanya masih melanjutkan makan sambil tertawa bersama.


hingga mereka bisa melihat dua wanita gila itu pergi, mereka pun bisa makan dengan santai.


tapi itu tak lama karena mereka malah melihat sosok wanita lain dengan pria muda dan terlihat begitu mesra.


"wah berondongnya ganti lagi, wow bahkan lebih hot ternyata," kata Adelia.


"memang siapa ma?" tanya Bunga penasaran.


Adelia menunjuk sosok itu, bunga membuka mulutnya, bahkan pria itu bisa di katakan sempurna.


tapi sia tak mengira jika pria setampan itu itu mau jadi simpanan Tante-tante seperti Yasmin.


"tuh pria buta ya ma, kok mau sama wanita ular itu sih?" tanya Bunga.


"kamu harus tau ya, uang untuk memelihara mereka itu sangat banyak, karena gaya hidup mereka begitu tinggi," kata Adelia.


tapi tak di duga mereka menghampiri keduanya, "hallo Delia, dan menantu mu yang tak tau aturan itu?" sapa Yasmin.


"halo Tante, tuh brondong baru lagi dapet aja, padahal potongan model kayak Tante loh, widih mata mas picek ya?" kata bunga dengan kasar.


"aduh mbak kok kasar gitu, padahal wanita cantik loh, seharusnya punya sopan santun dong," kata pria itu.


"memang siapa kamu," kesal Bunga.


"sudah sayang, mulutnya memang begitu, boleh kita gabung, tenang aku yang bayar," kata Yasmin.


"tak perlu Tante, aku punya sugar Daddy kaya kok,ada Darwin dan Samuel, keduanya belum bangkrut hingga anda yang kaya ini harus memberikan aku makan," saut Bunga.


Adelia tak mengira jika menantunya itu begitu tak menyukai sosok Yasmin, ya perasaan itu tak salah terlebih dulu Yasmin pernah menggoda ayah angkat Bunga.


akhirnya bunga mrminta daging premium pada pelayan, setelah makanan datang bunga pun ingin ke toilet.


"mama aku ke toilet sebentar ya, permisi," pamit bunga.


pria muda peliharaan dari Yasmin, sangat terkejut melihat bentuk tubuh wanita itu.


pasalnya tubuh seksi bunga dan wajahnya yang cantik begitu sempurna, bahkan saat berjalan semua pria melihatnya tergoda.


bahkan dengan rambut panjang tergerai makin menambah aura kecantikan wanita itu.

__ADS_1


butuh lima belas menit untuk Bunga kembali, tapi tak di sangka wanita itu kembali dengan rambut terikat asal.


tapi itu makin menambah aura keseksian, terlebih leher jenjang nan putih itu membuat pria-pria menelan ludah.


__ADS_2