Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
Ini Rumah Keluarga Ku


__ADS_3

Sudah seminggu ini Adelia di rawat intensif, hari ini dirinya pun sudah diijinkan untuk pulang.


Joshua membantu istrinya itu untuk naik ke mobil, sedang dia bayi mereka di pegang oleh mama Laura dan mama Vena.


Di rumah juga sudah di persiapkan sedemikian rupa untuk menyambut dua bayi itu.


Tapi tak di duga, Jenifer ikut memaksa untuk datang ke rumah keluarganya Joshua.


Pak Kim pun tak bisa menolaknya, karena dia tak bisa melanggar perintah dari papa Federico.


Rombongan mobil mewah keluarga mereka pun sampai, Joshua turun dan membantu Adelia.


Darwin juga melakukan hal yang sama, Jenifer ingin memeluk Joshua yang sudah seminggu ini tidak bisa dia temui.


Tapi Darwin berdiri di depan kedua orang tuanya, "sekali saja kamu melangkah mendekat, maka pedangku ini akan menembus leher mu," ancam Darwin.


Ada dua pengawal yang siap menjaga Joshua dari Jenifer, "hentikan Darwin, aku tak ingin rumah ini kotor oleh darahnya."


"Baik mama, kalian berdua mundur," kata Darwin pada pengawalnya.


Jenifer pun berlari ke arah Joshua, dan pria itu tiba-tiba pindah ke sisi lain.


"Jaga tingkah mu itu, jangan tak tau malu seperti orang jalanan saja," kata Joshua dingin.


Jenifer pun terdiam, saat ini dia pun ingin menghampiri bayi yang di gendongan mama Laura.


Tapi Devina langsung meringkusnya, "diam atau aku akan membuatmu malu," bisik Devina.


Jenifer pun terdiam, dia bahkan tak diijinkan mendekati mereka, Jenifer malah di minta untuk membantu di dapur.


"Pak, memang keluarga ini gak punya pembantu ya? kenapa harus panggil dari rumah Gusman," tanya Jenifer.


"Itu adalah perintah nyonya, karena kepala pembantu di rumah ini sedang dalam masa perawatan setelah kecelakaan bersama nyonya muda," jawab pak Kim.


"Menyusahkan."


"Lebih baik menjaga ucapan dan perilaku anda, jika tak ingin mendapat masalah di sini, karena aku tak segan membungkam mulutmu selamanya," kata Devina.

__ADS_1


"Kau siapa? dan apa kau tak mengenalku? aku adalah orang penting di keluarga Gusman."


"Tapi aku tak melihatnya begitu, lebih baik cepat bekerja dan kurangi bicara yang tak perlu," kata Devina sebelum pergi.


Darwin pun tertawa melihat Jenifer yang jadi pembantu dadakan, "itu adalah hal yang pantas untukmu, seharusnya kau sadar diri," kata Darwin tertawa.


Joshua benar-benar sibuk memperhatikan Adelia, dia tak mengizinkan Adelia bergerak sembarangan.


Hans juga sudah menyelesaikan semua pekerjaannya di Singapura, dia pun langsung berkunjung ke kediaman itu.


Dia langsung datang membawa beberapa titipan dari Joshua, tapi Hans menatap tajam kearah Jenifer yang berada di rumah itu.


"Ada apa Hans?" tanya mama Laura melihat asisten putranya itu.


"Kenapa gadis ini ada di keluarga ini, apa tuan besar menerimanya?" tanya Hans dingin.


"Kenapa? kau keberatan, aku adalah bagian Keluarga ini," jawab Jenifer.


"Jangan membanggakan diri seperti itu, aku tau siapa dirimu yang sesungguhnya, dan jika kamu berani berbuat ulah di sini, maka aku sendiri yang akan memisahkan leher dan tubuhmu, sesuai ancaman ku yang lalu," kata Hans.


semua orang terkejut tapi tidak dengan Joshua dan Darwin, mereka sudah tau semuanya.


"Sudah ku katakan, jangan berani menyentuhku, aku tak ingin istriku salah paham padaku," kata Joshua dingin.


"Kak Jojo, aku dulu adalah kekasih masa kecil mu," kata Jenifer di depan semua orang.


"Aku hanya menganggap mu sebagai adik dan tak lebih dari itu, sama hal nya dengan Hans, tak lebih," jawab Joshua lagi.


Jenifer pun memilih pergi dari rumah itu, dia merasa kecewa karena penolakan Joshua.


Tapi saat dia pergi, dia pun menuju ke suatu tempat, tanpa di sadari oleh Jenifer jika dia ikuti oleh anak buah Darwin.


"Joshua apa kamu tidak keterlaluan?" tanya papa Federico.


"Siapa yang keterlaluan pa, apa papa pernah bertanya padaku dulu, aku tak pernah ingin di selamatkan oleh pria itu yang menginginkan putrinya masuk ke Keluarga kita, lagi pula keluarga Gusman tidak hanya memiliki aku sebagai cucu bukan," jawab Joshua dingin.


"Tapi setidaknya, bisakah kamu berbuat baik padanya, bagaimana pun dia adalah anak orang yang pernah menyelamatkan hidup mu," kata papa Federico.

__ADS_1


"Hentikan pertengkaran kalian, papa berhenti menyalahkan dan membujuk Joshua, putra mu sudah besar dia juga sudah memiliki hidupnya sendiri, dan sekarang mama minta buat gadis itu pergi, atau mama yang akan angkat kaki dari rumah Gusman," ancam mama Laura.


"Mama kenapa mengancam papa, mama juga tau jika Reymond dulu menyelamatkan hidup Joshua bukan," kata papa Federico.


"Opa sangat yakin ternyata, kalau pria itu mati demi menyelamatkan papa, atau dia memang sengaja melakukan itu," kata Darwin turun dari lantai tiga.


"Apa maksudmu?" tanya papa Federico.


"Jika opa bisa berpikir jernih, tak mungkin seorang pria yang sudah mau mati masih ingin menjadikan anaknya menantu keluarga Gusman, jika memang itu bukan rencananya tak mungkin dia memintanya, tapi sayangnya opa tidak berpikiran jauh kesana," kata Darwin meletakkan beberapa foto.


"Itu di ambil sekitar dua hari sebelum kepulangan saya dari Singapura, apalagi saat pemakaman asisten Reymond dulu, anda berdua bahkan tak hadir Karena sibuk menjaga tuan Joshua yang masih di rumah sakit," kata Hans.


"Apa...."


Papa Federico terkejut, dia mengambil beberapa foto itu dan melihat sosok Reymond.


Akhirnya dia tau kenapa dulu pemakaman Reymond terburu-buru karena ternyata semua ini sudah di rencanakan.


"Maaf membuatmu terkejut papa, tapi aku tak pernah menyukai Jenifer yang selalu di dekatku, dia terlalu liar untuk gadis seusianya dulu," jawab Joshua.


"Itulah kenapa mama meminta papa mengirimkannya pergi jauh dari keluarga kita," kata papa Federico.


"Ya, karena gadis itu sudah Mengetahui tentang berhubungan s*x di usia dini," jawab mama Laura.


"Ah... inilah kenapa aku selalu di bodohi oleh orang terdekatku, hanya karena aku terlalu percaya pada mereka, permisi..." kata papa Federico pergi ke taman samping rumah.


Pria itu begitu sedih, karena dirinya lah beberapa kali keluarganya hampir terluka.


Bahkan sekarang dia juga di tipu oleh mantan asisten, yang sudah begitu dia percaya lebih dari keluarganya.


Pria itu kini menangis sesenggukan, dia hampir kembali mengulangi perbuatannya lagi, jika bukan Joshua dan Darwin yang bekerja keras membongkar semuanya.


Darwin menghampiri sang opa, dia pun memeluk papa Federico dengan erat.


"Opa jangan sedih, opa itu terlalu baik, itulah kenapa orang-orang memanfaatkan opa," kata Darwin.


"Maaf kan opa sayang, opa hampir tertipu kembali, jika bukan kamu yang menyadarkan opa, mungkin opa membuat pernikahan orang tua mu hancur,"

__ADS_1



__ADS_2