
"Oke sekarang jelaskan apa maksud semuanya, aku tak ingin ada rahasia," kata Darwin melihat Felix.
"Aku tak mengerti apa maksudmu?" jawab Felix masih ketakutan.
"Tidak usah berbohong om, aku tau segalanya," jawab Darwin.
"Tapi kamu bukan Tuhan," jawab Felix kesal.
"Baiklah, aku akan membuatmu miskin saat ini juga," kata Darwin yang ingin pergi.
Mendengar itu, Felix langsung menarik Darwin duduk di sampingnya, dia tak ingin miskin mendadak.
"Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya," kata Felix.
"Tidak ada yang di sembunyikan, mengerti," kata Darwin.
"Tentu, bukan aku ingin memisahkan mu dengan Bunga, tapi gadis itu akan sangat sengsara saat dia masuk ke keluarga Gusman, keluarga ini tak sebaik yang kau pikirkan, jika dia bukan gadis yang memiliki status tinggi," jawab Felix.
"lalu apa bedanya Bunga dan Salsha, keduanya sama-sama dari orang biasa, berarti ini berkaitan dengan opa dan Oma buyut," kata Darwin mendengarkan.
"Ya, aku memintanya pergi jauh untuk membuat gadis itu menjalani kehidupan dengan belajar menjadi kuat, meski aku juga tetap memantaunya, dan jangan khawatir aku akan melaksanakan janji ku," jawab Felix.
"Baiklah, tapi ini hidupku Opa, jadi siapapun nanti orang yang menjadi istriku itu harus pilihan ku sendiri, bukan pilihan keluarga," kata Darwin
"Ya kau benar, dan semoga itu bisa terwujud, jangan berakhir seperti ku," kata Felix.
"Aku tidak akan pernah seperti itu, dan kalian berdua bicara dulu, aku harus pergi ke dalam, aku ingin melihat bocah kembaran mu dulu opa, silahkan aunty," kata Darwin melihat Yasmin.
"Kamu perlu di antar?" tawar Yasmin.
"Maaf tapi aku bukan bocah," jawab Darwin.
Yasmin pun mengangguk, setelah itu keduanya duduk berdua, Felix melihat wajah cantik dari wanita di sampingnya.
"Apa kabar pria panggilan ku, maaf dulu aku membuatmu meniduri diriku," kata Yasmin.
"Kenapa kamu tak mencariku, saat tau ada mereka berdua di perut mu," tanya Felix.
"Aku mencari mu, tapi aku malah mendapat hinaan, lagi pun kamu sedang di Bali saat itu," jawab Yasmin tersenyum.
"Maafkan aku," kata Felix.
"Tidak perlu, aku sangat bahagia saat ini, memiliki suami dan dua anak yang begitu lucu, dan kamu lihat sendiri bahkan putraku Fresco memiliki kemiripan begitu besar dengan mu, tapi tenanglah aku akan menjaga mereka, dan kamu bisa melanjutkan hidupmu bersama istrimu, ingat lanjutkan hidup kalian dengan bahagia," kata Yasmin yang kemudian pergi.
tanpa di duga Ayu mendengar pembicaraan itu, Felix pun tak bisa menahan wanita itu karena sekarang mereka memiliki jalan sendiri-sendiri.
"bagaimana aku bisa bahagia, saat aku tau memiliki hal terindah dan terbaik di dunia dari kesalahan satu malam itu," batin Felix.
__ADS_1
Darwin sedang melihat pria kecil di depannya, "hei sepupu, kamu punya IQ berapa?" tanya Darwin.
"Ya Tuhan anak ini, seharusnya kamu bertanya bagaimana kabarmu," protes mama Laura.
"Aku itu tak suka basa basi, jika dia cocok aku bisa menjadikan dia asisten ku," kata Darwin menunjuk Fresco.
"Tapi aku tak suka hal itu," jawab Fresco.
"Cih.. lihat saja nanti, aku pasti bisa menjadikan mu asisten ku, dan saat itu aku akan menjadikanmu seorang pesuruh," jawab Darwin kesal kemudian menuju ke kantin.
"Pemaksa!" teriak Fresco.
Darwin tak mengubrisnya, saat sampai si kantin Darwin menemui tuan Georgio.
"Opa, bisakah mengajakku pulang, aku merasa lelah," kata Darwin tiba-tiba.
"Tumben, apa kamu tak enak badan?" tanya Joshua.
Darwin hanya menggeleng pelan, tapi saat Joshua berdiri Darwin malah jatuh pingsan.
Beruntung Joshua menangkap putranya itu, dia pun langsung mengendong Darwin menuju ke ruang IGD.
Saat sampai IGD Darwin langsung mendapatkan pertolongan pertama.
Setelah setengah jam, dokter pun menghampiri Joshua dan yang lain.
"Tenang tuan, putra anda baik-baik saja, dia hanya kelelahan dan butuh istirahat," jawab dokter.
"Terima kasih dokter, dan apa perlu dia di rawat inap?" tanya Hafsah.
"Tidak perlu tuan, tapi tolong awasi dia agar istirahat dengan cukup," jawab dokter.
"Baiklah, biarkan kami rawat di rumah, kebetulan ada dokter Keluarga, jadi dia akan di rawat dengan baik," jawab Hafsah.
"Tentu tuan, kalau begitu saya permisi," pamit dokter.
Joshua langsung mengendong Darwin, mereka pun pulang bersama Hafsah dan tuan Georgio.
Sedang kekuarga Gusman sedang menunggu operasi Freya, bahkan Joshua tak mengatakan keadaan Darwin agar mereka fokus pada Freya.
Saat sampai di rumah, dokter Arkham sudah datang dan langsung mengikuti ketiganya.
Darwin di tidurkan di ranjang, dokter Arkam memasang beberapa alat untuk melihat kondisi pria kecil itu.
Setelah semua selesai hanya tinggal oksigen dan infus yang terpasang, "bagaimana keadaannya," tanya Hafsah khawatir.
"Dia hanya kelelahan, tapi tolong sebisa mungkin batasi dia bermain komputer, dan lagi dia juga pernah cidera meski tak parah, takutnya itu mempengaruhinya," jawab Arkham pada Hafsah.
__ADS_1
"Baiklah, kami akan menjaganya," jawab Joshua dan Hafsah.
Hafsah dan Joshua turun mengantar dokter Arkham, sedang tuan Georgio menjaga cicitnya itu.
Sedang di rumah sakit, Operasi Freya berjalan lancar, papa Federico pun mengajak istrinya dan ayu pulang.
Sedang Felix ingin menunggu Freya atas izin Yasmin dan suaminya, karena dia tak bisa melarang Felix.
Nirwan bisa melihat bagaimana Felix yang bisa langsung dekat dengan Fresco.
Apalagi anak itu memang mudah sekali dekat dengan seseorang, tapi begitu ada kecemburuan tersendiri bagi Nirwan melihat kedekatan itu.
Tapi bagaimana pun, dua sadar betul jika itu memang harusnya terjadi.
Sedang Yasmin mengenggam tangan Nirwan, "maafkan aku, seharusnya aku tak memberitahu mereka," kata Yasmin sedih.
"Tidak apa-apa, memang seharusnya, lagi pula Fresco harus tau siapa ayahnya," jawab Nirwan.
Akhirnya mereka pun melewati malam itu dengan semua pikiran dan kemelut masing-masing.
Pagi hari Adelia melihat Bu Anne sudah membuat bubur dengan toping kepiting.
Adelia pun tau jika bubur seperti itu adalah kesukaan putranya Darwin saat sedang sakit.
"Bu Anne, ini kenapa ada bubur kepiting?" tanya Adelia binggung.
"Darwin sedang tak enak badan sayang, dan opa menjaganya di kamar," jawab Joshua.
"Aku ingin melihatnya," kata Adelia ingin berlari naik, tapi Joshua menahannya.
"Tunggu, bawa bubur itu, sekalian kamu menyuapi pria kecil itu," usul Joshua.
"Baiklah, aku hampir lupa," jawab Adelia yang membawa bubur dan air madu hangat itu.
Sedang Joshua meminta Bu Anne untuk menyiapkan sarapan roti isi daging untuk dirinya dan Adelia, serta semua orang.
Joshua membawa sarapan miliknya dan Adelia naik ke atas, benar saja tuan Georgio turun.
Saat masuk terlihat Adelia sedang menyuapi putranya itu dengan begitu telaten.
"papa bawa apa?" tanya Darwin penasaran.
"hanya sarapan untuk kami, dan juga buah potong," jawab Joshua.
"aku ingin itu, boleh?" tanya Darwin dengan wajah memohon.
__ADS_1