
Darwin Alexander Amadea Gusman, seorang pria dengan ketampanan di atas rata-rata.
di usia mudanya, dia sudah menjadi pemilik perusahaan yang bergerak di bidang multimedia.
meski dia seorang putra pengusaha sukses, Darwin tetap memulai bisnis mulai dari nol.
dia juga memiliki banyak usaha lain, bahkan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang lainnya.
malam ini Darwin sedang menghadiri pesta penyambutan yang di buat oleh orang tuanya.
ya keduanya merayakan tentang kelulusan dari David, putra ketiga
mereka David Alejandra Guzman.
Darwin memiliki dua adik, yaitu Dylan dan David, Dylan memilih sekolah dan mengejar ilmu seperti orang biasa karena pria itu ingin bersama gadis yang di cintainya sejak SMP.
keluarga Graham datang, Joshua langsung menyambut keduanya dengan begitu hangat.
"selamat datang teman, ku kira kalian tak akan datang," sapa pria itu.
"tidak mungkin aku tak datang, apalagi pengusaha seperti mu yang mengundang kami," jawab David tertawa.
Adelia menyambut kedatangan Mei dan Sabrina, sedang dua pria muda di belakangnya juga menyapa dengan sopan.
"Sabrina!" panggil Dylan dengan begitu senang.
"hai ..." sapa Sabrina yang langsung mengandeng pria itu.
"aduh kalian ini,terus seperti ini, ngomong-ngomong, aku tak melihat di ganteng?" tanya Adelia.
"masih di luar, kebetulan tadi ketemu seseorang," jawab Mei.
"owh... siapa sih, pasti gadis ya," tanya Adelia.
"itu Tante, kakak Samuel datang," kata Sabrina.
Samuel datang dengan mengandeng tangan seorang gadis cantik, dan semua mata tertuju pada gadis bergaun merah itu.
Darwin tak menyukai itu, "wah... ternyata Bunga sekarang ini kekasih dari Samuel ya," kata Sasha yang mengandeng tangan Darwin.
"maaf permisi," pamit Darwin melepas pegangan Sasha.
Darwin pun bergegas menghampiri keduanya, Bunga langsung mengeratkan pegangannya.
sedang Samuel menenangkan gadis itu, Darwin ingin menarik Bunga, tapi Samuel menahannya.
"tunggu dulu bung, tak perlu kasar dengan wanita," kata Samuel.
"kenapa kamu begitu menyebalkan dari kecil, sudah ku katakan dia itu milikku," kata Darwin menggertak Samuel.
"dia bukan istrimu, jadi jangan merasa memilikinya," jawab Samuel.
__ADS_1
"kau-" kata Darwin yang menunjuk Samuel.
"jangan seperti ini kak Darwin, tolong jangan membuatku makin terpojok lagi, lihat Sasha sudah tak suka melihat mu disini," kata Bunga mengingatkan Darwin.
"itu benar, jangan membuatnya menunggu bung, bukankah dia kekasih mu," kata Samuel menepuk bahu Darwin.
Bunga pun pergi bersama Samuel, sedang Darwin hanya diam di tempatnya.
pria itu tak tau apa yang sebenarnya terjadi, "apa maksudnya dengan Sasha kekasihku," gumamnya.
"karena wanita itu yang melabrak kak bunga Kemarin, dan beruntung kak Samuel menolongnya," bisik Sabrina pada Darwin.
Darwin menoleh dan kaget melihat sosok Sabrina yang begitu anggun, "kamu sudah datang dek," kata Darwin memeluk Sabrina hangat.
"iya dong kakak tampan, dan untuk mereka berdua tenang saja, kak Samuel sudah memiliki cintanya sendiri, meski dia masih berusaha mencarinya," kata Sabrina dan melepaskan pelukan Darwin.
"benarkah, baiklah setidaknya aku sedikit tenang, mau berdansa dengan ku?" tawar Darwin.
"tentu kakak ku yang tampan," jawab Sabrina tersenyum manis.
Darwin berdansa bersama Sabrina, Sasha tak mengira jika dia kalah oleh gadis Urakan seperti Sabrina.
David bersama Adelia, sedang Joshua bersama Mei, dan Dylan mengajak Bunga berdansa.
keduanya pun melakukan dansa bersama, dan dengan sengaja Dylan dan Sabrina berputar dan bertukar pasangan.
Darwin memeluk Bunga dengan erat, Samuel pun tersenyum melihat keduanya.
karena Samuel hanya menganggap Bunga sahabat baiknya, Sasha makin tak suka, dan ingin memisahkan keduanya.
"Dav, jangan seperti ini, ini tempat umum," bisik Sasha.
"seharusnya kamu tak berulah dari awal, sebelum aku bertindak, mengertilah," bisik pria mu itu yang berhasil mengendalikan Sasha.
Hafsah dan Vina sedikit bingung melihat apa yang terjadi antara David dan Sasha.
Sabrina sekarang tak menyukai saat David berdansa dengan Sasha dan nampak begitu dekat.
"apa yang kau lihat bri?" tanya Dylan.
"aku melihat kakak Dav, sepertinya begitu dekat dengan wanita itu, apa mereka ada hubungan?" tanya Sabrina penasaran.
"aku juga tak tau, tapi jika kamu melihat mereka saat di luar negeri, pasti kamu akan menganggapnya iya," jawab Dylan.
entahlah, Sabrina merasa sakit saat mendengar itu, pasalnya dia sudah menyimpan semua perasaannya untuk pria itu.
dansa berakhir, semua orang berbincang bersama, begitupun Samuel, Darwin, Bunga, Davin dan Devan.
mereka membahas tentang musik, tak terduga Sasha naik panggung dan menyumbangkan sebuah lagu.
"baiklah, sekarang aku undang gadis berbakat lain, Bunga Jelita," kata Sasha.
__ADS_1
"dia ingin mempermalukan Bunga," geram Darwin.
"tenang bro, Bunga ayo naik, biar kami yang mengiringi dirimu," kata Samuel.
akhirnya bunga naik bersama Graham bersaudara, Mei bertepuk tangan melihat keempat orang itu.
mereka pun mengiringinya dengan gaya akustik, dan lagi yang di bawakan pun makin terdengar syahdu.
apalagi Bunga membawakan lagu cinta dalam hati milik grup band ungu.
tak terduga Sabrina memberikan sebuah buket pada Darwin, kemudian pria itu naik ke atas panggung.
Sasha ingin menghalang tapi dia di tarik oleh Dylan, "jangan berulah,atau akan aku permalukan dirimu sekarang," bisik pria itu.
"kau mengancam ku," gertak Sasha.
Dylan pun langsung menarik tali gaun dari Sasha, "satu tali lagi, kau telanjang," bisik Dylan tertawa.
Sasha pun tak bisa membalasnya, dia pun hanya diam melihat semuanya.
Darwin naik dan berlutut di depan semua orang, dan memberikan buket bunga itu pada hadis yang dia cintai.
semua orang pun bersorak dengan senang, Mei dan David pun ikut bertepuk tangan.
sedang Adelia dan Joshua juga bahagia dengan pilihan Darwin, sedang Sasha tak suka hal itu.
Bunga pun langsung memeluk Darwin , "aku mencintaimu ...."
"aku juga bunga, aku sangat mencintaimu..." kata Darwin.
seorang gadis tak mengira akan melihat bagaimana pasangan saling menyatakan cinta seperti ini.
"Naura, kenapa masih di situ, ayo keluarkan wine ya," panggil temannya.
akhirnya pesta puncak pun datang, sebuah gelas khusus di berikan pada Darwin.
sedang Bunga menerima gelas dari Samuel, "jangan pernah meninggalkan Darwin, apapun yang tejadi," bisik pria itu.
"apa maksud mu sih, dasar gila," jawab Bunga tertawa.
"sayang kemarilah," panggil Darwin.
" idih ... si kampret, main panggil sayang aja, kan ku juga pingin," kata Samuel.
"ya cari pacar dong," jawab Bunga tertawa.
Samuel pun pamit, sedang Bunga berdiri di samping Darwin saat Joshua dan David putranya saling bersulang.
setelah beberapa saat, tiba-tiba tubuh Darwin merasa begitu panas dan kepalanya pusing.
bunga pun panik melihat Darwin, "kamu kenapa kak?" tanya gadis itu lembut.
__ADS_1
"tolong bawa aku ke kamarku, nomor satu empat kosong satu," bisik Darwin.
"baiklah," jawab Bunga yang memapah pria itu.