Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
Kebenaran Yusrin.


__ADS_3

Adelia melihat tulisan itu dan mulai membacanya.


"Saat kamu membaca surat ini mungkin papa sudah mati, papa ingin menceritakan tentang kisah antara papa, mama, Yumna dan pria misterius yang mengancam nyawamu," narasi Yusrin.


flashback..


Yusrin bekerja seperti biasa, kehidupannya selalu bahagia, memiliki istri baik seperti Vena, dan putri yang mengemaskan seperti Adelia.


Saat di kantor dia kedatangan seorang pria, dia datang dan mengancam Yusrin.


"Ada apa Robert, kenapa kemari?" tanya Yusrin.


"Aku ingin kamu menjelaskan padaku, kenapa bisa Yumna hamil dengan mu, jawab!" kata Robert murka.


"Maafkan aku, itu kecelakaan yang terjadi saat kami mabuk tapi Yumna sudah setuju mengugurkan kandungannya," jawab Yusrin.


"Jangan berani melakukan itu, jika tidak, maka aku juga bisa mengirim istri dan putrimu ke neraka, bersama janin yang kamu bunuh," ancam Robert.


"Terus apa mau mu, aku tak bisa membiarkan anak itu lahir, aku tak ingin menyiksa dan menghancurkan istri dan putriku," jawab Yusrin.


"Berarti kamu siap melihat mayat keduanya dengan matamu," kata Robert pergi dari sana.


Benar saja, tak lama mobil yang membawa Adelia dan Vena kecelakaan tapi keduanya baik-baik saja.


Yusrin pun terpaksa mengikuti keinginan dari Robert, tapi Yumna membuat rumah seperti neraka untuk Vena dan Adelia.


Akhirnya Yusrin memilih mengusir istri dan anaknya dari rumah, dia meminta bantuan pengasuh Vena untuk membantu.


Yusri tetap memberikan uang melalui pengasuh Vena, setidaknya istri dan anaknya itu tak terlantar.


Vena dan Adelia pun hidup sederhana, dan Yusrin hanya bisa mengawasi dari jauh.


Yumna melahirkan Teana, tapi pernikahan yang nampak bahagia itu nyatanya hanya topeng.


Yusrin tak bisa merasa bahagia sedikitpun, karena telah membuang istri dan anaknya ke jalanan.


Tapi Yumna tak menyukai itu, Yumna pun berencana membunuh Vena dan Adelia, tapi nyatanya malah melukai Vena hingga koma.


"Hari ini ikut aku untuk membuat wanita itu mati," paksa Yumna.


"Apa maksudmu, dia tetap istri dan ibu putriku, kau bahkan sudah melukainya begitu parah, aku tetap diam, tapi hentikan kegilaan mu itu," maki Yusrin.

__ADS_1


"Tidak, dia harus mati karena kamu tak bisa melupakannya, jika kamu tak mau maka aku akan membunuh putrimu itu dan kamu takkan pernah melihat jasad nya, ingat aku bisa dengan mudah melakukan itu," ancam Yumna.


Yusrin pun bimbang, tapi dia memilih ikut Yumna demi Adelia, Tapi tak di duga dia melihat Robert di ruangan dokter.


"Baca," kata Robert yang memainkan pistol di tangannya.


"Dokter, tolong berikan suntik mati untuk Vena, dia terlalu menyusahkan dan menghabiskan uang dan waktu," kata Yusrin.


"Ya, buat dia meninggal dunia," tambah Yumna.


Dokter ingin menolak tapi Robert mengacungkan pistol Padanya, tapi tak di duga Hafsah mendengar semuanya.


Yusrin tak tau jika yang mati bukan Vena melainkan orang lain, tapi itu sudah membuat Yumna senang.


Robert pun pergi saat mengetahui Vena mati, dan terus mengingatkan Yusrin jika dia berani melukai Yumna.


Maka Adelia yang akan menanggung semua hukumannya, jadilah Yusrin terus berbuat jahat pada putrinya itu.


Meski dia juga sakit setiap melihat air mata putrinya itu mengalir, tapi tak ada yang bisa dia lakukan untuk menghibur putrinya itu.


flashback off...


"Maafkan papa Adelia, seharusnya lebih baik papa yang mati dari pada melihatmu terluka seperti ini, maafkan papa..." isi terakhir surat Yusrin.


"Mama harus baca ini," kata Adelia turun dengan membawa surat basah itu.


Mama Vena pun mulai menata di meja kaca, kemudian membacanya dan dia terkejut mengetahui kebenaran itu.


"Apa aku salah paham padanya..." lirih mama Vena sedih.


Joshua memeluk istrinya, "Kalau begitu kita harus selesaikan ini dengan segera, aku tak ingin pria itu meraja lela."


"Aku setuju, besok biar aku mengerahkan seluruh anak buah ku," tambah Hafsah.


"Kenapa binggung, aku sudah menemukannya," kata Darwin keluar dari kamar sambil menguap.


"Kamu belum tidur?" tanya mama Laura.


"Tadi sudah Oma, terus kalian semua berisik, jadi aku ingin menunjukkan ini pada kalian, dan mama bisakah aku tidur bersama mu," kata Darwin memohon.


"Baiklah, sekarang tidurlah disini," kata Adelia menepuk pahanya.

__ADS_1


Darwin menemukan posisi dari Robert, dan dua wanita yang sedang dalam pencarian itu.


Darwin juga berhasil mengetahui jika Yumna dan Teana melakukan operasi plastik untuk mengubah wajahnya.


Tapi Robert tak tau jika klinik yang dia pakai adalah milik Lena, dan Lena mengirimkan pesan pada Darwin.


Adelia yang tak sabar pun langsung menghubungi Lena melalui laptop Darwin yang memang sudah aman.


"Hai nyonya besar, ku kira kamu lupa padaku," goda Lena.


"Apa benar mereka berdua melakukan operasi plastik di tempatmu?" tanya Adelia.


"Ya, tapi tenanglah aku tak membuatnya mudah untuk mereka, ha-ha-ha," tawa Lena.


"Tapi Robert adalah dokter hebat di Belanda," kata mama Vena.


"Benarkah, tapi anda tak tau kenapa pria itu bisa berkeliaran bukan, dia melakukan malapraktik pada pasiennya, belum lagi dia juga terlibat banyak operasi ilegal dan juga penjualan organ di pasar gelap, dan masih ada juga penyelundupan narkoba, dia itu orang yang sangat buruk, tapi dia kaya itu pasti," jawab Lena.


"Apa dia separah itu, berarti musuh kita kali ini tak mudah di hadapi," gumam Hafsah.


"Tenanglah kalian bisa membawa ku untuk bertarung, tapi tuan Joshua harus memberikan asistennya, boleh?" kata Lena.


"Kamu ingin siapa, Hans?" tanya Joshua.


"Buat apa pria kaku seperti gazebo itu, aku ingin kepala keamanan IT di perusahaan mu, dia pria lucu, boleh?" tanya Lena.


"Tentu aku akan mengatur semuanya, tapi tolong lindungi Adelia," perintah Joshua.


"Tenang saja Yuan, dan lusa adalah kesempatan terbaik untuk kalian bergerak, karena aku sudah mengetahui rencananya meski tak semua," jawab Lena.


"Senang berbisnis dengan mu, aku akan mengirimkan Novan dan berlian sebagai imbalan mu," kata Joshua.


"Aku juga senang bekerjasama dengan keluarga anda, dan putramu saja sebenarnya cukup untuk itu," jawab Lena mematikan panggilan video itu.


"Baiklah, hari ini kita akhiri dulu, semuanya selamat istirahat," kata Joshua mengendong putranya.


Semua orang menginap di rumah keluarga Gusman, malam ini Joshua tidur bersama istri dan putranya.


Setidaknya Joshua bisa menikmati hidupnya, karena besok dia tak tau apa yang akan terjadi.


Joshua sudah mengirimkan pesan untuk Novan dan Hans untuk menyiapkan sebuah rencana untuk penyergapan.

__ADS_1



__ADS_2