
"Ibu hentikan, kenapa ibu memikuli kekasihku," kata Lena melerai.
"Apa, ya Tuhan, cepat nikahi dia, seneum kabur seperti yang lain, dasar kamu ini loading lama," kata ibu Novan.
"Iya Bu, iya, dokter Lena tolong perkenalkan ini ibuku, maaf seharusnya aku mengenalkan secara resmi," kata Novan.
"Apa, ibu adalah orang tua Novan, ah maafkan saya, selamat siang Bu," kata Lena langsung mengambil dan mencium tangan wanita itu.
"Gak papa nak, semoga kamu tak kabur setelah melihat pria ini yang selalu lambat dalam urusan cinta," kata ibu Novan.
"Iya Bu, aku tak mungkin lari, karena aku terlalu menyukai putra ibu," jawab Lena tersenyum.
Mereka pun makan siang bersama, sang ibu pun memasrahkan warung pada anak buahnya.
Novan pun hanya menjadi pendengar setia saat ibunya dan Lena begitu akrab bahkan tertawa bersama.
"Oh ya nak, tadi Novan panggil dokter Lena, memangnya kamu seorang dokter?" tanya ibu Novan.
"Hanya dokter biasa Bu," jawab Lena merendah.
"Dokter sekaligus pemilik rumah sakit mewah di Surabaya Bu," tambah Novan.
Ibu Novan pun terperangah pasalnya orang seperti ini mau pada putranya yang cuek seperti Novan.
Ibu Novan pun makin menyukai Lena saat wanita itu bahkan tak menolak saat di ajak makan di pinggir jalan.
Sedang di rumah keluarga Gusman, semua bersiap ke panti asuhan, karena seperti biasa setiap bulan mereja akan ke panti.
Darwin berjalan bersama Salsha, dan memilih naik mobil bersama mama Vena, sedang Adelia bersama mama Laura.
Saat sampai di panti semua anak langsung menyambut kedatangan mereka.
Tapi tiba-tiba Darwin berlari pergi menjauh, Salsha pun hanya bisa melihatnya karena dia tak tau tempat baru itu.
Darwin pergi mencari seseorang, dan dia menemukan Bunga sedang duduk di sebuah ayunan sambil membawa boneka miliknya.
Darwin menghampiri gadis kecil itu, "Hallo Bunga, kenapa tidak berkumpul bersama yang lain?" tanya Darwin.
"Tidak, aku ingin menunggu kak Darwin disini," jawab Bunga tersenyum.
"Baiklah, ayo kita berkumpul bersama yang lain," ajak Darwin.
Dari jauh Salsha melihat Darwin dan Bunga, Salsha pun mendekat karena ingin mengenal teman Darwin.
"halo, aku Salsha, bolehkah aku tau namamu," sapa Salsha lembut.
__ADS_1
"Aku Bunga, aku adalah kesayangan kak Darwin," kata Bunga pada Salsha.
Salsha melihat Darwin, tapi bocah pria itu mengeleng, "Salsha kemari sayang," panggil Adelia.
"Iya mama," jawab Salsha pergi meninggalkan keduanya.
Bunga kaget karena melihat Salsha begity dekat dengan Adelia, dan semua keluarga Darwin.
"Itu adik kak Darwin, cantik ya," kata Bunga.
"Iya, dia cantik dan baik," kata Darwin sambil melihat Salsha.
Sore itu Adelia sedang membacakan cerita pada semua anak, Salsha duduk di sampingnya sambil menggambar.
Sedang Darwin duduk bersama para anak panti sambil mendengarkan Adelia.
Setelah itu mereka pun pamit, Salsha sekarang ikut pulang ke rumah mama Vena.
Saat sampai terlihat semua pelayan menyambut, begitupun tuan Georgio dan nyonya Arsya.
"Mulai sekarang, Salsha akan tinggal disini ya sayang, sekarang panggil aku bunda dan ayah Hafsah, ada opa Georgio dan juga Oma Arsya," kata mama Vena
"Iya bunda, terima kasih sudah mau menerimaku," kata Salsha memeluk mama Vena.
Mama Vena juga menunjukkan kamar Salsha, dan saat ini Salsha akan diangkat menjadi anak oleh mama Vena.
Pria kecil itu akan mengajari Salsha belajar berbagai hal, saat Salsha belajar homeschooling.
Maka Darwin akan belajar beladiri dan juga menembak bersama sang Opa buyut.
Dan itu menjadi semangat sendiri untuk tuan Georgio, dan tak terasa waktu berjalan cepat.
Darwin makin tumbuh dengan baik dan kekuatan tubuhnya juga sangat hebat.
Sedang Salsha juga tumbuh menjadi gadis cantik yang begitu bertalenta, mulai dari melukis hingga bermain harpa.
Bahkan lagu milik Salsha juga sudah di produksi, yaitu lagu pengantar tidur milik mama Vena.
sekarang usia Darwin sudah sebelas tahun, dan Salsha sepuluh tahun, hari ini Salsha harus berangkat ke luar negeri untuk belajar.
Darwin memberikan sebuah kalung pada Salsha untuk menginggatkan gadis itu padanya.
Sedang Darwin akan terus membantu sang papa menjaga perusahaannya, adeloa juga memeluk Salsha yang begitu ia cintai.
"Aku tak menyadari gadis itu akhirnya beranjak dewasa dan akan sukses," kata Joshua merangkul pinggang Adelia.
__ADS_1
"Hentikan papa, jangan membuat hal aneh-aneh di tempat umum," kata Darwin sebelum pergi.
"Hei, kamu makin besar malah makin menyebalkan ya Darwin," kata Joshua pada putranya itu.
"Itu karena papa tak tau tempat, sekarang lebih baik segera ke perusahaan, atau aku menghancurkan semuanya," ancam Darwin.
"Silahkan saja, berarti kamu siap jadi gelandangan," jawab Joshua.
"Sudahlah, kalian ini ayah dan anak kerjaannya bershtem terus," kata Adelia memisahkan keduanya.
Adelia masih menyembunyikan sesuatu di tangannya, entahlah apa Adelia berani mengungkapkan rahasia itu.
Adelia pun kini berlari ke luar bandara, tapi Joshua dan Darwin berhasil menangkap nya.
"Pagi, kamu ingin mengatakan sesuatu, dan aku penasaran apa itu?" tanya Joshua.
"Ya papa benar, dan sudah seminggu ini aku melihat mama diam-diam makan rujak saat malam hari," kata Darwin.
Adelia pun mencubit telinga kedua pria itu, "Kenapa kalian begitu kepo dengan kehidupan mama sih, mending kerja cari uang buat mama," kata Adelia pada keduanya.
"Mama sakit ih... jangan bilang nama hamil!" teriak Darwin.
"Benar," kata Adelia begitu senang.
Joshua langsung menatap marah kearah Adelia, Adelia pun terdiam melihat perubahan ekspresi suaminya.
"Apa benar!" bentak Joshua.
"Sayang kau melukaiku," kata Adelia saat Joshua mengenggam erat lengannya.
"Papa jangan melukai mama, kau lupa aku pelindungnya," kata Darwin menendang tang kering Joshua dan mendorongnya.
"Darwin," panggil Adelia.
"Tidak mama, jika mama memang benar hamil, maka aku akan melindungi mama, aku tau semua yang di sembunyikan oleh papa, dan itu kesalahan papa tak jujur pada mama," kata Darwin menantang Joshua.
"Rahasia apa?" tanya Adelia pada dua pria di depannya itu.
"Mama bisa dalam bahaya saat mengandung lagi, karena kondisi mama," jawab Darwin menghalangi Joshua.
"Maka dari itu, gugurkan anak itu," kata Joshua yang mulai bangun dan bersiap menyeret Adelia.
"Mama lari," bisik Darwin yang melindungi Adelia.
"Tapi Darwin, kamu tak mungkin menghadapi papa mu nak, kekuatan kalian tak sebanding," kata Adelia.
__ADS_1
"Aku akan melindungi mama dan adik ku, jadi pergi!" teriak Darwin.