
Joshua dan Adelia sedang menikmati libur siang ini dengan terus bersama, mereka memilih tidur siang di balkon lantai dua.
Sedang Darwin dan Novan beraksi, mereka memilih agen paling profesional yang di miliki.
"Dia sudah siap om?" tanya Darwin yang sibuk makan sushi miliknya.
"Emm.. dia datang," kata Novan tersenyum melihat seseorang yang berjalan kearah mereka.
Darwin pun penasaran dan menoleh, "uhuy, dia cantik sekali apa benar dia wanita jadi-jadian?" kata Darwin melihat seorang wanita yang begitu cantik.
"Halo honey Novan, aku datang," suara yang begitu indah terdengar.
"Halo om cantik, salam kenal aku Darwin Alexander Gusman," kata Darwin tersenyum manja.
"Woi...! ini siapa yang kamu panggil om, panggil Tante," kata wanita itu dengan suara berat.
"Ha-ha-ha, suara om belum berubah ternyata," kata Darwin tertawa geli.
"Mau bagaimana pun gak bisa mengoperasi pita suara, jadi aku hanya bisa membuat suara yang sudah di latih," jawab Zarina.
"Sudahlah Zakaria tak usah kesal begitu, dan juga aku punya tugas untuk mu," kata Novan.
"Ih... Zarina, aku sudah ganti nama jadi Zarina Cassandra, bukan Zakaria Purnomo lagi," kata Zarina memukuli tubuh Novan karena kesal.
Darwin tertawa melihat tingkah Novan dan Zarina, dia menikmati saja pertengkaran menggelikan itu.
Tapi tak di duga, Lena datang ke restoran itu, sambil mengendong putra kesayangannya.
Lena melihat Darwin dan langsung menghampirinya, "Darwin kamu di sini? mana Novan? bukankah kalian bersama?" tanya Lena saat di meja itu.
"Sayang kamu disini?" kaget Novan melihat istrinya.
Darwin memberi isyarat, Zarina langsung memeluk tubuh Novan di depan Lena, dan itu berhasil memancing amarah Lena.
"Sayang kamu mau mencampakkan diriku begitu saja demi Wanita jelek ini, kamu terlalu kejam sayang," kata Zarina menangis sambil memeluk Novan.
"Lepas Zarina, aku tak pernah memiliki hubungan apapun dengan mu, aku hanya mencintai istriku," bantah Novan sambil mencoba melepaskan pelukan Zarina.
"Novan, suruh wanita gila ini melepaskan pelukannya, atau aku bisa membuatnya mati saat ini," ancam Lena.
"Sini biar aku pegang Boy, sini ganteng dengan kak Darwin," kata Darwin mengendong balita berusia dua tahun itu.
Tanpa tanya lagi, Lena langsung menjambak rambut Zarina tak di duga rambut palsu itu pun lepas.
__ADS_1
"Tuhan... ini menjijikkan, kamu pakai rambut palsu," kata Lena makin murka.
"Novan tolong aku, istrimu menjadi gila saat ini," kata Zarina panik melihat Lena yang tanpa ampun ingin menyerangnya.
"Sayang tenanglah, dia itu waria, aku tak menyukainya, aku hanya berteman dengannya saat kami sekolah SMP dulu," kata Novan memegang Lena.
"Apa, kamu menyukai waria, oh Tuhan aku akan membunuhnya karena dia berani membuatmu meninggalkan diriku," kata Lena makin murka.
Novan terus menahan Lena, Lena terus berontak untuk memukul Zarina.
"Tenang Tante Lena, ini hanya membahas pekerjaan, dan aku yang meminta om Zakaria menggoda Tante," kata Darwin.
"Zarina!" teriak Zarina.
"Diam, baiklah aku tenang, dan kalian harus menjelaskan pada ku," kata Lena sedikit tenang.
"Kami ingin menyuruhnya menggoda William Gusman, karena kami harus mengambil semua harta yang sudah di gelapkan," kata Novan.
"Itu benar, dan Tante Zakaria bisa melakukan itu," kata Darwin.
"Zarina, kenapa bocah ini terus memanggilku Zakaria sih, itu nama masalalu, sekarang namaku Za-ri-na," kata Zarina memberi penekanan.
"Iya Tante maaf, sekarang kita duduk dan makan dulu, untuk permintaan maaf, Tante Lena dan Tante Zarina boleh pesen apapun yang diinginkan," kata Darwin.
"Kamu yang akan membayar?" tanya Lena.
"Mantab kalau begitu, ayo kita makan karena kartu yang kamu bawa tidak ada limitnya," kata Lena senang.
"Oke Tante, sebagai permintaan maaf," kata Darwin.
Mereka pun makan bersama, tapi Zarina sudah pergi ke toilet untuk memperbaiki make up-nya.
Tapi setelah selesai, dia tak sengaja menabrak seorang pria yang diincarnya.
"Ah, sakit," kata Zarina pura-pura kesakitan pada kakinya.
"Maaf nona, maafkan saya, mari saya bantu," kata William.
Zarina pun pura-pura lemah hingga tuan William memeluknya, Zarina sudah berhasil menggoda pria itu, apalagi tubuhnya yang begitu sempurna.
Novan, Darwin dan Lena tak mengira jika Zarina sudah secepat ini bisa menggoda pria mesum itu.
"Mari saya antar ke klinik, biar kakinya di periksa," kata William.
__ADS_1
"Tidak perlu om, mungkin hanya perlu di pijit sebentar," kata Zarina sambil bersikap manja.
William pun masuk jebakan, Zarina sudah membawa pria itu ke hotel yang sudah di siapkan.
William memang terlalu mesum untuk menolah durian runtuh, apalagi Zarina begitu cantik.
"Rezeki Tante Lena memang besar, jadi semua harus habis ya Tante," kata Darwin melihat begitu banyak makanan yang sudah datang di meja.
"Kamu bisa membunuhku,ini terlalu banyak," kata Lena.
Darwin memesan dan mengirimnya ke rumah karena Joshua menyukai makanan itu.
Sedang Zarina sudah sampai di sebuah hotel mewah, dan William tersenyum melihat itu.
"Kamu tinggal di hotel, apa perlu aku membelikan sebuah apartemen untukmu," kata William menawarkan.
"Aku tidak lama kok, aku hanya sedang bermain kesini," kata Zarina yang duduk di sofa di kamar hotel itu.
William langsung memijat kaki Zarina, dan sesaat dia menikmati kaki jenjang Zarina.
Sedang kaki Zarina yang satunya menggosok paha dari William, dan tak di duga William pun langsung menyerang Zarina.
Zarina pun mulai melakukan tugasnya, sedang papa Federico juga melakukan tugasnya.
Dia sudah berangkat ke Singapura untuk menyelesaikan masalah yang di timbulkan oleh William.
Bahkan perusahaan cangkang itu juga sudah di bereskan, dan kini William menjadi incaran polisi internasional.
Karena dia terlibat perdagangan anak di bawah umur dan juga penjualan senjata gelap.
Tapi mereka tak bisa melakukan penangkapan begitu saja, karena William bukan pria biasa yang tak akan diam begitu saja.
Mereka harus melakukan semuanya dengan terperinci, tapi mereka tak menyadari sesuatu.
Kalau saat ini orang kepercayaan dari William sudah melaporkan semuanya pada William di Surabaya.
William yang menerima telpon dari anak buahnya, dan William bergegas pergi.
Tapi Zarina bangun dan menahannya, "Sayang kamu tega meninggalkan aku," kata Zarina sedih.
"Tunggu sayang, kamu bisa datang ke apartemen di alamat ini, dan ini ada kartu untukmu, ingat aku akan menghubungimu, karena pelayanan mu begitu baik dan memukau, tapi ada pekerjaan penting sayang, jadi jangan sedih ya," kata William buru-buru memakai pakaiannya lagi.
"Baiklah sayang," jawab Zarina.
__ADS_1
Dia berhasil membuat William percaya padanya, dan dia akan mudah mencari rahasia pria itu.