Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_menjalankan rencana.


__ADS_3

keluarga Joshua, baru sampai di bandara, dan langsung menuju ke rumah sakit tempat Darwin di rawat.


sesampainya di rumah sakit ternyata semua keluarga sudah ada di sana, bahkan Hafsah dan Vina juga terlihat begitu sedih.


langkah Adelia makin berat melihat semua orang menangis di luar ruangan rawat.


"ada apa papi?" tanya Adelia lemah.


Vina langsung memeluk putrinya dengan erat, "maafkan papi Adelia, kondisi Darwin tak bisa membaik, dia koma Adelia."


Adelia pun langsung lemah, dan Joshua menahan tubuh Adelia yang hampir jatuh.


David dan Dylan tak mengira jika kakak pertama mereka bisa mengalami hal buruk seperti ini.


"Opa ... sebenarnya apa yang terjadi, bukankah selama ini dia baik-baik saja?" tanya David penasaran.


"opa juga tidak tau, tapi dia kecelakaan setelah pulang dari rumah Felix, dan dia berangkat sendiri tanpa pengawalan dengan keadaan marah," jawab Hafsah.


"pria itu lagi," kata David marah.


"apa kamu mengetahui sesuatu David?" tanya Dylan.


"tentu, dan ini sangat tak penting awalnya, tapi kenapa kak Darwin bisa sangat marah," kata David tak habis pikir.


dokter yang menangani Darwin pun keluar kamar, dan menghampiri para keluarga pasien.


"maaf apa disini ada yang bernama Bunga, karena sebelum koma, pasien sempat menyebut namanya?" tanya dokter.


"tidak dokter, dia sedang kuliah di luar negri," jawab Joshua.


"kalau bisa tolong minta Bunga datang, semoga itu bisa membuat pasien memiliki semangat untuk kembali berjuang untuk sadar, selain dari tindakan medis," kata dokter sebelum pamit pergi.


"tapi aku tak tau Bunga kuliah di negara mana ..." lirih Joshua.


"dia di Yunani, dia dan kak Samuel melanjutkan kuliah di sana," jawab Dylan.


semua orang melihat Dylan, "bagaimana kamu tau?" tanya David.


"karena Sabrina yang keceplosan memberitahu diriku, karena kak Bunga juga mendapatkan beasiswa dari perusahaan Graham," tambah Dylan.


Adelia diam, dia dan Joshua merasa bersalah, karena tak memperhatikan gadis itu.


padahal keduanya tau bagaimana Darwin mencintai Bunga, hingga Bunga menjadi anak asuh dari keluarga Graham.

__ADS_1


"Dylan tolong cari tau dimana itu, dan segera jemput dia kemari," perintah Joshua.


"sepertinya sulit papa, karena ..." kata Dylan yang tak enak membahasnya.


"sulit kenapa Dylan, jawab jangan menundanya, ini demi Darwin," kata Adelia yang berteriak pada Dylan.


"karena kak Samuel tak semudah itu mengizinkan Bunga menemui kita, terlebih setelah apa yang papa dan mama lakukan pada keluarga gadis itu, yang sangat di cintai kak Samuel," lirih Dylan


"kamu bicara apa? gadis yang di cintai Samuel," kata Joshua kaget.


"apa papa lupa dengan keluarga angkat kak Bunga yang mati karena kecelakaan, dan dengan tega papa dan mama juga meninggalkannya sendiri dan memilih liburan bersama kami," kata Dylan yang memalingkan wajah.


"apa maksudmu Dylan, kita tak mengetahui jika gadis itu dan keluarganya kecelakaan," kata David.


"dia punya nama David, asal kau tau itu bukan kecelakaan tapi pembunuhan, dan kak Samuel tau itu karena dia juga sama mengerikannya dengan kak Darwin, terlebih dia juga penerus dari keluarga Graham dan Carter, menurut mu dia bisa diam melihat temannya terluka," jawab Dylan kesal.


meski dia berhasil mengetahui sedikit masalah itu dari Sabrina, tapi sepertinya masih banyak rahasia yang tak terungkap.


Joshua dan David diam, itu sebuah kecelakaan, dan bukan maksud dari Joshua untuk meninggalkan.


"itu bisa di pikirkan nanti Dylan, terpenting tolong panggil Bunga kemari," mohon Adelia.


Dylan tidak bisa melihat Adelia, dia pun bergegas meminta Sabrina memberikan nomor gadis itu, dan dia akan memberikan kabar.


Sasha yang sedang berlibur di Bali tak mengetahui apapun karena dia sudah memblokir semua orang.


saat ini dia ingin pulang ke negaranya, tapi sayang dia di tangkap di bandara oleh pihak kepolisian.


"tunggu dulu pak, apa-apaan ini pak, bagaimana bisa kalian menangkap ku, padahal kasusnya sudah di nyatakan sebagai kecelakaan," kata Sasha berontak.


"maaf nona, karena putri mereka mengajukan kasus ini lagi, dan dia menemukan bukti yang memberatkan anda, jadi sekarang anda harus ikut kami ke kantor polisi," kata para penyidik itu.


Sasha pun di borgol dan di bawa ke kantor polisi, dia pun mencari bantuan tapi nomor keluarga Gusman dan Amadea tak ada yang bisa di hubungi.


terpaksa dia meminta bantuan Felix, karena hanya pria itu yang bisa membantunya lepas dari belenggu ini.


karena David juga sudah tak bisa di harapkan, Felix pun meminta bantuan anak buah Darwin.


dan yang lebih buruk, dia juga mengaku sebagai Darwin untuk memberikan uang tebusan untuk Sasha.


Felix benar-benar bisa mengunakan nama Darwin, bahkan sekarang dia juga sudah berpisah dengan ayu.


Sasha pun bisa keluar, dan semua kasus di bereskan oleh orang suruhan Felix.

__ADS_1


Bunga pun merasa kecewa dengan semua yang terjadi, dia tak mengira jika apa yang di katakan oleh Samuel benar.


Darwin membantu Sasha, bahkan kasus pun menjadi rancu lagi setelah pihak Sasha memberikan bukti yang menguatkan alibi jika bukan Sasha pelakunya.


"kau sudah tau kebenarannya,maaf sebenarnya aku tak ingin melakukan ini," kata Samuel melihat bunga yang sudah sebulan ini kurang tidur.


"ini bukan salahmu, aku yang memaksamu," jawab Bunga.


sedang Joshua dan yang lain masih berusaha mencari Bunga dan Samuel. terlebih Vin juga mengalami kecelakaan saat baru sampai di Austria.


jadi mereka kehilangan jejak, dan tak terasa sudah sebulan berlalu, Dylan juga belum berhasil membujuk Sabrina untuk mengatakan dimana mereka.


tapi sebuah pesan seperti air di gurun yang kering, anak buah Hafsah menemukan di mana Keduanya.


"ini siapa yang akan berangkat?" tanya Hafsah


"biar aku saja, dan Dylan,dia pasti mau," kata Adelia mengajukan diri.


"tapi bawalah para pengawal sayang, aku tak ingin terjadi sesuatu padamu," minta Joshua.


"baiklah," jawab Adelia.


keduanya pun berangkat menuju ke Yunani, saat tiba di negara itu, keduanya langsung menuju ke alamat yang sudah di berikan oleh anak buah Hafsah.


kebetulan saat keduanya sampai Bunga dan Samuel sedang akan pergi kuliah.


"Bunga," panggil Adelia.


"Tante, kenapa disini?" tanya Bunga.


"Bunga ayo, kita hampir telat," panggil Samuel.


"tunggu nak, Tante hanya ingin memberitahukan sesuatu yang sangat penting, Tante mohon ..."


"maaf Tante, tapi kami harus pergi kuliah, kita bicara nanti malam saja," kata Bunga.


"Darwin koma, dan dia terus mencari mu."


langkah Bunga berhenti, tapi dia hanya menoleh dengan wajah sedih.


"sekarang kalian baru mencariku?" kata Bunga pada Adelia.


wanita itu hanya diam, dia tak bisa menjawab pertanyaan dari gadis di depannya itu.

__ADS_1


"Tante dan om yang memberikan aku perlindungan selama ini, tapi kenapa saat orang tua angkat ku meninggal kalian meninggalkan ku sendiri, hingga harus keluarga Graham yang merangkul ku ..." kata Bunga.


Samuel pun menghampiri Bunga, "asal Tante tau, aku sangat membutuhkan kalian terutama kak Darwin, tapi kenapa kalian meninggalkan diriku saat itu ..." tangis bunga tak terbendung lagi, dia pun mengungkapkan semua keluh kesahnya.


__ADS_2