
Kapal mereka pun bersandar, tiga ambulan sudah menanti, Darwin di jaga tuan Georgio.
Berada di ambulans pertama bersama Lena, karena kondisi Darwin tiba-tiba demam tunggi.
Adelia bersama Joshua dan Joshua di ambulans kedua dengan di kawal bodyguard.
Sedang Novan dan Hans di ambulan ke tiga, ketiga mobil itupun menuju ke sebuah rumah sakit.
Darwin langsung di bawa ke ruang ICU bersama Joshua, sedang Adelia mendapatkan jahitan pada luka robek di tangannya.
Hans juga hanya dapat perawatan untuk luka memar di tubuhnya, sedang Joshua harus menjalani rontgen untuk luka dalam.
Sedang Darwin menjalankan CT scan bagian kepala, karena takut jika Darwin mengalami cedera kepala.
Joshua hanya mengalami memar dan juga sedikit tulang bahu bergeser, Adelia juga sudah selesai menjalani perawatan.
Adelia dan Joshua di tempatkan dalam ruang rawat bersama, tak lama Hans juga di bawa masuk.
"Apa keadaannya parah?" tanya Joshua melihat Hans.
"Tidak tuan, hanya dia harus beristirahat dua hari," jawab dokter.
"Baiklah, bagaimana dengan putra ku?" tanya Joshua lagi.
"Maaf tuan, tuan kecil masih di ruang intensif untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut," jawab dokter yang menangani mereka bertiga.
"Aku ingin melihatnya," kata Adelia ingin pergi tapi tuan Georgio datang dan memeluk cucunya itu.
"Tenang sayang, dia baik-baik saja, dia hanya terbentur dan beruntung itu tak terluka terlalu dalam," kata tuan Georgio menenangkan Adelia.
"Aku ingin melihatnya kakek..." lirih Adelia dengan menangis.
"Tenang sayang cicit seorang jenderal Georgio Hiro Amadea tak mungkin akan lemah," kata tuan Georgio.
Adelia mengangguk, Joshua kesal karena Adelia di peluk oleh kakeknya.
Joshua paling tak suka itu, bahkan pria itu membuang pandangannya, tak lama Darwin masuk bersama Hafsah dan mama Vena serta Lena.
"Papa hentikan memeluk Adelia, lihat wajah cucu menantu mu sudah marah dan merah padam begitu," kata Hafsah menunjuk Joshua.
"Ya Tuhan, aku kakeknya, tak seharusnya dia juga cemburu padaku," kata tuan Georgio tak habis pikir.
"Bagaimana pun kakek kan pria," gumam Joshua.
"Apa Joshua, coba katakan yang keras," kata tuan Georgio.
"Tidak opa jenderal terhormat," jawab Joshua.
Karena kesal tuan Georgio melempar buah apel yang di bawa mana Vena, Joshua pun mengaduh.
"Opa," kata Adelia melihat wajah Joshua kesakitan.
__ADS_1
"Bisakah kalian tenang, biarkan bocah itu istirahat karena kondisinya belum stabil," kata Lena.
"Tapi apa kondisinya menghawatirkan?" tanya Adelia lagi.
"Tidak, beruntung karena dia tak cedera otak karena jika itu terjadi itu sangat serius," jawab Lena.
Adelia pun menghampiri Darwin dan menciumnya, hampir saja dia kehilangan putranya itu.
Sedang polisi pun menyerahkan dua jenazah itu pada papa Federico untuk di makamkan.
Sedang Robert di bawa ke Belanda untuk mendapatkan hukuman sesuai kejahatannya.
Akhirnya waktu pun berjalan cukup singkat untuk penyembuhan, Joshua dan Hans keluar rumah sakit terlebih dahulu.
Karena mereka tak bisa lagi menunda pekerjaan, bahkan Joshua harus lembur karena menyelesaikan proyek yang sempat tertunda.
Sedang Adelia masih menunggu jahitan kering sambil menjaga Darwin yang makin manja.
Hari ini Adelia dan Darwin pulang dari rumah sakit, tapi Joshua tak bisa menjemput karena ada rapat.
Tapi Lena yang mengantar keduanya sambil membawa dia mobil pengawal super ketat.
Tapi lucunya Lena tak membawa Adelia dan Darwin pulang, melainkan menuju ke perusahaan Joshua.
Para pengawal sudah berbaris Darwin berjalan sambil mengandeng tangan Adelia.
Ketiga resepsionis langsung menghentikan langkah Adelia, Darwin dan Lena.
"Minggir, atau kalian bertiga aku pecat," kata Adelia.
"Anda tidak bisa memecat kami," jawab seorang resepsionis.
Adelia pun menelpon seseorang tapi tak di angkat. "begini kah sambutan untuk istri dan putra dari pemilik perusahaan, kau bodoh ya," kata Lena mendorong seorang resepsionis hingga terjatuh.
"Seret mereka keluar, besok kalian bertiga tidak usah datang lagi karena berani melarangku datang," kata Darwin.
"Maafkan kami tuan kecil, kami hanya menjalankan perintah," kata ketiganya.
"Kalau begitu jawab aku, siapa orang yang dia temui hingga melarang kami menemuinya, jawab!" bentak Adelia.
"Dia perwakilan dari perusahaan properti Darwi's, nyonya," jawab ketiganya.
Mendengar itu Adelia pun bergegas bersama Darwin, dia tau jika itu akan bermasalah.
"Wanita dan pria Monster itu!" teriak Darwin.
Lena pun langsung mengendong Darwin untuk mengikuti Adelia saat sampai di lantai tempat kerja Joshua.
Novan kaget melihat kedatangan mereka, saat ingin menghadangnya, Lena memberi ancaman Padanya dengan gerakan tangan mengiris leher.
Novan pun terpaksa membuka pintu untuk mereka, Darwin turun dan langsung menghampiri Joshua.
__ADS_1
"Pantas tidak datang, tamu penting ternyata," kata Joshua melihat Adeline dan Robby.
"Anak sialan ini lagi," gumam Robby lirih.
"Kalian kemari? bukannya pulang," tanya Joshua yang langsung menghampiri Darwin.
Adelia memicingkan matanya melihat wajah suaminya itu.
"Aku hanya sedang memeriksa perusahaan ini, kenapa aku merasa aneh," jawab Joshua mencium pipi Adelia.
"Novan kita selesaikan urusan kita saat ini, ayo," kata Lena menyeret Novan pergi ke ruangannya.
"Ya Tuhan, nona jangan terlalu bar-bar kau membuatku takut! tuan Joshua tolong aku!" teriak Novan tapi Joshua hanya tertawa.
Kini Darwin melihat dua orang itu, "Kalian tak kapok nyatanya, ayah dan kakakmu sudah berada di desa, tapi dengan tidak malunya kamu masih berkeliaran disini, wah Daebak.." kata Darwin bertepuk tangan.
"Dan lagi, yang aku tau Darwi's tidak pernah memiliki perusahaan lain, mereka hanya berfokus pada fashion," jawab Adelia menambahkan.
"Terus kenapa? aku juga putra dari keluarga Darwis," kata Robby menjawab.
"Putra yang terusir setelah kau menghabiskan harta keluarga itu," tambah Darwin.
"Baiklah Hans, ternyata pelajaran dari kedua orang ini cukup baik, sekarang usir mereka," perintah Joshua.
"Baik tuan muda," jawab Hans memanggil para security.
Joshua pun mengajak keduanya untuk duduk di ruangannya itu.
Saat itu Darwin melihat proyek yang sedang di kerjakan oleh Joshua, yaitu pembuatan sebuah taman bermain yang di beri nama Darwin Wonderland.
"Papa ini apa?" tanya Darwin menunjuk sebuah rancangan taman bermain itu.
"Kamu lihat dan baca namanya, itu adalah hadiah ulang tahun untukmu," kata Joshua.
"Benarkah, wah terima kasih," kata Darwin bahagia.
Adelia pun tak mengira jika suaminya itu bisa membuatkan taman impian Darwin.
"Terima kasih," kata Adelia pada Joshua.
"Sama-sama sayang, aku pasti melalukan yang terbaik untuk kalian," jawab Joshua seraya memeluk keduanya.
Sedang Hans mengusir dua pembuat Onar itu, pasalnya karena kedatangan Adelia dan Darwin.
Hans dan Joshua tak bisa mempermalukan keduanya dengan sangat baik.
Itu karena Novan menemukan bukti jika keduanya ingin membuat perusahaan Joshua bangkrut dengan mengajukan perusahaan yang baru dirintis itu.
Tapi Joshua bukan pria bodoh, jadi Joshua sudah memeriksa para kontraktor yang mengajukan proposal pada perusahaan Gusman.
__ADS_1