
Aldo berjalan menuju ke ruang rawat dari bunga, tapi tak sengaja dia menabrak seorang pasien.
Aldo pun membantu pasien itu berdiri, Qia yang melihat Aldo pun lari meninggalkan pria itu.
"apa aku sejelek itu hingga dia ketakutan," kesal Aldo.
Virgoun yang datang pun kaget melihat Qia, "kamu habis meliht setan?"
"tidak, aku habis meliht pria tampan, tapi sayang di kurir sepertinya," jawab Qia tertawa.
"dasar gadis ini, sudah istirahat sana, kamu itu baru sembuh sudah keluyuran gak jelas," kesal Virgoun.
"yey ... enak saja, aku itu habis menemui kak Bunga, oh ya ayah kapan pulang aku merindukannya," lirih Bunga pad Virgoun.
"seminggu lagi, oh ya besok kamu boleh pulang, dan aku sudah menghias kamar mu dengan warna yang kamu minta kemarin," kta Virgoun.
"terima kasih kakak, kamu memang yang terbaik," bunga pun memeluk Virgoun dengan erat
sedang di ruangan milik bunga, Joshua dan Adelia nampak sedang berbincang serius.
Darwin dan Bunga pun malah seperti tak terlihat oleh kedua orang itu, "jika papa dan mama tak ada kegiatan mending pulang deh dan nikmati waktu kalian di rumah, jangan disini," kesal Darwin.
"cih memang kenap anak muda kamu iri dengan kami, kamu juga punya istri bukan," jawab Joshua
"kenapa kamu membawa pria menyebalkan itu kemari, bikin emosi saja," kesal Darwin meliht Aldo
"maaf bos, saya tak tau jika bos besar akan marah hehehe," jawab asisten Aldo.
bunga pun mengangguk pada suaminya agar bersabar, Aldo membawakan semua berkas yang harus di tanda tangani oleh Darwin.
bahkan pria itu di minta memilih model sendiri, begitu banyak foto yang di bawa oleh Aldo.
"kamu mau menikah? kenapa meminta mas Darwin yang memilihnya untuk mu," goda bunga pada asisten suaminya itu.
"bukan saya Nyonya, tapi bos yang mau nambah istri," jawab Aldo.
"kau mau mati huh..."
Darwin langsung melempar foto-foto itu, sedang Bunga tak mengira candaan itu malah di tanggapi serius oleh Darwin.
"sayang, aku dan Aldi cuma bercanda, kenapa kamu semarah itu?" kaget bunga.
"aku tak suka candaan kalian, bagiku hanya kamu saja istri ku," jawab Darwin memeluk bunga.
"kamu bucin kok ngejek papa," kata Joshua tak terima.
"udah ya ... sesama tim bucin di larang saling sikut, ayo pulang saja papa, aku sudah lelah, biarkan saja Darwin disini, oh ya kata dokter Nev, lusa Bunga sudah boleh pulang," kata Adelia.
"siap mama," jawab Bunga dan Darwin.
Aldo juga memutuskan untuk pulang, tapi dia berpapasan dengan Virgoun, "bagaimana kondisi adik mu?"
"dia baik, mau melihat dan berkenalan, siapa tau cocok," kata Virgoun tersenyum.
__ADS_1
"berhenti mengejekku, kau juga belum laku," kesal Aldo.
Virgoun pun tertawa mendengar jawaban Aldo, ya mereka semua memang tak ada yang ingin menikah dengan buru-buru.
keduanya pun menuju ke luar rumah sakit, Virgoun sedang ingin membelikan makanan untuk adiknya itu.
begitupun Aldo, dia juga membelikan kue untuk seluruh keluarganya, "banyak sekali?"
"ini untuk adik-adikku, aku pulang dulu ya, kita ketemu lagi nanti malam, ingat pesta di tempat Edo bro," kata Aldo.
"siap Bosque, kita ketemu nanti," jawab Virgoun.
Aldo pun pergi menuju ke rumah masa kecilnya, dia pun datang dan di sambut oleh semua anak-anak disana.
"kakak Aldo," teriak semuanya.
ya Aldo adalah anak panti asuhan,dan keberuntungan besar bertemu Darwin yang mengangkat derajatnya.
ibu panti pun selalu senang saat Aldo datang, bahkan pria itu akan membawa oleh-oleh meski hanya kue untuk para anak panti.
"halo ibu," kata Aldo menyapa wanita paruh baya itu.
"halo Aldo, bagaimana pekerjaan mu? apa Semuanya baik?" tanya wanita itu
"baik Bu, dan bulan ini Aldo bisa memberikan sedikit lebih banyak dari sebelumnya karena bonus Aldi cair Bu," jawab pria itu.
"terima kasih Aldo, meski kamu sudah sukses, kamu tak pernah melupakan kami,"
Aldo pun mengangguk, bagaimana pun dia tak boleh melupakan masa lalunya.
ternyata gadis itu datang bersama dua kakaknya, "Dylan disini!" panggil Davin.
"hai maaf ya telat, habis di kantor lembut dan aku tak bisa lari karena papa," jujur Dylan.
"tak masalah bung, aku mengerti, oh ya ayo kita mulai dulu, karena hati ini pertandingannya akan lebih awal di mulai," kata Devan menginggatkan Davin dan Dylan
"siap bro, the song saja," jawab Keduanya.
Sabrina baru selesai dan memutuskan untuk ke ruangan sebelah.
dia ingin melakukan olahraga yang sedang hitam, bagaimana pun dia ingin tubuhnya tetap lentur sebagai seorang wanita.
pukul sepuluh malam, ke empat orang itu menuju ke sebuah jembatan, dan terlihat begitu banyak orang berkumpul disana.
"kamu bawa dan mau ikut mobil siapa?" tanya Devan.
"ikut mobil mu, dan biarkan Dylan bersama Davin," jawab Sabrina.
"baiklah, kita mulai dari sini, dan nanti finish juga disini, jadi kita berpencar,"kata Devan.
"siap, kita mulai!" teriak semua orang.
mereka pun pergi dengan membawa ratusan bungkus sembako dan uang untuk di bagikan.
__ADS_1
ya malam ini adalah malam amal, semua geng balapan mobil tempat mereka melakukan kegiatan ini setiap hari Rabu malam.
bahkan mereka rela menyisihkan sedikit rezeki untuk saling berbagi bersama orang-orang yang membutuhkan.
setelah selesai berkeliling kota Surabaya, mereka akan berkumpul di pos pokidi terdekat.
mereka akan makan bersama di sana, dan setiap kali pasti terus berputar dan selalu merata.
sedang tiga pria sedang berada di apartemen dari Edo, mereka sedang minum dan membahas pekerjaan.
"bagaimana menurutmu, apa perusahaan Gusman harusnya mengikuti arus atau bagaimana, perusahaan itu perlu berkembang, lihat saja perusahaan Graham sudah lebih dulu berkembang pesat meski di pegang oleh David Graham dan bukan putranya," kata Edo.
"tidak sesederhana itu asal kau tau, kamu mengenal jelas siapa itu Samuel, pria itu bahkan lebih bengis dari pada om Hans asal kau tau," jawab Aldo
"ya aku pernah dengar, saat dia diculik waktu kecil, dia berani menembak Daddy angkatnya dengan mata terbuka," jawab Virgoun.
"ya sayangnya Darwin tak mewarisi darah kejam keluarga Amadea, jika tidak dia pasti akan sangat menakjubkan," kata Edo tertawa.
"kau gila, dia bisa saja tak memiliki rasa ampun, dan masalah sedikit nyawa taruhannya, dan aku tak ingin mati konyol di tangan pria itu," kata Aldo ngeri
ucapan Aldo pun memancing tawa dari Edo dan Virgoun, mereka tak mengira jika reaksi pria itu akan begitu lucu.
pasalnya mereka bertiga sudah ikut Darwin dari di kuda, dan mereka tau semua sepak terjangnya.
bahkan ucapan dari opa butut darwin yang membuat pria itu kehilangan jati dirinya.
Darwin muda begitu ambisius, bahkan dia tak segan menyingkirkan siapapun musuhnya.
tapi ada satu hal yang tak bisa Darwin lukai yaitu bunga, dan dengan lidah setannya.
Sasha berhasil menghasut tuan Georgio hingga pria itu sangat membenci Bunga yang menjadi putri angkat dari keluarga Graham.
"Darwin, ini perintah opa, kamu harus menurutinya, jika tidak kau tak layak jadi penerus keluarga ini," marah tuan Georgio.
"tidak opa, lebih baik jau membunuhku, dari pada aku harus menikah dengan wanita lain selain bunga!" teriaknya.
"dasar cucu tak bisa di atur, dua itu musuh kita, meski kamu punya ikatan pernikahan dengan keluarga Graham, tak bukan wanita itu!" teriak tuan Georgio.
"opa tenanglah, mungkin kak Darwin benar, dia terlalu mencintai gadis itu," kata Sasha yang menambahkan garam di luka Darwin.
"tutup mulut mu, jangan berani mengatakan apapun tentang bunga," marah Darwin.
"jangan membentaknya! kau cucu tak penurut, Maka aku akan memberikan kepemimpinan keluarga pada David," kata tuan Georgio.
"terserah opa, karena dari awal aku tak suka dengan keluarga ini, aku lebih memilih menjadi keluarga Gusman," jawab Darwin menentang keputusan tuan Georgio
"dasar cucu tak tau aturan," kata tuan Georgio memukul Darwin dengan tongkatnya.
kuping Darwin berdengung keras, dia pun limbung, tapi di saat seperti itu Darwin masih bisa mekigat Sasha yang malah menembak tuan Georgio.
"maafkan opa, ini demi kebaikan mu,"lirih pria itu sebelum benar-benar menutup mata.
Darwin pun ingin menyentuhnya, tapi Sasha dengan tega menaruh pistol itu di tangan Darwin saat pria itu pingsan.
__ADS_1
Bunga pun terlepas dari tanggung jawab, tapi sayang Nyonya Asha menyaksikan hingga terjatuh dari tangga rumah.
dan akhirnya semua menyalahkan Darwin dan pria itu melupakan semua kejadian buruk itu.