
"Karena aku tak tertarik dengan uang, dia gadis sok suci harus membayar semuanya," kata wanita itu.
Seorang pria ingin menarik Adelia, Hans langsung menembaknya mati di tempat.
Selly dan semua orang terkejut, "jangan pernah berani menyentuh nyonya besar," kata Hans dingin.
"Sekarang pilih, mau menyerahkan gadis itu atau kau mati seperti pria itu, dan minta semua anak buah mu mundur sekarang," kata Joshua.
"Baiklah, aku mengerti, bawa gadis tak berguna itu, cih dia begitu merepotkan," kata wanita itu.
Seorang gadis kecil di seret keluar sambil terus menangis dan meronta, Adelia meligat kondisi gadis itu begitu buruk.
"Hans berikan uangnya, dan jangan membuatku marah," kata Joshua.
Hans melempar amplop berisi uang pada wanita itu, wanita itu pun melihat isi amplop dan tersenyum senang.
Hans pun langsung mengendong gadis itu, mereka pun keluar dari tempat itu.
Joshua memberi isyarat untuk membereskan semuanya, dia tak suka seseorang menghina Adelia.
Akhirnya malam itu ada kebakaran besar dan menewaskan semua penghuni rumah itu.
Kebakaran yang disengaja tentunya, dan Adelia melihat gadis di pelukan Hans.
"Dia siapa?" tanya Adelia.
"Sebenarnya dia adalah putri dari orang yang pernah menolongku, dia di taruh di panti asuhan agar aman, tapi beberapa hari yang lalu, aku tak mengira jika Adjie terlibat bersama Chandra, dan melukai gadis ini dalam kecelakaan maut, tapi sayang karena keputusan Felix dia malah di jual ke tempat prostitusi itu oleh ibu yang membawanya pergi," jawab Joshua.
"Bu As," kata Adelia.
"ya, dia tak sebaik yang kau pikirkan, dan beruntung aku masih menemukan gadis ini, dan pengawal Darwin sudah mati," jawab Joshua.
"Tapi kenapa Felix dan Darwin," binggung Adelia.
"Itu rahasia mereka, tapi yang pasti, kita harus melindungi gadis ini, dan sekarang aku akan mengirimnya untuk belajar di tempat seseorang yang siapapun tak tau, dan aku minta kamu tak memberitahu siapapun masalah ini," kata Joshua.
"Baiklah sayang, tapi bagaimana dengan Selly," tanya Adelia khawatir.
"Kita harus bermain lagi, dan minta putra mu itu untuk tak ikut campur, aku sudah tak bisa melarang dirinya lagi," kata Joshua lemah.
"Ya, sepertinya kita harus mendisplinkan Darwin, dan biar aku minta papa untuk melakukan itu," kata Hafsah.
__ADS_1
"Terima kasih papi," jawab Joshua.
Mereka pun menuju ke sebuah rumah, dan mereka akan menjadi ayah dan ibu angkat untuk gadis kecil itu.
"Tuan besar, apa aku harus mengganti semua identitasnya?" tanya Farhan.
"Tentu, buat dia percaya jika dia putri kalian, dan jaga sampai di sukses, ingat jadikan dia wanita yang sempurna terutama sifat dan karakteristik ya," pesan Joshua.
"Baik tuan besar, dan kami akan segera berangkat ke Selandia baru," jawab Farhan
"Baiklah, aku akan menyiapkan semuanya, dan ingat selalu apa yang sudah aku tekankan pada kalian," kata Joshua.
"Baik tuan," jawab Farhan.
Mereka pun pulang, dan saat pulang ternyata Darwin sedang dapat hukuman dari tuan Georgio.
Joshua, Adelia dan Hafsah saling pandang, mereka belum mengatakan apapun tapi saat ini sang pemimpin sudah bertindak.
"Malam papa, kenapa dengan bocah ini?" tanya Hafsah duduk di sofa.
"Aku memintanya untuk tidur, tapi dia malah menyalakan komputernya, jadi aku menghukumnya sampai di jera, atau selamanya dia tak kan bisa menyentuh komputer-komputer itu," kata tuan Georgio.
"Opa buyut, aku hanya ingin melacak pengawal ku karena aku kehilangan kontak dengannya, dan aku tak lama," kata Darwin membela diri.
"Baik Opa buyut, maafkan aku, dan papa aku juga minta maaf tadi sudah membantah mu, aku hanya tak suka melihat mu menutup kamar itu," kata Darwin.
"Tak masalah, tapi ini terakhir, dan ku tak suka kau melawanku demi seorang wanita," jawab Joshua sebelum pergi ke dapur untuk mencari makanan.
Adelia mengikutinya, tak lama Darwin sudah bebas dari hukuman kemudian mengikuti Adelia dan Joshua.
"Kamu tak suka putra mu memiliki kekasih," kata Adelia duduk di pantri sambil melihat Joshua memasak.
"Aku hanya ingin Darwin fokus pada pelajaran dan karirnya, dan tak menjadi pecinta wanita liar, karena aku tak ingin dia hancur nanti," kata Joshua datar.
"Iya papa, aku mengerti dan aku janji akan memikirkan itu saat usiaku siap menikah," kata Darwin sungguh-sungguh.
"Dan itu masih lama, jadi jangan melakukan hal-hal yang aneh Darwin, mengerti."
"Siap papa," jawab Darwin.
Joshua memberikan keduanya susu untuk di habiskan, sedang dia memakan spaghetti dari wajan langsung.
__ADS_1
Darwin pun di suapi begitupun Adelia, Joshua hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya.
Lusa pagi, Sasha, mama Vena dan Hafsah akan kembali ke Austria, mereka tak bisa lama-lama karena pekerjaan dan juga sekolah Salsha.
Pagi ini semua sedang makan bersama, mama Vena tau jika Salsha selalu takut pada Joshua.
"Bolehkah mama tanya? kenapa Salsha takut pada papa Joshua, dia bik sayang?" tanya mama Vera di depan semua orang.
"Karena papa Joshua tak bisa tersenyum," jawab Salsha.
"Maafkan aku ya cantik, bukan begitu, papa memang jarang tersenyum berbeda dengan papi Hafsah," jawab Joshua.
"Iya, kalau begitu Salsha akan mencoba tak takut lagi, dan bisakah aku memelukmu papa," minta Salsha.
"Tentu kemarilah, maaf membuatmu tak nyaman," saat Salsha berada di pelukan Joshua.
Keduanya pun nampak seperti ayah dan anak, "Joshua seandainya anak kedua kalian perempuan bagaimana?" tanya tuan Georgio.
"Bagus karena kami sudah memiliki paket lengkap," jawab Joshua.
"Tapi kalau pria? dan memiliki kelakuan seperti papa bagaimana?" tanya Hafsah.
"Itu makin bagus karena dia bisa jadi pemimpin, dan berarti kami harus coba lagi untuk mendapatkan perempuan," jawab Hafsah ringan.
"Kamu tak marah," tanya nyonya Arsya.
"Tidak karena Darwin memiliki semua sifat ku, dan ku yakin Darwin tak kan pernah mengecewakan aku sebagai orang tuanya," jawab Joshua penuh penekanan.
"Pasti papa, Darwin akan jadi pria yang membanggakan untuk keluarga ini," jawab Darwin semangat.
Mereka pun tertawa bersama, kemudian mereka semua memutuskan untuk pergi liburan di Kenjeran Park.
Mereka menikmati semua arena bermain, tapi Joshua dan Adelia memilih jalan-jalan santai menikmati pantai.
Keduanya seperti orang yang sedang berpacaran, bahkan Joshua terus mengenggam tangan Adelia.
"Mas aku sangat bahagia saat ini, karena aku memiliki mu sebagai suamiku," kata Adelia
"Aku juga beruntung mendapatkan dirimu, dan juga putra seperti Darwin, terima kasih kalian sudah hadir di hidupku ini," kata Joshua.
Keduanya pun berciuman di pinggir pantai, Joshua adalah pria yang menyukai hal romantis meski di keramaian dan itu tak membuatnya malu.
__ADS_1