
Malam hari Darwin dan Joshua sedang berlatih muathai, sedang Adelia melihat keduanya.
Wanita itu tak mengira jika pelatihan Darwin cukup berhasil apalagi ketangkasannya kini hampir setara Joshua.
Darwin bahkan tak ingin kalah sang papa, apalagi Joshua menganggap Darwin sebagai musuhnya.
Pukulan cukup keras mendarat di tubuh Darwin, hingga pria kecil itu terjatuh di lantai.
"Darwin!"
Adelia terkejut melihat Darwin yang terjatuh karena Joshua, bahkan suaminya itu malah tersenyum melihat putranya.
"Kenapa kamu selemah itu Darwin, ayolah kamu ini perempuan atau laki-laki, menerima pukulan begitu saja sudah jatuh," ejek Joshua memancing amarah Darwin.
"Papa yakin ingin melihat keahlian yang aku miliki, yang pasti tak hanya butuh ketangkasan otot, tapi otak juga harus jalan," kata Darwin menendang tulang kering Joshua saat lengah.
Kemudian memukul wajah Joshua hingga terluka, Adelia pun terperangah melihat kedua pria itu.
"Terserah kalian, dasar papa dan anak sama, sama-sama menyebalkan jika sudah bertarung!" kesal Adelia.
Dia memilih pergi meninggalkan tempat latihan, sedang Joshua dan Darwin berpelukan mengakhiri latihan hari ini.
Keduanya pun duduk di depan Adelia yang sedang menonton tv, Bu Anne membawakan air es dan obat.
"Sekarang harus diam, biarkan aku mengobati luka kalian," kata Adelia mengusap bekas luka itu agar tak bengkak.
Keduanya pun begitu menurut dan bersikap baik di depan Adelia, seperti anak anjing yang begitu manis.
Setelah mengobati luka Darwin, pria itu memberikan ponsel pada Adelia.
"Apa ini?"
"Mama lihat saja, mama pasti terkejut melihatnya," jawab Darwin menyeringai.
Raut wajah Adelia berubah total, yang awalnya begitu lembut kini berubah merah padam.
"Sayang, kamu kenapa?"
Joshua sedikit panik melihat perubahan sang istri, "bagaimana makan bersama kedua wanita tadi sore? menyenangkan?"
Darwin tersenyum pada Joshua yang kaget, pasalnya putranya itu memberitahu Adelia.
"Hanya membahas pekerjaannya," terang Joshua.
__ADS_1
"Dasar setan kecil, kamu ingin melihat mama menghukum papa Hem," kata Adelia menjewer kuping Darwin.
"Aw sakit ma... sakit... habis papa curang, masak aku minta motor gak di kasih," kata Darwin cemberut.
"Kamu baru berusia sebelas tahun lebih, dan sudah minta motor, jika sudah tujuh belas tahun papa pasti belikan motor maupun mobil untukmu," kata Joshua menepuk dahinya.
"Kamu ingin membuat mama kena serangan jantung, ya Tuhan kalian berdua itu sama saja menyebalkan."
Adelia pergi meninggalkan keduanya yang binggung, Joshua tak mengira jika mood istrinya bisa berubah secepat itu.
"Sudah tidur, besok kamu harus berangkat ke Austria bersama Devina untuk belajar mengurus usaha keluarga Amadea," usir Joshua.
"Apa papa sudah tak menyayangiku? hingga tega mengirimkan aku pergi menjauhi kalian berdua," kata Darwin pura-pura sedih.
"Ya Tuhan bocah ini, kamu jangan berlebihan, kamu disana hanya satu bulan, setelah itu kembali ke sini, dan belajar dengan opa buyut lagi," kata Joshua mencubit pipi Darwin karena kesal.
"Sakit papa, ini sudah tindak penganiayaan," kata Darwin mengerucutkan bibirnya.
Joshua pun langsung memanggul putranya itu dan membawanya ke kolam renang dan melemparkannya.
"Papa!" teriak Darwin saat di kolam.
Ternyata Joshua juga melompat ke kolam renang, jadilah keduanya kini bermain air.
Adelia hanya mengawasi dari atas balkon, dia pun tersenyum sambil mengusap perut besar.
"Mama!" teriak Darwin sambil melambaikan tangan di punggung Joshua.
Adelia pun melambaikan tangan pada putranya itu, setelah puas keduanya pun keluar dari kolam.
Dan kini Darwin ikut tidur dengan mengapit Adelia di tengah bersama Joshua.
"Ih... kalian berdua, mama sempit nih," protes Adelia karena di himpit dua pria tercintanya.
"Ayolah ma, biarkan aku tidur seperti ini,sebulan kedepan aku harus tidur dan berjauhan dari mama," mohon Darwin.
"Baiklah, terus kamu juga sayang?" tanya Adelia melihat Joshua.
"Sebenarnya tadi sore ada pemberitahuan mendadak dari Hans, kami harus berangkat ke Singapura untuk bisnis," lirih Joshua sedih
"Terus mama sendirian nih di rumah, ah... lebih baik pulang ke rumah Gusman," gumam Adelia.
"Tapi Oma dan Opa sedang di Jepang ma," kata Darwin.
__ADS_1
"Uh... kasian sekali hidupku, karena kedua pria tercintaku ini meninggalkan diriku sendirian."
"Baiklah, biar aku batalkan saja ya kepergian ku, aku tak bisa meninggalkan dirimu seperti ini," usul Joshua.
"Tak usah sayang, aku baik-baik saja, aku bisa menginap di rumah opa, dan di sana sudah cukup aman dan nyaman," kata Adelia sambil tersenyum.
"Maafkan aku ya sayang, seharusnya ini tak terjadi, mulai bulan depan biar Hans mengatur ulang jadwal pekerjaan ku, agar aku bisa menemanimu," kata Joshua.
"Darwin juga ya ma," kata Darwin tidur di sisi Adelia.
"Baiklah, mama seneng deh punya dua pria yang begitu mencintai mama seperti ini."
"I Love you mama," kata keduanya yang kemudian mencium pipi Adelia sebelum tidur.
Malam itu Adelia pun tidur bersama Darwin dan Joshua, Adelia pun tersenyum dalam tidurnya.
"Semoga kebersamaan kita akan berjalan selama nyawa masih di raga, mama tak bisa berjanji lebih dari ini, maafkan mama..." batin Adelia berdo'a.
Adelia selalu ketakutan saat menjelang persalinan, apalagi Joshua yang begitu sibuk dengan semua proyek yang sedang berjalan.
Jika dulu ada mama Laura yang menemani dia melahirkan Darwin, sekarang Adelia ingin Joshua di sampingnya.
Tapi Adelia takut berharap, apalagi sekarang Joshua yang begitu sibuk dengan pekerjaannya.
sedang di rumah Hans, pria itu menatap sebuah foto di dalam pigura di samping ranjangnya.
yang satu foto Tasya agar Hans selalu menginggat wanita itu, dan satu lagi adalah foto keluarga besarnya.
"kenapa tiba-tiba aku merindukan kalian, padahal aku sudah begitu buruk pada kalian," lirih pria itu mengusap foto itu.
Hans pun kembali teringat masa lalunya, pria yang selalu penurut tiba-tiba berubah menjadi monster menakutkan.
Hans di usianya yang ke sembilan belas tahun, membunuh seorang pria yang menghina Keluarganya.
Dan setelah kejadian itu, Hans pergi meninggalkan rumah karena takut mengotori nama baik sang ayah.
Putra kebanggaan sudah jadi liar dengan hidup di jalanan, tapi hidupnya berubah saat bertemu dengan papa Federico.
Hans di pertemukan dengan Joshua yang masih begitu muda, dan harus mengikuti semua tuntutan kesempurnaan dari keluarga besar, untuk menjadi penerus Keluarga Gusman yang hebat.
Keduanya tumbuh bersama, Hans adalah orang yang begitu setia, bahkan dia rela menghadang semua senjata demi melindungi Joshua.
Dan itu yang menjadikan mama Laura menganggap Hans seperti anak keduanya, dari pada asisten Joshua.
__ADS_1
Tapi itu tak merubah segalanya, dia tetap pria yang di tolong keluarga itu, dan hidup Hans adalah untuk melindungi Joshua.