Anak Genius: Putra Sang CEO

Anak Genius: Putra Sang CEO
S2_kau berakhir.


__ADS_3

Joshua datang di temani oleh Novan, kebetulan lena juga sedang sibuk di rumah sakit.


"bagaimana keadaan dari Jonathan, tak mungkin kan dia mati begitu saja," tanya Joshua.


"dia sudah matang cenderung hangus, memang gila ulah putra mu dan temannya," kata Lena berbisik pada Joshua yang baru datang.


Joshua diam, David sedang bersamanya dan tak mungkin pria itu yang melakukan ini, sedang yang hilang dari pagi adalah Darwin.


"Lucifer?" tanya Joshua.


"tepat, perpaduan yang epic bukan, Lucifer dan raja kejam berdarah dingin putra sahabatan mu, yang di juluki tangan neraka itu," kata Lena tertawa.


"tenang papa, ini karena ulah Jonathan sendiri, dia yang ingin melukai kak Bunga, jadi kak Darwin hanya melindungi miliknya, jadi papa jangan berulah jika tak ingin saham perusahaan Gusman terjun bebas lagi," kata David menginggatkan.


"baiklah, setidaknya mereka akan bisa menyelesaikan semua dengan baik," jawab Joshua.


dia pun membantu keluarga itu, Joshua menenangkan Viktor selaku putra dari Jonathan.


tapi saat tak terduga istri dari Jonathan malah memeluk Joshua.


tapi dia lupa jika Joshua memiliki harimau betinanya sendiri, Adelia yang datang dengan mama Laura pun langsung geram.


dia menarik wanita itu dengan kasar dan menampar wanita itu dengan keras, "suamimu baru saja mati dan kau ingin menggoda pria milik orang lain, dasar murahan, dan kau papa mau burung mu ku potong," kata Adelia tajam.


"aku hanya diam, aku tampan, aku tak bereaksi ma, aku sendiri kaget loh," jelas Joshua.


"maaf Tante, mama mungkin sedang butuh Sandaran," bela Viktoria sedang Viktor tak ingin berkomentar.


"ada tembok dan tiang di rumah sakit ini, kamu buta atau bodoh, dasar ibu dan anak sama saja, cukup aku tak bisa pura-pura baik lagi di depan kalian, toh keluarga bulsyit semua," kata Adelia dengan suara lantang.


mama Laura tertawa, dia tak mengira jika Adelia bisa marah seperti ini, bahkan Joshua tak bisa berkutik di depan istrinya.


"kalian salah cari musuh ternyata, oh ya silahkan di bawa pulang jenazah suami anda, karena semua sudah selesai, dan dia mati dengan normal," kata Lena dengan Santai.


Viktoria tak mengira jika Adelia yang selama ini dia kenal mudah tersenyum dan lembut ternyata punya sisi yang menyeramkan.


Viktor pun memilih menaiki ambulan untuk membawa jenazah sang papa untuk di kremasi.


itu sesuai keinginan terakhir pria itu, dia sudah menduga jika ini akan berujung masalah.


terlebih Dylan pernah mengatakan jika Bunga bukan gadis biasa, yang bisa di tindas atau lukai sesukanya.


karena akan ada dua orang pelindungnya, yang akan menyingkirkan semua orang yang berani mengusik gadis itu.


tapi karena kecintaan Jonathan pada Viktoria kini pria itu terbujur kaku di dalam peti mati.


Viktor pun tak perlu menunggu siapapun lagi, toh mamanya juga tak harus bersikap seperti manusia munafik lagi.


Viktor memilih duduk sambil menunggu jenazah sang papa di kremasi.


pria muda itu sudah di paksa mandiri di usianya, apalagi dengan kelakuan dari Viktoria dan sang mama.


sedang Joshua sedang menghadapai masalah besar, Adelia yang marah dan mama Laura yang juga mendiamkannya.


tapi masalah mereka makin pelik saat Darwin datang dan langsung berlari ke ruangan yang sudah lama terkunci.


pria itu masih tak bisa masuk, dia ingat jika sudah membuang kunci ruangan itu.


tapi Darwin ingin segera masuk, jadi pria itu pun menendangnya dengan keras dan pintu pun rusak.


dia pun melihat semua kondisi komputer lamanya, dia sudah hampir sepuluh tahun tak pernah menjadi hacker lagi.

__ADS_1


tapi kali ini dia sudah kembali dan dia bisa melakukan apapun dengan siapapun musuhnya.


"Darwin kamu sedang apa nak?" kaget Joshua melihat putranya itu.


"putra ku kembali," kata Adelia melihat Darwin yang sibuk dengan komputer lamanya itu.


sedang mama Laura terharu melihat Darwin, putra keluarga mereka sudah kembali.


sedang di rumah lama, Sabrina kedatangan tamu yang tak di kiranya sedikitpun.


David datang ingin menemui Bunga tapi Sabrina menahan pria itu, "kau tak di ijinkan masuk selama Oma dan opa belum pulang,"


"minggir atau aku tak akan sungkan lagi padamu," kata David dingin.


"kita lihat saja apa yang bisa kau lakukan padaku?" tantang Sabrina.


"kau menantang ku, berarti kau ingin mati," kata David yang langsung menyerang Sabrina.


Sabrina pun tak tinggal diam dia juga membalas dan menjatuhkan David, "kau keterlaluan kak, aku membencimu!" teriak Sabrina saat bisa menjatuhkan David.


sedang Bunga yang mendengar keributan pun terbangun, tapi kaget melihat Sabrina yang masuk ke kamarnya dengan tangisan.


bunga pun langsung memeluk gadis itu, ternyata David yang datang " ada apa dav, kenapa datang kemari?" tanya Bunga.


"aku hanya ingin bilang, tolong tetap di samping kak Darwin, karena dia sudah kembali menjadi dirinya, dan dia akan melindungi kakak selamanya," jawab David.


bunga tak memberi tanggapan apapun, wanita itu bahkan hanya diam melihat David.


tak terduga Samuel datang dan melihat situasi mereka, "kau ingin kakak membunuhnya sekarang Sabrina," suara Samuel mengejutkan semua orang.


"tidak, aku mohon jangan lakukan itu kak," jawab Sabrina.


"tapi kau lupa ucapan ku, jika kau menangis lagi karena David, aku akan membunuhnya," kata Samuel.


tanpa di duga Samuel mengacungkan sebuah pistol di kepala David, tapi tanpa di duga malah Sabrina yang menghadang pistol itu.


"tidak, kakak tak boleh membunuhnya, jika tidak aku akan sangat membenci mu kak, terlebih kakak sudah memiliki janji padaku, kakak lupa itu," kata Sabrina.


"baiklah, dan untuk mu David, kau lihat sendiri bukan bagaimana wanita bodoh ini, inilah kenapa aku ingin kau yang menjadi orang di sampingnya, tapi dengan syarat yang pernah aku ajukan," jawab Samuel.


"iya kak," jawab David.


"hallo Bunga,aku datang untuk pamitan karena aku harus kembali ke US, karena disana perusahaan besar tak bisa berdiri dengan kuat saat aku meninggalkan terlalu lama," kata Samuel.


"kau tak ingin menunggu ku hingga baik," tanya bunga.


"maaf, aku harus pergi dan kamu sudah memiliki pria yang akan melindungi mu, Darwin pantas dan siap untuk itu, jadi berhenti berpikiran konyol dan bersikap kekanak-kanakan, kalian sudah sama-sama dewasa, dan aku berdo'a semoga bisa menghadiri acara pernikahan kalian," kata Samuel pamit sebelum pergi.


Sabrina juga sudah berpelukan dengan Samuel, dan David yang mengantar pria itu ke bandara.


dan itu adalah tugas utamanya yang di perintahkan Darwin, untuk memastikan bahwa Samuel pulang dengan selamat.


sedang Darwin sudah menemukan semua kebocoran data dan keuangan milik keluarga Gusman.


"kalian semua tamat," kata Darwin marah.


pria itu mengirimkan semua bukti pada David dan dia akan segera ke perusahaan untuk membereskan mereka.


"papa tolong ikut aku ke perusahaan, dan minta semua kepala devisi perusahaan Gusman berkumpul, kita lakukan rapat evaluasi dadakan," kata Darwin.


"baiklah, aku akan menghubungi Aris," jawab Joshua.

__ADS_1


sedang Darwin meminta Aldo menelpon semua anak buahnya yang ahli dalam pertarungan.


perusahaan Gusman tiba-tiba menjadi kacau setelah telpon dari Joshua dan Kedatangan Aldo dan tim.


benar saja, tak lama mobil mewah berhenti dan keluarlah dua pria yang sudah membuat semua orang panik.


Joshua langsung menuju ke ruang rapat, dan ternyata belum ada persiapan apapun.


"Aldo lakukan semuanya dengan bersih," kata Darwin memberikan setumpuk dokumen pada Aldo.


"baik bos g*g*lo," kata Aldo keceplosan.


sedang Darwin tak mau ambil pusing, sedang Aldo langsung pamit menuju ke setiap lantai.


Aldo dan para tim-nya langsung mengikat dan membawa para ketua devisi.


mereka pun makin ketakutan karena melihat Darwin memainkan senjata tajam di meja.


"kau ingin membunuh orang dengan benda kecil itu," ejek Joshua.


"tidak, setidaknya aku bisa membuat mereka buta saja dengan benda ini," jawab Darwin enteng.


jadilah semua orang ketakutan, pasalnya mereka telah berulah setelah Darwin pergi dari perusahaan itu.


"sudah semua orang Aldo," tanya Darwin


"sudah bos, dan aku baru kali ini melihat kepala devisi yang bodoh semuanya, bagaimana bisa membiarkan bos mereka menunggu saat rapat evaluasi," komentar Aldo.


"sudah kerjakan tugasmu yang aku perintahkan, tak perlu komentar apapun, mengerti," kata Darwin mengebrak meja


"idih sakit itu ... ya sudah saya pamit, permisi, dan kalian semua siap-siap mati," kata Aldo sebelum pergi.


para pria itu sudah pucat pasi, apalagi Aldo tanpa ampun mencari bukti fisik.


Aldo langsung menuju ruang rapat sambil membawa semua bukti yang di inginkan oleh Darwin.


"kepala devisi keuangan mengelapkan uang perusahaan sebanyak tiga ratus milyar, bukti sudah di temukan," kata Darwin memutar sebuah video.


"dia berani menghianati perusahaan, bahkan menjual berbagai desain yang akan di gunakan perusahaan pada musuh, dan dengan sengaja melakukan kegiatan kotor demi keuntungannya, dan pada semua karyawati baru anda melakukan pelecehan, benar tidak bapak," kata Darwin.


"itu tak benar tuan muda," kata pria itu ketakutan.


Darwin pun langsung menghentikan suara pria itu dengan gerakan tangannya.


"kau telah mengecewakan kami, jadi berhenti membual," kata Darwin.


tak lama David datang dengan polisi dan juga beberapa orang dari pihak bank.


Darwin benar benar tak ingin kecolongan lagi, terutama setelah keterpurukan dirinya beberapa tahun ini.


Darwin bahkan mengambil semua uang yang sudah di korupsi, tapi kepala devisi keuangan tak mau di tahan sendiri


hingga akhirnya mereka semua terseret bersama, bahkan Darwin juga susah punya buktinya.


Joshua pun tak mengira jika perusahaannya hampir bangkrut karena ulah anak buahnya.


"terima kasih Darwin, kamu begitu membantu papa,"


"papa bilang apa? aku hanya tak mau jika perusahaan ini di wariskan pada adik ku, dia akan kesulitan saat perusahaan ini hampir mati nantinya," kata Darwin mengejek Joshua.


"dasar kau bocah sok bijaksana, bikin kesal saja, iya iya papa tau kalau papa kurang tegas, karena beberapa kali ada masalah dengan kesehatan papa akhir-akhir ini," kata Joshua.

__ADS_1


"papa jangan gitu dong, ya sudah biar aku dan David yang mengambil alih,dan papa bisa menghabiskan waktu dengan mama," kata Darwin pasrah.


__ADS_2